
John dan kedua orang tuanya sudah ada di ruangan Haidar.Anak kecilItu tampak sangat antusias karena hari ini Dia akan menyaksikan peenikahan Mama tercinta bersama John Omnya yang begitu akrab dipanggil Papa John.
John tak berhenti tersenyum,Dia tampak sumringah,Lelaki itu begitu tampan dan gagah walaupun.hanya memakai setelan sederhana,karena pernikahannya diadakan dirumah sakit,tepatnya dikamar Haidar.Pernikahan mendadak itu baru tercetus kemarin,jadilah semuanya serba mendadak,tidak ada persiapan apapun.Orang tua John tampak begitu kaget karena pernikahan itu terlihat begitu cepat dan terburu buru.John sengaja melakukannya,Dia takut Nisha kembali berubah pikiran.Maka dari itu John membuat segalanya serba cepat.Untunglah Radit mau membantu John dengan menyiapkan segala sesuatunya.dari mulai penghulu hingga cicin kawin Radit ikut membantu sang sahabat.Radi tentu saja sangat bahagia,melihat sahabatnya yang masih menyandang bujang lapuk abadi itu hari ini akan mengakhiri masa lajangnya.
Tak dapat dipungkiri perasaannya tegang dan nervous,sejak tadi John melirik kertas dan terus saja menghapalnya,membuat sang Ayah senyam senyum melihatnya.
"Tenanglah John,jangan terlalu tegang.kalau tegang,justru Kamu akan lupa semuanya,jadi blank nanti."
"Iya John,ga usah tegang tegang.simpen buat malem tegang tegangnya jangan sekarang!"bisik Radit sambil terkekeh.
"Gue udah siapin Jamu kuat buat Lo,ramuan khusus yang Gue pesen dari suku pedalaman,kasian kan golok punya Lo kayaknya bukan karatan lagi,tapi udah ga layak guna.Makanya Gue siapin nih."ujar Radit sambil menunjukkan sebuah botol berisi cairan kehitaman dengan merk Aneh membuat John mengernyit heran.
"Enak aja Lo,sembarangan ngatain Gue,Gue ga butuh kayak gituan.Buat Lo aja Dit,Lo lebih butuh dari Gue!ucapanya dengan wajah kesal justru semakin membuat Radit semangat menggodanya.
Sementara itu diruangan sebelahnya yang memang sudah beberapa hari disewa oleh Nisha,karena kadang Ayah dan Bundanya ikut menemaninya menginap semenjak Haidar dirawat,terlihat begitu sibuk.Nisha dirias memakai kebaya sederhana,walaupun alakadarnya,karena sebenarnya Nisha menolak mentah mentah,Namun sang Adik dan juga Bundanya setengah memaksa,jadilah Nisha tak bisa menolaknya.Ayah dan Bundanya pun sebenarnya masih terkaget kaget kalau Anak sulungnya itu akan melangsungkan pernikahan.Bahkan Nisha hanya mengabarinya lewat telepon.Benar benar membuat Mereka shock sekaligus senang.
Namun ada perasaan gamang dan ragu dengan pernikahan yang akan dilangsungkannya hari ini,baru kemarin Dia menjadi janda,namun sekarang tiba tiba Dia akan menikah dengan Lelaki yang baru dikenalnya beberapa bulan ini.
Nisha terpaksa harus melanggar sumpahnya untuk tidak berhubungan dengan lelaki manapun hingga hatinya benar benar siap.Pernikahan sekarang yang akan dilakukannya terkesan terburu buru dan Nisha mau tak mau menerimanya dengan terpaksa,walau tak dapat dipungkiri,ada perasaan sedikit dihatinya pada John,namun bukan berarti Dia menginginkan pernikahan secepat ini.
Ingin membatalkannya pun percuma,karena Lelaki itu sudah mempersiapkan semuanya.
"Kalau bukan gara gara bandot tua itu,Aku ga akan seperti ini,Maafin Nisha Bang,Nisha terpaksa melakukan ini,Nisha benar benar merasa jadi wanita paling buruk,bukan maksud Nisha untuk menghianati Abang!"Nisha berlinang air mata,wajah yang sedang dipoles make up oleh MUA yang Bilqis bawa dengan sabar memberikan tisu dan kembali menyapukan make up tipis pada wajah cantiknya.
"Teteh kunaon nangis sagala atuh,hari bahagia begini jangan banyak nangis Teh,atau udah ga sabar ya mau ketemu sama Calon suami tercinta,sabar atuh Teh!"goda Bilqis yang membuat Nisha justru sangat sebal dengan adiknya itu.
__ADS_1
"Duuuh marah,Teteh sayaang jangan cemberut gitu dong,Iqis yakin Teteh akan bahagia bersama Kak John,Dia orangnya baik teh,A Radit udah kenal lama.Dia tuh ga macem macem orangnya,dan sebenernya Kak John tuh udah janji sama dirinya sendiri mau melajang seumur hidup,tapi karena kesengsem sama kecantikan dan ke glowingan Teteh,jadinya sekarang Dia ngebet banget buat Nikahin Teteh!"ujar Bilqis sambil senyam senyum.
"Udah ah Qis,Teteh gamau bahas yang begitu,Teteh nikah juga terpaksa,kalau bukan karena bandot tua itu,Teteh ga akan kayak gini,padahal ingin menikmati waktu sendiri dulu,gamau terikat sama yang lain,sebenernya Teteh belum siap Qis!"keluh Nisha,sambil kembali menangis.
"Ya mungkin sudah takdirnya teh,Iqis juga dulu gamau nikah sama Si AA,tapi sekarang Alhamdulillah tos batian opat(udah punya anak 4)!ujar Bilqis sambil cengngesan dan menutup mulutnya.
"Pokoknya pernikahan ini cuma formalitas aja untuk Teteh Qis,bukan pernikahan seperti Teteh dulu dengan Abang,atau pernikahan Kamu sama Mas Radit,ini hanya sekedar menunaikan keinginan mendiang Abang aja,Ga lebih!"Jelas Nisha.
"Teteh jangan bilang seperti itu,kualat lho Teh,tau tau Teteh bucin baru tau rasa!"ucap Bilqis,sedang Nisha hanya mencebik kesal.
Dan tanpa Mereka ketahui John mendengar semua percakapan Mereka.
.
.
Namun begitu sampai disana,justru John belum terlihat batang hidungnya,sedangkan penghulu sudah siap untuk menikahkan Mereka.
"Dimana John?Tanya Bunda dan Ayah John yang sudah menunggu dengan tidak sabar.
"Aku pikir Dia menjemput kalian,karena sudah sedari tadi Dia mondar mandir dengan tidak sabar."Ujar Radit.
"Tidak ada kok A,mungkin keluar sebentar,Kak John pasti tegang,maklumlah namanya juga pengalaman pertama."ujar Bilqis.
"Gimana siih,Dia yang maksa buat nikahin Aku,justru Dia yang malah menghilang,jangan jangan Dia menyesal nikah sama Aku,apalagi Aku seorang janda,atau mungkin Dia kabur dan mau membatalkan pernikahan ini?"tanya Nisha dalam hati.Dia meremat bajunya sembari menggigit bibir bawahnya,ada perasaan takut dan gelisah kalau kalau pernikahan ini akan batal dilaksanakan.Apalagi Dia dapat melihat Haidar yang sidah berangsur membaik terlihat begitu antusias dan bahagia.
__ADS_1
"Aa coba cari A,Pak penghulunya kasian udah nungguin dari tadi!"ujar Bilqis yang juga ikut gelisah.
"Tenang Sayaang,paling juga Dia lagi dikamar mandi,kebelet.Kebiasaan Dia kalau lagi grogi suka begitu!"ucap Radit.
"Kalau begitu Saya tunggu 15 menit lagi ya,karena Saya juga harus menghadiri walimah yang lain!"ucap Pak penghulu.
Namun sudah 30 menit berlalu tapi John belum juga terlihat,Radit bahkan sudah menghubunginya dan semua orang yang ada diruangan itu terlihat sangat gelisah.
Nisha bahkan susah hampir menangis,Dia jadi menyesali keputusannya menerima ajakan John.Apalagi matanya selalu tertuju pada Haidar yang juga terlihat tampak gelisah,sedari tadi selalu menanyakan keberadaan John
"Maaf Bapak dan Ibu,Saya benar benar sudah tidak bisa menunggu lagi,karena sudah ada janji untuk menikahkan pasangan lainnya.Saya mohon undur diri."
Visual Mas Bulu(JohnðŸ¤ðŸ¤)
Visual Mba Mungil (Nisha😊😊)
.
.
.
__ADS_1
********