
Radit memeluk dan mengusap punggung sang Istri dengan lembut,Dibiarkannya Bilqis menumpahkan rasa sedih nya,begitu mendengar kabar bahwa Kakak iparnya meninggal.Wanita cantik yang kini sedang berbadan dua itu menangis pilu.Walaupun Dia tidak terlalu dekat dengan sang kakak ipar,namun tetap saja hatinya terasa sakit dan begitu kehilangan,Meninggal dengan sangat tiba tiba.Apalagi jika Dia membayangkan perasaan sang Kakak saat ini,rasanya tak dapat dibayangkan bagaimana hancurnya perasaan Nisha yang ditinggal oleh suaminya secepat ini,pergi begitu mendadak.Kabar yang bagaikan petir menyambar itu diterimanya dari sang Bunda.
"Sabar ya Sayaang,semuanya sudah ditakdirkan Yang Maha kuasa,Kita harus menerimanya dengan Ikhlas."ucap Radit sambil menyeka airmata sang Istri yang terus saja menggenang diwajahnya.
"Kasian Teh Nisha sama Iday,kepergian Abang yang mendadak tentu membuat Teh Nisha sangat sedih Pi!"
"Bukan hanya Teh Nisha,Kita semua sedih sayaang,tapi Kita tidak boleh berlarut larut dalam kesedihan yang akan membuat Kita terpuruk,justru Kita harus bantu Teh Nisha untuk kuat dan ikhlas menerima semua yang sudah ditakdirkan.Kita jangan terlihat sedih dan rapuh yang justru akan membuat Teh Nisha semakin terpuruk."
"Sedih boleh tapi jangan sampai berlarut larut dan malah akan menyakiti diri Kita sendiri dan orang orang terdekat kita"ucap Radit yang membelai Bilqis dengan penuh cinta
"Sekarang Mami makan dulu sebelum Kita kembali kesana.Dari tadi susah sekali disuruh Mamam,apa ga kasian sama Anak anak Kita Honey,Mereka butuh nutrisi untuk pertumbuhan Mereka.Jangan sampai ada apa apa dengan Kamu dan Anak Anak Kita sayang!"ucap Radit tegas.
"Iya Pi...Maaf,terus Mama sama Papa sudah sampai mana?"
"Sudah masuk Tol Bandung,Rafa sama Bi Yuni Ikut!"
"Ahhh syukurlah Bi Yuni ikut,hiks hiks...Teh Nisha...!"lirih Bilqis,membayangkan sang Kakak yang biasanya pecicilan dan suka bercanda,kini harus menangis meratapi duka karena ditinggal suami tercinta.Tak terbayang jika hal itu menimpanya,apalagi Jika mengingat Radit pernah dalam kondisi yang sama,kecelakaan dan koma.Persis seperti yang dialami oleh Iparnya itu,namun Bilqis beruntung,Yang Maha kuasa masih menakdirkan Radit untuk tetap hidup sampai saat ini,menemaninya,mencintainya dan memanjakannya seperti sekarang.
__ADS_1
Tiba tiba Bilqis menghambur kearah Radit dan memeluk suaminya itu dengan sangat erat.
"Aa Jangan tinggalin Aku,jangan pernah tinggalin Aku A,Aku ga akan sanggup,Aku ga bisa sedetikpun jauh dari Aa,walaupun kadang Aa nyebelin,posesif dan mesum!"ucap Bilqis sambil mengusap usap Dada sang Suami dan kembali menangis.Radit terkikik ditengah rasa sedihnya mendengar kata kata sang Istri.
"Aa juga ga sunggup jauh dari Neng cantik!"ucao Radit sambil mencium puncak kepalanya.
********
Bilqis ingin sekali mengantar kepergian sang Kakak ipar ke peraduan terakhirnya namun sang Suami melarangnya untuk hadiir dipemakaman Dimas sang Kakak ipar,Radit tak mengijinkan sang Istri yang dalam kondisi hamil besar itu harus pergi kepemakaman dengan perasaan yang kalut dan sedih,Bilqis memikirkan kondisi sang Kakak yang tentunya sangat terpukul dengan kepergian suaminya yang begitu mendadak.
Tak pernah terbayangkan hal itu akan terjadi pada sang Kakak,semuanya memang sudah digariskan oleh yang Maha kuasa,hanya saja hal ini benar benar mendadak sehingga membuat semua orang merasakan kehilangan yang teramat sangat.
Nisha sesekali menyeka air matanya,Dia menatap dengan tatapan kosong,rasanya Dia tak percaya suami yang begitu Dia cintai secepat ini meninggalkannya.Seperti baru kemarin Dia bercanda tawa dengan Dimas,Lelaki yang teramat dicintainya,seperti baru kemarin lelaki itu mendekapnya dalam pelukan yang hangat,namun Lelaki itu kini pergi untuk selamanya
Tak bisa terlukiskan dengan kata kata bagaimana perasaan Nisha saat ini,Dia harus menjadi seorang janda Diuasianya yang masih muda.
Bahkan tak ada firasat apapun kalau sang suami akan pergi secepat ini,namun kini Nisha menyadari beberapa hari ini Dimas terlihat lebih mesra dan bahkan lebih manja.Padahal sebenarnya Dimas terkenal sangat cuek bahkan cenderung dingin.Jarang sekali mengekspresikan perasaannya.Justru Nisha lah yang selalu lebih dominan dan agresif pada sang suami.Namun anehnya Dimas akhir akhir ini selalu menunjukkan kemesraannya,dan hal itu membuatnya sangat bahagia.Si cuek itu lebih ekspesif padanya.Bahkan Nisha tertawa sendiri saat sang Suami membawakannya bunga dan sebuah kotak kado yang didalamnya ada sebuah lingerie warna merah menyala.
__ADS_1
Dan seperti baru kemarin Lelaki itu tiba tiba memeluknya saat tengah asyik masak didapur.Dan itu jarang sekali terjadi selama pernikahan Mereka berlangsung.Ingatan Nisha menerawang dan mengingat saat sang Suami tiba tiba membooking hotel untuk bulan madu kedua kalinya di ulang tahun pernikahannya dulu,yang membuatnya sempat salah faham,mengira bahwa sang Suami sedang berbuat serong.Ternyata Dia mencoba untuk melakukan hal romantis atas desakan temannya.Dan itu sukses membuat Nisha bahagia.
"Abaaang...kenapa Abang tega ninggalin Nisha...kenapa harus secepat ini,Aku sepertinya tidak akan sanggup.bagaimana dengan Iday,Anak Kita butuh Kamu Bang..."Nisha lembali terisak.Bahkan Dia tidak sanggup mengantarkan kepergian sang Suami tercinta,Dia tak sanggup harus berdiri diatas pusaranya.
"Seandainya Aku diberitahu kalau Abang akan pergi secepat ini,Aku tentu akan menjadi Istri yang lebih baik lagi untukmu Bang,akan selalu ada untuk Abang,menemani Abang kemanapun."
"Terakhir kali Aku mendengar suara Kamu kalau Kamu Sayang sama Aku,tapi Kamu malah pergi seperti ini ninggalin Aku.Padahal Kamu janji mau ngasih Aku bayi perempuan yang cantik yang sangat Aku dambakan.Rasanya Ingin sekali kembali ke seminggu yang lalu.seminggu yang lalu adalah saat saat romantis dengan Abang,namun sekarang justru berakhir duka."
"Seminggu yang lalu Aku seorang Istri namun sekarang Aku seorang janda...!"lirihnya dalam hati.
Bilqis menggenggam tangan Nisha dengan erat,mengusap usapnya agar sang Kakak tenang dan tegar menghadapi segala cobaan yang kini menderanya.Rasanya tak sanggup melihat Nisha yang sekarang begitu rapuh,begitu kesakitan dengan lara yang menerjang.
"Teteh yang sabar,Teteh harus iklhas,harus kuat.Sekarang Abang sudah bahagia disana Teh,udah ga sakit lagi...sudah bahagia dialam sana."lirih Bilqis menenangkan sang kakak,memeluknya dengan erat.
.
.
__ADS_1
*******