
Nisha tak memperdulikan pertanyaan John,Dia terus saja berkemas.menaruh baju bajunya dikoper.
"Nisha,Kamu kenapa sih,bukankah Kamu kan sudah memaafkan Aku,Aku salah apa lagi sekarang?"Tanya John bingung.Namun Nisha tetap diam dan tak bergeming.Membuat John kesal namun Dia tetap berusaha untuk tenang dan sabar.
"Ada apa sayangku,coba katakan.Apa Aku membuat Kamu sedih atau apa.ngomong dong.Jangan diam aja Nish?"John mendekati Nisha dan menghadapkan kearahnya.
"Aku cuma rindu dengan suami Aku!"Ucap Nisha sambil menangis dan menyeka air mata dengan punggung tangannya.
"Maksud Kamu?"Tanyanya mengernyitkan keningnya.
"Aku rindu Bang Dimas suamiku!"tegas Nisha sambil menatap nyalang kearah John dan kembali menunduk menyeka air matanya.Mendengar hal tersebut membuat hati John merasa sakit.Ada rasa cemburu dihatinya.Namun Dia berusaha tenang.
"Kalau Kamu rindu,Kamu bisa mendoakannya Nish,Akupun sama rindu dengan Dia juga,tapi setiap saat Aku selalu doakan Dia,Aku rasa itu akan lebih sampai kepadanya,ketimbang Kita berlarut larut dalam kesedihan."ucap John lembut sambil membelai rambut Nisha dengan sayang,mengusap airmatanya dan menyematkannya ke belakang telinganya.
"Tapi Aku mau pulang aja,Aku pulang dan tinggal.lagi diBandung,Iday sekolahnya mau Aku pindahin lagi."
"Kenapa tiba tiba begini,ada masalah apalagi sih,bukannya Kita udah baikan tadi,kenapa Kamu malah bersikap dingin lagi Nish?"
"Aku hanya tidak ingin Kak John menyesal menikahi janda seperti Aku,Aku janda bekas Adikmu,bukannya Aku ini hanya Istri yang diwariskan,Aku tidak pantas buat Kamu Kak,seharusnya Kamu menikahi perempuan yang masih berstatus singgel,bukan malah memilih Aku yang hanya seorang janda.Yang bikin Kamu malu!"ucap Nisha.
"Jangan bicara seperti Sayang,Aku cinta sama Kamu apa adanya,mau status Kamu janda atau apapun,Aku ngga peduli Nish.Apa masih kurang omongan Aku yang tadi siang,Aku harus bagaimana supaya Kamu percaya sama Aku,supaya Kamu menerima Aku sebagai suami Kamu.Ya memang Aku akui mungkin Aku nggak sebaik Dimas,nggak seromantis Dia,tapi tolong kasih Aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik untuk Kamu dan menjadi seorang Ayah yang baik untuk Haidar,Aku tau Aku masih banyak kekurangan.Tapi Aku ingin mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk Kamu sayang."
__ADS_1
"Jangan marah marah terus dong sayangku,mungilku yang cantik."rayu John.
"Kalau ada apa apa,Kamu bicara jujur,jangan hanya diam dan marah!"
"Ayo Kita lanjut yang tadi siang hemmh!"ucap John memeluk dan membelai wajah Nisha,mencium bibir Nisha tapi Nisha menghindar.
"Aku bilang Aku mau pulang ke Bandung,Gausah peduliin Aku,sana sama si Aneke perempuan yang selalu deket sama Kamu,entah kenapa setiap Aku kesana,selalu saja kebetulan Kamu bersama Dia terus,apa sebegitu dekatnya Kamu sama Dia sampai sampai setiap kali Aku kesana selalu ada Dia,sudah 3 kali Aku memergoki kalian bersama,masa kebetulan terus.Bener bener aneh!"Ucap Nisha ketus.
"Ah yaampun,masalahnya Dia terus.Aku pikir masalah Aneke sudah tutup buku,gak akan Kamu ungkit ungkit lagi,tapi Kamu selalu mengungkitnya terus,mau Kamu apa?"Nada John sedikit meninggi.Kesal dengan sikap Nisha.
"Mau Aku,Kamu jangan deket sama Dia,Aku nggak suka sama Dia,ngerti nggak!"Ucap Nisha marah.
"Nisha....Dia bekerja disana,Dia Anak seorang direktur,dan Dia juga asistentku di rumah sakit,makanya Kami selalu bersama,Dia membantu tugas tugasku juga.Kalau Aku ya profesional saja,cuma sebatas rekan kerja,nggak lebih.Aku kan pernah bilang sama Kamu,Kalau Aku ada niat dan perasaan sama Dia,sudah dari dulu Aku nikahin Dia sayang,tapi Aku memilih Kamu Nish..karena...!"
"Jangan bicara seperti Nisha,sampai kapanpun Kamu akan tetap jadi Istriku,Aku gamau sampai Kita berpisah dan kehilangan Kamu,Aku sayang sama Kamu juga Iday,tolong jangan bicara seperti itu lagi sayang,Aku mohon!"ucap John dengan wajah sendu.
"Baiklah Sayang,mungkin saat ini Kamu sedang banyak pikiran,dan perasaan Kamu sedang tidak nyaman,Aku gak mau maksa Kamu,maafin Aku ya mungil .Mungkin Aku terlalu memaksa Kamu,kalau memang mau ke Bandung,Aku akan antar Kamu,mau berangkat kapan,besok pagi ya Kalau malam ini kasian Iday,lagi pula Kamu baru pulang,pasti cape,lebih baik Aku pijitin aja."tangan John sudah berada dibahu Nisha dan mulai memijat bahunya,namun Nisha mengehmpas tangan John dngan kasar.
"Lepasin,jangan sentuh sentuh Aku!"ucap Nisha kesal.
"Iya Sayang,maaf.Kalau nggak mau Aku sentuh nggak Papa.Oh iya Aku ada kejutan buat Istriku.Tunggu disini sebentar!"ucap John sambil berlari mengambil sesuatu yang sudah Dia siapkan.
__ADS_1
"Nisha,ini hadiah dari Aku,semoga Kamu suka ya Sayang!"ucap John tersenyum sumringah sembari memberikan buket mawar besar,dan juga satu set perhiasan yang sudah dibelinya dengan harga yang sangat mahal.Nisha menerimanya dengan wajah cemberut.
"Senyum dong Sayang,kenapa nggak suka dengan hadiah yang Aku kasih?Tanya John.
"Iya,Aku nggak suka.Kasih aja sana buat Sahabat dan rekan kerja Kamu yang nempel terus udah kayak virus,ikut terus kemana mana!"Bukannya marah dengan sikap NishaJohn justru tergelak melihat sikap Nisha yang menurutnya menggemaskan.
"Ahhhh Aku merasa sangat tersanjung,ternyata Pria setua Aku masih ada yang mencemburui seperti ini.Beruntungnya Aku jadi suami Kamu,punya Istri cantik dan cemburuan begini,Aku kok malah semakin cinta ya!"ucapnya sembari memeluk erat Nisha.Namun Nisha berontak dan berusaha melepaskan diri dari pelukan sang Suami.
"Apaan sih,gak jelas.siapa juga yang cemburu.Aku kan bilang kalau Aku nggak peduli,Kamu mau dekat sama siapapun juga!"ucap Nisha sambil mendelik kesal.
"Iya sayang,Iya.Jangan marah terus dong,nanti cantiknya hilang."
"Awas,Aku mau masak dulu.Kasian Bapak sama Ibu pasti udah lapar!"
"Gausah repot repot Ma,Papa udah bawain makanan kesukaan Ibu sama Bapak,tapi dijamin sehat kok.Mama mandi aja dulu,bau acem ih.Papa mandiin ya,mau nggak!"
"Ogah!"ucap Nisha dengan wajah kesal.
.
.
__ADS_1
.
*********