TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Hamil Lagi


__ADS_3

Bilqis memakan sereal yang ada dihadapannya dengan malas.Karena sama sekali tidak ada nafsu makan,Andai sang Bunda tidak memaksanya,rasanya ingin Dia buang saja.


Radit mengawasinya dari jauh.Lelaki itu begitu sabar memperhatikan Bilqis yang tampak selalu ketus dan jutek kepadanya.Seperti sekarang ini matanya mendelik penuh permusuhan,namun Dia selalu tersenyum manis kepada sang Istri.


Radit sudah mengganti pakaiannya,baju yang menurut Bilqis bau,sudah dia singkirkan jauh jauh,berganti dengan baju santai yang Dia pinjam dari Ayah mertuanya,untung saja pas ditubuhnya.Tapi tetap saja sang istri masih enggan untuk didekati.Bilqis keukeuh kalau Dia masih bau,Radit pasrah saja.entah itu karena Bilqis tidak mau dididekati atau entah kenapa penyebabnya,namun yang dilakukan Radit sekarang ini hanya bisa bersabar dengan sikap sang Istri.


"Ayo sayang,kalau sudah siap Kita kedokter sekarang,biar cepet ketauan ayang Aku sakit apa?sebenernya bisa aja Aku suruh john datang kesini tapi,lebih baik dirumah sakit,biar sekalian diperiksa menyeluruh sakitnya."Tutur Radit sambil menatap sang Istri yang walaupun jutek dannpucat,tetap saja terlihat sangat cantik.Dia bisa saja nekad menciuminya namun Dia takut Bilqis akan semakin menjauhinya.


"Aku sama Bunda aja,Mas Kalau mau kerja ya kerja aja,ga usah ngeburu buru,Aku gak akan ganggu kok,pergi aja kalau ga ada niat buat nganterin Istrinya,Aku ga papa kalau Kamu udah ga peduli juga!"ujar Bilqos ketus sambil membuang muka.Radit hanya bisa terperangah mendengar kata kata jutek meluncur lagi dari sang mulut Istrinya yang membuat Dia semakin gemas.


"Justru Aku sangat peduli sayaang,makanya Aku ingin cepat mengajak Kamu kerumah sakit,Aku khawatir dengan keadaan Kamu."ucap Radit.


"Ga perlu,Aku ga perlu dikhawitrkan segala,Aku gapapa,cuma mual doang.Ga usah berlebihan.kalau ga ikhlaas buat nemenin Aku yaudah gausah dianterin!"


Radit mengusap dadanya,rasa kesal dan jengkel sudah dari tadi bercokol didadanya namun dengan sekuat tenaga dia menahan amarahnya,Dia tak mau masalahnya semakin bertambah runyam.Radit duduk membelakangi Bilqis sambil menetralkan emosinya yang rasanya ingin meledak sedari tadi.Seandainya tidak mendengar nasehat sang mertua,sudah sedari tadi Dia meninggalkan ruangan itu.


Dia melihat ponselnya,yang barangkali bisa mengalihkan emosinya,memeriksa email sekaligus memberi kabar pada Denis kalau hari ini Dia tidak jadi ke kantor.


"Kenapa Mas diem?marah sama Aku?ga mau ngomong?pasti keselkan sama Aku?"ujar Bilqis dengan judesnya.


"Engga kesel sayang,ini lagi ngasih tau ke Denis kalau hari ini Aku ga kekantor,Aku mau kelonan sama istriku!"jawab Radit sambil tersenyum


"Bohong,pasti bukan sama Kak Denis.sama janda itukan?"tanya Bilqis sewot.


"Janda yang mana sayang,Aku ga ngerti?Tanya Radit dengan mengernyitkan keningnya.


"Gatau apa pura pura gatau?ya sekertaris Kamu lah.Sekertaris yang nyebelin itu!"


"Sayaaang,kan sekertaris Aku udah diganti,masa lupa!"


"Memang kapan Mas bilang sama Aku,setau Aku permintaan untuk memindahkan perempuan itu ga mas denger,jadi jangan bohong,pasti sekertaris itu masih kerja sama Mas Radit.Makanya kemarin 5 hari ga telepon Aku,sibuk sama janda."cerocosnya dengan bibir mengerucit.Radit mengusap wajahnya dengan kasar,tak habis fikir dengan sang Istri yang sepertinya selalu mancing emosinya.


"Sudah satu bulan ini yang menjadi sekertarisku sekarang ini adalah Dian.Kan ayang yang minta.Kalau Wanda sekarang sudah dipindahkan kekantor cabang lain.Jadi Ayang gausah khawatir ya!"bujuk Radit.

__ADS_1


"Siapa juga yang khawatir,biasa aja tuh!"jawab Bilqis sambil mendelik kesal.


"Ya sudah sayang,Kita berangkat sekarang yuk!"ujar Radit menghampiri Sang Istri yang begitu judesnya menatap dirinya.


"Gausah,kan tadi udah bilang Aku mau berangkat sama Bunda aja.Mas ga ikut juga gapapa.dan jangan kesini juga.Dibilangin jangan deket deket Aku ihhhh sebeel!"


"Apa masih bau?Kan Mas udah ganti baju,udah wangi pula!"ucap Radit mengendus baju yang dipakainya.


"udah ngga bau, tapi Aku merinding kalau deket deket sama Mas Radit,tuh lihat bulu bulu tangan Aku sampai berdiri...hiiiii!"ucapnya sambil bergidik.


Radit hanya memandang sang Istri dengan wajah sendu sekalugus keki,kemudian beringsut menjauhi Bilqis.


"Yaampun Istri Aku kenapa lagi siiih,apa Dia sengaja bikin Aku kesel kayak gini,Apa Bilqis bener bener lagi menguji kesabaran Aku,menguji cinta Aku?Memangnya Aku ini jin ipritt apa pake merinding segala.Kalau bukan Istri Aku sendiri mungkin sudah Aku...huehh!"gumam Radit sambil membuang nafas dengan kasar.


***********


Radit sudah berada didalam mobilnya,Dia melihat sang Istri melalui kaca spion,wajahnya masih jutek namun juga pucat.Tak tega juga melihat keadaan sang Istri walaupun sikapnya hari ini benar benar menguji kesabarannya.bahkan Dia tidak ingin sama sekali duduk didekatnya,Dia memilih duduk dibelakang bersama sang mertua,jadilah kali ini Dia mengendarai mobilnya bagai seorang supir pribadi.Selama menikah dengan sang Istri baru kali ini sikap Bilqis begitu menyebalkan,hampir saja emosinya terpancing.Namun untunglah Dia bisa mengendalikan dirinya.Untunglah jalanan yang dilaluinya lumayan lenggang.


"Ada keluhan apa ini,kok pucat banget Iqis,kurusan lagi sekarang!"ujar Dokter Sandra.


"San Istriku mual sama muntah muntah!"Ucao Radit,yang berdiri dekat sang mertua.Karena seperti biasa Bilqis selelu enggan berada didekatnya.


"Udah di tespack belum Qis?"Tanyanya,yang memang akrab dengan Bilqis karena beberapa kali sang Dokter dan Bilqis bertemu,sehingga tidak sungkan bagi sang Dokter untuk memanggil namanya saja.


"Belum Dok!"jawab Bilqis pelan.


"Hari pertama mens terakhirnya kapan?"


"Ehhhmmm kalau ga salah 3 minggu yang lalu Dok!"jawab Bilqis mantap.


"Kalau menurut Bunda sih memang hamil kayaknya.mualnya itu seringnya pagi pagi,penciumannya pun lebih sensitif Dok!"ucao Bunda menambahkan.


"Ok kita langsug USG aja ya,supaya lebih akurat hasilnya.Yuk Qis!"

__ADS_1


Bilqis berbaring diruang khusus untuk usg,Radit dan Bunda pun ikut menemani.Suster yang mendampingi ikut mengoleskan jel pada perut bawah Bilqis.Kemudian Dokterpun memeriksa Bilqis dengan alat tersebut.


"Waaah selamat Dit,Kamu akan punya baby lagi nih!tuuh udah keliatan walaupun masih sebesar kacang hijau"ujar Dokter Sandra.


"Yang bener San!"pekik Radit.


"Ya masa Aku bohong.ini tuh lihat dimonitor, memang masih kecil banget ya,tapi dapat dipastikan kalau Bilqis sekarang sedang hamil lagi.Selamat ya!"


Radit membelalakkan,wajahnya terlihat kaget sekaligus bahagia.


"Alhamdulillaah!"


"Sayaang ternyata bener kata Bunda,Kamu sedang hamil.Yaampun seneng banget dengernya.Akhirnya Rafa akan punya adik.Aku puny anak lagi.Aahhhh seneng banget.Terimakasih ya Honey,Kamu memenuhi keinginnan Aku untuk mempunyai Anak lagi,Aku bahagia banget!"Radit menghambur memeluk Bilqis yang masih tidur terlentang,Dia menciumi Bilqis dengan gemas.hidungnya,pipinya,keningnya,bibirsnya,semua wajahnya Dia cium dengan gemas.Namun kemudian.....


"Aaaaahhhwww sakit yaang,kenapa pinggang Aku dicubit!"Radit beranjak dari Bilqis dan mengusap pinggangnya dengan wajah meringis.


Bunda yang melihatnya merasa sangat tidak enak,sedangkan Sang Dokter hanya tertawa tawa.


"Dibilangin jangan deket deket juga,nakall!"omel Bilqis.


Bilqis kembali memang wajah permusuhan,Dia bangun kemudian duduk membenahi pakaiannya.


"Baiklah Aku kasih resep untuk obat mualnya juga beberapa vitaminnya ya,jangan lupa untuk selalu kontrol kesini!"ucao Dokter.


"Thank you ya San,terus ada obat anti galak dan anti judes nya ga?ga kuat San,dimusuhin terus dari kemarin."Bisik Radit.


"Hahaha sepertinya Kamu harus banyak bersabar Dit!"


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2