TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Berita Buruk


__ADS_3

"Bagaimana keadan Anak saya Dokter?"


"Suami saya bagaimana dok?"Tanya Bilqis yang begitu tidak sabar ingin mengetahui keadaan Radit sang Suami.


"Maaf apakah Saya bisa bicara dengan orang tua pasien?"


Iya Kami orang tua dari pasien!"Mama dan Papa Radit kompak menjawab.


Baiklah silakan ikut saya sebentar.


Sedangkan Bilqis dipapah kembali oleh Ayah dan Bunda.


Dokter serasa tidak tega melihat Istri dari pasiennya terlihat lemah dan terpukul,apalagi dalam kondisi hamil besar seperti itu.


Dokter Indra terlihat cemas dalam menyampaikan hal yang membuatnya benar benar sulit.


Kami sudah melakukan operasiĀ  pada pasien Radit,saat ini pasien dalam masa kritis,jika Dia bisa melewati masa kritis ini,mungkin pasien akan sadar dalam beberapa hari kedepan,namun apabila dalam masa penyembuhannya ini terjadi komplikasi makan kemungkinan terburuk pasien akan hilang ingatan,koma atau kemungkinan meninggal.


"Tidak jangan Dokter,Anak saya harus sembuh,harus sembuh Dok!"Mama menutup wajahnya yang penuh dengan air mata yang benar benar sulit dibendung,Ibu mana yang tidak sedih mendengar berita yang begitu menakutkan dari Dokter,rasanya dadanya benar benar sesak,apalagi membayangkan Bilqis yang tengah hamil besar,tinggal menghitung hari untuk melahirkan,namun kini masalah besar datang,seharusnya sang Suami ada mendampinginya saat melahirkan,namun kini Dia harus menanggung kesedihan seperti ini.


Papa Radit tak bisa menyembunyikan kesedihannya,Lelaki tua itu begitu terpukul mendengar kabar yang benar benar membuat hatinya pilu.Namun Dia berusaha tegar,Dia tak ingin membuat Istri dan keluarganya terpuruk,Dia optimis anaknya akan melewati ini semua,Dia tau Radit sangat kuat Dia yakin keajaiban akan datang,sehingga anaknya bisa pulih seperti sedia kala.


Yang menjadi pikirannya adalah sang menantu,entah bagaimana cara menyampaikannya,Dia takut menantunya itu sampai kepikiran dan berdampak pada kesehatannya dan bayi dalam kandungannya.

__ADS_1


Kedua orang tua itu menyeka air matanya,Dia ingin terlihat tegar dihadapan Bilqis,agar gadis itu tidak curiga dan tidak menanyakan hal yang membuat Dia khawatir dan sedih.Mereka segera keluar dari ruangan dokter,yang kemudian Bilqis langsung menghambur kearahnya.


"Apa kata dokter Ma,Bagaimana keadaan Mas Radit?"bagaimana operasinya Ma?"ujar Bilqis menggebu gebu tak sabar mendengar kabar sang Suami.


"Tenang sayaang,jangan cemas.Operasinya berjalan dengan lancar,Kamu ga usah cemas dan khawatir ya,Iqis juga kan harus banyak Istirahat,kasian Dede bayinya nanti kalo Maminya kurang istirahat.


"Kapan kira kira mas Radit sadar Ma?apa boleh Iqis ketemu Mas Radit sekarang?"Iqis kangen Ma.


Papa Radit menyeka airmatanya,rasanya benar benar sakit sekali mendengar pertanyaan pertanyaan dari menantunya yang begitu mencintai Radit,namun Dia berusaha tegar seolah baik baik saja malah dadanya serasa terhimpit.


"Iqis yang tenang,sekarang banyak banyaklah berdoa,agar Radit secepatnya bisa siuman,karena kan sekarang masih dalam pengaruh obat bius,jadi mungkin agak lama sadarnya,tapi Iqis gausah khawatir karena Radit pasti cepat pulih.lebih baik Iqis istirahat dulu ya,dari pagi disini terus,pasti Kamu cape sayang,ayo Mama antar kekamar.


"Iqis mau lihat Mas Radit sebentar saja Ma,Iqis mau memastikan kondisinya baik baik saja!"ujar Bilqis memaksa.


"Iya sayaang Mama ngerti tapi untuk saat ini Radit belum boleh ditemui dulu,karena masih dalam masa penyembuhan,Radit juga kan masih belum sadar,Iqis sabar sulu,lebih baik Iqis ikut Mama,makan dulu dan dandan yang cantik biar Radit seneng lihatnya,coba deh lihat tuh wajhnya merah banget,matanya sembab,berantakan,nanti Dia malah sedih lihat Iqis seperti ini.


"Sudah ayo cepat,kasian dari tadi belum istirahat.


Radit dipindahkan keruang ICU karena kondisinya yang memang masih kritis,yang memungkinkan komplikasi dapat terjadi kapan saja,untuk itu para Dokter memindahkannya agar dapat dipantau keadaannya,dan dapat secepatnya siuman.


Tubuh Radit banyak sekali dipasang alat alat untuk memantau keadaannya,dapat dilihat dilayar monitor detak jantung Radit,selang selang panjang dipasang dihidungnya dan berbagai alat lainnya yang melihatnya tak berdaya seperti itu benar benar membuat siapapun sedih.


Mama dan Papa Radit melihat langsung keadaan sang anak yang tergolek lemah tak berdaya dengan berbagai macam alat terpasang ditubuhnya,mereka tidak menyangka,anaknya akan bernasib seperti ini.Membuat Mama yang melihatnya hampir pingsan karena tidak kuat melihat sakit yang ditanggung oleh anaknya.

__ADS_1


"Sabar Ma,Papa yakin Radit bisa melewati ini semua,Mama harus kuat,Kita harus sehat apalagi sebentar lagi,Kita akan menyambut kedatangan cucu Kita.Radit akan baik baik saja,Dia tentu ingin melihat Anaknya.


"Tapi bagaimana kita mengatakannya pada Bilqis tentang kondisi anak kita yang sebenarnya,Aku benar benar tidak sanggup.


******


Bilqis Ikut pulang bersama Ayah dan Bunda,karena mertuanya tidak ingin Bilqis tinggal di mansion Radit sendiri,sedangkan mereka harus bulak balik kerumah sakit untuk memantau kondisi Radit,Nisha juga kini ada dirumah untuk membantu dan menemani Bilqis yang dalam kondisinyang memerlukan banyak perhatian.Sebelumnya wanita cantik itu memeriksakan kandungannya,syukurlah ibu dan bayi sehat,tinggal menghitung hari untuk Bilqis melahirkan,apalagi kondisi bayinya sudah siap,tinggal menunggu kontraksi.


Kehadiran sang Kakak diharapkan bisa menghibur hatinya yang sedang dilanda kecemasan,apalagi Bilqis sama sekali belum diperbolehkan untuk melihat suaminya,padahal hatinya benar benar sangat merindukan suaminya yang keadaannya entah bagaimana.


Mereka tiba dirumah langsung disambut oleh Nisha dan Sang suami,tak ketinggalan sikecil Iday.


"Ateuuuu iday kangen sama Ateu!"iday memeluk Bilqis,Bilqispun mengelus kepalanya dengan sayang.


"Yaampun ini bumil setrooong ini!"Nisha memeluk adiknya dengan erat yang dibalas Bilqis dengan tangisan kencang.


"Sudaaah adikku sayaaang jangan nangis kayak gini,kasian Dede bayinya ini kalau Mamanya nangis terus,udah atuuh sayaaang,Teteh ngerti Iqis sedih,tapi jangan banyak nangis begini,Teteh mah yakin Mas Radit akan baik baik aja!"ucapnya sambil mengelus elus punghung adiknya,Dia dapat merasakan kesedihan Bilqis yang begitu mendalam,apalagi sebentar lagi akan melahirkan,tentu Dia sangat membutuhkan sosok Radit disisinya.Dan Nisha sangat tau bagaimana cintanya sang adik pada suaminya itu,apalagi sang adik hampir setiap hari selalu curhat mengenai Dia,mengenai kondisi rumah tangganya,mengenai Radit yang akhir akhir ini super romantis pada Adiknya,bahkan baru beberapa waktu yang lalu mereka menghabiskan waktu romantis berdua disebuah hotel yang tidak luput Bilqis ceritakan pada sang Kakak tercinta,Kini melihat Adiknya yang begitu sedih dan gundah gulana,membuat hati Nisha ikut sedih melihatnya,Dia pun ikut berurai air mata,namun cepat cepat Dia menyekanya,Dia tidak ingin Adiknya semakin sedih,justru Dia datang untuk menghibur hati sang Adik yang sedang lara.


.


.


.

__ADS_1


********


.


__ADS_2