
Hallo Bestie,pembaca setia TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK.Terimakasih sebanyak banyaknya karena selalu setia membaca novelku ini ya..Untuk episode kali ini cerita Bilqis dan Radit akan segera Aku tamatin aja ya,berganti dengan kisah Nisha yang juga akan menikahi Bujang lapuk hahahha.Jadi untuk season 2,akan banyak kisah Nisha yang diceritakan.Sooo...jangan kemana mana suport selalu Novel ini ya,maaf kalo masih banyak tipo disana sini,Karya remahan kerupuk ini semoga masih bisa diterima.Jangan lupa Like,Komen,vote sebanyak banyaknya😊😊😊🥰🥰🥰
**********
Bilqis begitu kaget mendengar dari Sang Bunda kalau suami sang Kakak mengalami kecelakaan dan saat Ini Ayah dan Bundanya sedang berada di rumah sakit diBandung.Bilqis menangis setelah mengakhiri pembicaraan dengan sang Bunda,padahal rencananya hari ink Dia ingin menghabiskan hari minggunya dirumah sang Bunda,Dia sudah sangat rindu,apalagi dengan masakan Bundanya itu.Sudah terbayang difikirannya kalau hari libur ini akan menyenangkan dan bahagia.Namun kabar kecelakaan yang disampaikan Oleh sang Bunda membuat harinya menjadi kelabu.
"Ho-ney ada apa?Teh Nisha kenapa?desak Radit panik begitu melihat sang Istri terpekik sambil menyebut nama Nisha dan kini menangis membuat Radit benar benar cemas.
"Suami Teh Nisha mengalami kecelakaan Pi,sekarang Ayah sama Bunda ada dirumah sakit di Bandung.Kasian Teh Nisha,Aku bener bener khawatir sama Teteh,kasian Teteh Nisha hiks hiks...Anter Aku ke Bandung Pi,Aku mau tau keadaan Abang!"Radit langsung memeluk sang Istri dan menenangkannya.
"Tenang Sayaang jangan nangis..!"Radit membelai rambut sang Istri dan mencium puncak kepalanya.
"Sudah sayaang,Kalau begitu Kita ke Bandung sekarang,jangan banyak pikiran macam macam dulu.Semuanya akan baik baik aja,Teteh Nisha juga pasti baik baik saja Sayang,Kamu harus tenang ya,ingat bayi bayi Kita dalam kandunganmu Honey."
"Iya Pi,Aku cuma khawatir dan sedih aja dengernya,Aku bisa merasakan kesedihan Teteh,dulu juga Aku pernah ngalamin."
"Iya Sayang Aku ngerti,ya sudah Kamu siap siap dulu,dan sebaiknya Rafa tidak usah ikut ya,lebih baik dirumah saja sama Mama Papa,Aku akan telepon supaya Mereka kesini!"
"Tapi takutnya Kita lama disana sayang,tadi Kata Bunda,luka abang lumayan serius.Dan takutnya Rafa juga rewel nanti,apalagi sekarang agak kolokan,maunya deket sama Mami Papinya terus."
"Ngga Sayang,kalaupun rewel pasti Mama sama Papa nyusulin Kita keBandung!"
"Kalau begitu terserah Papi saja.Yang penting ga merepotkan Mama sama Papa!"
"Nggak Sayaang,kan Kita juga sebentar lagi tinggal sama Mereka."
*********
Nisha kini berada di UGD rumah sakit, ditemani Ayah juga Bundanya,sedangkan Iday dirumah bersama Asistennya.Nisha duduk disebelah sang Suami dikamar UGD.sudah dari 1 jam yang lalu Dia berada durumah sakit itu.
Dia terduduk dengan tatapan kosong,mnerima kabar kalau Sang Suami mengalami kecelakaan membuatnya benar benar syok.Padahal baru beberapa jam lalu Dia meneleponnya,namun begitu mendapat kabar kalau suaminya kecelakaan dadanya nenar benar serasa terhimpit,benar benar terasa sesak.sakit sekali.
__ADS_1
"Nisha makan dulu atuh nak,sedari tadi perut kamu teh belum diisi apa apa,Bunda khawatir sama Kamu Nish,jangan sampai kalian tumbang dua duanya.Ingat Iday dong,siapa nanti yang jagain kalau kalian berdua tumbang begini!"
"Nisha ga laper Bun,boro boro inget makan,lihat keadaan si Abang begini,bikin ga nafsu apa apa,Nisha cuma mau kalau Abang cepet sembuh!"ucapnya sambil berurai air mata.
"Iya Nish Bunda ngerti,Bunda yakin.siAbang bisa seceoatnya sembuh,makanya Kamu harus semangat jangan sampai sakit,ini Ayah tadi beli nasi padang diluar,Kamu makanlah sedikit."
Nisha sebenarnya sangat tidak ada nafsu sama sekali untuk makan apapun,apalagi melihat kondisi Sang Suami begitu memprihatinkan.wajah Sang Suami terlihat sangat pucat,kepalanya lengan kanan dan juga kaki kanannya tamoak diperban.Dia terlihat sangat tidak berdaya,membuat Nisha tak tega melihatnya.
Nisha meraih tangan sang suami dan menciuminya.
"Abaaang,abang kuat ya,Abang harus sembuh.Nisha Sayang Abang."ucapnya sambil mencium tangan sang suami dan mwnaruhnya dipipinya.
"Eheem maaf mengganggu...bagaimana keadaan Dimas!"Ucap Laki laki yang berdiri disamping Nisha dengan pelipis kanannya dibalut perban.
"Mas ini siapa?"Tanya Nisha mengerutkan keningnya.
"Saya John Kakaknya Dimas!"
"Mengapa keadaan Anda baik baik saja,sedangkan suami Saya tidak berdaya seperti ini!"ucap Nisha
"Apakah Anda yang membawa mobilnya dan sengaja mencelakakan Suami Saya?"Tanyanya.
"Tenanglah Mba,disini Saya juga sama kirban kecrlakaan,siapa juga yangvingin kecelakaan ini terjadi."
"Kecelakaan ini terjadi saat sang supir ingin menghindari truk tronton yang ingin menyusul kendaraan yang Kami tumpangi,namun mobil oleng dan menabrak pembatas jalan!"Jelas John.
"Kenapa harus menimpa Suami Saya,huuuu huuuu!"Nisha menangis meratapi keadaan suaminya.
"Tenanglah Nis,sebentar lagi Abang pasti sembuh,lebih baik Kita tanyakan keadaannya pada dokter.Jangan menyalahkan orang lain."
"Selamat Siang Ibu!"Dokter menghampiri Nisha.
__ADS_1
"Siang Dokter,bagaimana keadaan Suami Saya Dok?"Tanya Nisha was was.
"Dua jam lagi Kami akan melakukan tindakan operasi pada pasien,ada pendarahan diotak sehingga harus secepatnya dioperasi,untuk itu Kami meminta persetujuan ini terlebih dahulu kepada keluarga pasien!"ucap Dokter dengan lugas.
"Lakukan yang terbaik untuk suami Saya Dok,tolong selamatkan suami Saya,Saya mohon Dok!"
"Nis,Kamu harus semangat,Bunda yakin Dimas itu Anak yang kuat,Dia akan baik baik saja.Kamu tenang ya Nish,harus banyak berdoa agar Suami bisa sembuh seperti sedia kala!"
Sedangkan John yang merupakan Kakak dari Suaminya itu tampak sedang mengobrol dengan dokter yang tadi memberi kabar kalau Suaminya harus dioperasi.
"John Kakaknya Dimas?Kok Aku baru tau,bukankah Abang merupakan Anak tunggal,kenapa tiba tiba Dia punya Kakak?tanya Nisha dalam hati.Namun Dia tak ingin memikirkannya Dia hanya ingin kesembuhan suaminya.Dia tak ingin yang lain.
Radit,Bilqis juga Mertua Nisha datang tergopoh gopoh kerumah sakit,menysuri lorong panjang rumah sakit membuat Bilqis mwngingat saat kecelakaan terjadi pada Radit saat hamil pertamanya dulu benar benar membuatnya tak nyaman.
Dia dapat merasakan apa yang Kakaknya rasakan saat ini,tentu Nisha sangat ketakutan dan terpukul.
Begitu Mereka bertemu,Bilqis langsung menghambur ke pelukan sang Kakak,dapat Bilqis lihat Nisha terlihat begitu sedih,wajahnya terlihat takut dan cemas,matanya terkihat merah dan sembab.Sungguh pemandangan yang membuat hatinya sesak.
Mama mertua Nisha menangis tersedu memeluk erat sang menantu,kabar buruk mengenai kecelakaan sang Anak yang begitu tiba tiba membuat kedua Mertuanya terlihat sangat Syok.Mereka tak kuasa menahan tangis.
"Teteh yang sabar ya teh,Abang pasti cepet sembuh lagi,Iqis tau Abang orang yang kuat.Dulu Mas Radit juga seperti itu,ga akan lama lagi semuanya akan kembali seperti semula.Yang penting Kita ikhlas dan tawakal."Ucap Bilqis menenangkan Sang Kakak yang tampak terpukul dengan musibah yang terjadi.
Radit kini menyadari betapa beratnya dulu yang dirasakan Bilqis saat kecelakaan,paati hatinya penuh dengan rasa was was dan kecemasan.
Dimas sudah dibawa keruang operasi diantar oleh Nisha dengan penuh air mata.
Sementara itu Mertuanya berpelukan dengan Lelaki yang mengaku Kakak tiri suaminya.
.
.
__ADS_1
*********