
Tidak terasa sudah hampir satu minggu Nisha berada di Jakarta dan pagi ini Dia bersiap untuk pulang ke Bandung.Dia sudah mengemasi barang barangnya.Selama di Jakarta 1 hari menginap dirumah sakit dan hari hari berikutnya Dia menginap dirumah Sang Bunda.Namun satu hari kemarin Bilqis memainta sang Kakak untuk menemaninya,jadilah Nisha menginap dikediaman Mertua Bilqis.
Rasanya Nisha sudah sangat rindu dengan rumahnya di Bandung,rindu dengan suasananya yang asri,sejuk dan juga nyaman.Selain itu juga Nisha sangat merindukan pekerjaannya,mengajar dan berada ditengan para Anak didiknya memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Nisha.
Pagi itu lumayan ramai dengan suara tangis sikembar.Nishapun menghampiri sang Adik yang sudah dikerumuni oleh para pelayan yang siap membantu mengurus si Kembar.
Nisha menghampiri sang Adik yang sedang telaten menyusui salah satu bayi kembarnya.
"Teteh jadi pulang sekarang?"Tanya Bilqis.
"Ya jadi dong Qis,masa ditunda.Teteh gaenak banget kalau cuti kelamaan,apalagi teteh masih baru ngajar disana!"ujar Nisha sembari mengusap usap bayi yang tengah disusui ileh sang Adik.
"Iya deeh,Iqis ga akan nahan nahan lagi.Tapi Teteh sering sering nengokin kesini ya!"ucap Bilqis dengan wajah memelas.
"Iya Adikku sayaang,Teteh nanti main lagi kesini.Ok!"
"Bener ya,soalnya Teteh suka sok sibuk sekarang,masa weekend ga bisa main kesini!"
"Nggak dong,ga akan sok sibuk,Teteh pasti usahain main kesini,soalnya Teteh paati bakalan kangen banget sama Rex,Rein dan Ryo.keponakan keponakan gantengku!"
"Ngomong ngomong Teteh dijemput sama Kak John?"Tanya Bilqis.
"Katanya sih gitu,mau jemput sekalian nganterin.Gimana ya cara nolaknya,Teteh gamau deket deket,gamau ngasih harapan Qis."
"Emangnya kenapa sih Teh,masa iddah udah lewat kan boleh boleh aja atuh deket sama Kak John."Ujar Bilqis beralasan.
"Masalahnya bukan itu Qis,Teteh gamau deket sama siapapun dulu."
"Dari kematin bilang kayak gitu terus,jalani aja Teh,jangan menampik perasaan,kalau memang ada sedikit getar getar Cinta dihati Teteh!"goda Bilqis sambil terkikik.
"Halah,pake getar getar cinta,udah kayak lagu ajaaah!"cibir Nisha.
__ADS_1
"Bener lho Teh,nanti kalau Ada Cewek yang deketin Dia,Teteh jangan nyesel."ucap Bilqis dengan pandangan mwnakutkan.
"Iihh ngapain nyesel,Teteh ga akan tertarik sama siapapun.Cukup Abang yang ada dihati Teteh!"
"Ada apa Kakak beradik udah ribut pagi pagi?Tanya Radit yang berajalan menghampiri sang Istri sembari berusaha memakai dasinya.Untunglah Ryo tampak sudah kenyang dan terlelap dipangkuan Bilqis.Nishapun berinisiatif mengambilnya dan menidurkannya.
Kemudian Bilqis tampak cekatan memasangkan dasi untuk sang Suami,Radit memeluk pinggang sang Istri,sambil mencium Bilqis dengan mesra.Bilqis hanya senyum senyum mendapat perlakuan mesra dari sang Suami.Membuat Radit gemas,Diapun kembali menciumnya.
"Heiii kalian ini benar benar menyebalkan,bisa tidak mesra mesraannya saat Aku sudah pergi.Kalian ini benar benar tega!"ujar Nisha sambil geleng grleng kepala.
"Hehehe maaf Teh kirain ga ada orang!"ujar Radit sambil nyengir kuda.
"Isshhh benar benar ipar Durjana!"ucap Nisha pura pura marah.
"Aku doakan Teh Nisha cepat segera mendapatkan jodoh yang terbaik,dibukakan hatinya untuk menerima Lelaki terbaik!"Ucap Radit mendoakan sang ipar dengan tulus.
"Amiiinnn!"ucap Bilqis dengan suara keras.
*****
Memakai polo shirt hitam dan chinos warna khaki juga kaca mata hitam,ditambah wajah tampannya yang ditumbuhi bulu bulu manjaaahh membuat kadar ketampanannya bertambah berkali lipat,walaupun hanya mengenakan pakaian sederhana,namun penampilan kece pria matang itu sukses membuat Nisha tertegun melihatnya.
"Eheemm...Udah siap?"Tanya John sembari tersenyum manis,membuat Nisha tersipu,namun dia berusaha untuk bersikap biasa saja.
"Mamaaaa!"Iday berteriak dan berlari memeluk sang Mama.Baru sehari saja tidak bertemu Nisha,lelaki kecil itu behitu merindukannya.
"Ehhh anak Mama,nginep kok ga bilang bilang,tadinya Mama mau tinggalin Iday dan pulang sendiri keBandung."
"Hehehe Maaf Ma,Iday disuruh nginep sama Akung sama Uti,Iday juga betah disana sama Papa John,Papa John baik ngijinin Iday ngacak ngacak perpustakaannya.Bukunya banyak deh Ma,kapan kapan Iday mau main kesana sama Mama!"ucap Iday antusias,Pak Dokter John pun senyam senyum sambil mengacak ngacak rambut Iday.
"Wah wah wah...Bujangan ting ting Kita pagi pagi udah kece badai begini...mau kemana siih?"Goda Radit sembari menuntun Rafa sisulung kecil yang saat ini sedang sangat manja.
__ADS_1
"Oh iya Gue lupa,mau nganterin gebetan,Ok deh hati hati dijalan ya Bro,tar kalo udah nyampe jangan lupa kirim surat!"kelakar Radit sembari cengengesan membuat Joh tertawa mendengarnya,sedangkan Nisha hanya memutar bola matanya.
"Yaudah Kita berangkat sekarang!"Ajak John sambil melihat jam tangannya.
"Aduuh ga sabaran banget sih!"goda Bilqis yqng tiba tiba muncul dibelakang sang Suami.
"Bukan ga sabaran,pasti jam.segini dajalan udah macet banget!"ucap John beralasan.
"Qis Teteh pamit ya Qis,tolong pamitin Sama Mama dan Papa mertuamu.Nanti Teteh main lagi kesini yas sehat sehat semua kesayangan Teteh"
*******
Benar saja prediksi John,Dia terjebak macet di Tol Bandung,membuat Haidar terlelap tidur setelah sepanjang perjalanan,padahal tadi Dia begitu cerewet dan banyak banyak bertanya pada sang Paman yang dipanggilnya Papa John,Lelaki kecil itu duduk disampingnya sedangkan Nisha duduk dibelakang.Walaupun begitu Mereka masih bisa saling mencuri pandang melalui sepion.Walaupun Nisha berusaha mati matian mengenyahkan pesona John dalam pikirannya,tapi tetap saja,nalurinya tak bisa dibohongi.Seperti sekarang John kembali memandangnya.
"Kenapa Kakak mau repot repot nganterin Saya,padahal Saya sama Iday bisa pulang berdua!"ucapnya dengan jutek.
"Ga merepotkan Kok,Saya memang ada pertemuan dengan para Ikatan Dokter disana.Jadi sekalian nganterin Iday sama Kamu!"ujar John sambil tersenyum.
"Eheeemm!"John berdehem sembari melirik Nisha.
"Oh iya Nish,Saya dan Kamu kan sudah sama sama dewasa,rasanya sudah tidak perlu lagi penjajakan atau pacaran seperti anak ABG.Semakin umur bertambah semakin,Saya semakin menyadari kalau Saya memang membutuhkan seseorang untuk mendampingi hidup Saya.Sepertinya Saya ingin melaksanakan yang Dimas amanahkan kepada Saya yaitu untuk menikahi Kamu.Mungkin dalam waktu dekat Saya akan membawa Bapak Ibu ke Bandung lagi untuk melamar Kamu secara resmi."ucapnya sambil menatap Nisha di sepion,Dengan wajah yang terlihat sangat terkejut.
"Sepertinya kemarin itu adalah Waktu yang salah saat Saya mengutarakan maksud Saya kekamu,Dan sekarang adalah Waktu yang pas menurut Saya.Statusmu jugakan sudah tidak ada ganjalan lagi.Jadi sudah tidak ada alasan lain lagi untuk menolak lamaran Saya Nish!"ucap John blak blakan dalam mengutarakan perasaannya.
"Maaf ya Nish,Saya bicaranya saat dimobil seperti ini!"ucapnya lagi sambil menatapnya melalui spion.Nisha hanya terdiam bingung harus menjawab apa.Karena John tiba tiba menodongnya dengan pernyataan seperti itu.
"Tolong persiapkan diri Kamu,kalau minggu minggu ini Ibu dan Bapak akan Saya ajak untuk melamar Kamu secara resmi."
.
.
__ADS_1
******