
Keluarga Radit bergegas kerumah sakit ditempat Radit dirawat,wajah mereka tampak panik,cemas dan juga takut.
"Bagaimana keadaan Radit Pak?apa yang terjadi?kenapa bisa begini?mengapa ini terjadi pada Anakku katakan Pak?"Mama histeris dan berteriak pada Pak Tatang yang hanya terdapat luka ringan dipelipis kirinya.
"Ma-maafkan sh-saya nyonya besar,ssh-saat Itu ada truk toronton yang menyalip Kami,se-sehingga mobil yang saya bawa hilang kendali,dan menabrak pembatas jalan!"Pak Tatang menjelaskan dengan terbata bata saking gugup dan takutnya,karena Dialah yang membawa mobil yang menyebabkan kecelakaan naas itu terjadi.
"Sudahlah Ma,Mama tenang...kasian Pak Tatang,ini bukan kesalahan Dia sepenuhnya,Mama sabar,Mama yang tenang!"
"Mama ga mungkin bisa tenang Pa,Mama takut kondisi Radit,apalagi mantu Kita sedang mengandung,Huuuuu...Radiiiit...jangan tinggalkan Mama Nak...!"Mama teriak histeris.
"Maaa...sabaar,saat ini Radit sedang ditangani oleh dokter dokter yang hebat,Mama doakan saja agar operasinya berjalan dengan lancar."ujar Papa menenangkan.
Dokter yang menangani Radit menjelaskan kalau luka yang dalami akibat kecelakaan itu ternyata cukup parah,ada pendarahan diotaknya,sehingga Dokter mengharuskan Radit dioprasi secepatnya.Papa dan Mama Radit menyerahkan semuanya kepada Dokter,bagaimana yang terbaik,agar anaknya bisa secepatnya pulih seperti sedia kala.
********
Sementara itu diruangan lainnya,Bilqis terbaring lemah,Dia pingsan seketika saat mendengar Informasi kecelakaan yang menimpa suaminya.Bilqis membuka matanya perlahan.
"MAS RADIT!!!"
Teriak Bilqis sambil bangun terduduk dari ranjangnya.
"Iqis...!"Ayah,Bunda segera menghampiri anak mereka yang terlihat begitu syok setelah mendengar berita yang mencemaskan itu.
"Mas Radit Bun..Mas Radit...Huuuuuu...Huuuu Mas Radiiiiit!"Bilqis menangis pilu,rasanya begitu sesak dadanya saat Dia menyadari bahwa suaminya kecelakaan.
Ayah dan Bunda memeluk putrinya agar bisa tenang dan kuat menerima cobaan yang kini menimpanya.
"Ayah..Bundaaa gimana keadaan Mas Radit,Iqis mau lihat Mas Radit Bun,Iqis takut Mas Radit kenapa napa!"
__ADS_1
"Iqis tenang sayaaang,Radit sekarang sedang ditangani oleh Dokter,Bunda yakin suamimu akan secepatnya pulih,Kamu yang sabar ya Nak!"ucap Bunda.
"Iya Nak,Radit itu Lelaki yang kuat,Papa yakin Radit bisa melewati ini semua,Kamu yang tenang,yang sabar,saat ini Kita harus banyak berdo'a untuk kesembuhan Dia,Kamu jangan banyak bersedih,kasian bayi Kamu,bayi Kalian...kalau ada apa apa Radit pasti sedih,Kamu harus kuat Qis!"ucap Sang Ayah.
Ini Iqis ada dimana Bunda,kok tangan Iqis diimpus segala?"tanyanya sambil melihat tangannya yang terasa pegal.
"Kamu tadi pingsan sayang,Mamanya Radit panik melihat Kamu tidak sadarkan diri,jadilah Kamu dibawa kesini,kerumah sakit!"Jelas sang Bunda.
"Apa ini rumah sakit tempat Mas Radit dirawat Bun?"
"Iya Nak,suamimu dirawat disini juga,sudah Iqis tenang dulu,saat ini suamimu sedang ditangani oleh dokter,kalau sudah selesai,kita lihat kesana sama sama,Kamu yang sabar dulu ya,sekaramg yang paling Radit butuhkan adalah do'a dari kita semua!"
"Iqis takut Bun,Iqis takuuuttt huuuu huuuuu Mas Radit,kenapa semua ini sampai bisa terjadi,Huuuu Mar Radit!"Bilqis kembali meraung raung menangisi sang Suami.
"Iqiss jangan seperti ini,kasian bayi dalam perut Kamu,Kami semua sedih dengan yang terjadi pada suamimu,tapi Kamu juga harus ingat,bayi mu membutuhkanmu saat ini Qis,hal itu akan berpangurh pada kondisi bayi diperut Kamu kalau Kamu sedit terus seperti ini,Bunda yakin,Radit tidak akan tega meninggalkan kalian berdua,bukankah Dia begitu teramat menyayangi Kamu."
Bilqis terisak perlahan,Dia mencoba mengendalikan emosinya dengan mengusap usap perutnya sendiri.
Bilqis menyeka air matanya,yang terus mengalir dipipinya,rasanya sulit sekali mengendalikan air mata yang mewakili kesedihannya.Rasa cemas,risau takut semuanya menjadi satu,walaupun sekuat tenaga Dia berusaha tegar dengan semua yang terjadi.
"Bun..tolong antar Iqis ketemu Mas Radit,Dia pasti butuh Iqis bun,kasian Mas Radit,Iqis mau lihat gimana kondisinya sekarang!"
"Iya sayang,Nantu bunda antar,Tapi Kamu makan dulu,biar ada tenaga,kasian sikecil dioerut kamu nanti kelaoeran karena Maminya gamau makan!"
Terpaksa Bilqispun menuruti Bundanya,Diapun tidak ingin hal hal yang buruk terjadi pada bayinya,walaupun tidak ada selera sama sekali.
.
.
__ADS_1
.
Ayah dan Ibu memapah Bilqis untuk bertemu dengan suaminya yang kini sedang menjalani operasi,terlihat di depan pintu ruang operasi Mama dan Papa Radit menunggunya dengan cemas,ada juga Denis disana,wajahnya terlihat harap harap cemas.
Mereka semua begitu terlihat tegang dan was was,Denispun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya,asisten sekaligus sahabatnya ini merutuki dirinya sendiri,Dia merasa semua ini terjadi karena Dia penyebabnya,seandainya Dia tidak membiarkan Radit berangkat sendiri,mungkin kecelakaan ini tidak akan pernah terjadi,seandainya Dia saja yang pergi menangani proyek itu,mungkin sekarang ini Dia masih bisa melihat Radit sehat walafiat,melihat Radit baik baik saja,tapi sekarang yang terjadi benar benar membuat hatinya kacau.
Bilqis menghampiri Mama mertuanya,Dia memeluk wanita yang sudah melahirkan suaminya dengan erat,Dia tak kuasa menahan air matanya yang lagi lagi mengalir menganak sungai.
"Iqis yang sabar ya sayaang,Rafit pasti akan baik baik saja,Radit anaknya kuat,Radit akan bertahan.Dia teramat sqngat mencintai Kamu Qis,Kamu yang tenang ya,jangan banyak pikiran macam macam!"Ujar sang Mertua walauoun perasaannya jauh lebih sakit dan lebih sedih,melihat anak yang Dia lahirkan dengam susah payah,harus terbaring kesakitan dimeja operasi.
Bilqis hanya bisa mengangguk pasrah mendwngar nasehat dari sang Mama mertua,walaupun hal itu benar benar sulit,tapi Dia berusaha untuk tegar dan terlihat kuat.
Mereka semua kini menunggu didepan pintu ruang operasi dengan harap harap cemas.Mereka benar benar berharap agar Radit baik baik saja,bisa segera pulih dan sehat seperti sedia kala.Dan setelah mereka menunggu selama kurang lebih 3 jam.Dokter pun keluar,seketika orang orang yang menunggu langsung berhambur kearah Dokter yang menangani Radit.
"Bagaimana keadan Anak saya Dokter?"
"Suami saya bagaimana dok?"Tanya Bilqis yang begitu tidak sabar ingin mengetahui keadaan Radit sang Suami.
.
.
.
************
__ADS_1