TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Perdebatan


__ADS_3

Mendengar penolakan dari John,hati Nisha terasa sangat sesak.Dia keluar dari kamar itu dengan langkah gontai,sudah berdandan sangat cantik,sudah berlama lama menunggu kepulangannya,namun setelah bertemu suaminya,John justru bersikap sangat dingin,Dia bahkan menolaknya.Padahal selama ini Lelaki itu begitu lembut,penyayang,sabar dengan tingkah Nisha yang egois dan kekanakkan namun sekarang semuanya serasa hilang,Nisha seperti tidak mengenali sikap dinginnya sang suami,John terlihat sangat berbeda.


Entah apa yang Dia pikirkan tentangnya,sampai sampai Lelaki itu mendiamkannya selama seminggu.Nisha mencoba mengingat apa kesalahannya sampai sampai John besikap seperti itu kepadanya.


Selama pernikahannya bersama John,masalah sepertinya datang bertubi tubi,terutama kesalah fahaman yang sering mewarnai percekcokan Mereka,rumah tangga yang baru dibinanya selama satu tahun ini sepertinya selalu diuji dengan ujian pernikahan yang datang silih berganti.Dan Nisha akui, Dialah yang sering membuat Lelaki itu harus menahan ekstra sabar dengan sikap sikapnya selama ini,Nisha sendiri merasa kalau ternyata sikap Dialah biang keladi dari semua masalah,sikap cemburunya,kenakkan,egois.Kata katanya juga kadang tajam dan emosinya yang sering meledak ledak.


Nisha menyeka air matanya,Dia bangkit berdiri dan kembali kekamar John.Nisha memang terlalu menuntut John seperti mendiang suaminya dan Dia sering sekali membanding bandingkannya.


Nisha membuka pintu itu,didapatinya sang suami sedang duduk ditempat tidurnya,wajahnya sudah tampak segar.matanya mereka beradu pandang.


"Pa...Aku...!"


Nisha bingung harus mulai bicara dari mana, yang jelas Dia hanya ingin mendengar penjelasan dari suaminya,mengenai sikapnya selama ini.


"Ada apa lagi ini sudah malam!" Ucap John ketus.


"Aku hanya ingin memperjelas peristiwa yang terjadi diBandung,kalau Aku difitnah,Aku nggak akan mungkin berbuat tidak senonoh dengan Lelaki tua sementara Aku punya suami seperti Kamu Pa!"


"Ngapain diperjelas lagi,Aku sudah tutup buku masalah tentang itu,Aku nggak mau mengungkit ungkit hal itu lagi,sudah nggak penting untuk dibahas.Sudahlah,akukan sudah bilang kalau Aku cape!"ucap John menatapnya tajam.


"Kalau nggak mau diperjelas,lalu kenapa sikap Kami dingin seperti ini sama Aku."Tanya Nusha dengan wajah emosi.


"Si Tua bangka itu pasti sudah meracuni pikiran Kamu!"ucapnya nyalang.


"Jangan sebut sebut Dia lagi,Aku jijik dengernya,yang jelas sikapku ini sama sekali tidak ada hubungan dengan Dia"Sentak John.


"Tidak ada hubungannya dengan Dia?Lalu kenapa tolong jelaskan?"Tanya Nisha yang kini duduk didwkat John sembari memegang kedua tangan suaminya,dengan kesal John menghempasnya.Nisha semakin sedih.

__ADS_1


"Aku penasaran,kenapa Kamu tiba tiba marah sama Aku seperti ini,sehari saja Aku tidak tahan didiamkan seperti ini,dan ini sudah seminggu.Pa,kalau misalnya Kamu sudah bosan dan nggak cinta sama Aku,Aku lebih baik pulang kerumah orang tuaku.Aku ga sanggup kalau Kamu terus memusuhi Aku seperti ini,tanpa alasan yang jelas."Ucap Nisha dengan wajah kesal.


"Ya silahkan aja kalau mau pulang,Aku nggak mau memaksakan lagi perasaan Aku sama Kamu."


"Maksdu Kamu apa Pa?"


"Kalau Kamu ingin pergi,Aku nggak akan maksa Kamu lagi untuk ada disisi Aku,Aku mungkin bukan suami yang Kamu idamkan,Aku banyak kekurangan,dan Aku tidak seperti Dimas yang Kamu cintai!"


Nisha terhenyak,mendengar perkataan suaminya Dia merasa sangat tertohok.


"Aku merasa Kamu selama ini tidak menganggap keberadaanku di sisi Kamu,Kamu selalu mengambil sikap seenaknya tanpa persetujuanku,Aku merasa Kamu sama sekali tidak menghargai Aku Nisha,terlebih Kamu selalu mendandingkan Aku dengan Dimas,sepertinya Aku memang terburu buru untuk menikahi Kamu,padahal jelas jelas Kamu sangat mencintai Dimas dan sangat tidak mudah melupakannya.Aku seharusnya mengerti!"


"Tidak seperti itu Pa,Aku hanya..!"


"Sudahlah Nisha,kalau memang rumah tangga ini sulit untuk Kita pertahankan,Aku dengan ikhlas akan melepaskan Kamu,mungkin Kamu tertekan dan tidak bahagia bersamaku!"


"Kenapa Kamu merasa seperti itu Pa,Aku juga sayang sama Kamu,memangnya Kamu merasa kurang dengan semua pelayan Aku kekamu,sikap cemburu Aku.Itu karena Aku cinta dan sayang sama Kamu Pa!"


"benarkah?Aku tidak merasa perasaan itu ada untuk Aku,Kamu bahkan sering sekali membantah perintahku Nish,Aku merasa disepelekan sebagai seorang suami karena Kamu sering sekali membantah perkatanku."


"Sudahlah Nish,sebenarnya Aku tidak mau mengatakan ini tapi,bila Aku selama ini kurang sesuai dengan harapanmu,Kamu boleh meninggalkan Aku kapan saja.Aku tidak akan menghalangi Kamu lagi!"


"Pa,kenapa bicara seperti itu!Siapa yang ingin pergi dari Kamu,Aku cinta dan Aku sayang sama Kamu Pa.Aku minta maaf kalau selama ini ternyata sikap dan ucapqnku membuat Kamu sakit hati.Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu.mohon maafkan kesalahanku,Pa.Kenapa Kamu sampai bicara seperti itu!"


"Kamu sendiri yang selalu melilih untuk pergi setiap kali Kita ada masalah."


"Iya tapi bukan berarti Aku ingin pergi selamanya dari Kamu Pa.Namanya seorang wanita,mudah terbawa perasaan.Bukan berqrti Aku subgguh sungguh mau pergi dari Kamu sayang!"Ucap Nisha.

__ADS_1


"Ah sudahlah Nisha,tidak perlu memaksakan diri Kita untuk tetap bersama,Aku ini bukan suami seperti Dimas,Aku banyak kekurangan lebih baik baik Kamu tinggalkan Aku sekarang."


"Nggak Pa Aku nggak mau,Aku nggak akan kemana mana!"


"Terus mau Kamu apa?"


"Ya Aku maunya Kita selalu bersama,ga bertengkar seperti ini,Aku nggak dicuekin,diiemin,didiemin,sudah seminggu Kamu lho!"


"Aku sengaja diemin Kamu,agar Kita saling intropeksi,tapi sepertinya Kamu masih belum mengerti,karena setiap ada masalah pasti pergi,kabur kalau nggak,minta pulang kerumah orang tua Kamu.Seperti kemarin keBandung itu Kamu ngeyel pergi oadahal Aku minta Jamu untuk pergi sama Aku.Dan setiap Aku ada salah,Kamu selalu bandingin Aku dengan Dimas,Aku tidak melarang Kamu untuk menyimoan perasaan ke Dia,tapi tolong hargai Aku sedikit saja sebagai suami!"


Nisha menangis dan sesekali menyeka airmatanya,memang apa yang John katakan memang benar adanya.Nisha menjadi sangat menyesal.


"Iya Pa,Aku ngerti.Kasih Aku kesempatan untuk jadi Istri yang baik untuk Kamu,maaf atas sikapku selama ini,Pa.Kasih Aku kesempatan,Aku ingin Kita selalu bersama,selama setahun menikah dengan Kamu,Aku sangat bahagia.Dan jauh dari Kamu bikin hati Aku hampa dan tersiksa Pa!"


"nggak usah ngegombal seperti itu,nanti Kamu akan menyesal sendiri!"Ucapnya.


"Aaku nggak akan mungkin menyesal Pa!"


"Tapi Kamu...!"


Nisha duduk dipangkuan John,Dia membungkam sang suami dengan ciumannya,Namun John hanya Diam tidak menanggapi.Nisha tidak menyerah,Dia terus saja menciumi dan mencumbui Sang suami yang berusaha menolak,tapi ternyata hasratnya sudah berteriak,membuat Nisha tersenyum penuh kemenangan.Karena John kini luluh dengan sentuhannya,apalagi sudah selama seminggu Dia harus berpuasa.


Harum semerbak dari tubuh Nisha membuat John tak bisa untuk menolaknya,apalagi Keindahan tubuhnya yang hanya dibalut dengan gaun seksi yang menggoda,belum lagi wajah cantiknya yang terlihat sendu karena tangis dan juga rasa sesalnya,membuat John seperti terhipnotis dan kembali jatuh dalam pesona Istrinya.Rasanya tidak tega kalau kembali meneruskan aksi marahnya pada Nisha.Karena Dia sendiripun sama tersiksanya.


John membalas ciuman itu dengan liar dan penuh gairah,bagaikan membangunkan macan yang sedang lapar,dijatuhkannya tubuh Nisha ke ranjangnya,Dan dirobeknya dengan kasar gaun tipis yang melekat ditubuhnya,rasa kesal,marah dan rindu menjadi satu.John mencumbuinya,mengungkungnya dalam kehangatan tubuhnya yang besar dan kokoh.Nisha menyambut semua sentuhan itu dengan lenguhan dan ******* yang panjang,padahal tadi ruangan itu dipenuhi dengan perdebatan,Namun sekarang semuanya sirna,berganti dengan suara erangan keduanya,Mereka saling mendamba dan memuja,saling memberikan kepuasan.


********

__ADS_1


__ADS_2