TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Sikap John


__ADS_3

John menatap Nisha yang sedang tidur dengan sangat lelap,tangannya memeluk John dengan sangat erat.Dia berusaha memejamkan matanya,namun rasa kantuknya menguap entah kemana.


Kejadian buruk beberapa hari lalu yang menimpa Istrinya membuat perasaanya gundah gulana.


Untung saja Dia datang tepat waktu,seandainya saja Dia datang terlambat.Entah apa yang akan terjadi.


Hanya karena ingin merayakan ulang tahun Dimas mendiang suaminya,Nisha sampai ngeyel tak mendengar permintaanya dan hampir saja membahayakan dirinya.Sebenarnya John sudah sudah punya perasaan yang yang tak enak,Dia bahkan masih ingat tentang Lelaki tua yang begitu terobsesi oada Nisha,makanya Dia memaksa Nisha untuk menemaninya,gapi sayangnya Istronya itu sangat keras kepala.Bukan hanya itu,Nisha sering sekali membandingkan Dia dengan Dimas.Sekali dua kali Dia memaklumi,tapi jika terus menerus dibandingkan,hati siapa yang tidak sakit.


Lalu hatinya bertanya tanya,apakah Nisha mencintainya.Atau apakah perasaannya selama ini pada wanita itu masih kurang sehingga tak mampu menggantikan posisi Dimas dihati Nisha.Apakah Dia salah bila mengharapkan perasaan Nisha hanya untuknya.


Sudah semakin larut malam,John masih terlarut dengan pikirannya tentang perasaan sang Istri padanya.Memang John akui,kalau tidak akan semudah itu melupakan seseorang yang sudah menemani Istrinya selama bertahun tahun.Namun tetap saja,Dia pun hanya manusia biasa,punya perasaan kesal juga cemburu.Belum lagi Nisha yang sering sekali membantahnya,namuan.selama.ini John membiarkannya,entah karena Dia terlalu cinta atau entah karena Nisha yang tidak menganggapnya sebagai suami.


Setahun pernikahannya,John merasa hanya Dia yang mencintai Nisha,hanya lelaki itu yang selama ini menginginkannya,Dia merasa kalau Nisha hanya setengah hati padanya.Dia merasa Nisha hanya mau menikah karena terpaksa.


Dan puncaknya kejadian diBandung membuat hatinya sangat marah,dan kecewa.Kecewa karena Nisha tak pernah mendengarkan keinginannya.Dia merasa istrinya itu sangat egois dan meremehkannya.


John melepaskan pelukan Istrinya,Dia bangkit dari tempat tidurnya dan pergi dari kamar itu.Perasaannya sangat tidak nyaman dekat dengan Istrinya untuk saat ini.Dia hanya butuh waktu sendiri.


John memutuskan untuk pergi kekamar tamu dan tertidur disana.Dia bukan merasa benci atau jijik pada Istrinya karena insiden dengan Lelaki itu Dia hanya merasa kesal dan kecewa.


*******


Selama seminggu ini Nisha merasa kalau John bersikap cuek dan dingin padanya,bahkan kalau malam,John menghindarinya dan memilih tidur di ruang kerjanya atau dikamar tamu.Nisha benar benar merasa sangat bingung dengan sikap John,padahal Dia sudah menjelaskan permasalahannya dengan Azmi.Tapi kenapa John bersikap sangat dingin padanya.


"apakah Dia mempercayai omongan Lelaki tua itu kalau Aku...Ahhhhh!"Nisha meraup wajahnya dengan kasar.


"Tapi bukannya Aku sudah menjelaskan,bahkan sampai diperlihatkan cctv,apa bukti Aku kurang jelas.Kenapa sikapnya aneh sama Aku?"Tanya dalam hati.


Karena sibuk dengan pikirannya,hingga Dia tak menyadari kalau masakan yang dibuatnya sudah gosong tak berbentuk.Padahal Nisha sedang membuatkan Ayam bakar madu favorti sang suami.


"Nyonya maaf gara gara bibi ga bantu masak,Ayamnya jadi gosong!"ART nya menghampiri Nisha.

__ADS_1


"Eh gapapa kok Bi,ini karena Saya nggak fokus."


"Ya sudah tolong bantu saya mebereskannya ya Bi,Saya mau mandi sebentar!"Ujar Nisha.


Nisha bergegas membersihkan dirinya,bersiap untuk menyambut kedatangan suaminya.Kebetulan malam ini hanya ada Dia dan suaminya saja yang ada dirumah.Mertuanya seperti mengerti tentang kondisi Dia dan John,sehingga Mereka beralasan untuk mengajak Haidar menginap dirumah saudara Ibu mertuanya.


*****


Nisha tampak semangat membersihkan tubuhnya.Berdandan secantik mungkin untuk menyambut Suaminya.


Dia aplikasikan makeup tipis tipis diwajahnya,menyemprotkan parfum ke tubuhnya,dan mengenakkan gaun malam yang sangat seksi.rambut panjangnya dibiarkan tergerai.Malam ini Nisha tampak sangat cantik.


Setelah selesai membenahi penampilannya,Nisha bergegas menunggu sang suami diruang makan.Dia senyam senyum membayangkan bagaimana reaksi suaminya saat melihatnya.


*********


Sudah hampir 2 jam menunggu tapi Suaminya belum juga pulang,Nisha sangat gelisah.Berkali kali Dia menelepon namun John tidak juga mengangkatnya.Hal itu semakin membuat Nisha semakin gelisah.


Baru saja Nisha akan meneleponnya kembali,kemudian terdengar suara deru mobil suaminya.Membuat Nisha sangat senang.Dia kembali membenahi penampilannya,rambutnya pun Dia rapikan.


"Pa...kok baru pulang!"Begitu dilihatnya sang Suami datang,wajahnya terlihat kelelahan.Nisha menghampiri suaminya.John tampak tertegun melibat penampilan Nisha yang terlihat sangat cantik dan menggoda.Namun Dia berusaha terlihat biasa saja walau dalam hati Dia ingin sekali menciumi dan mencumbu Istrinya yang terlihat begitu menggairahkan.


Nisha meraih tangan suaminya dan menciumnya dengan khidmat.


"Sayang,kok baru pulang?"Tanya Nisha tersenyum begitu manis,Namun John tak menjawab pertanyaanya,Dia berjalan menuju kamar yang sekarang sering ditempatinya.Nisha membuntutinya dari belakang.


"Pa...Papa kenapa sih,sikapnya aneh banget?ada apa?"Tanya Nisha.Begitu sampai dikamar.


"Nggak Papa Aku hanya cape!"ucap John dingin.Dia melonggarkan dasinya,Nisha membantunya melepas dasi itu,sembari menatap sang suami.Namun John memalingkan wajahnya.


"Pa...Ada apa?kenapa Kamu jadi dingin begini sama Aku,kalau Aku ada salah,Papa bilang,Aku jangan didiamkan seperti ini.Aku jadi bingung."

__ADS_1


"Ga ada apa apa,Aku hanya suntuk dengan kerjaanku!"Ucap John datar.


"Ya sudah kalau Papa cape biar Aku pijitin ya?"


"Nggak usah repot repot!"Ucapnya sembari membelakangi Nisha.Kemudian Nisha memeluknya dari belakang.


"Aku kangen Pa,udah seminggu Kamu menghindar dari Aku,Kamu sampai tidur disini segala,sampai pisah ranjang.Ada apa Pa?Apa Kamu masih meragukan Aku tentang kejadian di Bandung itu?"Tanya Nisha wajahnya mendongak menatap John,tapi Lelaki itu memalingkan wajahnya.


"Demi apapun,Si Bandot tua itu tidak berbuat macam macam sama Aku,dan Aku hanya mengerjai Dia,agar Aku lolos dari Dia Pa."


"Apa sih,siapa juga yang menuduh Kamu.Aku nggak mau mengungkit masalah itu lagi.Lagi pula semuanya sudah selesai,Lelaki itu juga sudah mendapat hukuman setimpal.Aku cuma cape,dan butuh waktu untuk sendiri."Ujar John sembari menyingkirkan tangan Nisha yang memeluknya dengan erat.


"Terus Kamu kenapa menghindari Aku terus,Kamu jijik sama Aku Pa?"Tanya Nisha kesal.


"Sudahlah Nish,ini sudah malam.Sebaiknya Kamu tidur.Aku cape banget!"


"Udah seminggu lho,Kamu diemin Aku,terus sekarang Kamu bilang cape."


"Kalau memang cape,ijinin Aku untuk melayani Kamu.Akukan Istrimu Pa.Kalau sekiranya Aku ada salah,Kamu tegur Aku.Kalau semisal Aku membuat Kamu sedih,marah dan kecewa.Aku minta maaf Pa,tapi jangan diamkan Aku kayak gini.Aku gak sanggup."Ucap Nisha sambil menyeka airmata diwajahnua.


"Kamu gak salah apa apa,Aku cuma butuh waktu untuk sendiri."


"Sampai kapan?"


"Aku nggak tau!"


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2