
"Sayang nanti jangan lupa beliin Aku kue cubit di pasar.Aku mau kue cubi dari kemarin Pa!"Ucap Nisha sembari memasangkan dasinya untuk sang suami!"
"Iya sayang,nanti dibeliin dan langsung dianterin kesini sama Pak supir.Sayang mau apalagi.Mumpung Aku belum berangkat kee rumah sakit nih."Ucap John lagi.
"Itu aja dulu Pa,yang oenting ga pake lama!"ujar Nisha.
"Iiya sayang pasti nanti langsung dibeliin.gaakan pake lama."
Nisha begitu menikmati kehamilannya,walaupun harus merasakan mual dan muntah tetapi Nisha justru sangat bahagia.John suami siaga.Dia begitu menjaganya.Tak mengijinkan melakukan hal apapun.Bahkan kini kamarnya oun sudah dipindahkan ke kamar lantai bawah,Dia khawatir Nisha akan naik turun tangga sedangkan kehamilannya masih sangat riskan.
Keluarga besarnya begitu bahagia dan menyambutnya dengan sukacita begitu tau kalau Nisha hamil.Apalagi sang Adik Bilqis,Dia sangat bahagia.Nisha dan Bilqis bahkan merencanakan untuk makan malam bersama atau sekedar jalan bersama dengan pasangan masing masing untuk merayakan momen membahagiakan itu.Nisha dan Bilqis bahkan sangat ingin memiliki bayi perempuan namun Nisha pasrah saja apapun yang terbaik yang penting Anak dalam sehat.
*********
Bilqis masih begitu kesal pada sang Suami,Dia kesal karena suaminya itu masih saja cemburu tanpa alasan,padahal Dia sudah mewanti wantinya saat awal awal kehamilan,namun tetap saja sifa posesifnya itu sangat sulit dihilangkan.Padahal jelas jelas Dia hanya menganggap Boy seperti Adiknya sendiri,tapi Radit tetap tak mengerti.Dan Bilqis kembali memusuhinya membuat Radit gelisah galau merana.Dia menyadari Istrinya itu sedang marah padanya,Wajah Bilqis nampak cemberut,membuat Radit merasa serba salah,padahal saat ini Dia ingin berada didekat sang Istri.Seharusnya Dia bisa menahan diri,tidak membuat Bilqis marah dan sedih.Kecemburiannyabitu memang sulit sekali dikendalikan.Apalagi melohat Bilwis semakin dekat dengan keponakannya yang bujangan itu.Dia tau John sangat senang menghodanya,dan Dia terpancing dengan sikapnya.Membuatnya kini harus rela dimusuhi sang Istri.Radit harus menerima hukumannya.
Bilqis biasanya selalu bermanja dan selalu ingin berada didekatnya,apalagi kehamilannya kali ini membuat istrinya itu ingin selalu diperhatikan.Namun sayangnya pagi ini Bilqis tampak diam seribu bahasa,tidak bicara sepatah katapun pada Radit,membuat Lelaki itu sedih dan bingung harus bagaimana.
Seharusnya sang Istri sekarang ini menemaninya sarapan,namun Bilqis justru tampakntak peduli,Dia justru asyik bermain dengan Anak anak kembarnya,padahal Mereka tidak rewel dan tampak.asyik bermain,didampingi para pengasuhnya.Bilqis memang sengaja menghindari Radit.Dia merasa gedek sendiri dengan kecemburuan sang suami yang tidak pudar sedikitpun.
********
Radit tampak kelelahan,Dia baru saja pulang dari kerjanya.Dia rindu pada sang Istri,Dia ingin mengelus elus perutnya,mengajak ngobrol bayi yang ada dalam perutnya,Namun begitu mengetahui kepulangan sang Suami,Bilqis segera beranjak kekamar Anak Anaknya.Radit yang melihatnya pun segera menyusul kekamar sang Anak,tampak Bilqis pura pura tak melihat dan sibuk tertawa tawa bercanda ria dengan Rafa dan ketiga anak kembarnya,Sang Istri yang sedang hamil itu tampak semakincantik dan dan oenampilannya begitu menggairahkan,walqu hanya memakai daster sederhana berwarna hitam,membuat kulit neningnya terlihat semakin.Radit menghampirinya sembari senyam senyum pada Bilqis,namun dibalas dengan delikan mata Bilqis dan menatap malas Sang Suami.
Radit menelan salivanya dengan kasar saat melihat tubuh mulus sang Istri yang dilihatnya dari dekat membuat Radit panas dingin dibuatnya.Bilqis tampak mengacuhkan Radit,Dia sibuk mengajak main Rafa dan sikembar.
"Sayang...!"panggil Radit dengan sangat lembut,dan mendudukkan dirinya didekat Rafa.
"Sayang Aku kangen,dari tadi pagi Kamu cuekin Aku terus.Sayaaang."
"Apa sih?"Tanya Bilqis ketus.
"Sini dong yang,suami baru pulang kerja ingin disambut dengan semyuman manis dari Istriku tercinta,tapi Aku dimusuhi terus seperti ini."
"Aku masoh kesel sama Papi,Papi yang pertama nyuekin Aku!"Ucap Bilqis ketus.
"Iya maaf Sayaaang please marahnya udahan doong,Aku kangen!"bujuk Radit dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Ngapain kangen segala,ini udah ketemu.Aku ga kemana mana juga!"jawabnya ketus.
"Jangan marah terus dong Uang,kasian baby Briana diperut!"
"sini dong sayang Aku rindu yang,tindu itu berat,Aku nggak sanggup menanggungnya hik!"ucapnya dengan wajah sendu.
"Siapa suruh Papi cemburuan terus sama bocah itu!"ucap Bilqis ketus.
"Siapa yang nggak cemburu Istri cantiknya dikagumi sama pemuda lain,Apalagi kalian sekarang begitu dekat.Aku benar benar tidak tahan Sayang,sudah dong jangan dimarahi terus Akunya,Aku ingin oeluk Kamu!"Ucapnya sembari mendekati sang Istri dan kini memeluknya dengan sayang.
"Ya gantian dong,memangnya Kamu aja yang bisa marah,Aku juga bisa marah marah kayak Papi ke Aku,memangnya enak dicuekin!"Ucap Bilqis sembari mengerucutkan bibirnya dan membalas pelukannya.Mereka pun beranjak dari Kamar sikembar dan meminta pengasuh untuk menangani Mereka.Sementara oasangan bucin itu kini berada dikamarnya.
"Sayaaang,Aku mau minta sesutu darimu!"Ucap Radit saat keduanya kini berada diranjang Mereka sembari berhadapan.
"Minta apa Pi,jangan yang aneh aneh lho,Aku lagi hamil begini,jangan minta posisi yang macem macem,nanti bahaya!"Ucap Bilqis namun Rafit justru mengulum senyum mendengar perkataan istrinya.
"Ih Sayaang,mikirnya sudah kesana aja,mau ya.Kangen sama Rudalnya Aa ganteng ini hemmmhh!"Ucap Radit menggoda membuat Pipi Bilqis bersemu merah.
"Ihhh apaa apaan sih enak aja,Siapa juga yang kangen,enak aja.Aku cape,lemes mau bobo!"
"eiiits,tunggu dulu sayaang.Masa bobo sih.suami handsome mu ini dibiarkan begitu saja.Papi kangen Sayang,Papi mau nih."
"Mau kehangatan dari tubuh Mami!"Bisik Radit menggoda.
"Mandi dulu sana ih,datang datang langsung minta jatah,nalqk nih Papi!"Ucap Bilqis pura pura marah,padahal Diapun sama merindukannya.
"Ya sudah Papi mandi dulu sebentar,tapi habis ini langsung ya sayang,gatel nih!"
"Ihh dasar mesum,sana mandi.Nakal banget!"Bilqis segera mendorong suaminya kekamar mandi.Membuat Radit tertawa tawa.
Bilqis kemudian menyiapkan baju tidur untuk sang suami.Walau hatinya masih kesal,namun Dia tidak lalai pada kewajibannya mengurus sang Suami.Bilqis mencari pakaian Suaminya itu di walk In closet.setelah mengambil piyama untuk Radit,Baju itu Dia simpan diatas ranjang.
Tak lama kemudian Radit datang,wajahnya terlihat segar dengan rambut masih basah.Dia tampak menggosok gosokkan handuk dirambutnya.Tubuhnya itu tampak kekar dan seksi,membuat mata Bilqis mencuri curi pandang kearahnya.Dapat diakui kalau Dia begitu tergoda melihat ketampanan dan keseksian sang Suami.
Walau Mereka sudah menikah cukup lama,namun Bilqis tak pernah berhenti mengagumi tubuh atletis sang Suami yang terlihat begitu menggoda.Dia tampak menelan salivanya,kemudian Dia memalingkan wajahnya dan mengambil ponselnya diatas nakas,kemudian pura pura memainkan ponselnya membuat Radit sangat gemas.Oadahal Diapun sengaja ingin menghoda Bilqis.Namun tampaknya gadis itu terlalu gengsi sehingga Rafit melancarkan aksinya.Dia berlama lama mengeringkan rambutnya,Agar bisa memperlihatkan tubuhnya yang seksi menggoda.
Kemudian dengan wajah tanpa dosa Radit mrmbuka handuknya dan membuangnya begith saja.Membuat Mata Bilqis membola dan memekik.
__ADS_1
"Ya ampun Papi,sembarangan aja main buka handuk sembarangan!"Ucap Bilqis sembari memalingkan wajahnya yang sudah memerah.
"Memangnya kenapa sayang.Toh Aku melakukannya dihadaoan Istriku sendiri,bukankah Kau sudah sering menikmatinya!"Ucap Radit menggoda.
"I-iya tapi jangan buang handuk sembarang seperti itu."
"Sengaja Papi ingin pamer barang Papi yang sudah lama tak merasakan kehangatan tubuhmu Sayang."Ucaonya sembari merangkak naik ke tempat tidur membuat Bilqis gelagapan.
"Ihh Papi mau ngapain!"Ucao Bilwis malu malu.
"Papi mau Kamu Sayang,Papi udah kangen!"Ucap Radit sembari mendekati sang Istri dengan tubuh polos yang hanya memakai boxer."
"Ja-jangan Pi,Mami takut."
"Gausah takut sqyang,Papi sudah konsultasi kedokter kok,Katanya aman aman saja.asal tidak bergaya aneh aneh."
"Ya bener Pi,Mami sangat takut ini.!"
"Gausah takut Mami Sayang,Ayo sini!"Ucapanya sembari merengkuh sang istri kepelukannya,hingga Merekapun bercumbu dengan mesranya.
Suara ******* Bilqis yang seksi terdengar dwngan merdunya.
*********
Sementara itu Nisha menatap dirinya dicermin sembari mengelus elus perutnya yang masih terlihat rata.Dia memakai daster yang lembut dari bahan yang nyaman.Dan tiba tiba John mengahmpiri istrinya yang terlihat begitu cantik.
"Sayang,Kamu lagi hamil begini Kok malah semakin cantik.Aku semakin sayang sama Kamu.Makasih ya sayang,udah milih Aku untuk jadi suami Kamu."
"Iya sama sama Papa John.sebentar lagi Anak kita bertambah ini.Semoga Anak Kita sehat,Aku sehat,Iday dan suamiku juga sehat."
"kalau lagi hamil gini boleh kan nengokin,asal pelan pelan,Bolehkan sayang?"
"Ih Papa nih nakal,termyata ngerayu begini lagi ada maunya ya!"
.
.
__ADS_1
********