
John menatap Nanar pusara sang Adik dihadapannya,sesekali Dokter itu mengusap sudut matanya.Lelaki tampan itu kini terlihat semakin Tua saking syoknya dengan apa yang terjadi dihadapannya.
Penyesalan dengan sikapnya kepada Dimas selama ini semakin menambah rasa sakit dihatinya,Dimas sang Adik tiri sangat begitu sabar dan baik kepadanya.Namun Dialah yang memupuk kebencian pada Lelaki itu.
Dan setelah sekian tahun John berinisiatif untuk bertemu dengannya,menghilangkan rasa bencinya dengan saling memaafkan satu sama lain,kemudian Dimas berinisiatif untuk mengenalkan Anak dan Istrinya.Yang belum pernah dikenalnya.Namun justru Dia mengantarkan sang Adik ke akhir usianya.
Sesak dan sakit sekali Dadanya.Seandainya Dia tidak menemuinya,mungkin sang Adik masih hidup sampai sekarang,begitu pikirnya.
"Mengapa saat Aku ingin memperbaiki hubungan Kita,Kamu justru pergi Dim!Aku memang sangat jahat sama Kamu,tapi kenapa harus pergi dengan cara seperti ini.Apakah ini balasan karena Aku benci sama Kamu Dim,ini hukuman buat Aku"
"Mengapa jadi seperti ini Dim,Apakah tidak ada kesempatan buat Aku untuk menjadi Kakakmu yang baik,apakah tidak ada kesempatan untuk Aku memperbaiki sikapku.Kamu ingin membalasku Dim!"Tak kuat menanggung rasa sedih yang menyesakkan Dadanya.John menangis tergugu dipusara Dimas.Radit iba melihat sang sahabat begitu terpukul dengan kepergian sang Adik.
"John...sabar!"Radit menarik tangannya agar John bangkit untuk pulang,karena dari tadi Dia terus saja bersimpuh dihadapan Dimas.
"Ikhlas kan John...Adikmu sudah bahagia disana,jangan berlarut larut dalam kesedihan seperti ini,Dia ga akan tenang melihat Kakaknya terpuruk seperti ini!"Ujar Radit.
"Gue Kakak yang jahat Dit,Gue orang yang paling jahat."
"Jangan seperti itu John,Gue yakin Dimas ga suka liat Lo kayak gini!"
Radit menarik tangan sahabatnya,Lelaki gagah itu kini terlihat begitu rapuh,tak dapat dibayangkan jadinya akan seperti ini.
Radit memapah sang sahabat yang sebenarnya sangat enggan meninggalkan Dimas yang kini sudah berkalang tanah.Tatapan matanya kosong,hatinya dipenuhi dengan penyesalan dan kesedihan yang mendalam.John tak menyangka rasanya bisa sesakit ini.Dimas harus pergi dengan kejadian yang behitu tragis.
Satu persatu orang orang mulai meninggalkan area pemakaman itu,kebanyakan dari Mereka adalah teman kerja Dimas,dan sanak saudara dari Nisha.Sedang Nisha sendiri tidak kuat mengantarkan sang Suami ke peristirahatan terakhirnya,karena wanita cantik itu lagi lagi tak sadarkan diri,karena sesaknya kenyataan yang harus Dia terima.
Radit dengan setia selalu menemani sahabat karibnya itu,pria yang terkenal sangat humoris ternyata kali ini terlihat begitu sedih dan rapuh.Tak tega melihat John harus terpuruk seperti ini.Mereka menghampiri Ayah Bunda juga kedua Mertua Nisha yang justru terlihat tegar dan ikhlas.John memeluk Ayah dan juga Ibunya sambil menyeka air mata yang lagi lagi menggenang dipelupuk matanya.
__ADS_1
"John...Adikmu sudah bahagia disana,Dia juga pasti sangat senang akhirnya Kamu pulang,Maafkan bapak dan Ibu ya Nak.."
*********
John beristurahat dikediaman Nisha dan Dimas,kamar yang sudah disediakan untuknya tampak sangat rapi dan nyaman,Diapun dibuat kagum dengan rumah unik yang memang didesain oleh adiknya sendiri itu.Rumah dengan elemen dominan kayu bercat putih bergaya amerika itu tarasa sangat homy,nyaman dan teduh dengan berbagai macam bunga tumbuh disana.
John berusaha memejamkan matanya namun ingatannya kembali kekejadian semalam saat sang adik menghembuskan nafas terakhirnya,ingatan akan permintaan terakhir dari Dimas untuk menikahi Istrinya pun berkelatan dipikirannya.
"Kau ini benar benar bodoh Dim,mengapa Kau mewasiatkan hal yang sama sekali tidak bisa Aku lakukan.Maafkan Aku Dim,sepertinya Aku tidak bisa melaksanakan permintaan konyolmu itu."
"Aku tidak mengerti mengapa Kamu sampai harus berwasiat seperti itu Dim,Aku tentu akan menjaga Anak dan Istrimu,tapi kalau untuk menikahinya Aku rasa tidak mungkin.Aku tidak bisa mengabulkannya,maafkan Aku Dim!"lirihnya dalam hati.
Tok tok
Terdengar seseorang mengetuk pintunya.
"Bro...makan dulu,Lo dari semalem belom makan apa apa,Gue udah pesenin makanan kesukaan Lo,yuk."
"Ternyata ini pertemuan terakhir Gue sama Adik Gue,Dit.Sakit banget rasanya ...Gue ga nyangka kebencian yang tertanam dihati Gue selama ini ke Dia akan berakhir dengan hal yang semenyakitkan ini."
"Sabar John...Gue ngerti banget rasanya kehilangan,Lo tau kan Gue dulu mengalami hal yang sama seperti yang sekarang Lo rasain,Gue ngerti banget posisi Lo brother.Tapi yang harus Lo inget,Dimas udah bahagia disana,apalagi Diakhir hayatnya Dia bia bertemu dengan Kakak yang Dia cintai,Kakak yang Dia banggakan.Beberapa kali Gue ngobrol sama Dia,nyeritain tentang Kakaknya yang seorang dokter,dari pancaran matanya tersirat kalo Dia itu bangga banget sama Lo,Dan Gue ngga nyangka kalo ternyata Kakaknya itu Lo Men.Ternyata dunia sesempit ini ya,berarti Lo sodara Gue John hahaha,ternyata Gue punya Sodara sekampret Elo,ga papa lah,lumayan.ntar kalau Gue berobat berarti ga perlu bayar lagi kayak kemaren kemaren ya bro.Bisa irit dong Gue!"
"Sialan Lo,Gue lagi sedih juga malah ngelawak lagi Lo,lagian Lo juga masih ngutang waktu sandiwara kemaren Lo belum bayar!"
"Ya ampuuun John..Lo ga berubah sifat perhitungannya dari dulu,lagi sedih juga masalah bayaran Lo masih inget aja Men!"
**********
__ADS_1
Kediaman Nisha yang asri dan nyaman kini terlihat ramai dan hangat dengan banyaknya saudara yang datang.Rafa dan Iday sedang asyik bermain dengan mainan koleksi Iday.Mungkin karena Iday belum mengerti kalau sang Ayah kini sudah tidak bersamanya lagi untuk selamanya.
"Neng,Aa ijin besok pulang dulu ke Jakarta ya,ada pekerjaan penting yang sama sekali ga bisa ditunda!"
"Iya A gapapa,Aku minta ijin untuk disini dulu nemenin Teh Nisha.Aa gapapa kan,neng tinggal disini dulu?"
"Iya gapapa Sayang,besok pulang kerja juga Aa kesini langsung!"
"Iya terserah Aa,tapi Aa hati hati dijalan,bilang ke Ke Pak Engkos,bawa mobilnya hati hati.Aku sekarang jadi was was A!"
"Ga perlu was was dan berfikiran hal hal yang aneh,yang justru bikin Kita stres sendiri Neng,yang penting Kita selalu berdoa,agar Kita selalu dilindungi yang Maha kuasa.Doa nomer satu Neng!"
"Iya Aa ku sayaang,Doaku selalu menyertaimu,tapi hati hati juga perlu A!"
"Iya Neng gelisku!"Radit memeluknya dengan sangat lembut.
"Bukan Neng gelis tapi Neng geuuulis!"ucap Bilqis sambil mencubit pipi Radit dengan gemas.
"Oh iya A..tadi Bunda bilang katanya Abang mewasiatkan agar Kak John menikahi Teh Nisha setelah masa Iddahnya selesai."
"Hah...Apa iya?"pekik Radit kaget.
"Iya Bunda kan disana,nemenin Teteh!"
"Menurut Aa gimana?"
.
__ADS_1
.
***********