
Sang Mama mertua mengantar menantu dan Cucunya sampai berlalu dari pandangannya,Radit hanya melihatnya dari kaca jendela.
Radit duduk ditepi ranjangnya,Dia mengusap wajahnya dengan kasar,pembicaraan tadi dengan sang Istri membuat hatinya menjadi tidak tenang,Dia merasa telah salah menilai Bilqis,wajah Bilqis berkelebat dibenaknya,Istrinya itu terlihat begitu sedih dan Rapuh,mengingat hal itu membuat hatinya terasa sakit.Dapat dilihat sang Istri begitu kecewa pada Radit.Tapi perasaan Radit pun saat ini sama,hatinya masih dongkol dan kesal.Dia masih sulit memaafkan sang Istri karena Dia merasa dicurangi,walaupun Doa mengerti alasan Bilqis melakukan hal itu,tqpi tetap saja.hatinya masih sangat marah dan kesal.
Terdengar pintu kamarnya dibuka,ternyata sang Mama masuk dengan wajah ditekuk kesal.
"Dit,tidak seharusnya sikap Kamu seperti itu pada Istrimu!"ujar Mama sambil duduk disamping Anak bontotnya itu.
"Maksud Mama?"
"Sebelumnya Mama minta maaf,Mama tidak bermaksud untuk ikut campur dengan masalah Kamu,tapi Mama sangat setuju dengan apa yang dilakukan Bilqis,Dia harus menyelesaikan kuliahnya,Dia juga cita cita,Kamu tidak boleh bersikap egis seperti itu,Kasian Bilqis.Tidak ada salahnya bila dia ingin memberikan jarak untuk hamil lagi.Dia ingin menikmati dahulu perannya sebagai Ibunya Rafa,Dia ingin fokus dulu mengurus Kamu,mengurus Rafa,kuliah juga."
"Kasih Dia kesempatan untuk menyelesaikan kuliahnya,beri Dia ruang untuk dirinya,untuk bergaul dengan temannya,kasih Dia kepercayaan,jangan dicurigai terus.Jangan justru mengekang Dia seperti itu,jangan terlalu berpikiran picik kepada Istrimu sendiri.Apa bukti cinta yang selama ini sudah Dia berikan sama Kamu masih kurang?Dia sebegitu cinta dan sayangnya sama Kamu,tapi Kamu selalu aja mojokin Bilqis,kasian Dit.Bisa bisa nanti Dia minta pisah dari Kamu gimana?Kamu mau ditinggal Isti Kamu lagi?"
"Kamu ni selaluuu aja bikin Istri Kamu sedih,liat ga tadi wajahnya,Dia selalu berusaha tersenyum walau hatinya begitu sedih karena ulah Kamu.Kamu tuh jahat banget tau ga,Mama ga akan bela Kamu lagi,awas aja kalau sampai ada apa apa dengan pernikahan Kamu."Ancam sang Mama.
"Denger Mama ga?"ujar Mama dengan nada kesal.
"iya!"jawab Radit.
"Usia Kamu semakin bertambah,harusnya Kamu semakin bijak dalam bersikap,jqngan malah seperti ini terus,Kamu yang rugi sendiri nanti,pegang deh omongan Mama!"
*****
__ADS_1
Radit merenungi setiap omongan yang Mamanya sampaikan kepadanya tadi.Dia sangat menyadari kalau memang Dia salah,tapi bukankah Bilqis juga tidak seharusnya bersikap seperti itu kepada suaminya,karena Dia merasa Bilqis sudah membohonginya,dan tidak menghargainya sebagai Suami,dan itu benar benar membuat Radit sangat marah,makanya sampai sekarang Dia sangat betah mendiamkan sang Istri,walau itu membuatnya sangat tersiksa.
**********
Padahal baru semalam tidak melihat Istri dan anaknya,Radit benar benar gelisah,tidur tak nyenyak,makan pun tak enak.Radit masih berada dirumah Mamanya,semalam Dia tidak pulang kerumahnya,karena pasti akan sangat kesepian,mwngingat Istri dan Anaknya sedang berada dirumah sang Mertua.Radit bergegas mengambil kunci mobilnya,Dia ingin menemui Anak dan Istrinya sebelum pergi ke Singapura pagi ini,Dia lupa memberi tahu sang Istri bahwa selama tiga hari Dia harua pergi ke singapura untuk perjalanan Bisnisnya.
Selama seminggu ini Dia benar benar tersiksa karena harus jauh dari sang Istri,Dia harus mati matian menahan rindunya,menahan hasratnya,jadilah hampir setiap malam Dia selalu membayangkan wajah dan tubuh molek sang Istri.Karena keegoisannya itu Dia tersiksa,karena keegoisannya sang Istri kini pergi ke rumah mertuanya,dan sekarang harus ditambah 3 hari menjauh dari sang Istri karena perjalanan bisnisnya.Radit benar benar merasa tersiksa.Dia menambah kecepatan mobilnya karena ingin secepatnya bertemu sang Istri,untunglah jalanan tidak terlalu macet sehingga Dia bisa cepat sampai kerumah sang mertua.
"Ehhh Nak Radit,masuk nak.Kebetulan Bunda sudah masak banyak,Ayo sini sarapan dulu."
"Eh Iya Bunda makasih,Rafa sama Bilqis dimana bun.?
"Ada dikamarnya,keatas aja nak!"
"Makasih Bun,ya sudah Radit kekamar dulu."
Eheem...
Radit memecahkan keheningan dengan oura pura batuk,barulah Bilqis memandang sang suami.matanya yang bulat terlihat sembab,bibirnya merah merona,ada perasaan sakit di dada Radit melihat keadaan sang Istri.Ingin rasanya Dia berlari,memeluk dan menciumi seluruh tubuhnya namun Dia gengsi sekaligus takut sang Istri menolaknya,karena raut wajah sang Istri terlihat begitu datar.
"Rafa sayaang,baru bangun ya nak,Papi kangen sama Rafa ujarnya menghampiri sang anak yang masih betah menggantung di dada Bilqis,Radit mencuri kesempatan sedikit dengan pura pura mendekati sang Anak,Kemudian badannya membungkuk mendekat pada bayi gembul itu untuk mencium pipinya,otomatis itu mendekatkan Radit dengan tubuh sang Istri.Bilqis membuang muka,hatinya masih merasa kesal sekaligus dongkol.Bilqis melepaskan Rafa,untunglah si bayi menggemaskan itu sudah kenyang sehingga saat dilepaskan dari sumber kehidupannya,Rafa tidak menangis,Bilqis mwnyerahkan Rafa ke Sang Papi.
"Rafa sayaang,hari ini Papi pergi ke Singapura,Rafa jangan nakal ya,jangan rewel ya sayang,Nanti Papi bawain mainan untuk Rafa!"
__ADS_1
"Rafa baik baik disini ya,Papa pasti bakalan kangen banget sama Rafa!"Radit menviumi sang anak dengan gemas.
Bilqis mendengar hal tersebut,membuatnya merasa sakit hati dan tidak dianggap,bahkan mau pergi keluar megeri saja,sang Suami tidak mengatakan terlebih dahulu sebelumnya,tau tau hari ini mendadak akan pergi.Bilqis bersikap datar dan cuek,Dia memunggungi suaminya dan berpura pura memainkan ponselnya.Dia pura pura tidak perduli walaupun dalam hati ingin bertanya tujuannyadengan siapa perginya,kapan pulang,tapi Bilqis memilih untuk diam,Dia marah dan kesal dengan Radit,sikapnya tidak berubah selalu saja berkutat dengan kecemburuannya.
Radit menatap pungggung sang Istri yang membelakanginya,rasanya Dia ingin memeluknya dan meciuminya,betapa kangennya Dia kepada Istri seksinya itu,apalagi baju tidur yang digunakannya begitu indah membalut tubuhnya,tapi rasa gengsi lagi lagi menahannya,menahan perasaannya.
Seolah mengerti Papinya itu akan pergi,rafa memeluk Papinya dengan tanganya yang mungil,Dia tersenyum lebar memandangi Ayahnya itu membuat Radit gemas,kemudian Dia mencubit gemas pipi gembulnya itu sambil melirik Bilqis yang masih memunggunginya.
Dia ingin memulai permbicaraan dengannya tapi bibirnya mendadak kelu,tak tau apa yang ingin disampaikan,padahal Dia sangat bsrharap Bilqis bersikap seperti biasanya.Selalu perhatian,dan manja,bayangan terakhir kali bercinta dengan Bilqis membuatnya seketika menegang,apalagi Bilqis seperti sengaja menggodanya dengan baju tidurnya yang seksi itu.
"Qis!"
Bilqis melirik kearah suaminya dengan wajah datar,membuat Radit segan untuk meneruskan kalimatnya.
"Hemmhh!"jawabnya pendek,dan pandangan Bilqis kembali ke Hp nya!"
"Titip Rafa!"cuma kalimat itu yang meluncur dari mulutnya.
"Ya!"lagi lagi kalimat yang super pendek meluncur dari bibir sang Istri.
.
.
__ADS_1
.
*************