
Radit meletakkan Rex si kembar pertama yang sudah tertidur lelap kedalam box bayi,selanjutnya Ryo sibungsu yang masih menggelantung manja didada Bilqis.Radit menatap bayi bayinya sambil senyam senyum.Dia menatap penuh cinta pada sang kekasih hati Bilqis.
"Oweeee....oweeee!"terdengar tangis Rhein menggema ke seluruh ruangan,suaranya memang yang paling kencang saat menangis.
"Kok nangis ya Sayang,padahal kan tadi udah mimi?"tanya Radit sambil menggendong Rhein dan menimangnya,agar tangisnya berhenti.
"Mungkin pipis atau pup,coba dicek diaper nya Pi!"ujar Bilqis yang masih sibuk menyusui.Raditpun mengikuti perintah Bilqis.
"Oh iya sayaang,Dia pup tuh!"ujar Radit.
"Yaudah panggilin suster aja!"ujar Bilqis
"Gausah Honey,kalau hanya mengganti popok,Aku juga bisa."Ucap Radit.sambil mengambil satu diaper dan dengan telaten dibersihkannya dulu kemudian baru dia pakaiankan untuk Rhein si kembar nomer 2.Radit sangat pintar l,membuat Bilqis bangga melihat sang Suami mau turut serta membantunya,bahkan Dia tidak merasa jijik sedikitpun.
Setelah menimangnya sebentar dan sang bayi sudah terlelap,Radit baru meletakkannya kembali kedalam boks bayi.Kemudian Dia menghampiri sang Istri,kemudian duduk disampingnya.
"Sayaang mau mamam apa,nanti biar Aa siapin.Kamu harus banyak makan biar asinya banyak,apalagi harus menyusi 4 bayi."goda Radit.
"Kok 4 kan bayi kita cuma tiga,Rafa kan udah ga nen lagi!"ujar Bilqis.
"Aku yang ke 4 sayaang,Akukan bayi besar Kamu!"ujar Radit tergelak.
"Iiiihh Papi nakal."ucap Bilqis sambil menepuk manja bahu sang suami.
"Yaaaang!"Panggil Radit.
"Heeemmmhhh!"
"Ayang mau hadiah apa dari Aku?"Tanya nya pada sang Istri.
"Hadiah untuk apa Pi?"
"Hadiah karena Kamu sudah memberikan kebahagiaan yang begitu besar buat Aku,Kamu dan Anak Anak Kita adalah sumber kebahagiaan Aku sayaang,Terima kasih sudah hadir dalam hidup Aku Bilqis Putri!"Ucapnya sambil mendekap tubuh sang Istri dari belakang.dan meletakkan dagunya dibahu Bilqis.
"Sama sama Aa,Aku juga sangat bahagia sudah menjadi bagian di hidup Aa,buat Aku Aa adalah anugerah terindah dalam hidup Aku!"ucap Bilqis tulus.Ryo sudah tampak terlelap,bayi mungil nomer tiga itu sangat lucu dan menggemaskan.Bilqis tak tahan untuk tidak menciumnya.Setelah puas mencium,Radit membantu sang Istri untuk meletakkannya di dalam box bayi.
Radit kembali menghampiri sang Istri dan memeluknya mencium Pipi,kening,juga bibirnya.
"Apa benar yang Kamu katakan kalau Aku itu Anugerah terindah buat Kamu?"Tanya Radit sambil menatap mata sang Istri lekat lekat.
"Iya Aa masa Aku bohong!"ucap Bilqis yang membalas tatapan mata sang suami dengan penuh cinta.
"Terimakasih ya Sayaang,Aku jadi lelaki yang paling beruntung didunia ini,karena sudah memiliki Kamu!"ujar Radit yang kini ******* bibir sang istri,rasanya tidak tahan melihat bibir sang istri yang masih saja seksi,pikir Radit.Bilqis mendorong dada Radit yang ciumannya sudah menjalar kemana mana."
"Sayaang jangan,kan harus puasa dulu 40 hari,Aku lagi masa nifas lhooo."ucap Bilqis mengingatkan.
"Iya Sayaang,maap,memangnya ga boleh ya,kan cuma ciuman!"tanya Radit dengan wajah tanpa dosa.
"Ga boleh,ntar Aa ga bisa nahan,kan berabe.Ntar nyari cewek yang lain lagi,jajan diluar!"
"Ih Amit amit Sayaaang,mana mungkin Aku seperti itu,ga pernah terlintas dipikiran Aku untuk melakukan hal buruk dibelakang Kamu Honey!"
"Iya Aku percaya,tapi takutnya Aa ga bisa nahan!"
"Aa cuma kangen bibir Neng cantik!"ucao Radit yang kembali meraih dagu Bilqis dan menciumnya dengan mesra.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"ucap Bilqis yang segera membenahi diri dan agak bergeser menjauhi sang Suami.
"Teteh ganggu ya?"Tanya Nisha yang hanya melonggokkan kepalanya saja dibalik pintu.
"Nggak Teh masuk aja!"ucap Bilqis.
"Kirain Teteh ikut kerumahnya Aa John!"ucap Radit menggoda.
"Ihhh mau ngapain,ga ada urusan sama Dia!"ucap Nisha sewot sambil duduk disamping Bilqis.
"Teteh kok kayak yang kesel gitu sama Kak john?"Tanya Bilqis sambil mengernyit.
"Nggak tuh biasa aja!"ucap Nisha lagi yang tidak berani menatap sang Adik.
__ADS_1
"Sayang,Aa keluar dulu sebentar ya.Mau ngasihin berkas ini sama Pak Engkos,biar diantar kekantor!"
"Iya silakan Mas Bucin,mau lama juga gapapa biar Aku sendiri yang jagain Adik Aku!"usir Nisha pada Radit.
"Ampuuun punya ipar kok galak banget,tanda tandanya bentar lagi ada yang mau datang ngelamar nih kayaknya!"Goda Radit.
"Ihhhh Mas bucin nyebelin ya,Awas Aku culik nih Anaknya!"ucap Nisha kesal.swdangkan Bilqis hanya senyam senyum melihat Kakak dan suaminya itu sekarang bagai tikus dan kucing.
"Hahahahha!"Radit pun berlalu dari hadapan Kakak beradik itu.
"Teteh emang kenapa ga ikut kerumah Kak John,kan lumayan bisa lihat rumah Pak dokter ganteng!"
"Kamu juga ikut ikutan jodoh jodohin Aku sama Dokter itu Qis?"Tanya Nisha kesal.
"Bukan jodoh jodohin Teh,maksudnya kan Iday kayaknya deket banget sama Pak dokter,kan baru beberapa kali ketemu,mungkin saking kangennya sama sosok seorang Ayah, Anak umur segitu kan memang biasanya sangat mengidolakan figur seorang Ayah dan Mereka akan sangat dekat,apalagi Iday Laki laki.Dia mencari sosok idola,yang segala sesuatunya akan Dia tiru Teh.
"Kok Teteh percaya aja,kalau diapa apain gimana Iday?"Goda Bilqis.
"Diapa apain gimana Qis,Kamu tuh ada ada aja.Ya ga mungkin lah Dia macem macem sama Iday,Teteh juga bisa lihat kalau Dia itu orang baik."Ucap Nisha.
"Nah itu Teteh tau kalau Kak John orang baik,ga ada salahnya kan Teteh membuka hati untuk Kak John,dulu juga kan Iqis dijodohkan sama Aa Rafit,ga ada cinta sama sekali,Yang ada malah saling benci.Tapi sekarang buktinya Iqis vinta dan sayang banget sama Aa Radit.Iya Iqis tau kalau Abang itu bafu hitungan bulan meninggal,tapi kan maaf ya Teh,tidak ada gunanya Kita terus meratapi kepergian Abang,Orang meninggal kan ga akan hidup lagi.sedangkan permintaan Abang sendiri agar Teteh menikah dengan Kak John.Kak John akan selalu ada dihati Teteh,Iqis juga tau,Teteh cinta dan sayang sama Abang,Iqis juga menyadari,mungkin kalau Iqis ada diposisi Teteh,Iqis juga ga akan mau.dan ga akan sanggup.Iqis mah cuma ngasih masukan aja untuk Teteh yang paling Iqis aayang didunia ini.Iqis mau lihat Teteh bahagia.Apalagi Teteh kan masih muda,pasti banyak kumbang kumbang ditqman yang mendekat dan mengerubungi Teteh.Hati hati aja dapet KumbangTua bangka genit,yang udah punya Istri godain Teteh,kan serem."Ucap Bilqis sambil bergidik.
Nisha merenungi kata kata sang Adik,ya memang apa yang dikatakan Bilqis ada benarnya juga,Tapi entah mengapa hatinya sangat takut,rasanya terlalu cepat bila Dia memounyai seorang suami untuk sekarang.Kalau 5 atau 10 tahun lagi mungkin Dia akan pertimbangkan pikir Nisha.
.
.
********
Nisha menelepon John,Dia bermaksud untk menyusul kerumahnya,Namun ponselnya tidak aktif saat Dia meneleponnya,membuat Nisha sedikit was was.
"Kemana siih,kok ga diangkat terus teleponny?Apa jangan jangan sedang tidur ya,terus Iday disana ngapain?"
"Aaaahhh kenapa tadi Aku ga ikut aja kesana."sesalnya dalam hati,kemudian Dia kembali ruang perawatan Bilqis.
"Qis,ini nomernya Kak John,ditelepon telepon kok ga aktif,Kamu tau rumahnya dimana?biar Teteh nyusulin kesana aja deh!"ucapnya dengan mimik wajah khawatir.
"Tuh kaaan,baru sebentar ga ketemu udah ada yang kangen."
"Iiihhh apaan siih,siapa yang kangen perasaan teteh biasa aja deh.ngapain juga kangen sama Kak John,Diakan cuma ioar,bukan siapa siapa!"
"Kamu tuh sama persis sama suami Kamu Qis,sama sama nyebelin sekarang.Padahal kan maksud Teteh tuh ga kearah sana ,Kamu malah nyangkut nyangkutin,udah aahhh Teteh ke kamar mandi dulu!"Ucap Nisha sambil berlalu kekamar mandi.
Namun kemudian Ponsel Nisha bergetar,ada panggilan telepon,Kemudian Bilqis iseng mengambil telepon Nusha,takut sesuatu hal yang penting pikir Bilqis.Saat dilihat siapa yang menelepon ,Bilqis mengernyit heran
MAS BULU ๐
"Siapa Mas Bulu?Tanya Bilqis heran melihat nama Aneh itu menelepon ponsel sang Kakak.
"Teh Ada telepon!"Teriak Bilqis.
"Angkat aja Qis,mungkin dari Bunda!"
"Bukan Teh,gatau dari siapa!"
"yaudah angkat aja siapa tau penting!"
Setelah mendapat ijin Bilqis pun mwngangkat telepnnya.
"Baru tinggal sebentar udah ada yang kangen!"ucap suara laki.laki tersebut membuat Bilqis mengernyit bingung.
"Ada apa Nish kok diem aja?Ngomong dong.Iday disini baik baik aja,lagi baca buku!"
"Eh inj Kak John,kirain siapa,kok suaranya beda ya hehehe!"
"Lho ini Kamu Qis,kok Nisha ngasih nomer telepon Kamu?"Tanya John bingung.
"Nggak Kak ini bener kok nomernya Teh Nisha,cuma si Tetehnya lagi keluar."Ucao Bilqis beralasan.
"Ohhh yaudah,tadi tlpon beberapa kali,ponselnya ada dikamar,Kakak lagi diruang baca sama Iday."Jelas John
"Ok Kak nanti Iqis sampein!"
"Ok deh bye!"
__ADS_1
John menutup teleponnya sedangkan Bilqis serta merta menahan ketawanya,karena takut jahitan diperutnya akan bermasalah bila Dia terlalu banyak tertawa.Bilqis sampai menggigit bibirnya saking susahnya menahan tawa.
"Jamu kenapa Qis,kok Aneh kayak gitu."Tanya Nisha heran.
"Teteh Ihhh..bisa bisanya!"
"bisa bisa knapa?"tanya Nisha bingung.
"Bisa bisanya Teteh ngasih nama kak John dengan Mas Bulu,sumoah ngakak banget!"
"Ya ampun kirain apaa,Kan emang Pak dokter itu banyak bulunya!"ucao Nusha datar.
"so sweet ihhh,udah ada nama kesayangan segala buat doi.adeuuuuhhh Teteh!"ucap Bilqis menggoda sang Kakak.
"Ih naon sih adeuh adeuh segala.biasa aja ah,bukan nama kesayangan,itu Teteh kesel ngasih nama itu!"
"Emang kesel kenapa ciiiih?"Goda Bilqis.
"Kamu biasa aja dong Qis,jangan godain Teteh terus.Teteh sebel tau."Ucao Nisha sambil mendelik.
"Habisnya lucu sih,ngasih nama kok Mas Buku,Iqis kan jadi pengen ketawa!"
"Jangan marah dong Teteh sayang,Maapin Iqis ya!"ucap Bilqis yang tengah membujuk sang Kakak yang sedang merajuk.
"Teteh pulang besok ya Qis,kalau kelamaan gaenak.Kan Teteh sekarang guru,cuna dikasih cuti sebentar!"
"Yaaah ga seru dong Teh kalau Teteh pulang,jangan besok ah.pulangnya lusa aja.Iqis ga akan ngijinin.Apa Teteh marah sama Iqis,yaudah maap Iqis ga akan omes lagi Teh,ga akan ledej ledekin Teteh lagi,tapi jangan pulang dulu atuh pleaseee!"
"Iya deh iya demi Adik akooooh yang super nyebelin,Teteh pulang lusa."
"Yeeeaayyy makasih Teh!"Bilqis memeluk sang Kakak dengan erat.
"Awas hati hati Qis,nanti jahitannya kenapa napa!Jangan terlalu lincah geura!"
"Iya Teteh sayaang!"
*******
Sementara Iday sedang terlelao tidur siang disamping John yang juga terlihat kelelahan.Dia kemudian terbangun begitu mendengar notifikasi pesan diponselnya.
Si Mungil :Kak mau kesini jam berapa?Iday lagi Apa?
John menamai Nisha SiMungil diponselnya.Karena menurut John tubuh Nisha tampak mungil bila sejajar dengannya,bahkan tingginya hanya sebatas Dada.Apalagi saat wanita cantik itu memeluknya kemarin,wangi rambutnya saja John masih ingat.Mebuat Lelaki tamoan itu senyam senyum sendiri.
John :knapa?kangen ya?Iday lagi bobo siang,sama Papanya yang ganteng,tapi Papanya kebangun gara gara dapet pesan dari perempuan mungil.
Sedangkan Nisha begitu membaca pesan dari John langsung memutar bola matanya dengan malas.
"Bisa modus juga nih Pak dokter berbulu!"gumam Nisha dalam hati.Kemudian Nisha membalas oesan tersebut.
Nisha.:Ih Mas bulu bisa modus juga rupanya,kirain kaku kayak kanebo kering.Kesini jam berapa Mas Buluuuu????๐คจ๐คจ๐คจ
Membaca pesan dari Nisha,john langsung tertawa menggelegar,untung saja Iday ga sampai terbangun.karena Dia cepat cepat membekap mulutnya.
John :Ihhh kamu nakal manggil Aku Mas bulu,dasar perempuan mungil jutek tapi lucu.Iya Mungil sebentar lagi Mas Bulumu ini akan ceoat cepet kesana,tunggu ya mungilku๐๐๐๐
Antara kesal juga ingin tertawa membaca pesan dari John,Nisha segera menutup ponselnya dan membelakangi Bilqis,takut kwtauan kalau Dia sedang senyam senyum sendiri.
"Qis.."
"Iya Teh,Tanya Bilqis yang sedang berbalas pesan dengan sang suami."
"Memangnya Teteh mungil ya?"Tanya Nisha yang berdiri sambil berpose bak seorang model.
"Emang kenapa kok nanya begitu?"Tanya Bilqis heran,sambil masih fokus dengan ponselnya.
"jawab aja Qis,Teteh mungil ga?"desaknya.
"Ahhh ngga biasa aja,Teteh kan cuma beda 2 senti dari Iqis.Tapi Si Aa juga suka manggil Iqis mami kecil,karena menurut Aa Radit,Badan Iqis mungil katanya!"ujar Bilqis sambil tersenyum malu.
"Memang siapa aih yang manghil Teteh mungil?"Tanya Bilqis penasaran.
"Ga ada,Teteh cuma nanya aja,barangkali aja Teteh memang mungil."
"Ohhh kirain si Doi hang manggil mungil...ehemmm!"
__ADS_1
"Doa doi doa doi,gausah bilang kayak gitu ah,asa gareuleuh ngedengernya juga!ujar Nisha dengan juteknya.
"sekarang geuleuh(jijik),ntar mah C I N TA...uhuy!