
Bilqis mengerjapkan matanya,tubuhnya terasa sesak,sulit bergerak.Ternyata ulah sang suami yang memeluknya begitu erat,sehingga Bilqis kesulitan bergerak.Dia berusaha menyingkirkan tangan kokoh itu dengan perlahan.Dia terduduk sambil memegangi selimut yang menutup tubuh polosnya,melirik Radit yang tertidur begitu lelap.Dia merasa badannya begitu remuk pagi ini,bener bener seperti baru pertama kali diperawanin suami.pikirnya,pahanya terasa pegal karena Dia terlalu lama membuka kakinya lebar lebar,kewanitaannya pun terasa perih dan ngilu,memang kali ini Radit begitu buas,sampe memintanya berkali kali,Bilqis berdecih memandang wajah lembut sang Suami yang ternyata Dia juga sedang memandanginya sambil tersenyum manis tak ada dosa,padahal Dia sudah membuat Bilqis kewalahan.
"Mau kemana sayang,ini masih pagi!"
"Aku kebelet pengen pipis,gara gara Kamu nih,badan Aku terasa remuk begini sampe susah mau jalan juga!"ujar Bilqis sambil mengerucutkan bibirnya membuat Radit yang melihatnya hanya tersenyum simpul.
"Aku gendong ya,sekalian Kita mandi bareng!"Radit bangkit mendekati sang Istri.
"Jangan ah gausah,nanti minta tambah terus,Aku aja ini udah gakuat lemes banget Mas!"ucap Bilqis dengan wajah memelas membuat Radit tak tega melihatnya.
"Ngga sayaang,tenang aja ya.Kita cuma mandi aja kok ga ngapa ngapain,janji deh!"
"Yang bener!"
"Iya bener masa bohong sama Istriku yang cantik ini.
"Setelah mandi Aku mau masakin Kamu sarapan pagi yang spesial.Setelah itu Kita jemput Rafa,gimana?"tanya Radit dengan wajah berbinar.Bilqis mengangguk semangat sambil merentangkan tangannya minta digendong,dengan bersemangat Radit menggendongnya ala ala pengantin. Keduanya sama sama polos.Bilqis menyembunyikan wajahnya dileher sang suami.Dia jadi Ingat saat awal awal pernikahannya dulu,pernah menggigit lehernya untuk menggoda Radit,membuatnya terkikik sendiri.
Kini sepasang Suami Istri yangย kembali kasmaran itu,sudah berduaan di bawah kuncuran air saling menyabuni sambil sesekali Radit mencuri curi kesempatan untuk menciumnya.
"Katanya cuma mandi aja!"Bilqis protes setelah Radit menyabuni terlalu lama di area dada yang sangat disukainya.
"Iya memangnya ngapain,kan memang lagi mandi!"jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
"Ini tangannya jangan disini terus Mas,Aku mau buru buru,kasian Rafa takut kangen sama Kita."
"Iya iya sayaaaaang,cerewet dari tadi ngomel terus,kan cuma nyabunin aja!"
.
.
.
Radit merangkul bahu sang Istri dengan semangat,Mereka memutuskan untuk sarapan dikediaman Nisha,padahal rencana awal sang Suami ingin membuatkan sarapan untuk mereka,namun mereka khawatir terlalu lama menitipkan Rafa pada sang Kakak,walaupun belum terdengar dering telepon dari Nisha mengabari keadaan sang Anak,apakah Dia rewel atau bagaimana,tapi tetap saja Bilqis merasa tidak enak,karena sudah banyak merepotkan Nisha,Keduanya sudah terlihat ganteng dan cantik.Radit mengenakan celana jeans warna hitam dan kaos oblong putih.Bilqis yang selalu tampil girly kali ini mengenakkan leging hitam dengan seweeter warna pink oversize,terlihat sederhana namun manizz.Mereka berjalan beriringan,ngobrol yang sesekali diiringin canda tawa.
__ADS_1
"Yaampun pasangan ini udah kayak penganten baru aja nih,dari tadi Aku udah tungguin baru muncul!"Nisha menyambut kedatangan mereka,Villa miliknya tak jauh beda dengan yang ditinggali Bilqis,yang biasanya disewakan untuk para wisatawan yang berlibur ke daerah Lembang,yang memang terkenal sebagai daerah wisata dikota Bandung.
"Iya maaf teh,Biasa ngurusin bayi besar dulu!"Bisik Bilqis pada sang Kakak,Radit sudah masuk kedalam mengambil Rafa yang sedang nemplok digendong oleh Suami Nisha."
"Maaf ya Bang,jadi banyak merepotkan!"ujarnya sambil duduk bersama sang Ipar melihat Iday yang asyik berenang,bocah kecil itu sudah mahir berenang,Dia terlihat lihai,begitu lincah hilir mudik dengan berbagai gaya,dan melambaikan tangan pada Radit,memintanya untuk Ikut berenang.
"Santai aja Mas,Rafa pinter ga rewel,diajak main terus sama Iday.Gimana Mas kerjaannya di Singapura?"Tanya Abang suami Nisha.
"Alhamdulillah lancar Bang,Abang gimana?Tanyanya.Radit dan sang Ipar tampak akrab ngobrol ngalor ngidul,dengan segala macam pembahasan,sedangkan dua kakak beradik yaitu Bilqis dan Nisha asyik didapur membuatkan menu masakan sederhana untuk sarapan Mereka.
"Aduuuh aduuuh yang baru baikan,berasa jadi penganten baru yah,dieeem aja dikamar terus tiba tiba ada serangan mendadak ya Qis!"
Bilqis hanya tersipu mendengar perkataan sang Kakak.
"Yang akur ya Qis,jangn berantem terus,Teteh suka sedih kalau Kamu berantem lali kabur kaburan!"
"Ini bukan kabur teh,memang sengaja mau healing kesini,kan kangen juga idah lama ga main ke Bandung,kangen juga sama Teteh."
"Iya Teteh ngerti,memang sesekali Kamu juga butuh hiburan,tapi Teteh berharap rumah tangga Kamu selalu rukun ga ada masalah macem macem,kuliahnya beneran mau berhenti?"Tanya Nisha.
"Waaah suami Kamu itu memang sangat pengertian,beruntung Qis Kamu dapetin Mas Radit.Dia itu dewasa,kaya,kalem,pengertian.Dan yang paling penting Dia cinta mati sama Kamu Qis,Teteh bisa lihat dari cara Dia natap Kamu,sampai segitunya,kemarin juga padahal keliatan banget cape tapi rasa khawatirnya sama Kamu begitu besar,dikira Kamu kabur lagi ya Qis."Nisha terkikik.
"Teteh belum tau siih gimana sifat Mas Radit aslinya,selain cemburuan dan posesif,Dia itu bener bener bayi besar yang manja Teh,kadang Iqis juga suka kewalahan,tapi ya dijalani aja,ya memang manusia itu tidak ada yang sempurna ada baik ada buruknya.Iqis sekarang setiap hari belajar untuk jadi seorang Istri dan Ibu yang baik."
"Waaah Kamu sekarang jadi dewasa banget Qis,Teteh salut sama Kamu,Kamu banyak berubah."
"Iya dooong,masa mau manja terus sama Teteh."
"Ngomong ngomong gimana program nambah momongannya udah berhasil belom teh?"Tanya Bilqis.
"Belom Qis,siabang sekarang sibuk,keluar kota terus,nanti malem aja mau berangkat ke Surabaya,ada kerjaan disana.Jadi Teteh ditinggal lagi hari ini.
"Kalau gitu Teteh ikut aja ke Jakarta,daripada sepi disini."
"Rencana sih memang gitu,Abang ke Surabaya,Teteh ke Jakarta,Tapi akhir akhir ini Teteh kurang harmonis sama siabang,mau program hamil juga susah,siabang dingin sekarang,ga kaya dulu.gatau kenapa,kadang ada pikiran jangan jangan Dia punya Wil."
__ADS_1
"Wil tuh apaan Teh?"Tanya Bilqis mengernyit heran.
"Wanita idaman lain."
"Soalnya sikap Dia dingin sekarang."Jawab Nisha dengan wajah sedih.
"Ya kalau siabang dingin,Teteh dong yang inisiatif,Teteh jangan diem juga,"
"Inisiatif gimana?"
"Inisiatif minta jatah di ranjang lah."
"Oh kalau itumah Teteh udah khatam Qis,gausah diajarin lagi.Teteh justru sangat menguasai berbagai jurus dan berbagai gaya untuk membuat siabang merem melek!"ucap Nisha mantap,membuat Bilqis tersenyum meringis mendengarnya.
"Terus kenapa atuh bisa diem gitu,ada masalah dikerjaannya kali.Teh!"
"Gatau Qis Teteh juga,misterius siabang Mah,kalau ditanya diem aja.Bingung Teteh."
"Ohhh Iqis tau Teh,mungkin Teteh terlalu agresif,terlalu banyak jurus dan banyak gaya.sekali sekali Teteh diem aja,pasrah gausah macem macem,kalau kemarin kemarin Teteh banyak minta,sekarang Teteh diemin aja.Teteh pancing aja pake baju seksi nan aduhai,tapi gayanya tetep kalem,jangan kayak cacing kepanasan narik narik tangan Suami ke tempat tidur.Sekarangmah pake cara yang slow,tong agersif teuing bisi boseneneun siabang na(jangan terlalu agresif nanti bosen siabang nya).
"Nah kalau si Abang ngajak,jangan pake gaya ini itu,cukup diam sajaaah seperti gedebog pisang,biar siabang tunjukan kelihaiannya Teh,dijamin berhasil."Ucao Bilqis sambil mengerlingkan matanya.
.
.
.
**********
Vote,Like,dan Hadiaaah yang banyak dooong Bestieeeehhhhh๐๐๐๐๐๐๐๐
.
.
__ADS_1
.