
Radit hanya mengaduk aduk nasi goreng didepannya dengan tidak semangat,wajahnya sangat muram sejak kejadian dikamar mandi tadi,seperti tidak ada rasa semangat dalam dirinya,Bilqis yang melihatnya jadi merasa bersalah.
"Mas kenapa ga dimakan,kok cuma diaduk aduk aja,nasi gorengnya gaenak ya?"tanya Bilqis penuh perhatian,Dia takut nasi goreng yang dibuatnya tidak pas dilidahnya.
"Mas...kok diem aja?"Tanya nya lagi.
"Enak."jawab Radit singkat.Dia malas sekali berbicara,moodnya benar benar hilang,kepalanya pun masih terasa pusing.
"Ateu jadikan kita jalan jalannya?"tanya Haidar dengan mata yang berbinar.
"heeemmh..gimana ya"ujar Bilqis sambil melirik Radit yang makan dengan tekun walaupun wajahnya nampak masih menahan kesal, Radit sebenarnya kurang suka masakan sang Istri yang terasa hambar dilidahnya,namun Dia berusaha menghabiskannya demi menghargai masakan yang sudah dibuat Istrinya itu dengan susah payah.
"Kita pulang aja ya,Mama sama Papa Iday udah ada dirumah Oma,tadi Mama telepon Ateu,katanya udah kangen sama Iday"Bujuknya karena melihat raut wajah Radit yang nampak tidak bergairah.
"Ngga..Iday gamau pulang..Iday mau main sama Om Radit,Iday mau jalan jalan..ya om ya??."Ujar Haidar keukeuh sambil melirik kearah omnya yang sedang bermuram durja.
"Mas...itu Haidar mau diajak jalan jalan kasian Dia.gapapa dong mas kan ini hari minggu".ucap Bilqis yang kini membujuk Suaminya.
"Ya liat nanti,Aku tadinya cape,sebenernya pengen Istirahat."Ujar Radit,yang membuat Bilqis semakin tidak enak hati.
"Tapi Om udah janji waktu om gendong Iday,Om janji kalo hali ini Iday mau diajak jalan jalan."ujar Haidar mengingat kata kata Omnya kemarin malam diucapkan Radit.
"Iday jalan jalannya sama Mama sama Papa aja ya"Bilqis kembali merayu keponakannya itu.
"gamau..,sama Mama Papa udah sering!"Haidar tetap dengan keinginannya,sulit sekali membujuk anak itu bila sudah menginginkan sesuatu.
"Ya sudah iya,kita akan pergi jalan jalan".ucapnya tidak enak menolaknya karena dia pun sudah berjanji pada anak itu.
Radit tidak enak hati mendengar Haidar terus merengek ingin jalan jalan,memang semalam Radit sudah berjanji pada bocah kecil itu bila Dia tidak rewel,besok Haidar akan diajak jalan jalan hari ini,benar saja dia menagih janjinya.Harusnya Dia tidak sembarangan menjanjikan sesuatu pada anak kecil.
__ADS_1
Sebetulnya Radit ingin sekali Istirahat dan berduaan dengan Istrinya itu,menuntaskan hasrat yang sudah sulit ditahannya lagi,namun Dia tidak berdaya menolak keinginan anak kecil lucu itu,Dan lagi Radit amat suka dengan anak kecil,dan melihat Haidar dirinya semakin menggebu gebu untuk mempunyai anak.Namun kemarin Bilqis memintanya untuk bersabar,dan kini mau tak mau Radit harus mengikuti keinginan Istrinya itu,Dia juga ingin memberi waktu pada hubungan mereka agar semakin saling menumbuhkan Perasaan cinta dan sayang diantara keduanya.
"Kalau begitu Aku siap siapdulu ya Mas,Aku ganti baju dulu.Mas kalau mau duluan, duluan saja sama Haidar,Nanti aku nyusul"ujar Bilqis pada sang Suami.
"Ok.jangan lama lama ya"ujar Radit.
"iya sayaaang"Ucap Bilqis bahagia karena mau menuruti keponakannya itu.
"Ayo Om..."Haidar yang sudah tidak sabar ingin diajak bermain.
"Ok.iday tunggu sebentar ya,Om ambil dompet dulu didalam."ucap Radit beralasan,sambil berlalu menemui Istrinya dikamarnya,sedang Haidar mengambil mainan di tasnya sambil menunggu Om dan Tantenya itu.
Bilqis hanya mengenakan pakaian dalamnya saja di walk in closet dan bersiap memakai baju pilihannya namun tiba tiba Radit sudah memeluknya dari belakang,dan menaruh dagunya dibahunya.untung saja jatungnya tidak copot saking kagetnya.Radit sangat tergoda saat melihat tubuh sang Istri yang putih dan mulus dalam keadaan setengah telanjang membuat hasratnya kembali meronta
"IIhhh Massss...ngagegitin aja"Ucap Bilqis sambil menepuk pada tangan yang melingkar diperutnya itu.
"Pilihkan baju untukku juga"ucapnya dengan suara yang serak dipenuhi gelora hasratnya.
"Sebentar dulu aku penasaran banget sama ini dari kemarin"Ucap Radit sambil membuka pengait branya dan menangkup kedua tangannya di dada Bilqis.Membuatnya tak kuasa menahan geli.
"Mass lepasin Ihh geli"Radit menangkup kedua bongkahan itu sambil meremasnya pelan dengan penuh penghayatan".
"Ternyata besar juga yaaa,..I like it"ucap Radit nakal sambil terus memainkannya dengan penuh hasrat.
"Udaah dooong mass..mmmmmhhhh geliiii"Bilqis menggigit bibir bawahnya tak kuat menahan geli saat Radit semakin memainkan dua buah benda padat yang kini jadi favoritnya.
"Tahaaan sebentar doong sayaaang,mumpung Haidar lagi anteng"Ucap Radit sambil menci***i leher Bilqis sambil sesekali menggigitnya dengan pelan."
"Ateeuuuu...Ooommm,kok lama banget siiih"
__ADS_1
"Keburu tutup nanti tempat mainnya.."Ucap Haidar polos.Mau tak mau Radit melepaskan benda kesenangannya itu,Bilqis bergegas memakai bra nya kembali dan memakai baju yang dipilihnya,kali ini dia memakai baju terusan diatas lutut berwarna putih dipadukan dengan outer warna pink,tampak sangat cantik dan seksi,namun Radit tampak tidak suka melihatmya.
"ganti jangan pakai yang itu"Perintah Radit.
"Memangnya kenapa Mas...Aku suka"ucap Bilqis dengan wajah tanpa dosa.
"Tapi Aku ga suka,itu terlalu seksi"ucapnya ketus.
"Tapi ini..."
"Gada tapi tapian cepet ganti,atau ga jadi saja perginya"tegas Radit.
"Iya deh iya...Aaaaah... ribet banget jalan sama om om"gerutunya pelan.Radit telah mengganti bajunya dengan setelan kasual sedang Bilqis yang cemberut masih mengobrak abrik bingung menggunakan baju yang mana,namun akhirnya dia memakai celana pallazo putih dipadu dengan kaos pink dan outer senada.penampilannya sangat slpan namun tetap modis dan chic,dan Radit pun sangat menyukainya dan tersenyum puas melihat penampilan Istri cantiknya itu.
"Kecantikan dan keseksianmu Hanya untuk Aku seorang"Ucapnya sambil memluknya dengan posesif.
.
.
*****
.
*****
.
*******
__ADS_1
VOTE,LIKE,KOMEN,HADIAHnya dong BESTIEEE.....😘😘😘😘😘😘😘😘😘