TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Cemburu


__ADS_3

Radit menerima potongan Kue dari Sinta,Dia terkejut perempuan itu memberikannya kepadanya,kemudian semua orang bersorak sorai memintanya untuk mencium gadis itu,namun justru pandangannya mencari cari dimana Bilqis berada.Tentu saja hal itu membuat Arsinta kesal.


"Kak,terima kasih sudah mau hadir dipestaku"Bisik Arsinta sambil mencium pipi kiri dan kanannya.


"Hemmm"Jawab Radit datar.


"Sinta Maaf ya Aku akan mencari Istriku dulu"Ucap Radit,namun sebelum pergi sang Master ceremony alias pembawa acara memintanya untuk berdansa dengan Arsinta,tentu saja hal itu atas permintaan Arsinta,dan lagi lagi Radit tak kuasa menolaknya.


Arsinta tampak merapatkan tubuhnya,Dia tidak mau menyia nyiakan kesempatan itu,tangannya Dia kalungkan ke leher Radit sedangkan dengan enggan Radit memegang pinggang Arsinta,mereka berdua terlihat sebagai pasangan yang sangat romantis,kemudian pandangan Radit menangkap sosok Bilqis yang sedari tadi dicarinya,mereka bersitatap,dapat dilihat oleh Radit,Bilqis tampak kesal dan marah padanya,Bilqis membuang pandangannya,sejurus kemudian Dia melihat Bilqis pergi dari menghindarinya.Radit ingin menyusulnya,namun lagi lagi Arsinta berhasil menahannya.


"Kak,sudah lama Kita tidak berjumpa,Apa Kamu tidak ingin membuat Aku bahagia.Sebentar saja jangan beranjak dariku,jangan tinggalkan momen yang paling berharga dalam hidup Aku"Ucapnya dengan wajah yang memelas dengan tidak melepaskan tangan itu dari Leher Radit.


"Aku ingin menemui Bilqis sebentar,dari tadi Aku menginggalkannya,dan membiarkannya sendiri.Bukankah Aku yang mengajaknya kesini?"bela Radit.


"Paling Dia sedang temu kangen dengan kekasihnya Kak,Aku harap Kakak segera meninggalkan gadis kecil Itu,Aku selalu ada untukmu kak"ucapnya dan kini dia memeluk Radit dan menenggelamkan wajahnya didada Radit sambil asyik berdansa,Namun akhirnya Radit sudah tidak tahan dan meraih bahu Arsinta agar berhadapan dengannya.


"Maaf Sinta,Aku harap cukup Kamu menjelekkan Istriku,Bagaimanapun Kini Aku mencintainya,tidak ada alasan apapun untuk meninggalkan Istriku.Ucap Radit tajam dan tegas,yang tentu saja membuat Arsinta kesal dan kecewa.Sepertinya Radit memang sudah benar benar jatuh cinta pada gadis itu pikir Arsinta.


"Silakan cari saja,Aku yakin Dia sedang berduaan dengan sepupuku,Aku lihat tadi Dia pergi kebelakang bersama Arman.Tentu saja penuturan Arsinta membuat hatinya kembali bergejolak,dengan cepat Radit mencari Istri kecilnya itu,mengedarkan pandangannya ke berbagai sudut tempat pesta itu berlangsung,kemudian Radit beranjak ke belakang,yang memang terdapat sebuah taman yang cukup luas,lagi lagi matanya mengedarkan kesekeliling taman itu.Dan Radit terbelalak dengan apa yang dilihatnya,matanya melotot seolah ingin keluar.Tangannya mengepal dengan keras,rahangnya mengeras,giginya gemeretuk saling beradu,amarahnya membuncah.


Betapa benci dan murkanya Radit saat melihat Bilqis tengah berduaan dengan seorang laki laki seperti hendak mencium Istrinya.Darahnya langsung mendidih,secepatnya Dia mendatangi mereka berdua dengan luapan amarah yang sulit Dia bendung lagi.


Lepaskan Istriku dari tanganmu Brengsek!!"


Tiba tiba saja Radit sudah ada didekatnya dengan wajah bengis menahan luapan amarah yang sudah sangat menggunung.Radit membalikkan tubuh Arman untuk menghadapnya kemudian Dia mencengkram erat kerah leher Arman dan mendorongnya sehingga membuatnya terjatuh,Kemudian Dia meraih tangan Bilqis dan mencengkramnya dengan erat untuk membawanya keluar dan pergi dari pesta itu.Namun Tak lama kemudian,Arman bangkit kemudian mengejarnya.

__ADS_1


"LEPASKAN KEKASIHKU..."Teriak Arman.Tentu saja Radit yang mendengarnya tidak terima dan...


BUG...


Radit dengan cepat melancarkan Aksinya dengan memukul tepat di pipi Kiri Arman,yang membuat Arman jatuh tersungkur.


"Aaaahhhh...Mas Arman.."Teriak Bilqis.


Tentu saja hal itu membuat Bilqis panik,kasian , merasa iba,Dia berniat menolong Arman,Dia menghampirinya ingin membantunya,namun sama sekali tidak diberi kesempatan,karena Radit dengan cepat menarik lengannya dan menyeretnya keluar.Radit benar benar sangat geram dibuatnya,apalagi justru Bilqis hendak membantu Arman,tentu saja rasa cemburu dan amarahnya semakin menggebu.orang orang yang mendengar teriakan Bilqis cepat cepat mendatangi tempat kejadian dan bergegas menolong Arman,yang pipi kirinya tampak merah lebam dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.Arman memeganginya meringis kesakitan.Sementara Arsinta tampak tersenyum puas dan bahagia melihatnya,walaupun ada sedikit iba,melihat sepupunya babak belur.


.


.


.


"Sakit Masss...."Bilqis menangis sejadi jadinya sambil memegangi tangannya yang memerah Akibat Radit yang mencengkramnya dengan sangat kencang.


"Apa kamu tidak mendengar kata kataku?"


"Hah!!"Bentak Radit


"Jangan sekali kali Kamu dekat dengan lelaki manapun"


"Dan apa yang Aku lihat tadi dengan mata kepalaku sendiri?"

__ADS_1


"Kamu akan berciuman dengannya,dengan lelaki brengsek itu Hah"Bentaknya lagi,Radit kini dikuasai amarahnya.


"teganya Kamu melakukan itu Qis,padahal Aku sudah mulai sayang sama Kamu"Amarah dan rasa kecewa Radit menjadi satu.


"Ma-maksud Mas apa?"


"Jangan menuduhku dengan sembarangan Mas,Aku tidak sebrengsek itu"Bilqis membela diri sambil terus menangis.


"Jangan mengelak,Aku tahu siapa lelaki itu sebenarnya"


"Dia pacarmu kan,Dia dosen dikampusmu?"tuduh Radit berapi api.


"Dia memang Dosen dikampus tapi.."Bilqis tak kuasa melanjutkan kalimatnya,Diapun sama Dikuasai rasa marah dan sakit hati.


"Kamu memang harus diberi pelajaran"


Radit membopongnya seperti karung beras,dan menghempaskan tubuh Bilqis keranjangnya,membuat posisinya kini terlentang,serta merta Radit menindihnya,dan mengukungnya,kedua tangan Bilqis dikeataskan sehingga bilqis sama sekali tidak bisa bergerak.


.


.


.


********

__ADS_1


Mana VOTE nya bestie...😇😇😇😇


__ADS_2