
Pagi harinya John tampak sudah terbangun lebih dulu,dengan mengumpulkan semua kesadarannya.
John mengerjapkan mata,menatap langit langit kamarnya,lalu merubah posisi tidurnya dan menghadap kearah Istri cantiknya yang masih tidur terlelap.John senyum senyum sembari memandangi Nisha,wajahnya tampak berseri dan hatinya menghangat sehangat mentari pagi yang bersinar.Masalah dengan sang istri akhir akhir ini ternyata berakhir dengan pergulatan panas Mereka.Entah tidur jam berapa,yang jelas hingga menjelang dinihari,suara erangan dari keduanya masih menggema.Pria yang tadi malam begitu kesal dan emosi terhadap Istrinya.Kini Dia kembali bertekuk lutut terhadap pesonanya.
Ditelusurinya wajah cantik Nisha,hidungnya yang bangir,matanya yang masih terpejam dihiasi bulu mata yang lentik dan alis yang tebal,tak lupa jarinya kini berhenti di bibirnya yang merah alami.Bibir yang sudah membuatnya begitu candu.
John tak percaya pertahanannya harus runtuh didepan Nisha,awalnya ingin memberikan pelajaran pada Istrinya yang egois itu,namun John tidak tahan sendiri,apalagi Dia juga tidak tega kalau sudah melihat istrinya itu menangis,Dia merasa menjadi Lelaki yang paling buruk.
Mengingat percintaan Mereka semalam,membuat John ingin kembali merasakan kenikmatan serupa pagi ini,namun hal itu tentu akan membuat Istrinya kewalahan.
Istri mungilnyaperlahan membuka matanya,dan pandangannya langsung bertemu pandang dengan sang suami yang tersenyum manis padanya.Membuat Nisha tersipu malu,hal itu mengingatkannya pada kejadian semalam, bagaimana Dia begitu agresif menggoda suaminya agar Dia tidak melanjutkan kemarahannya pada Nisha.
Nisha membalas senyumannya dengan tak kalah manisnya,keduanya masih dalam keadaan polos,jemari kokoh suaminya mengusap punggung Nisha dengan penuh kasih sayang.Kemudian mengecup bibirnya seklias.
Usapan lembut dipunggungnya membuat Nisha merasa sangat nyaman,Dia mendekat kearah John kemudian memeluknya,kemudian menenggelamkan wajahnya dan menggesek gesekkan pipinya didada John yang berbulu.
Senyum merona diwajah John melihat kelakuan Nisha yang menggemaskan,tidak menyangka dengan sikap Nisha yang sangat memnuatnya kewalahan,memang tidak salah Dia memilihnya,Nisha sangat menarik.Semua yang ada dalam diri Nisha membuat John jatuh cinta,termasuk sikapnya yang pandai menyenangkan suaminya diatas ranjang seperti semalam.
Pikirannya melayang ke beberapa tahun lalu saat Dia memutuskan untuk melajang seumur hidup.Dia merasa mempuanyai Istri dan Anak adalah hal yang sangat merepotkan.Apalagi peeceraian kedua orang tuanya dulu membuatnya sangat trauma.
Namun ternyata hidupnya berbanding terbalik 180 derajat,setweah memiliki Nisha,apalagi dengan menikahinya Dia sekaligus menyandang status menjadi seorang Ayah.Dan pertengkaran kemarin membuat John sadar kalau Dia tidak bisa hidup tanpa Nisha.Perempuan disampingnya itu sudah menguasai hatinya,menguasai pikirannya.Bahkan selama seminggu mendiamkan dan memusuhinya justru membuat John lebih tersiksa.
John kini berani mengakui pada dirinya sendiri kalau Dia tidak bisa hidup tanpa Nisha,tak akan bisa terbayangkan kalau wanita itu meninggalkannya,seperti kemarin ke Bandung saja sudah membuatnya kelabakkan,apalagi kalau benar benar harus terpisah,entah akan seperti apa jadinya.
John bahkan menyesali sikapnya semalam agar Nisha meninggalkannya,untunglah perempuan itu justru merayu dan membujuknya,cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
John pun teringat pertemuan pertamanya dengan Nisha.Hal itu bukan terjadi saat kecelakaan yang terjadi bersama Dimas,namun saat Radit kecelakaan beberapa tahun lalu,pertemuan didalam lift antara Dia dan Nisha membuat jantung john berdetak tak karuan saat wanita cantik itu pertama kali dilihatnya,sejak saat itu Dia mencari tahu tentang Nisha,dan sayangnya Dia waktu itu harus kecewa karena ternyata Nisha sudah menikah dan bahkan sudah mempunyai Anak.Namun tak disangka takdir mempertemukannya kini,dan Dia sudah menjadi Istrinya saat ini membuat John merasa sangat beruntung.
Masih mau ya?"Tanya John sambil terkekeh.Nisha menggeleng namun kemudian mengangguk,membuat keduanya tergelak.
"Eitss,mau kemana Pa.Ini masih Pagi!"Nisha menarik tangan John yang sudah bangkit berdiri,tanpa sehelai benangpun.Namun kemudian terduduk kembali.
"Aku kerja Pagi Sayang,hari ini ada rapat penting bersama direktur rumah sakit."
"Jangan kemana mana,Aku masih mau!"Ucap Nisha dengan wajah malu malu.Membuat John langsung masuk kembali kedalam selimut.
"Yang bener sayang?"Tanya John dengan wajah tak percaya.Dia buru buru masuk kembali kedalam selimut
"Iya maksudnya bukan mau itu,tapi masih mau ngobrol!"Ucap Nisha terkekeh.
"Ngobrol apasih?"Tanya John menghadap kearah Nisha dengan menopang kepalanya dengan tangannya.
"Kamu masih marah sama Aku?"Tanya Nisha penasaran.
"Nggak ada marah,dari kemarin juga Aku nggak pernah marah sama Kamu Sayang.Karena sejujurnya Aku nggak bisa seperti itu,mungkin karena Aku terlalu sayang sama Kamu jadinya walau ada perasaan sedikit kecewa,tapi Aku nggak berani marah,apalagi marahnya Aku sudah terlunasi dengan kejadian semalam!"ucapnya sambil mencoel hidung Nisha.
"Jadi emggak marah karena sayang?Sayang aja?Nggak cinta?"Tanya Nisha.
"cinta?Sedikit!"ucapnya sambil tangan John bergeriliya meremat bokong seksinya.
"Yaah kok sedikit sih!"Nisha mengerucutkan bibirnya.Membuat John gemas,kemudian meraup bibirnya dan menciumnya.
__ADS_1
"Iya deh iya,Aku itu bucin sama Kamu.Aku suka,Aku Sayang dan Aku cinta sama Kamu!"
"Hahaha,Aku seneng banget dibucinin sama Kamu,kalau Kamu bucin berarti nggak boleh lagi marah seperti kemarin.ngediemin Aku,cuek sama Aku,Aku gamau Kamu kayak gitu lagi.Aku tersiksa."keluh Nisha.
"Masasih,Aku pikir Kamu seneng kalau Aku cuek,berarti Kamu bebas,ga ada yang larang larang."
"Ihhh Papa nih!"Pokoknya ini terakhir kalinya Papa marah sama Mama.besok besok,seterusnya dan selamanya,Hanya Mama yang boleh marah.Kalau Papa sabarin Aku aja."
"Curang!mana bisa begitu!"Ucap John sambil mengernyit.
"Katanya bucin,kalau lelaki bucin ya seperti itu.Harus rela dimarah marahi,harus sabar menghadapi istri yang jutek dan egois kayak Aku!"
"Kalau gitu nggak jadi bucin deh,lebih baik Kamu aja yang bucin sama Aku,jadi Aku bisa leluasa marah marah biar dapat upah kayak semalam!"Godanya sembari mengedipkan satu matanya,membuat Nisha memutar bola matanya.
"Ihhh itu sih memang maunya Kamu!"
"Iya memang mau,yuk!"ajaknya,dan kemudian Dia menyingkap selimut yang menutupi tubuh Nisha,dan langsung menyusu seperti bayi,membuat Nisha mengerang nikmat.
"Yaang katanya ada meeting,nanti Kamu telat!"ujar Nisha sembari menggigit bibirnya menahan ******* yang akan lolos dari mulutnya.
"Ga papa lah,telat sedikit.Yang penting bisa lanjutin yang tadi malem.Habisnya Kamu enak sih,manis dan legit!"Ucapanya dan kemudian meneruskan kembali kegiatan mesumnya.Nisha hanya pasrah yang ting suaminya itu bahagia.Daripada harus didiamkan dan diabaikan,lebih baik dicumbu rayu seperti ini pikirnya.
.
.
__ADS_1
.
*******