
Setelah berpamitan kepada Sang Mertua,Radit bergegas agar Pak supir mengantarnya ke Bandung hari itu juga,rasanya tidak bisa ditunda lagi untuk bertemu sang Istri dan anaknya.Seperti sudah mau gila saja saat mendapati Anak dan Istrinya tidak ada dirumah mertuanya,sekali lagi Radit terpaksa harus menahan sabar untuk bertemu Anak dan Istrinya.Walaupun tubuhnya terasa lelah namun jiwanya tidak bisa diajak kompromi,rasa rindu yang sudah kadung membuncah,tak bisa terelakan lagi.
Radit beberapa kali menghububgi sang Istri,namun ponselnya tidak aktif,entah karena sengaja untuk mengjindarinya atau karena memang ada kemdala lain,Radit tampak sangat tak sabar.Terpaksa Dia harus beelelah letih kembali untk bertemu sang Istri.
Padahal sudah terbayang,bagaimana Bilqis dan Rafa akan menyambut kedatangannya dengan bahagia,sayangnya hal itu cuma bayangannya saja,Radit pikir saat kemarin terakhir menelepon sang Istri,Dia tampak menggoda sang Suami,namun salahnya Radit justru memasang wajah permusuhan seolah enggan berbaikan dengannya,sehingga sang Istri menjadi kesal kepadanya,apalagi pikirannya kini tak lepas dari perkataan Bilqis yang akan mencari suami baru,tentu saja hal itu membuatnya gelisah,pikiran macam macam tentang sang Istri berkeliaran dibenaknya.Bayangan pertemuan Lelaki yang waktu itu dilihatnya,apalagi Dia muda dan tampan dan juga terlihat sangat menyukai Istrinya,kontan saja hal itu membuat Dia menjadi tidak tenang.
Radit memandang kearah jendela mobil,baru separuh perjalanan yang ditempuhnya,tapi rasanya seoerti sudah berhari hari Dia duduk dimobil itu,Dia tampak melonggarkan dasinya yang terasa mencekik dilehernya.Mengusap wajahnya dengan kasar,Dia menyesali sikapnya yang terlalu keras pada sang Istri,tak menyangka Bilqis akan berontak,dipikirnya sang Istri akan diam dan membujuk rayunya karena sedang marah,namun kini keadaan berbalik
Dia harus mengeluarkan jurus mautnya untuk membujuk sang Istri yang sedang merajuk.
.
.
.
Sekitar 3 jam Radit sudah sampai dialamat yang Ibu mertuanya berikan,Bilqis berada disebuah Villa dilembang yang ternyata milik Tetehnya.Villa yang begitu nyaman dengan udaranya yang sejuk.Radit tak ragu melangkahkan kakinya kedalam bangunan minimalis dengan bergaya modern yang merupakan rancangan suami Nisha sendiri.
"Eh Mas Radit!"Nisha nampak terkejut melihat Iparnya tiba tiba datang dengan wajah nampak kelelahan namun ada binar bahagia dimatanya begitu melihat sang Anak berada digendongan Nisha.Radit segera menghampiri Nisha dan meminta Rafa dari gendongannya.
"Uh, sayangnya Papi makin tembem aja ini!Papi kangen banget sama Rafa!"Radit memeluk dan menciumi bayi gembul itu dengan gemas.
"Kangen Papi ya sayaang!"Bayi kecil itu hanya tertawa tawa begitu diciumi oleh sang Papi.Nisha melihatnya hanya senyam senyum dengan interaksi sang Anak dan Papinya itu.
"Aku pikir Mas Radit ga pulang hari ini,Bilqis bilang katanya lama dinas di Singapura nya ya!"
"Ah ngga kok teh,Saya cuma mau ngasih kejutan buat Istri tercinta,gataunya malah Saya yang terkejut,karena Bilqis ga bilang akan keBandung!"
__ADS_1
"Ya ampuuun,berarti tadi kerumah Bunda dulu dong?"
"Iya tadi kerumah Bunda dulu!"ucao Radit sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Duuhhh Iqis nih memang paling bisa bikin suami puyeng,hehehe.Maaf ya Mas,memang Saya yang memintanya main kesini,soalnya Saya belum.bisa main kerumah Bunda,disini lagi repit juga!"jelas Nisha yang merasa tidak enak pada iparnya itu.
"Gapapa teh,santai aja.Justru Saya seneng,Iqis jadi ga ngerasa bosan,mungkin butuh liburan juga.Sekarang kemana Iqisnya teh?"Tanya Radit sambil celingat celinguk mencari keberadaan sang Istri.
"Tadi sih katanya mau mandi,Abis olahraga tadi Mas,keliling keliling kompleks sini!"tukas Nisha.
"Oh ya sudah kalau begitu Saya temui Bilqis dulu ya Teh,boleh titip Rafa sebentar?"
"Boleh banget Mas,sekalian mau Aku ajak jalan jalan Ya sama Iday sama Suami juga,mungkin Mas Radit perlu waktu banyak untuk lepas kangen sama Iqis!"
"Terima kasih banyak Teh,atas pengertiannya!"Radit mengangguk sopan saat sang Anak sudah dibawa pergi oleh Nisha.Dia memang sangat perlu waktu berdua bersama Bilqis,Apalagi sang Istri sedang merajuk padanya.
Dengan terburu buru Dia mencari sang Istri kekamarnya.Namun ternyata tidak ada.Radit bergegas kekamar mandi.Terdengar suara Bilqis sedang bernyanyi dikamar mandi dengan suara seadanya membuat Radit senyam senyum sendiri.namun begitu didekati apa yang sedang Bilqis nyanyikan,membuat perasaan Radit jadi gelisah dan ketakutan.
"Ku punya banyak teman Lelaki..
Sepertinya kukan bahagia...
Lalalalalala nananananana
Perlahan Radit buka pintu kamar mandi,Bilqis sedang asyik berendam dibathub,matanya terpejam menikmati air hangat dengan busa yang melimpah,sambil bersenandung ria,membuat Radit tertegun,antara rindu,senang,kesal,marah menjadi satu.apalahi lirik lagu yang dinyanyikan Bilqis membuat perasaannya benar benar kesal sekaligus was was.
"Honey!"
__ADS_1
Bilqis yang sedang asyik memanjakan tubuhnya tiba tiba terhenyak mendengar suara Sang suami yang memanggilnya.Matanya langsung terbelalak begitu Lelaki yang membuatnya rindu sekaligus sebal,sudah berada dihadapannya.
"Mas Radit!"
"Yes My Love,im here!"Radit berdiri dihadapan Bilqis sambil tersenyum begitu manis,wajahnya nampak gurat kelelahan namun hatinya melompat kegirangan melihat wanita yang dirindukannya.
Radit mendekati sang Istri yang sudah berlumur busa yang begitu melihat didalam bathub yang hanya terlihat kepala sampai leher saja.
"Jangan deket deket,Aku lagi Mandi,bisa keluar dulu ga?"Usir Bilqis dengan wajah terlihat jutek,membuat Radit sendu."
"Kok ngusir.Akukan kangen Kamu Honey!terus kenapa tadi Kamu nyanyinya kayak gitu,selingkuh selingkuh segala!"tanya Radit sambil melangkah maju mendekati sang Istri.
"Nyanyian doang aja dimasalahin.Aku bilang jangan deket deket,Aku lagi kesel,Aku lagi marah sama Mas!"
"Kenapa marah terus,kan udah berhari hari Kita marahan Honey,Aku capek banget,Dari Singapura pengen cepet pulang,kangen Rafa,kangen Kamu,kangen kehangatan Kita sayaang!"
"Siapa suruh musuhin Aku lama banget,Mas sendirikan yang rugi.Sekarang giliran Aku yang marah,yang sebel,yang dongkol sama Mas!"
"Jangan dong marah marah lagi ya Honey,ngambeknya ditunda dulu,Mas kangen banget sama Kamu,udah ga kuat nahan rindu,sudah berhari hari Aku jauh dari Kamu,dan hal itu bener bener bikin Aku tersiksa Honey,Please jangan musuhin Aku.Aku cape banget seharian ini nyariin Kamu,gataunya ada disini lagi berendem,Aduuuh Istri Aku yang seksi i miss you like crazy babe,please forgive me."ujar Radit dengan wajah memelas.
"Tapi Aku masih kesel,Aku gamau ketemu sama Mas Radit."ucap Bilqis sambil membuang muka,walaupun dalam hatinya merasa tidak tega yang melihat sang suami tampak kelelahan.
"Tapi Mas udah ada didepan Kamu sayang,Kita mandi bareng ya,Aku juga udah gerah banget yaang,apalagi melihat Kamu yang seksi seperti ini,Aku semakin tersiksa,please sayaang Aku gamau jauh dari Kamu lagi!"ucap Radit dengan wajah sendu,mendekati sang Istri.satu persatu pakaiannya dilucuti,dengan tubuh polosnya masuk kedalam bathub mendekati sang Istri.
.
.
__ADS_1
.
********