TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Kangen Suami


__ADS_3

Walaupun orang tua dan Nisha kakaknya berusaha untuk menghiburnya,namun tetap saja,hati Bilqis gelisah,Dia berusaha bersikap tenang dan sabar,namun memikirkan keadaan Sang Suami yang belum diketahuinya dengan paati,benar benar membuat Bilqis tersiksa,Dia menangis berurai air mata mwmikirkan kondisi sang suami,Dia benar benar sangat tidak sabar untuk bisa bertemu dengan sang Suami,sudah satu hari berada dirumahnya,namun Dia belum mengetahui kondisi terkini dari sang suami,tentu saja Dia sangat risau dan galau,jadilah kini Dia menangis tergugu sambil mendekap baju sang Suami,seperti yang pernah Dia lakukan saat Dia pergi meninggalkan sabg suami.


"Kenapa Qis kok nangis terus!"Nisha datang kekamar sang adik membawa beberapa camilan favorit Bilqis karena sepertinya sang Adik kehilangan napau makannya,jadilah Dia membuatkan cireng dan cilok favoritnya..


"Qis,ini teteh bikinin cireng sama cilok favorit,ada bumbu kacang,ada bumbu saos hot jeletot,sok dipilih dan dicobain,asli inimah enak pisan,ga beda jauh sama cilok Ma Ibi favorit yang dibandung.


"Iqis ga napsu makan apa apa teh,Iqis cuma pengen ketemu Mas Radit,Hati Iqis belom tenang kalau belum ketemu.Tidur ga nyenyak,makan juga ga enak.Boro boro pengen makan cilok teh,yang ada justru lihat cilok ngingetin Iqis sama Mas Radit,Iqis inget waktu itu ngidam cilok dan Mas Radit buru buru beliin apa yang Iqis mau huuuuu....huuuu Mas Radiiit Iqis kangen,Iqis kangen banget Massss.Iqis ga kuat teh pengen ketemu,tolong anter Iqis kerumah sakit sebentar,Iqis cuma mau liat aja keadaanya."


"Iya iya teteh ngerti Iqis sayang,sebenat ya teteh mau telepon Mamanya Mas Rafit dulu,siapa tau audah ada kabar baik!"


Nisha segera meneleponnya,Dia mengangguk anggukan kepalanya saat menelepon Mamanya Radit,Dia diberitahu kondisi Radit sebenarnya membuat perasaannya ikut sedih,Dia rasanya tidak tega memberigahukannya pada Bilqis,Namun Dia memutuskan untuk mengantar sang Adik kerumah sakit karena Mamanya Radit mengijinkannya.


.


.


.*********

__ADS_1


Sementara Dokter kini memberitahukan kalau Radit dalam keadaan koma yang mungkin disebabkan oleh efeksamping dari operasi yang telah dilakukan,hal itu tentu saja membuat hati Orang tua Radit hancur,mendengar hal yang kini terjadi oada anaknya,harapannya seakan sirna melihat sang anak bisa pulih kembali seperti sediakala,apalagi dokter mengatakan,kemungkinannya sangat tipis kalo Radit bisa pulih seperti sedia kala.benar benar membuat kedua orang tua itu menangis tersedu sedu disamping tubuh Radit yang tidak berdaya.


Untunglah Radit bisa dipindahkan ke ruang perawatan,karena saat ini kondisi Radit yang sedang mengalami koma,peralatan medis lainnya masih menempel ditubuhnya untuk memantau kondisi Radit,hanya ruangannya saja yang berbeda,namun hal itu dapat disyukuri sehingga keadaannya tidak begitu menakutkan,apalagi Bilqis memaksa untuk melihat kondisi suaminya,sehingga hal itu membuatnya tidak terlalu khawatir.


*******


Betapa bahagianya hati Bilqis kini dapat berjumpa dengan sang suami walaupun Radit masih belum.sadarkan diri,Bilqis berfikir itu oengaruh dari obat bius sehingga suaminya itu belum sadarkan diri,airmatanya selalu saja mengalir,apalagi kondisi Rafit kini sangat berbeda,membuat hati Bilqis benar benar tidak tega melihatnya.


"Papi sayaaang,ini Mami,Sekaramg Mami ada disamping Papi,Mami Kangen Papi,Mami kangen,cepet bangun dong Papi,Dede bayi juga kangen sama Papinya!"Dia menyeka air mata yang sudah membanjiri pipinya.


"Papi kangen nggak sama Dede bayi?seharian ini Dia diem terus,Dia diemin Mami,Dia gamau gerak,Coba Papi pegang mungkin Dia memang kangen sama Papi


"Ucap Bilqis sambil mendekatkan perut besarnya ke tangan Radit.


Papa Radit membuka pintu itu,Dia tampak sangat senang melihat menantunya itu sedikit bisa ceria,tidak seperti kemarin wajahnya dipenubi dengan kecemasan dan kesedihan.


"Eh ada Papa,Pa Iqis ijin lihat Mas Radit,ternyata Dede bayi diperut Iqis ini benar benar kangen sama Ayahnya,sekaramg Dia nendang nendang perut Iqis lagi Pa,Iqis jadi tenang."ucapnya membuat Papa yang mendengarnya sangat terharu.

__ADS_1


"Terima kasih Iqis,Iqis menerima permintaan Papa untuk menjadi Istri Radit,Papa minta maaf kalau selama ini Radit sering membuat Iqis sedih dan kecewa,Maaafkan Papa ya nak!"ucap sang Papa yang membuatnya menangis tak kuasa menahannya.


"Papa jangan bicara seperti itu,kustru Iqis sangat bahagia dan Iqis sangat berterimakasih untuk itu!"jawab Bilqis yang juga ikutan menangis.


Melihat hal itu semakin membuat Papa Radit sangat tidak tega melihat menantunya harus mengalami kejadian ini,apalagi Bilqis terlihat kelelahan dengan perut yang semakin membesar.


Bilqis bersikeras menginap dirumah sakit,Dia meminta tempat tidur untuknya ditempatkan diruangan itu,Dia inginĀ  selalu menemani sang suami,Dia pun beralasan kalau mungkin dalam beberapa hari ini Dia akan melahirkan,tentunya hal itu sangat memudahkannya.


Hal itu memang benar adanya karena Bilqis merasakan kontraksi dalam beberapa hari ini,namun belum teratur,Dia takut sewaktu waktu melahirkan,jadi Tidak usah bolak balik lagi,karena perkiraannya tinggal menghitung hari.Dia ingin selalu mendampingi sang suami agar Radit bisa seceoatnya sadar,mungkin dengan kehadirannya sang suami bisa secepatnya sembuh.


.


.


.


********

__ADS_1


__ADS_2