
Tak terasa hari ini merupakan jadwal Bilqis melahirkan,perasaan Radit begitu was was dan sangat tegang.Hatinya tak karuan belakangan ini,walaupun ditangani oleh para dokter profesional namun tetap saja Dia merasa ketakutan.Apalagi banyak berbagai macam berita mengenai Ibu yang melahirkan secara caesar berkali kali,semakin membuat hatinya tidak tenang.
Radit sudah menyiapkan semua yang dibutuhkannya untuk sang Istri melahirkan.Dia tampak begitu sibuk beberapa hari ini.Seperti biasa Radit selalu meminta bantuan sahabatnya untuk menangani semua kebutuhan selama Bilqis melahirkan dirunah sakit tersebut.
Radit seperti biasa membooking satu lantai eksklusif untuk sang istri melahirkan.Keluarga besar mereka sudah siap menyambut kehadiran bayi kelima Radit dan Bilqis.
Radit sudah berada disamping sang Istri yang sudah siap untuk dibawa kekamar operasi.Kekhawatirannya kembali menyeruak.Diusia Bilqis yang masih sangat muda,Dia sudah dikarunaiai Anak 5 dengan yang akan dilahirkannya sekarang.Radit mencium kening sang Istri seraya mendoakannya,matanya tamoak berkaca kaca sembari mengusao usap kepalanya.
Sang Mamapun menenangkan sang Anak,agar Dia tidak terlalu khaqatir dan tegang seperti itu.Apalagi Ini bukan yang pertama bagi Bilqis.Wanita cantik disampingnya itu tampak sangat tegar dan siap melakukan segala proses untuk menyambut kelahiran sang Anak kedunia.
Ruangan yang disiapkan pihak rumah sakitpun begitu terasa nyaman,tentusaja karena John memberikan oelayanan terbaiknya untuk iparnya itu.Beberapa kali Dia mendatangai Radit dan Bilqis.Memberikan dukungannya sebagai seorang saudara juga dari pihak rumah sakit.
Ayah Bunda,nyapun memberikan doa dan nasehat kepada sang Anak agar memasrahkan semuanya,walaupun sudah berpengalaman dan ditangani oleh dokter profesional.Namun tetap saja sebagai orang tua Ayah dan Bundanyapun begitu diliputi rasa risau,namun Mereka tak memperlihatkannya.
"Sayaang jangan tegang ya,tenang aja.Aku yakin semuanya akan baik baik saja,Mami kecil jangan cemas.Papi tau ini Mami sangat hebat.Papi sangat beruntung mendapatkan Istri yang begitu hebat seperti Mami.Maafkan Papi ya Mi,membuat Mami seperti ini.kesakitan mengadsung dan melahirkan akibat perbuatan Papi!"Kata kata Radit membuat orang orang yang ada diruangan itu mengulum senyum namun juga sedih.
"Ih apaan sih Papi,ada ada aja.Papi jangan sedih begitu,Aku akan baik baik saja Pi.Papi jangan cemas dan khawatir seperti ini.Nanti yang ada Mami tegang dan ketakitan didalam!"
"Iya sayang maapin Papi ya,ya sudah Mami tenang,karena Papi akan selaku ada untuk Mami!"
"Aku kangen Anak anak dan si kembar,Aku udah nggak sabar untuk segera ketemu bayi kita dipeur ini,juga memeluk Rafa dan Anak Anak kembar Kita Pi"
"Iya Sayang,Ayo semangat lahirkan bayi cantik dan manis seperti Kamu ya,biar Aku nggak cemburuan lagi.I love you sayang!"Radit mencium bibir sang Istri.
"Dit ih,mesra mesraannya nanti saja,itu Dokter dan suater udah nunggu!"
Dokter dan oara suster yang baru datang dan menyaksikan kemesraan dua sejoli itu begitu kikuk.
"Iya ma..Aku cuma mau ngasih semangat sama Istriku dan didirku sendiri!"
"Silakan dokter!"
"Hehe maaf ya Pak Radit dan Ibu,jadi mengganggu.Bagaimana nih,bapak sudah siap menyambut kehadiran Bayi cantik yang aebentar lagi akan datang?"
"Sangat siap dokter.Saya justru sudah sangat tidak sabar,tolong ya dok.semoga Anak dan Istri Saya baik baik saja."
"Jujur Saya sangat ketakutan dan juga sangat khawatir Dok.Apalagi ini udah dua kali caesar.Saya takut dengan kondisi Istri Saya dok!"
"Tenang saja Pak Radit,semuanya akan baik baik saja.Tapi ini yang terakhir ya.Kasin Ibu harus produksi terus!"Ujar Doter bedah yang akan menangani Bilqis sambil tertawa.
"Iya dok ini yang terakhir hehe,kasian Iatri kecilku ini harus twrus terusan melahirkan,Aku sendiri tidak tega melihatnya.Mohon ya dok tolong lakukan sebaik baiknya,saya percayakan Iatri saya kepa adokter dan tim semua."
"Ibu sudah puasa ya,baiklah Kita lakukan sekarang,karena semuanya sudah siap.Mohon doanya dari teman teman semua ya.Semoga operasinya lancar dan diberikan kemuduhan oleh yang Maha kuasa.Karena dokter disini hanya berusaha,semua yang Maja kuasalah yang menentukan."
Kemudian Bilqispun segera dibawa keruang operasi yang juga didampingi oleh Radit.
*******
__ADS_1
Sementara itu Nisha yang usia kandungannya kini menginjak usia 5 bulan tampak berada dirumah Bilqis ikut menjaga Anak Anak sang Adik.Dikehamilannya yang audah masuk trimester kedua ini Nisha sudah tidak direpotkan lagi dengan yang namanya mual mual atau morning sickness.Dia justru tampak begitu sehat dan napsu makannyapun kian bertambah.Berat badannyapun sudah lumayan naik beberapa kilo.Sehingga tubuhnya tampak berisi.Namun menurut John ,istrinya justru terlihat semakin cantik dan seksi.
Dia tampak twelihat santai mengajak sang para keponakannya itu bermain bersama Haidar.Sang Anak tampak ngemong,walaupun kadang terlihat beberapa kali tak mau mengalah dan berebut mainan dengan Rafa,namun sejauh ini sikap Haidar behiru baik oada sepupu sepupunya itu.
"Bi Yuni maaf,bisa minta dibuatkan buah potong untuk Saya,biar Rex saya yang jagain."
"Baik Neng,Bibi ambilkan!"
Nisha tampak asyik bermain dengan para keponakannya hingga ponselnya berdering.Dan ternyata sang suami yang meneleponnya.
"Hallo Pa?gimana Bilqis?"Tanyanya dengan nada khawatir.
"Bilqis akan baik baik aja Sayang,Adik Kamu itu perempuan yang hebat.Kamu tenang saja sayang.Dia hebat sepertu dirimu!"
"Tapi operasinya udah Pa?"
"lagi proses operasi,Kamu lagi apa Sayang?Udah mama belum?"Tanya John perhatian.
"Sudah Pa,tapi ini mau mamam lagi,heheh!"
"Iya sayang,mama yang banyak ya supaya bayi didalam perutmu selau sehat dan kuat.Aku kangen Kamu Sayang!"
"Ah bisa aja gombalnya,bafu juga tadi ketemu kok udah kangen lagi.Nakal!"
"Abis Kamu ngangenin sih,jadi aja Aku nggak bisa konsentrasi ke kerjaan Aku ini karena wajah Kamu selalu terbayang!"
"Sejak Aku memiliki Kamu sayang."
"Oh iya Pa,Lahiran nanti Aku mau normal ya,semiga Aku bisa ya Oa,Aku nggak mau dioperasi.
"Iya sayang,berdoa saja.Semoga bisa melahirkan dengan proses normal.Kamu tenang saja sayang,kedua proses itu sama baiknya,dan tergantung dari masing masing kondisi Ibu hamil.Mau melahirkan caesar atau normal yang oenting Ibu dan Anak sehat dan tidak kekurangan satu apapun."
"Iya Sayang.Papa udah mama belom?Biar supir anterin makanan buat Papa ya.Mama yang masakin mau ga?"
"Nggak usah repot repot Sayang.Biar Papa mamam dikantin aja.Mama Kan lagi repot,"
"Biasa aja sih nggak repot sama sekali.karena Anak Anak anteng banget,sikembar juga nggak rewel.Pada pinter pinter semua.Jadi Mama santai.
"Ya syukurlah Sayang kalau Kamu tidak kerepotan."
"Nanti sore Aku kesana ya."
"Memang Papa nggak sibuk?"
"Sibuk sih tapi Aku nggak kuat mau oeluk dan ciumi Istriku".
"Ish Papa nih bisa aja gombalnya!"
__ADS_1
"Kira kira operasinya selesai jam berapa Pa?"
"Mama boleh nggak nengokin kesana,Mama udah nggak sabar mau lihat baby girlnya Bilqis.Pasti cantik banget."
"Lihatnya nanti aja Sayang kalau sudah dibawa pulang kerumah.Biar lebih leluasa"
"Oh ya sudah kalau ga boleh"
"Bukan gak boleh lihat,tapi lebih baik untuk Istriku yang sedang hamil begini.Lihatnya saat sudah ada dirumah aja ya sayang!"Biar lebih leluasa."
"Iya deh Iya Pak dokter tampanku yang cerewet!"Keduanya tergelak.
**********
Sementara itu dirumah sakit.Bilqis dan Radit tak daoat menahan haru melihat bayi mungil yang sudah sangat cantik dibalut selimut.
Operasinya berjalan dengan sangat lancar.Bilqis sudah berada diruang perawatan.Sementara Radit tampak begitu haru,begitu bahagia melihat bayi cantik yang kini berada dipangkuannya.Dia terlihat begitu imut dan mirip sekali dengan dirinya.Radit menangis sembari tersenyum.Dia tak menyangka bisa menggensong bayi perempuan yang diidamkannya.
Semua keluarga langsung mengerumuni bayi cantik itu.Mereka begitu takjub dengan bati merah gang begitu imut menggemaskan.
"Sayang,Briana mirip sekali denganku.Yaampun Sia benar benar jelmaan Aku versi perempuan hihi!"
"Ah Papi ngarang,Briana mirio Aku,Aku yang melharirkan dia Papi jangan curang!"
Mereka semua tertawa dan geleng geleng kepala.
"Iya Briana mirip Papi sama Maminya!"Ucap Mama Radit.
"Syukur Alhamdulillah semuanya berjalan sangat lancar,semuanya dimudahkan.Dan kalian mendapatkan bayi yang begitu cantik.Jadi semoga kehadiran Briana semakin menambah kerukunan pernikahan kalian ya!"Ucap Papa Radit.
"Iya,benar,Kami sebagai orang tua hanya ingin melihat kalian bahagia dan rukun selalu.Tidak ada pertengkaran apapun lagi,ya walaupun memang dalam rumah tangga pasti selalu ada saja masalah tapi jangan sampai meruntuhkan ikatan oernikahan ini.Harus saling mengalah dalam kebaikan "Ucap sang Bunda.Nasehat itu khusus ditujukan untuk sang Anak yang menurutnya sering kekanak kanakan
"Iya Bunda,Radit akan sering mengalah sekarang,hehe.Radit akan menjadi suami yang lebih sayang pada Istrinya,lebih cinta oada sang Istri!"
"Ah masa,paling bentar lagi juga ngamuk dan cemburuan terus ya Teh ya!"Tiba tiba Boy sudah ada didepan Radit membuat pria itu keki,namun kemudian senyumnya tampak mengembang begitu melihat wanita cantik yang ada disamping Boy.Wanita sebayanya yang memang Boy sudah sesumbar kalau Dia akan mengenalkan oacarnya itu oada Mereka."
"Wah wah wah,Bule nyebelin ini akhirnya laku juga,toling digondol aja ini bule depok nyebelin ini,Anaknya rese banget tapi sebenarnya baik kok!"Ucao Radit yang dibalas senyum oleh gadis manis itu.
"Yaamoun bayi ini cantik banget,mirip sama Aku ya!"Ucap Boy memandang takjub gadis mungil didepannya itu."
"Enak aja mirip Elo,jelas mirip bapaknya dong."
"Itu lihat aja,ekspresi wajahnya mirip Aku,karena waktu hamil Teh Iqis deket banget sama Aku.Jadi ya mirio Aku!"Ucap Boy ngeyel
"Jangan sok akrab Lu,enak aja deket."
Bilqis memutar bola matanya malas mendengar perdebatan itu.
__ADS_1