
Malam tadi merupakan malam yang sangat menegangkan bagi Nisha, Haidar mengalami fase kritis karena kadar trombositnya mengalami penurunan membuat Nisha sangat panik dan ketakutan,padahal sebelumnya Haidar terlihat sehat sehat saja,namun ternyata kondisi itu menipu karena sebenarnya trombosit Haidar mengalami penurunan yang sangat drastis,kondisi tubuhnya melemah,bahkan kembali mengeluh perutnya yang sakit dan mimisan,tentu saja Nisha sedih juga ketakutan,untunglah Anaknya itu mau mematuhi segala yang Nisha perintahkan dengan bantuan John yang semalaman ini menemani Nisha mendampingi Haidar,Nisha tau Dia kelelahan,namun pria itu dengan setia selalu berada di dekat sang Anak.Bahkan Dia mematuhi segala perintah John agar Haidar banyak minum air putih,sari kurma,juga obat china yang direkomendasikan teman dokternya untuk meningkatkan kadar trombositnya,dan terhindar dari shock atau pendarahan.
Dan terbukti ketika pagi ini dokter memeriksanya kembali,Haidar mengalami kemajuan,trombositnya naik,walaupun kondisinya masih belum stabil,setidaknya Haidar berhasil melalui fase kritisnya,namun hal itu tak membuat Nisha lega,perasaannya masih diliputi risau dan cemas,Haidar masih terbaring lemah diranjangnya.
Nisha melirik John yang sedang tertidur pulas disofa,dadanya selalu berdesir bila menatap pria itu,Dia tampak begitu damai dengan kaki sedikit ditekuk dan tangannya dilipat didadanya,entah bagaimana jadinya bila John tidak ada disampingnya,Dia sangat bersyukur lelaki itu mau meluangkan waktunya untuk Haidar ,bagaikan seorang Ayah pada Anaknya.Nisha beranjak untuk menyelimuti John.Nisha tertegun memperhatikan wajah tampan itu dari dekat,bulu matanya lentik,alianya tebal dan rahangnya tegasnya ditumbuhi jambang dan kumis tipis.sebaris senyum tersungging dibibirnya tak sadar Nisha sedang mengagumi Pria dihadapannya itu.Namun keasyikannya itu terganggu dengar nada getar ponsel yang ada ditangannya.Sebenarnya Nisha sudah tau siapa orangnya,sudah dari kemarin ponselnya itu terus saja berbunyi,ratusan panggilan dari Azmi benar benar sangat mengganggunya,dan nomer asing kini tertera diponsepnya,sedari tadi menghubunginya,karena tidak Nisha pedulikan Diapun mengirim pesan pada Nisha.
081xxxxxxx
Nisha kenapa Aku telepon tidak diangkat dari tadi,Aku sedang dalam perjalanan kerumah sakit.Aku dengar Haidar sakit.
"Hah?memangnya Dia tau Haidar dirawat dimana?sok sok an mau nengokin,dasar maniak,neror terus udah diblokir juga,terserah lah.I dont care!"gerutunya sambil kembali memblokir nomer Azmi yang baru.
"Kenapa?"Nisha langsung memekik kaget,begitu Nisha lihat John sudah terbangun dari tidurnya dan bertanya pada Nisha.
"Kok udah bangun lagi?"tanya Nisha,melihat John tiba tiba sudah ada didepannya.
"Susah tidur lagi gara gara tadi ada yang curi curi pandang,jadi ga bisa tidur!"sindir John sambil mengulum senyum.seketika membuat Nisha diam tak berkutik,Dia jadi menyesali kebodohannya.Nisha bergegas duduk disamping Iday,dan pura pura tak mendengar apa yang John katakan.
"Saya pamit pulang dulu,kalau ada apa apa langsung telepon saja,awas ya jangan sampai diblokir lagi!"
"Ke-kenapa pulang?mmhhh jangan pulang sekarang,temenin Aku eh maksudnya temenin Iday dulu sebentar,takutnya nanti pas bangun,Kak John ga ada nanti Iday nyariin!"ujar Nisha beralasan.
TOK
__ADS_1
TOK
Terdengar pintu diketuk,keduanya menoleh kearah pintu,Nisha segera membukanya,dan alangkah terkejutnya Dia melihat orang yang ada dihadapannya.
"Pak Ketua?"pekik Nisha sambil terbengong bengong melihat Lelaki setengah baya itu ada dihadapannya,Dia tak menyangka Lelaki itu tau,tempat Haidar dirawat,Dia begitu mudah menemukannya.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"ucap Nisha yang masih terbengong bengong dengan orang yang ada dihadapannya.
Boleh masuk Nish?Saya dengar Haidar lagi sakit ya?"ucapnnya tersenyum begitu manis,Nisha pun terpaksa mempersilahkan Lelaki itu untuk masuk.
Saat Azmi masuk kedalam Dia melihat John berdiri dihadapannya.
"Ada tamu juga rupanya?"Tanya Azmi melihat John dengan pandangan tidak suka,Lelaki paruh baya itu menaikkan dagunya,memandang John dengan angkuh.
"Pa,kenalin Nih,atasan Mama disekolah!"Nisha begitu mesra memanggil dan menghampiri John lalu menggandeng tangannya dengan mesra,membuat Azmi yang melihatnya sangat marah dan cemburu.Sedangkan John kebingungan melihat Nisha bersikap aneh padanya.
Nisha kesal sekali melihat John yang tampak linglung dengan Nisha semakin berani padanya.
John mengulurkan tangannya mengajak bersalaman setelah Nisha menunjuk Azmi dengan dagunya.
Azmi menerima jabatan tangan itu dengan perasaan yang sangat kesal,dan menatap John dengan penuh permusuhan.Membuat Nisha benar benar kikuk berada diantara kedua pria yang menaruh hati padanya.
__ADS_1
"Saya yakin.Kamu bohong Nish,mana mungkin Lelaki ini calon Suami Kamu."ucap Azmi lantang,dan menatap tajam kearah Nisha,membuat Dia menciut.
"Saya memang calon Suaminya Pak,terserah Bapak mau percaya atau tidak."Ucap John dengan tatapan tajam tak kalah menantang.
"Tidak mungkin secepat itu Nisha punya calon suami,bukannya baru beberapa hari ini tiba diJakarta,kenapa tiba tiba Kamu memperkenalkan Dia calon suami Kamu? karena ingin menghindari Saya kan Nish,apalagi Saya telepon tapi tidak pedulikan sama Kamu!"
"Dia ini emang calon Suami Saya Pak,mendiang Suami Saya sendiri yang menginginkan Kami untuk menikah,sebenarnya sudah dari 2 bulan yang Lalu,Kami akan menikah,hanya saja saat itu Saya belum siap,nah sekarang Saya rasa waktu yang tepat,setelah Iday sembuh,Kami rencananya akan melangsungkan pernikahan Pak,ya nanti Bapak juga akan Saya undang,bersama Ibu dan Adik ipar Bapak,ya Pa!"Ucap Nisha melirik John dengan mesra,tangannya pun masih menggandengnya dengan manja .Lelaki itu senang senang saja dengan perlakuan Nisha padanya.
"Iya sayang!"Ucap John membalas senyuman Nisha.
"Kalian berdua sangat pandai bersandiwara,Nisha pasti dipaksa oleh Anda Pak,padahal.Nisha itu cocoknya hanya dengan Saya!"ucap Azmi keukeuh dengan pendiriannya membuat Nisha benar benar sangat kesal juga takut dengan sikap Azmi.
"Sudah cukup Pak jangan ribut disini,Anak Saya sedang sakit,bukannya Bapak datang untuk Haidar!"Ujar Nisha.
"Saya titip ini untuk Haidar calon Anak Saya,untuk kali ini Saya akan mengalah,tapi dilain hari Nisha akan pulang dengan Saya ke Bandung sebagai Istri Saya,jadi Nisha Saya mohon persiapkan diri Kamu,jangan bersandiwara seperti ini,karena Saya tidak percaya.Saya permisi dulu.Tolong jaga calon Ibu dari Anak Anak Saya!"Ucapnya pada John sambil berlalu dari hadapan Mereka dengan wajah sangat Murka.
John ingin sekali memukulinya,melihat laki laki yua itu terlihat begitu terobsesi pada Nisha,kalau saja Haidar tidak terbaring sakit.Tangannya yang sudah mengepal kuat kuat bersiap untuk menghajar Azmi,namun Nisha menahannya.
"Besok Kita menikah,Aku takut Laki laki itu akan kembali dan berbuat Nekad!"
.
.
__ADS_1
.
********