
Nish...!"
Nisha menoleh pada orang yang memanggilnya.Ternyata Pak Azmi,Dia langsung menghampiri Nisha yang berniat menjemput Iday dikelasnya,yang memang 1 gedung dengan sekolah tempat Dia mengajar,TK,SD,SMP Beta Bakti Milik Azmi.
SD SMP tersebut memang satu gedung namun dibatasi oleh lahan parkir yang luas,sedangkan gedung TK nya terpisah.Itulah mengapa Nisha mau mengajar disekolah tersebut,karena bisa dekat dengan sang Anak.Saat Nisha sudah selesau mengajar Dia bisa menjemputnya,namun bila belum selesai sedangkan Haidar sudah pulang sekolah,bocah kecil itu akan menunggunya diruangannya sambil membaca buku.Haidar memang Anak yang baik dan pintar,Dia kini sudah mengerti bahwa Papanya sudah tiada,dan sudah bahagia dialam sana.Namun Dia tak pernah menampakkan kesedihan.
Azmi sudah berada didepannya dan memandang Nisha dengan penuh kekaguman.Nisha yang memakai kemeja hitam lengan sebatas siku dan rok sepan selutut yang juga warna hitam,tubuhnya yang langsing dan berisi memang tampak sangat cantik,rambutnya yang sebahu Dia ikat ekor kuda,dan sepatu hak tinggi menunjang penampilannya yang membuat Nisha terlihat sangat anggun.
"Eh Bapak...!"ucapnya tersenyum meringis.lesung pipitnya menyembul dipipi kirinya,semakin membuat Azmi terpana.
"Sudah ada idaynya?"tanya Azmi tersenyum sangat manis padanya.
"Belum Pak,ini Saya lagi nunggu."jawab Nisha.
"Sudah beres ya ngajarnya,kalau begitu Aku tunggu ya di restaurant Sindang Heula,restaurant Sunda dijalan B
urangrang,ini alamatnya sudah Saya sher ya.Aku tunggu Kamu,kalau memang Kamu gamau bareng naik mobil Aku!"
"Iya Pak silakan duluan!"ucap Nisha tidak enak,karena ada beberapa pasang mata yang memperhatikan Dia,bahkan Erwin sang guru olah raga pun seperti sengaja melintas didepannya.
"Nisha bisa ikut Saya ke mobil sebentar,Saya minta tolong kasihkan berkas penting yang diminta Bu Irma wali kelasnya Iday,kalau Saya tidak merepotkan Kamu!"ujar Azmi,yang kembali menghampirinya.Lelaki setengah baya yang masih terlihat gagah dengan tubuhnya yang tegap,tidak seperti kebanyakan bapak bapak yang biasanya berperut buncit.Dia memakai atasan batik coklat dan celana bahan hitam,matanya tesuh dan terlihat bijaksana.
"Oh iya Pak gapapa!"
Nisha mengekor berjalan dibelakang Azmi menuju parkiran,beberapa pasang mata memperhatikan kepergian Mereka,lalu berbisik bisik dibelakangnya,membuat Nisha sangat risih.
Namun Nisha tidak menanggapinya,Dia bertekad untuk fokus dengan pekerjaannya,Dia tidak ingin terganggu dengan orang orang yang julid kepadanya.Mereka mungkin iri dengan kedekatan Nisha dengan seorang ketua yayasan pemilik sekolah tersebut.Toh Dia samasekali tidak ada sedikitpun hubungan dengan lelaki itu.begitu pikirnya.
Begitu sampai area parkir,Nisha berdiri agak jauh dari mobil Azmi,sedangkan Lelaki itu mengambil berkas berkas oenting yang dimaksud,untuk diserangkah pada wali kelas Iday.
"Oh iya,Anak Kamu suka buku apa?"tanya Azmi sembari memberikan map warna merah kepada Nisha.
"Buku cerita anak,komik sama buku buku ensiklopedia gitu siiih,tentang sains."
"Anakmu keren ya Nish,ok deh Aku duluan ya Nish,jangan lama lama!"ucapnya sembari tersenyum manis pada wanita cantik itu.
"Iya Pak,hati hati!"
Nisha kembali menunggu didepan kelas Iday yang sudah terdengar pembacaan Doa pulang dilantunkan Anak Anak dengan serempak.
"Mamaaaaa....!"Iday menghambur memeluk Nisha dengan bahagia.semua Anak Anak sudah berhamburan keluar kelas.
"Iday Sayang!"Nisha mengusap usap rambut ikal sang Anak.
"Jadi kan Ma,ke Toko bukunya?"Tanya iday dengan wajah antusias.
"Ya jadi dong sayaang,tapi sebentar Mama kasih ini dulu ke Bu Irma!"ucaonya sambil maauk kedalam kelas yang sudah terlihat lenggang.
"Bu maaf ini ada titipan dari Pak Azmi!"ujar Nisha dengan ramah memberikan mao itu oada walikelas Haidar yang bernama Irma.
"Oh iya Bu,ngomong ngomong perkenalkan ,Saya Adik iparnya Mas Azmi!"ucapnya dengan wajah jutek.
"Oh...iya!"ucap Nisha tersenyum.
"Saya dengar,ibu sangat dekat ya dengan Kakak ipar Saya,bahkan Ibu langsung diterima mengajar disini karena karena bantuan beliau ya bu!"tuduhnya dengan wajah sinis khas Ibu ibu galak disinetron azab.
"Maksud ibu?tanya Nisha sambil mengernyitkan dahinya.
"Ibu Nisha pasti tau maksud Saya,untuk mengajar disekolah elit ini tidak bisa sembarangan orang,minimal harus punya pengalaman mengajar disekolah lain.Sedangkan Ibu Nisha yang minim pengalaman bisa semudah itu diterima!"ucapnya sambil tertawa sinis.
"Saya memang belum ada pengalaman,tapi skill Saya dalam mengajar mungkin menjadi perhitungan beliau untuk langsung menerima Saya!"jawab Nisha ketus.
"Dan satu hal ya Bu,Ibu ini kan baru ditinggal suami beberapa bulan,kok udah cari mangsa siih.Mangsa Pria beristri pula.Nyadar dikit atuh Bu,jangan mau jadi pelakor!"ucapnya tajam.Membuat hati terhenyak.
"Dijaga Bu kalau bicara,Kita ini sama sama seorang guru.Apalagi ada Anak Saya disini,Ibu jangan sembarangan nuduh."Sentak Nisha murka,matanya berkilat marah,dadanya turun naik menahan amarah.
"Kalau gamau dituduh ya jaga diri dong,jangan godain saudara ipar Saya,Dia itu sudah beristri!"
__ADS_1
"Terserah Ibu mau bicara apa,tapi Saya tidak seperti yang Ibu tuduhkan,Permisi!"Nisha pergi dari sana dengan nafas terengah engah menahan dadanya yang sesak.Hatinya terasa sakitt sekali.Tidak menyangka ada orang yang seperti itu menuduhnya hanya karena statusnya yang seorang janda.Ingin sekali Dia menangis saat itu juga,namun Dia tahan sebisa mungkin,Dia tidak ingin Haidar melihatnya bersedih.
"Ma..Kok lama,Ayo cepat Ma!"
"Iya sayaang Ayo..!"ucaonya lirih dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Nisha mempercepat langkahnya menuju motornya.Dia ingin membatalkan pertemuannya dengan Azmi,namun Dia merasa tidak enak karena pria itu pasti sudah menunggunya.
Begitu distater motornya tidak mau hidup,beberpa kali diselah tapi sulit sekali motor maticnya itu untuk hidup,bahkan Dia meminta tolong Mang Mang parkir,tapi tetep saja motor itu tak mau hidup.
"Harus dibawa kebengkel Neng!"ucap Tukang parkir itu.
"Yudah deh pak,makasih ya!"ucap Nisha sambil memberikan beberapa lembar uang oadanya.
"Kenapa motornya Bu Nisha?"tanya Erwin yang tiba tuba sudah ada dihadaonnya.
"Kurang tau Pak,kayaknya harus diservis!"jawab Nisha.
"Yaah...nggak jadi ke toko buku dong Ma?"iday memberengerut sembari memajukan bibir bawahnya karena kecewa.
"Ayo Saya Antar Bu Nisha,gapapa Bu jangan sungkan!"ujar Erwin menawarkan tumpangan ke mobilnya.
"Gausah repot repot Pak,Saya pake ojol aja!"
"Ayolah Bu..lgi pula itu lihat sudah mendung begitu!"
Memang dapat dilihat oleh Nisha kalau cuaca saat ini sedang mendung gelap,mau tak mau Diapun menerima ajakan Erwin.
"Makasih ya Pak,Saya jadi merepotkan!"
"Ahhh biasa aja atuh sama Saya mah,gausah usah sungkan Neng Nisha!"ucapnya tiba tiba merubah panggilannya.
"Maap ya manggilnya Neng boleh kan,lagi pula udah diluar sekolah!"ucap Erwin sambil senyam senyum.
"Ini mau dianter kemana Neng?"Tanya Erwin.
Nish,ketemuannya di Mall BIC aja ya,biar deket ke toko buku sekalian
begitu pesan dari Azmi.
"Antar Saya ke Mall BIC ya Pak,maaf banget Saya ngerepotin!"
"Siap Neng....serahkan pada Kang Erwin,sekalian Akang temani neng sama Haidar ke toko bukunya ya,Akang juga ada buku olahraga yang mau dibeli!"ucap Erwin dengan rona bahagia.
"Bukannya Pak Erwin mau ke Cikole katanya tadi!"ujar Nisha.
"Ahh itu mah bisa kesana kapan aja,lagi pula jarang jarang bisa nganter guru cantik dan baik hati seperti Neng Nisha!"ucapnya sambil senyam senyum.Nisha mencebik dalam hati,disatu sisi Dia tidak suka dengan perkataan Erwin yang terang terangan menyukainya,tapi Diapun tidak bisa melarangnya.Namun Dia juga tidak ingin memberinya harapan,walaupun mungkin Erwin mengambil kesempatan untuk selalu mendekatinya.
"Tapi Saya kesana untuk ketemu sama Pak Ketua juga Pak!"
"Pak Azmi?"Tanya Erwin.
"Iya...beliau ingin menyampaikan hal penting katanya!"
"Hal penting kok di Mall?"ujar Erwin mengernyit.
"Neng Nisha hati hati aja,barangkali Dia ada maksud lain,apa perlu Saya temani Bu?"
"ga usah repot repot Pak,Saya pergi sendiri saja karena Saya cuma mau menikmati waktu berdua saja dengan Anak Saya,maaf ya Pak!"
"Santai aja kalau sama Akang Mah,Neng!"
"Jangan Pak Pak terus atuh Neng,panggil Akang ajaaah!"ucapnya.
********
Begitu sampai diMall BIC Nisha dan sang Anak bergegas menemui Azmi terlebih dahulu sebelum Dia ketoko buku bersama Haidar.
__ADS_1
"Kita kemana duku Ma?"
"Sebentar ya Sayang,Mama ketemu dulu sama Bos Mama disekolah!"
"Jangan lama lama ya Ma,Iday udah ga sabar mau lihat lihat bukunya!"
"Iya sayang..!"
Nisha mencari restaurant tempat Azmi menunggunya.Sambil matanya sesekali melirik dan melihat lihat barqng diskonan yang memang sedang digelar besar besaran,apalagi saat akhir tahun begini.Teringat hobinya bersama Bilqis berburu branded yang diskonan.Membuatnya senyum senyum sendiri.Dan kini Sampailah Mereka ke tempat yang dituju.
"Maaf Pak,sudah nghu lama!"
"Santai aja Nish,Hallo Haidar!"Sapanya pada Haidar dengan senyum ramah.Haidar membalasnya dengan mencium tangannya,kemudian Azmi mengusap kepalanya dengan lembut.
"Haidar ini ada Hadiah dari Om untuk Kamu!"
"Wah apa ini Om?"Tanya bocah itu.
"Dibuka saja!"ucapnya.Nisha suduk disamping Haidar sambil memperhatikan haidar yang sedang membuka hadiah yang diberikan Azmi dengan antusias.
"Waaaah buku buku Ensiklopedia tentang Dino saurus,lengkap begini lagi.Termakasih banyak Om!"ucapnya dengan wajah bahagia.
"Aduuh Saya jadi merepotkan Pak,padahal tidak usah repot repot seperti ini,Saya jadi tidak enak menerimanya Pak!"
"Ga usah seperti itu Nish,Saya memang sengaja memberikannya untuk Haidar,jarang jarang ada Anak yang hobi baca.Jaman sekarang kebanyakan Anak Anak sukanya main gadget,main game tanpa kenal waktu,sedangkan Haidar ini sangat unik.Suka baca buku tebal tebal begini."ucap Azmi sambil tersenyum kearah Haidar.
"Terima kasih banyak ya om!"ucao Haidar bahagia.
"Iya Haidar jangan sungkan!"
"Sekarang Kita makan dulu yuk,Kalian pasti sudah lapar."
"Maaf Pak gausah,Saya buru buru,lebih baik Kita keintinya saja Pak!"ucapnya.
"Lho memangnya kalian mau kemana,jangan terlalu terburu buru dong Nish,Saya Kan ingin ditemani makan dulu."ujar Azmi membujuk.
"Maaf Pak,tapi Saya harus buru buru pergi,ada hal yang medesak!"tutur Nisha beralasan.
"Saya Antarkan Kamu pulang Nish Kamu gausah khawatir."
"gausah Pak,jangan repot repot.Saya cuma ga mau ada yang salah faham terhadap hubungan Saya dengan Bapak!"ucao Nisha,membuat Azmi tertohok.
"Jadi tolong keintinya saja Pak!"tegas Nisha.
"Baiklah,jadi begini Nisha...Saya ingin mengangkat Kamu jadi wakil Kepala sekolah,Saya lihat Kamu sangat cocok untuk jabatan itu!"ucap Azmi yang membuat Nusha mengernyit heran.
"Atas dasar apa Bapak mengangkat Saya menjadi wakil kepala sekolah,apalagi saya belum lama mengajar disana!"ucap Nisha wajahnya sedikit tegang,tak suka dengan rencana Aneh yang dibuat Azmi untuknya.
"Ini bukan atas dasar apa apa,Saya memang ingin Kamu menjadi wakil kepala sekolah,Kamu sangat mumpuni untuk itu!"
"Tapi maaf Pak,Saya menolaknya.Saya hanya ingin menjadi tenaga pengajar saja seperti biasa Pak!"tolak Nisha halus.
" Nish percayalah,Kamu sangat cocok untuk jabatan ini,Saya lihat Kamu sangat cinta dalam dunia mengajar,pendidikan Kamu juga memenuhi syarat!"bujuk Azmi tak ingin menyerah dwngan pemolakan Nisha.
"Ayolah Nish,jangan ditolak ya,Saya sudah konsultasikan ini sebelumnya dengan Kepala sekolah!"
"Nggak Pak...Maafkan Saya,Saya tidak bisa menerimanya.Saya belum kompeten dalam hal tersebut,Saya lebih suka mengajar dan bercengkrama dengan Anak Anak.Saya disini tidak mencari materi dan jabatan Pak,harta peninggalan suami Saya sudah sangat cukup untuk menghidupi Saya dan Anak Saya,Saya ingin mengajar karena Saya suka,Saya cinta dengan pekerjaan tersebut!"Ucap Nisha dengan Tegas.
"Waaw Nisha,sekali lagi Kamu membuat Saya terkagum kagum,untuk itulah mengapa Saya menyukai Kamu karena Kamu wanita yang mempunyai integritas."ucap Azmi tersenyum lebar oada Nisha.Sedang Haidar tampak asyik sendiri melihat buku yang diberikan Azmi padanya.Dan sengaja Nisha menutup Telinga sang Anak, dengan headset yang berisi lagu Anak Anak favoritnya,
"Maksud Bapak?"
"Saya suka sama Kamu Nish,Saya ingin menjadikan Kamu sebagai Istri Saya!"Ucap Pria beristri itu.
.
.
__ADS_1
********