
Bilqis menangis sambil menciumi kemeja sang Suami,kerinduannya selama ini pada Radit rasanya benar benar menyiksa,entah karena perasaannya atau karena sijabang bayi yang ada diperutnya, akhir akhir ini Dia sangat merindukan Radit lebih dari biasanya,Bilqis selalu mengingat hal hal yang dilakukannya saat Dia bersama lelaki itu,sentuhannya,belaiannya,perhatiannya,rasanya benar benar Dia ingin secepatnya berlari kepelukan Suaminya,namun kemarahan dan ketakutannya masih menguasainya,Dia marah,Karena sikap Radit yang mengekangnya membuatnya tersiksa dan kejadian terakhir kali yang menginjak injak harga dirinya.Kemudian rasa takutnya akan sikap Radit yang sangat posesif dan cemburuan,membuat keraguan dihatinya yang menjadi penghalang antara Dia dan Radit.
"Iqis...udah bangun!"Nisha datang dengan membawa segelas susu untuk ibu hamil,yang selalu Dia buatkan untuk adiknya itu dengan telaten.
"Diminum dulu susunya biar si utun(jabang bayi) sehat!" Ujar Nisha sambil memberikannya kepada Bilqis dan duduk disampingnya memperhatikan Sang Adik.
"Ga mual kan?"tanya Nisha.
"Ngga sih..cuma...!"
"Cuma apa?"
"Cuma Iqis kangen masakan Bi Yuni,Iqis pengen Nasi goreng buatan Bi Yuni,mau Sop Iga buatan Bi Yuni,Mau tempe tepung buatan Bi Yuni teh!"ujar Bilqis dengan wajah memelas.
"Aaaahh yang beneeer...kirain kangen sama majikannya Bi Yuni..!"goda Nisha sambil terkekeh,membuat Bilqis mendelik.
"Ngga Ahh..biasa aja tuh,Iqis gamau mau ketemu,biarin aja lah,masing masing kayak gini lebih nyaman dan lebih tenang,"ujar Bilqis sambil membuang muka.
"biasa aja tapi kemejanya yang bau keringet gitu dicium cium sampe nangis termehek mehek...kalo kangen ya kangen aja Qis,gausah gengsi!"ujar tetehnya lagi.
"Dan pas banget nih Qis,ada berita dari Suami Kamu!"ucap Nisha dengan wajah serius namun dibuat setenang mungkin agar Bilqis tidak khawatir dan syok mendengarnya.
"Berita apa teh,jadi asa rereuwas ih..tong bikin Iqis deg degan Teh(jadi agak kaget ih..jangan bikin Iqis deg degan Teh).
"Kamu tenang gausah khawatir,itu ada berita kalau Mas Radit sekarang sedang dirawat di Rumah sakit,Dia mungkin sakit mala rindu gara gara ditinggalin sama Kamu Qis!"ucap Teteh.
"HAH...YANG BENER TEH!"Sentaknya yang tanpa sadar langsung menangis dan terduduk lemas.
"Iqis tenang,gausah khawatir dan nangis gitu,Mas Radit baik baik saja,cuma Dia tersiksa mungkin karena jauh dari Istri tersayang!"goda Nisha agar Adiknya itu tidak begitu khawatir.
__ADS_1
"Kalau Kamu kangen juga sama Suami Kamu,biar hari ini Teteh sama Si Abang nganterin Iqis ketemu Mas Radit,kasian juga kan sudah berbulan bulan gak ketemu,Si Utun juga pasti kangen sama Bapaknya!"ucap Nisha.
Bilqis mengusap air matanya,Dia juga merasakan betapa rindunya Dia pada pria itu.
"Anterin Iqis ketemu sama Mas Radit teh,Iqis khawatir sama keadaannya,Iqis juga ngerasa berdosa sudah ninggalin Mas Radit begitu saja,walau bagaimanapun Iqis sayang banget sama Dia."
"Tuuh kaaan ngaku juga,tadi aja pura pura gamau ketemu,padahal mah rindu setengah mati,Rindu mah memang berat Qis, bener kata Si Dil*n!"
"Dan teteh juga tau kamu teh sayang banget sama suami Kamu,kalian kan sama sama pasangan bucin,mana bisa jauh jauhan,apalagi ada yang tiap malem ngigo Ayaaaang...Ayaaaaang Aku kangen sama Ayaaang...acieee cieeee cama cama kangen uhuuuy uhuuuy!"Ledek Nisha lagi,membuat Bilqis tersenyum menahan malu ditengah rasa sedihnya mengkhawatirkan Sang Suami.
"Padahal baru 4 bulan ga ketemu,apalagi kalo sampe bertahun tahun kayak cerita di novel...hadeuuuh bisa gaswat!"
"Ihhhhhhhh si Teteh mah malah ngaledek wae ka adi teh,dah tau Iqis teh sedih jeng khawatir mikiran Mas Radit,malah sibuk ngalelewe sebel da(ih si Teteh malah ngeledekin adiknya,sudah tau Iqis sedih dan khawatir mikirin Mas Radit,malah sibuk ngeledek,sebel deh).Bilqis cemeberut bibinya meruncing sambil mendelik kearah Kakanya yang nyengir kuda demgan wajah tanpa Dosa.
.
.
.
"Bagaimana keadaan Anak saya Dok?"Tanya Mama Radit dengan wajah khawatir wajahnya memerah penuh dengan airmata,baru kali ini Dia melihat anaknya itu dalam kondisi sangat menyedihkan,membuatnya teringat masa masa kelam saat Radit terpuruk ditinggalkan Artika,kini putranya itu harus merasakan hal yang sama.Mama dioeluk dan ditenangkan oleh Sang Suami,Ayah Bunda pun tak tega melihat kondisi sang Menantu yang terlihat memprihatinkan,membuat mereka merasa bersalah,seharusnya ketika Anak anak ada masalah,mereka duduk bersama bermusyawarah,bukannya malah memisahkan pasangan itu,sehingga membuat mereka saling menderita,apalagi Radit sampe harus mengalami hal seperti ini.
"Radit baik baik saja Tante,Dia mungkin syok dan terkejut mendengar suatu berita,Dia juga kekurangan cairan,dan mungkin juga disebabkan stress dan rasa cemas Dia!"jelas Sang Dokter yang tampak akrab dengan Mama Radit.
"Ya ampun John,tante kira siapa,tapi Radit gapapa kan?"tanya nya lagi.
"Ga papa tante,sebentar lagi juga siuman,cuma sekarang asupan nutrisinya harus dijaga,wajahnya keliatan tirus begitu,makan harus teratur,jangan banyak pikiran,hindari stress!"ucap John yang merupakan Dokter sekaligus sahabat Radit.
"Nanti kamu tolong nasehatin sahabat Kamu ini John,penyakitnya dibikin sendiri sih,jadi kayak gini deh keadaanya !"keluh Mama,
__ADS_1
"Siap Tante,nanti kalo udah bangun biar John kasih tau!"ujarnya
Kalau begitu John permisi dulu,mau lihat pasien yang lainnya!"ucaonya sopan.
Sementara itu Bilqis sudah tiba dirumah sakit diantar oleh Nisha dan Suaminya.Perasaannya campur aduk,antara rindu,takut dan juga malu bertemu sang Suami.
Mereka sudah sampai dikoridor rumah sakit menuju tempat dimana Radit didirawat.
Tampak Ayah dan bunda,Mama dan Paoa berdiri di pintu ruqngan tempat Radit dirawat,Bilqis menyalami mereka satu persafu,Mama Radit nampak terharu melihat menantunya itu sudah berada didepannya untuk menemui anaknya
"Iqis sayaang...terima kasih Nak,Iqis mau bersedia menemui Radit,Mama harap Iqis mau memaafkan Radit,Dia ..!"Mama tak kuasa melanjutkan kalimatnya saking sedihnya,membuat Bilqis menjadi tidak enak.
"Memang tenang saja,Iqis kesini juga memang udah kangen banget sama Mas Radit,dan Dede bayi diperut Iqis juga udah ga sabar Iqis ketemu sama Papinya!"ujar Bilqis menenangkan sang mertua.Kemudian Bilqis memberanikan diri membuka pintu dan masuk kedalam.
Terlihat Radit sedang tertidur dengan tangan yang diinfus,membuat Bilqis yang melihatnya merasa tidak tega.
Perlahan Bilqis mendekati suaminya, duduk disisinya,menatap Radit dengan air mata yang berlinang.
"Mas....ini Aku..hiks..!"Bilqis mengambil tangan Radit,menciumnya dan menaruhnya disisi wajahnya.
"Sayaang...maafin Aku,gara gara Aku,Mas Radit jadi seperti ini!"ucap Bilqis terisak.Dia membelai wajah suaminya dengan penuh rasa sayang.
.
.
.
******
__ADS_1