TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Mimpi


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan cahaya mentari yang lembut memancar dari ufuk timur menemani pagi Nisha yang sudah terbangun dari tidurnya dengan semangat,Dia ingin memulai hari ini melakukan rutinitas seperti biasanya.Membereskan rumah,memasak dan juga mengantar Iday berangkat sekolah dengan motor kesayangannya.


Setelah beres merawat rumah dan halamannya,Dia bergegas memasak sarapan simpel juga menyiapkan bekal sekolah untuk Iday.


Untunglah Ayah dan Bundanya masih menemaninya dirumahnya,walaupun sudah beberapa kali sang Ayah meminta agar Nisha pindah ke Jakarta,namun Dia masih enggan,karena Dia begitu berat meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan sang Suami.


"Ayah kemana Bun?"tanya Nisha,begitu selesai memasukkan makanan kesukaan iday kedalam kotak bekalnya.


"Ayah jalan pagi sama temennya,ucap Bunda yang sedang duduk manis didepan TV dengan acara gosip pagi favoritnya.


"Bund,kalau sekiranya Ayah sama Bunda banyak kerjaan diJakarta,Aku gapapa kok ditinggal.Lagi pula disini juga ada asistent yang nemenin.Bapak dan Ibunya Si Abang juga kesini terus.Nisha gaenak kalau harus merepotkan Ayah sama Bunda!"tutur Nisha dengan lemah lembut.


"Kamu ngusir Ayah sama Bunda Nish?"tanya Bunda pura pura kesal.


"Bukan begitu Bun,Nisha cuma kasian Ayah sama Bunda harus ninggalin pekerjaannya,nanti kalau terbengkalai gimana?"


"Ayah disana ada asistent yang handal dan amanah,kerjanya juga ulet dan rajin,jadi Ayah ga khawatir kalau sewaktu waktu pergi pergi ke acara penting atau kumpul keluarga begini!"ucap Bunda.


"Oooh kalau begitu sih terserah Bunda jikah Nisha ga merepotkan,Nisha justru seneng Bunda sama Ayah disini terus,jadi Nisha ga ngerasa kesepian."ucap Nisha.


"Ini tahu susu beli dimana?Bunda mau bawain buat besan sama Iqis juga nanti,kalau memang Kamu mau Bunda tinggal!"


"Ihh Bunda meni kitu,meni pundungan(ihh Bunda kok gitu,gampang merajuk!"


"Bukannya pundungan,makan tahu ini jadi inget besan,Oh iya Ibu Bapak nya Dimas kapan mau kesini lagi?sama Anak lelaki yang satunya lagi yang dokter itu Nish siapa namanya?"

__ADS_1


"Kak John Bu!"ucap Nisha singkat.


"Iya John,Diakan dokternya keluarga Radit.Ternyata Dunia memang sempit ya,Bunda baru tau kalau Dimas punya Kakak."


"Nisha juga lupa lupa inget,kalau ga salah Abang pernah cerita,waktu awal awal nikah,tapi ga terlalu nanggepin,eh ternyata beneran punya!"ucap Nisha dengan mimik kagetnya yang lucu.


"Nish....Gimana tentang wasiat terakhir yang diinginkan mendiang suami Kamu itu,meminta Kamu untuk menikah denganĀ  Kakaknya?"Tanya Bunda dengan wajah yang serius.


"Nisha gatau Bun,untuk saat ini belum ada pikiran untuk menikah lagi,masih terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut,gak akan mungkin Nisha menikah lagi dengan orang yang belum Nisha kenal,apalagi kuburan Abang masih basah,Nisha sama sekali ga ada Niat Bun,Perasaan Nisha gak akan berubah untuk Abang,Nisha ga mungkin nikah untuk sekarang ini,mau fokus membesarkan Iday dulu,dan kemungkinan Nisha akan kembali mengajar untuk mengisi waktu luang yang ada.Untuk saat ini Nisha gamau menikah Bun,Nisha cinta Bang Dimas,Bang Dimas ga akan tergantikan siapapun.Nisha ga butuh pendamping.Entah kalau untuk beberapa tahun yang akan datang,tapi untuk sekarang Nisha gamau."Jawab Nisha tegas.


"Tapi itu wasiat terakhir,permintaan suami Kamu harus ditunaikan.Karena itu merupakan amanah.Tidak bisa diabaikan begitu saja."


"Tapi Nisha ga mau Bun,Nisha belum mau Nikah dengan siapapun untuk saat ini!"jawab Nisha.


"Sebenarnya Bunda gamau Kamu Nikah dengan orang lain karena wasiat,Bunda ingin Kamu mendapatkan seorang Suami yang benar benar Kamu cintai,tidak ada paksaan dari manapun.Murni keinginan Kamu sendiri.Bunda gamau memaksakan kehendak seperti saat Ayah dan Bunda menjodohkan Bilqis,walaupun Bunda lihat pernikahan mereka kini sangat bahagia,ya walaupun ada saja masalah yang datang,tapi syukurlah Mereka sekalu berhasil melewatinya."Ucap Sang Bunda.


"Ya kalau Kamu mau dipaksa sih boleh boleh aja,biar Ibu telepon Bapak Ibunya sekalian si Dokter suruh datang kesini!"


"Ihhh jangan dong Bun.Untuk saat ini Nisha menutup hati untuk Lelaki manapun."


"Tapi gimana kalau Bapak dan Ibu Dimas datang untuk meminta Kamu jadi Istri Dokter itu?"


********


John tampak merenung di kamarnya,setelah semalaman lelaki matang itu berada dirumah sakit.Lelaki lajang bermur 43 tahun itu menatap nanar foto masa remajanya bersama Dimas.Usianya saat itu 17 tahun saat Sang Ayah menikahi Ibunya Dimas.Dulu Dia dan keluarganya sangat bahagia,Namun saat Ayahnya Membawa perempuan lain kerumahnya,hal itu membuat sang Mama harus pergi meninggalkannya.Mama yang sangat Dia sayangi.Perceraian tidak dapat dihindari,Ayah dan ibunya berpisah karena perempuan dan Anak kecil itu.Ibunya dan Dimas.

__ADS_1


Kebenciannya tertanam sejak Dimas dan Ibunya hadir dalam hidup John.Dia menganggap Dimas dan Ibunya adalah biang keladi dari penderitaan Dia dan sang Mama,keluarganya hancur akibat sang Ayah selingkuh dengan Ibunya Dimas.Anehnya,Ayahnyapun lebih menyayangi Dimas dibanding John yang merupakan Anak kandungnya sendiri,memanjakan Dimas dibanding dirinya.Membuat John benar benar membenci Mereka.Puncaknya John pergi saat berusia 18 tahun untuk mencari sang Ibu,berbekal selembar foto dan alamat.Akhirnya keberuntungan dipihaknya,Dia berhasil menemukan sang Ibu,namun Ibunya mengalami depresi hebat,beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri,namun berhasil diselamatkan,tapi tak lama kemudian Sang Mama harus meregang nyawa akibat penyakitnya itu,kebencian pada Mereka kian berkobar dalam hati John,bertekad untuk membuang Mereka dalam kehidupannya.Kepergian sang Ibu membuatnya benar benar sangat terpuruk,namun berkat Pamannya,John berhasil bangkit,Sang Paman bahkan membiayai dan menyekolahkan John hingga menjadi seorang Dokter seperti cita citanya.Dia ingin membuat Mamanya bangga padanya.


Sempat Ayah dan Ibu tirinya itu mencari dan memintanya kembali,namun John sudah kadung sakit hati,Dia sangat membenci Ayah dan Ibu tirinya terutama Dimas yang sangat dibencinya.Dia beranggapan keluarga bahagianya itu hancur karena kehadiran Dimas dan Ibunya.Selama bertahun tahun Dia menjaga jarak dari Mereka.


Dan kini setelah Dia ingin memperbaiki semuanya justru Dimas harus pergi secepat itu,hatinya benar benar terpukul,rasa bersalah melingkupi hatinya.


John terlelap dalam sambil mendekap foto usang kenangannya bersama Dimas.


John tampak sangat nyenyak saking lelahnya Dia dengan pekerjaannya,namun sesaat kemudian, Dia seperti dibangunkan oleh seseorang.John melihat Dimas tersenyum kearahnya dan duduk disampingnya,wajahnya terlihat sangat bahagia.


"Kak..titip Nisha,jaga Dia ya Kak!"


"Dimas...Kakak seneng Kamu kembali Dim,maafin kakak ya...!"


"tidak ada yang perlu dimaafkan Kak...Aku titipkan Nisha pada Kakak,jadilah imam yang baik untuknya,jaga Dia untukku Kak...!"


"Titip Nisha...Kak,nikahi Dia!"


Deg


John terhenyak,kemudian terbangun dan menyadari ternyata Dia sedang bermimpi.


.


.

__ADS_1


.


*********


__ADS_2