
Tak terasa 5 hari berlalu semenjak kepergian Radit keluar Kota,terakhir mendapat kabar dari sang suami saat Bilqis menginap dirumah mertuanya dan itupun 5 hari yang lalu.Membuat Bilqis gelisah dan merasa sakit menahan rindu.Selama Radit keluar Kota,selama itu pula Bilqis sakit.
Mual dan muntahnya masih saja terasa,apalagi kalau dipagi hari.membuat Bilqis sangat tidak nyaman.kondisi fisiknya lemah dan pikirannya pun terganggu karena memikirkan sang suami.Makan tak enak tidurpun tak nyenyak.Ingin rasanya Dia menelepon sang Suami,namun rasa gengsinya menrungkan hal terdebut.Rasa kecewa kini memenuhi perasaannya.Padahal Radit sudah berjanji akan memperjuangkan dirinya,tapi ternyata Dia ingkar.
"Ahhh ternyata omongannya memang ga bisa dipegang.Ga bisa dipercaya,nyebelin banget.apa Dia gatau aku sangat kangen sama Dia.5 hari ga ada kabar apa apa,benar benar menyebalkan!"gerutu Bilqis sambil memeluk Rafa yang sedang tidur pulas,Sang Anak akhir akhir inipun begitu manja,selalu ingin dekat dengan Bilqis,ingin ditemani bermain,begitu lengket dengannya.Dia bahkan tidak mau bermain dengan abah dan Ambunya sama sekali,
Setelah pulang dari Rumah Sang mertua.Rafa mendadak kolokan,biasanya sang Anak selalu tenang dan anteng dengan siapapun termasuk dengan Abah dan Ambunya.Namun akhir akhir ini benar benar membuat Bilqis kerepotan.Setelah beberapa drama dan kerewelannya,akhirnya bocah tampan dan lucu itu tidur dengan nyenyak,membuat Bilqis sedikit lega.Disaat Rafa sedang rewel dan moody seperti ini sebenarnya Bilqis sangat membutuhkan suport dan perhatian dari sang Suami,tetapj Radit seolah tidak peduli dengan keadaan Anaknya,seharusnya Radit sedikit memberikan oerhatian untuk sang Nak,walauoun kondisi rumah tangga mereka sedang seperti ini,namun sepertinya Dia sudah tak peduli kepada sang Anak,apalagi kepadanya padanya pikir Bilqis.Padajal yang Dia inginkan sangat sederhana,Radot lebih perhatian pada Rafa walau sesibuk apapun. minimal menanyakan kabarnya,menanyakan kesehariannya.Namun ini,Dia sama sekali tak peduli.Membuat Bilqis sangat kesal.
"Rafa udah Bobo Qis?"Tanya Bunda menghampiri sembari membawakan wedang jahe untuk sang Anak yang dari tadi pagi mengalami mual dan muntah.membuat Bunda khawatir.
"Untungnya udah Bun,dari tadi Rafa rewel terus,belum lagi Iqis kepikiran Mas Radit.Iqis jadi was was, takut ada apa apa,soalnya dari kemarin kemarin Rafa ahak rewel,ga biasanya!"Tutur Bilqis dengan raut wajah cemas.
"Kenapa ga Kamu telepon Qis,coba Kamu telepon,barangkali Rafa rewel karena kangen Sama Papinya.Kasian Rafa,namanya Anak umur segitu kan belum ngerti mengungkapkan perasaan.Coba Qis ditelepon aja ga usah gengsi gengsi."jar Bunda memberi saran.
"Ngga ah Bun,kalau Memang Mas Radit peduli,seharusnya Dia yang menghubungi Iqis,minimal kirim pesan.ini udah lima hari ga ada kabar apapun.Biarin aja Bun,Iqis gamau ngemis cinta atau ngemis perhatian.Iqis juga harus membiasakan tanpa Mas Radit.Apalagi Iqis yang minta untuk berpisah.Karena Iqis merasa Mas Radit dari awal ga sayang sam Iqis Bun,Tekad Iqis sudah bulat
Iqis ingin berpisah dengan Mas Radit."ucap Bilqis dengan mata berkaca kaca.
"Jangan seperti itu Qis,mungkin Nak Radit sangat sibuk,sehingga sulit untuk memberi kabar pada kalian,kalau gamau menghubungu Dia,Kamu sabar,Bunda yakin ada perkerjaan yang sanget penting,Dia tidak bermaksud mengabaikan kalian berdua.
__ADS_1
"Aah Iqis gatau Bun,tapi Kalau nanti Dia kesini,biar Rafa saja yang ketemu,mulai sekarang Iqis gamau lihat wajahnya lagi.Iqis kesel,Iqis sebel."ujar Bilqis dengan wajah cembetut.
"Iya iya,Bunda ga akan ngasih tau Iqis kalau nanti Suamimu datang,sekarang diminum Wedang jahenya,ini untuk mengurangi mual Kamu,besok Kita periksa kedokter.Mungkin sekarang ini Kamu sedang hamil."tebak Bunda sambil menyodorkan cangkir berisi wedang jahe yang masih panas.
"Hamil?"Tanya Bilqis tertegun,teh nya yang panas nasih Dia pegangi.sejenak Dia terdiam mengingat kembali yang terjadi pada dirinya.Memang sudah terlewat 3 minggu dari jadwal biasanya saat dia datang bulan.Bilqis sama sekali tidak menyadari akan hal tersebut.Namun Dia tidak ingin terlalu berharap,karena kemarin kemarin memang Dia sangat menharapkannya,apalagi Dia sampai mengikuti promil,berharap dirinya akan hamil secepatnya.Namun mengingat hubungannya dengan sang Suami sedang tidak baik,hal itu membuat Dia takut.
"Ya sudah Bunda Bunda kekamr dulu,mau mijitin Ayah.Kamu jangan tidur terlalu malam Qis,jaga kesehatan!"ucap Bunda yang diikuti anghukan Bilqis.
Bilqis meminum wedang jahe yang sudah dibuat sang Bunda,rasa pedas dan hangat membuat perutnya nyaman,idak lagi seperti yang Dia rasakan tadi,mual dan bergejolak.
Perlahan Dia mengusap perutnya.ada rasa takut jika memang benar benar hamil.Dia takut anaknya itu tidak mendapat kasih sayang semestinya dari kedua orang tua ,apalagi kondisi rumah tangganya belum jelas akan dibawa kemana,belum lagi kesibukan Radit sebagai seorang pengusaha,hal itu membuat perasaannya kembali risau.Namun rasa kantuk menerjangnya,wanita cantik itupun tertidur sambil memeluk Rafa.
"Mamiiiii....Maaamiiiiii!"Bilqis langsung mengerjapkan matanya begitu mendengar suara Rafa yang memanggil manggil namanya.Dia memandangi sang Anak sambil mengumpulkan kesadaran.Pinggangnya terasa berat serasa ada yang mendekap,dan benar saja.Saat Dia menoleh ke belakang,ternyata Radit tertidur pulas sambil
memeluknya.Tentu saja hal itu mengagetkannya,tiba tiba saja Radit sudah ada disampingnya.Antara bahagia juga kesal nercampur menjadi satu.Lelaki ini selalu saja seenaknya.Setelah sekian hari tidak ada kabar,tiba tiba n Dia datang memeluknya dengan mesra dan tertidur disampingnya,walau hatinya kini berbunga bunga.Rasa rindunya kini terobati dan rasa khawatirnya sirna setelah melihat sang suami ada dihadapanyya.Bilqis senyam senyum sambil memandangi Radit,hingga melupakan Rafa yang sedari tadi memanggilnya.
"Iya sayangnya Mami mau apa nak!"
"Papiiii auu Papiiii.Afa Au Papiii!"teriak sang Anak
__ADS_1
"Uhh sayang,Rafa kangen banget sama Papi ya,sini sayang deket sama Papi."
Bilqis memangku sang Anak dan mendekatkannya pada Radit agar anak itu tertidur didekatnya.Anak kecil itu memeluk sang Paoi dengan erat.Membuat Radit terbangun dari tidurnya.
"Anak Papi sudah banguuun,sayang...Papi kangen banget peluk Papi yang erat nak!Pinta Radit.Radit memeluk sang Anak dengan posesif membuat Bilqis yang melihatnya tersenyum bahagia.Radit memandang sang Istri dengan penuh cinta,sedangkan Bilqis berlagak cuek,Dia tak ingin terlihat salah tingkah dihadapannya, padahal dalam hati Dia grogi dipandangi oleh sang Suami seperti itu.
"Anennn Papiii Aneen Papiii!"ucap Rafa.
"iya sayaang Papi juga kangen banget sama Rafa,maaf ya sayang Papi baru pulang,Papinya sibuk kerja!"ucap Radit sambil membelai rambut sang anak dipelukannya.
"Sini Mami....Papi juga kangen sama Mami!"Radit merentangkan tangannya.
.
.
.
*******>
__ADS_1