TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Pijitin


__ADS_3

Baru satu malam Bilqis melancarkan perang dinginnya pada sang Suami,namun sudah membuat Radit belingsatan tak karuan,apalagi Bilqis tampak sangat dingin,Dia tidak mau didekati,membuat Radit menyesali kebodohan sikapnya pada sang Istri.Seharusnya Dia bisa menahan diri,tidak membuat Bilqis marah dan sedih.Namun kini semuanya sudah terjadi.Radit harus menerima hukumannya.Diasingkan dari tempat tidur dan didiamkan oleh Bilqis kemarin malam,membuat Dia gelisah saat bekerja,moodnya berantakan.Membuatnya uring uringan.


Biasanya setiap pagi Bilqis merengek manja ingin disuapi sarapannya danmembuatkan susu Ibu hamil untuk sang Istri yang tidak pernah terlewat.Namun sayangnya pagi ini Bilqis menolaknya.Dia bahkan tidak bicara sepatah katapun pada Radit,membuat lelaki bucin itu sangat prustasi.


Dan kini pulang kerja terasa hampa karena tidak disambut senyum dan sikap manis Bilqis.Radit tampak malas melepaskan dasinya dan masuk kedalam kamarnya.Sang Istri tidak ada dikamarnya,dan tentunya Bilqis sedang berada dikamar Rafa,Dia berlama lama disana sampai tidurpun disana,Radit tidak diperdulikan sama sekali.


Karena rindu pada sang Istri,Radit pun mendatangi kamar sang Anak,tampak Bilqis sedang tertawa tawa bercanda ria dengan Rafa,Sang Istri yang sedang hamil besar itu tampak sangat cantik dan seksi oenampilannya,dengan memakai daster tali spagetiĀ  yang tingginya selutut,namun karena tersingkap sehingga memperlihatkan paha mulusnya.Radit menghampirinya sembari senyam senyum pada Bilqis,namun dibalas dengan delikan mata Bilqis dan menatap malas Sang Suami.


Radit menelan salivanya dengan kasar saat melihat tubuh mulus sang Istri yang dilihatnya dari dekat membuat Radit panas dingin dibuatnya.Bilqis tampak mengacuhkan Radit,Dia sibuk mengajak main Rafa dan mengabaikan kehadirannya.


"Ho-ney...!"panggil Radit dengan sangat lembut,dan mendudukkan dirinya didekat Rafa.


"Hon-ney Aku lapar,tadi Aku ga makan siang Honey!"


"Terus?"Tanya Bilqis cuek.


"Temenin Mamam dong sayang,Aku lapar banget!"


"Minta temenin Bi Yuni,Aku lagi main sama Rafa,Kita lagi main ya sayang,tidak mau ada yang mengganggu!"Ucap Bilqis ketus.Si kevil Rafa hanya manggut manggut dengan ekspresi menggemaskan.


"Sayaaang please marahnya udahan doong,Aku kangen!"bujuk Rafit dengan wajah memelas.


"Ngapain kangen segala,ini udah ketemu.Aku ga kemana mana juga!"jawabnya ketus.


"Jangan galak galak dong sayaang,Aa jadi takut!"


"Ya udah kalau ga usah deket deket.Aku udah ngalah kekamar Rafa,ngapain repot repot kesini sih!"ucap Bilqis jutek.


"Ya AA kangen sama Rafa kangen sama Kamu juga Neng cantik!"Rayunya sambil mendekati Bilqis dan memegang tangannya,namun cepat cepat Bilqis menghempas tangannya dengan kesal.

__ADS_1


"Sayaaang please jangan dimusuhin terus dong Yang,Aa cape baru pulang kerja,mau dimanjain sama istri.Mau disayang.Ini pulang pulang dicemberutin."rayunya pada Bilqis yang sedari tadi menampakkan wajah permusuhan.


"Ya gantian dong,memangnya Kamu aja yang bisa marah,Aku juga bisa marah marah kayak Papi kemarin ke Aku,memangnya enak dimusuhin!"Ucap Bilqis kesal.Dia pun beranjak dari Kamar Rafa,membawa serta sang Anak dan pergi meninggalkan suaminya,yang bengong sendiri bak sapi ompong.


"Neeeeng tungguin Aa!"Radit menyusul sang Istri dan mengekorinya.


"Papi mandi dulu ya,biar ga bau acem,nanti malah bawa Virus buat Aku sama Dede bayi!"ucao Bilqis yang kini sedikit menghangat karena Dia tidak ingin bertengkar didepqn Rafa.


"Iyaaa sayaang,Aa mandi dulu ya,udah ini Kita makan bareng!"ucap Radit sambil tersenyum sangaat manis.Bilqis memutar bola matanya dengan malas.


Begitu Radit kekamar mandi,Bilqis meminta agar Bi Yuni menemani sang Anak,sementara Dia bisa mengurus bayi besarnya itu.


Bilqis menyiapkan pakaian untuk sang suami.Walau hatinya masih kesal,namun Dia tidak lalai pada kewajibannya mengurus sang Suami.Bilqis mencari pakaian Suaminya itu di walk In closet.setelah mengambil piyama untuk Radit,Baju itu Dia simpan diatas ranjang sementara Dia akan pergi keluar,namun ternyata Radit sudah keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk yang melilit dipinggangnya,rambut basahnya Dia keringkan dengan handuknya,sejenak pemandangan itu terlihat begitu sedap dinikmati.Membuat Bilqis tak kuasa untuk memperhatikan suaminya yang tampak sibuk mengeringkan rambutnya


Walau pemandangan didepannya itu bukan sesuatu yang langka karena hampir setiap hari melihatnya namun entah mengapa kali ini pesona sang Suami membuat tertegun tiba tiba.Membuat hasrat Bilqis terpercik.


Radit memperhatikan wajah sang Istri yang terlihat salah tingkah saat Dia hanya mengenakan handuk seperti itu,membuat Radit tersenyum lucu.


"Sepertinya ini ini kesempatan untuk menaklukan Istri kecilku supaya ga ngambek dan galak galak lagi!"gumam Radit dalam hati sambil tersenyum penuh arti.Radit menghampir sang Istri yang dari mencuri curi pandang kearahnya,yang sedang berpura pura mengubas ngibaskan piyama yang sudah Bilqis siapkan untuknya.


"Sayaang bisa minta tolong ga?"Tanya Radit dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Minta tolong apa?"tanyanya pura pura galak karena nervous didekati sang suami yang terlihat begitu menggoda.


"bahu Aku pegel banget sayang,sedari tadi kerjaan dikantor menumpuk,jadi bikin bahu Aku pegel,pijitin dong sayang!"pinta Radit mendekati Bilqis dan memunggunginya.


"Ngga ah..nanti aja.Kita makan dulu.Kasian Rafa udah nungguin Kita.!"Tolak Bilqis walau dalam hatinya tak kuat juga menahan gejolak dalam hatinya.


"Sebentar saja Sayaaang,Aku ga kuat sakitnya.Nanti kalau pegang sendok ga bisa gimana?Kamukan lagi marah sama Aku,ga ada yang nyuapin!"Ujar Radit setengah memaksa.Dia meraih tangan Bilqis kemudian Dia sampirkan ke pundaknya.

__ADS_1


"Ihhh Papi nih maksa banget siiih,udah tau Anaknya nungguin!"ucap Bilqis pura pura marah,padahal dalam hati kegirangan,bisa pegang pegang suami seksinya itu.Entah mengapa Radit begitu terlihat memoesona dan menggairahkan,membuat Bilqis mendambanya.


Perlahan Bilqis memijat bahunya,tangan lembutnya terasa begitu nyaman bagi Radit apalagi saat Bilqis ******* ***** bahunya,benar benar terasa nyaman.


Tiba tiba Radit membalikkan tubuhnya dan kini berhadapan dengan Bilqis,membuat Bilqis salah tingkah karena terlalu menikmati memijat sang suami sambil memejamkan matanya.


"Papi iih ngagetin aja!"pekiknya.


"Jangan Papi dong manggilnya,kalau lagi berdua, kan manggilnya Aa!"ucap Radit sambil menggerak gerakkan alisnya.


"Ah sama aja!"ujar Bilqis jutek.


"Beda doong sayaang,Soalnya kalau Kamu manggil Aa,Aku jadi merasa lebih muda hahaha!"


"Kalau mau lebih muda jangan gampang ngambek,cemburuan ga jelas!"ucap Bilqis lagi.


"Tapi Neng cantik kalau ngambek gini kok semakin cantik dan muda ya?"goda radit sambil mencubit manja hidung Bilqis.


"Ihhh udah ngadep kesana lagi,katanya mau dipijitin!"ucap Bilqis sambil tersipu.


"Gantian sayaang,pijitinnya jangan yang itu terus,yang lain juga mau dipijit!"ucap Radit tersenyum nakal.Sembari tangan Bilqis diarahkan kejuniornya yang sudah melesat,berdiri kokoh.


"Iiihhhh Aaaa!"ucap Bilqis manja.


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2