TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Bikin Senewen


__ADS_3

Menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 1jam setengah,Radit sudah sampai dikantornya.Dan disuguhkan dengan segala macam kesibukan yang menghampirinya.Wajahnya begitu ceria dan semangat.Walaupun harus meninggalkan Bilqis dan dan sang Anak yang masih meberuskan liburannya bersama orang tuanya,namun setidaknya Dia bisa bekerja dengan tenang,tanpa harus mengkhawatirkannya.


Radit begitu tekun memeriksa beberapa laporan sebelum melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya disebuah Hotel ternama.Perusahaan yang dipimpinnya semakin berkembang pesat.Semuanya tentu berkat kecakapan Radit dalam kepadaiannya berstrategi dalam bisnisnya.


Saking terlalu konsentrasinya dalam pekerjaan sehingga Dia tidak sadar,sudah ada seseorang yang berdiri dihadapannya.


"Mas Didit,Mas....!"Radit mendongak dan memekik kaget begitu Wanda sudah berada didepannya dengan senyumnya yang sangat maniss.


"Kamu ngapain disini?Kenapa seenaknya saja nyelonong masuk tanpa permisi,bertemu denganku harus melalui sekertarisku dulu,jangan main masuk ga ijin dulu."omel Radit.


"Maaf Mas..gitu aja marah,Kamu makin cakep aja kalau lagi marah begini!"ucap Wanda merayu.


"Mas Didit,tolong pekerjakan Aku jadi sekertaris Kamu lagi dong Mas...diposisiku sekarang,Aku kurang nyaman,Aku kurang pandai dalam pekerjaanku,jadinya Aku sering kena marah manager disana,Dia benar benar sewenang wenang Mas..."adunya dwngan suara manjanya yang dibuat buat.


"Ya mungkin karena kerja Kamunya yang kurang bagus,Kamu perbaiki dong Wan,jangan malah minta jabatan baru.Aku menempatkan posisimu yang sekarang itu biar Kamu bisa banyak belajar."ucap Radit tegas.


"Tapi Mas Aku...!"


"Sudah jangan tapi tapi,nikmati posisi Kamu sekarang,fokus dan perbaiki kinerjamu,kalau Kamu banyak kemajuan,Aku ga segan untuk menaikan jabatan Kamu Wan."ujar Radit lagi sambil kembali fokus pada pekerjaannya.


"Ya sudah kalau begitu Mas...tapi Aku kesini juga bermaksud untuk meminjam uang,Kamu taukan Mas Aku banyak terlilit hutang semenjak suamiku meninggal.Hidup Aku susah,harus menghidupi Anak sekolah dengan biaya besar,dan Aku ga punya orang yang bisa diandalkan selain Kamu Mas Didit.Maaf Aku banyak merepotkan,tapi Aku tidak tau harus kemana lagi meminta bantuan!"ucap Wanda oanjang lebar.


"Kamu banyak hutang karena gaya hidup Kamu Wan!harusnya Kamu bisa menahan diri untuk tidak hidup berfoya foya,biaya Anak Kamu bukankah Aku sudah menanggungnya."


"I-itu karena Aku,itu hutang hutangku yang dulu dulu Mas,tolonglah.Aku pinjam uang 3 miliar saja,Aku janji akan membayarnya.Kamu tidak perlu takut.tolonglah untuk kali ini saja.Aku janji ini yang terakhir!"ucap Wanda dengan wajah memelas.


"Aku janji tidak akan mengganggu Kamu lagi Mas,ini benar benar yang terakhir,rencananya Aku akan keluar kerja dan buka usaha Mas.dan sebagiannya untuk melunasi hutang hutangku!"Ucapnya.


Radit tampak berfikir,namun kemudian Diapun menyetujui pinjaman itu,rasanya tidak tega menolaknya.Seandainya bukan karena Dia punya hutang budi yang besar pada mendiang suaminya,Radit tak sudi untuk membantunya.

__ADS_1


"Baiklah,kali ini Aku akan membantumu,tapi ingat Wan,ini yang terakhir.Dan Aku memberikan bantuan uang ini untuk memberimu modal usaha,bukan disalah gunakan untuk hal yang lain."


"Terima kasih Mas...Kamu memang orang yangk paling baik yang pernah Aku kenal,Makasih banyak Mas!"Wanda menghambur dan memeluknya dengan erat.


"Lepas Wanda jangan seperti ini!"Radit berusaha melepaskan pelukanya,karena tangan Wanda begitu kencang memeluknya dan dengan cepat mencium pipinya.


"Kamu gila!"Radit murka dan mendorongnya hingga terhuyung kebelakang,untung tidak sampai terjatuh.Walau bagaimanapun Radit tidak ingin berbuat kasar kepada seorang Wanita.


"Kamu ini bener bener gatau diri ya!sudah untung selama ini Aku mau berbaik hati sama Kamu Wan,Kalau orang lain melihat hal itu bisa salah faham,apalagi jika Istriku yang melihatnya!"Sentaknya.


"M-maaf Mas,Aku cuma terlalu seneng karena Kamu begitu baik,tapi Mas...Aku sepertinya sulit untuk membalas kebaikan Kamu,sebenarnya kalau Kamu mau,jadikanlah Aku ini Istrimu Mas...Memang Aku ini tidak semuda dan secantik Istri Kamu,tapi asal Kamu tau Mas,Aku sangat pandai memuaskan seorang lelaki,apalagi itu Kamu!"ucapnya menggoda.


"Maaf Wanda,Aku sama sekali tidak tertarik,kalau Kamu benar benar ingin membayar hutangmu,pakailah uang ini untuk usaha dengan sungguh sungguh,buktikan pada mendiang suami Kamu,kalau Kamu itu Istri yang baik dan setia.Walaupun Dia sudah meninggal tapi Kamu bisa bertahan dan membesarkan Anak Kamu dengan baik.Dia pasti akan bangga melihatmu!"ucap Radit menasehati.


Mendengar hal itu,membuat Wanda sangat kesal.Dia merasa malu karena Radit menolaknya mentah mentah.


"Baiklah kalau Kamu memang menolakku,Aku tidak memaksa,tapi Kamu akan menyesal Mas!"Ancamnya sambil merebut cek iti dari tangan Radit.Dan pergi dari ruangan itu dengan kesal.


Hal itu membuat Radit merasa menyesal karena terus membantu Wanda,bukannya berterima kasih,Dia justru bersikap kurang ajar padanya.Benar benar membuatnya mumet.Pagi cerianya harus dirusak dengan kedatangan wanita itu.Moodnya menjadi berantakan.


"Bos tadi ada tamu ya,Saya kebetulan sedang mengambil laporan dari direktur keuangan yang baru."Dian Sang Sekertaris tiba tiba sudah ada didepannya.


"Semua gara gara Elu Di,wanita lucknut itu datang kesini,coba kalau Elu ga keluyuran,Ga bikin senewen gini pagi pagi."


"Emangnya Mba Wanda mau ngapain kesini Bos?minta jadi sekertaris lagi?"tanya Dian kepo.


"Lebih dari itu,Dia minjem duit gue langsung kasih langsung,tapi tu cewek dikasih hati minta ginjal!"


"Haaaahhhh emang minta apa Boskuuuh?"tanyanya lagi.

__ADS_1


"Minta dikawinin...hiiii serem,buat Lo aja tuh Di,Lo kan belom kawin!"ujar Radit sambil bergidik ngeri.


"Ihhh najooong Boskuuuuh,Aku ga doyan yang udah alot,doyan yang kinyis kinyis kayak Ibu Bozzz ahahaha!"


"Heh enak aja Lo,bawa bawa Istri Gue!"ujar Radit nyolot.


"maksudnya.....Akoh sukanya yang muda Boskuuh,ga suka yang tuwiir!"jawab Dian lagi.


"Emang Lo doyan cewek?"tanya Radit ragu pada sekertarisnya itu.


"Ya doyan dong Bossss walaupun dandananku seperti begindang,tapi jiwa kelaki lakianku ini masih normal Bosss,masih doyan apem,ga doyan batangan,sori la yawww!"


"Tapi kalau sama bosss sihhh bisa diatur Bosss Hahhahahhaha!"


"Hiiii amit amittttt!"ujar Radit membuatnya kembali bergidik.


"Ngomong ngomong kok Gue nyesel ya,ngasih duit segitu banyaknya sama si Wanda."ujarnya murung.


"Emang ngasih berapa Bos?"


"3 M,katanya buat usaha sama ngelunasin hutang!"


"BUSYEEETT...banyak banget Bozzz!"Pekik Dian sambil terbelalak.


"Batalin aja bos,bahaya nanti kebiasaan dikasih terus,batalin aja ceknya.Urus sekarang juga Bos.Sayang duit segitu dikasih cuma cuma sama perempuan itu.Mending kasih kesaya Bozzz,lumayan buat naik haji ema bapa dikampung,terus buat oplas ke Korea nih nambahin tete,sama idung biar mancungan dikit kayak bozz Radit.terus tinggal nyari Gadun kayak Koss Radit,enak kan ga usah kerja.tinggal ongkang ongkang kaki aja hahahaha!"ujar Dian berseloroh.


"Ngaco lu!"ucap Radit sewot.


"Ok deh,tak batalin aja cek nya,mending buat Gue liburan sama Istri Gue.Baby moon ke Dubai!"

__ADS_1


__ADS_2