TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Aaacchhhh..


__ADS_3

"Masss...."


"Mass Radiiittt"


"Yesss Babe..are you Ready.."Bilqis tersipu malu hanya bisa menunduk seraya menggigit bibir bawahnya,tak menyia nyiakan kesempatan tubuh kekar Radit melepas kimono hitamnya dengan tergesa gesa.Dipeluknya tubuh indah nan seksi itu,dicium dan dicum**nya tubuh molek Bilqis tanpa seinci pun terlewatt membuat Bilqis terlenaaa.Baju haram yang dikenakannya benar benar sesuai yang dia inginkan,Dada bulat ranum yang didambakannya..akhirnya Radit...


"Mmmmhhhhmmmhh....aaacchhhh"


"Aaaaaccchhh...."suara seksinya Bilqis begitu merdu.


"Sayaaang aku ingin mencium bibirmuuu"


"Singkirkan rambut kritingmu sayaang"


"Sayaaaang rambutt kritingnya singkiirkhaaan"


"Sayaaaangggghhhh"


"Mas..Radit.."


"Iya sayaaang Rambutnyaa awasiiin gelii hidungkuu"


"Mas.."


"Masss..."


"MAS Raditt..."


"HAH!"Radit terbangun dari mimpi indahnya.matanya mengerjap,wajahnya tampak digesek gesekkan ke rambut kriwil keponakannya membuat hidungnya sangat geli,ingin bersin namun tertahan.Kesadarannya mulai berkumpul.Dia bangkit dan terduduk diatas ranjang,Radit menengok kekiri tampak keponakan gembul rambut kriwil itu tengah tertidur pulas?dan dihadapannya tampak Bilqis sedang berdiri tersenyum manis kearahnya.


"Sudah siang Mas..dari tadi dibangunin susah banget"


"Mimpi apasih....?tanya Bilqis dengan wajahnya yang sudah tampak segar.


"Jadi rambut kriting tadi rambuuuttt..."


"Ahhh...menyebalkan...ternyata cuma mimpi"Radit meremat rambutnya dengan kesal.


"Kenapa Mas..kok kayak kesel gitu?"tanya Bilqis sambil menghampiri suaminya.


"Ada apa?"tanya Bilqis lagi yang masih berdiri dihadapan suaminya,Radit yang masih terduduk diranjang dengan cepat memeluk pinggangnya dan menenggelamkan wajahnya diperut bilqis.


"Kenapa Aku ada disini sayaang?"tanya Radit manja sambil ndusel diperut Bilqis(mengesek gesekkan wajahnya).Bilqis tertawa kecil melihat tingkah suaminya,kemudian dibelai rambutnnya dengan sayang.


"Masa mas lupa..hayo coba inget inget"ujar Bilqis dengan lembutnya.


FLASBACK..


Bilqis mengajak Haidar kekamarnya,agar bocah kecil itu segera tidur,namun justru matanya masih betah melek saja padahal sudah jam 9 malam.


"sayaangnya Ateu bobo yuk!"


"udah malem lho,nanti Iday bangunnya telat,nanti kesiangan sayaang"Bujuknya pada sang ponakan.

__ADS_1


"Iday susah bobo Teu,kalo ditempat baru"Jawab Haidar.


"Iday mau pulang,Iday mau sama Mama.."Mata Haidar yang bulat itu berkaca kaca,bibirnya mengerucut menahan tangis yang siap siap meledak,cepat cepat Bilqis memeluknya.


"uuhhh sayaaang..yaudah Ateu mau cerita aja yah"


"sini sayang"Bilqis menepuk bantal supaya Haidar tidur disebelahnya.


"Tapi tadi di tasnya Haidar tidak ada buku cerita"gumamnya..


"Ateu tepuk tepuk aja ya,sambil nyanyi nina bobo"


"Nina bo..."


"gamauuuu Ateuuu Iday gamau dinyanyiin,Iday bukan bayi"protes Haidar sambil cemberut lucu,bilqis terkikik geli,padahal menurutnya Haidar masih bocah kecil lucu nan mengemaskan.


"terus Ateu harus gimana supaya Iday mau bobo?"


"Yaudah cerita dora emon mau?"bujuknya lagi.


"ga mau"ujar Haidar dengan wajah yang masih cemberut


"cerita si Tayo?"tanya Bilqis


"ga"


"cerita cinderlla ya"


"Iday bukan pelempuan"ujarnya merengut.


"yaudah cerita Malin kundang aja ok"


"Ga mauuuuu Iday Gamau jadi anak dulhaka AAAAAAA..."Iday menangis dengan kencangnya.


"AAAAAAA Idayyy mau pulaaang"


"Iday mau ke Mamaaaaa Aaaaaaaa...."Iday masih nangis kejer,Bilqis panik,Dia bingung tidak tau apa yang harus dilakukannya mengahadapi anak yang tantrum.Anak kecil itu dari tadi menahan rindu kepada Nisha,diapun bingung dengan tempat yang baru pertama kali didatangi tanpa orang tuanya,walaupun ada sang Tante,namun tetap saja membuat bocah kecil itu merindukan Ibunya,bagai anak ayam kehilangan induknya,Dia menangis dengan kencang.


Radit masih dengan setia menunggu sang Istri dikamarnya sambil memeriksa beberapa email yang masuk di laptop,juga mengecek beberapa laporan kerjanya,namun kemudian terdengar suara Iday tengah menangis dengan kencangnya,buru buru Radit menghambur kekamar Bilqis.


"Ada apa Qis?"tanyanya sambil mendekat kerah Haidar.


"Iday disuruh bobo malah nangis"ujarnya dengan mimik wajah khawatir dan merasa bersalah..


"AAAAAAAA IDAY MAU KE MAMA..."Si bocah kriwil tantrum,wajanya memerah dipenuhi airmata.menjerit jerit ingin bertemu Nisha.


"Cup cup cup sayaaaang"Radit meraihnya


"sini sayang,naik ke punggung Om"


"kita lihat Bulan yuk!"


"jagoan harus hebattt"

__ADS_1


"harusss kuat"Ucap Radit mendudukkan dirinya dan memberi kode Bilqis agar membantu Haidar naik kepunggungnya.


"Digendong sama oom ya sayaang"


"Liat bulan yang indah diluar yuk"ucap Radit sambil membawa Haidar menuju Balqon apartemennya.namun sebelum itu Dia berbalik pada Bilqis.


"Kamu bersiap siap saja dikamar,tunggu aku ya"ucap Radit diikuti anggukan Bilqis.Bilqis masih bingung menghadapi anak yang tantrum,ini pengalaman pertama Dia dititipi keponakan tanpa Ibunya,karena bila Nisha ada keperluan untuk menitipkan Haidar,biasanya sang ibulah yang menjaga dan menenangkannya bila Haidar sedang rewel,dan kali ini Bilqis kebingungan sendiri mengahadapi Haidar yang tengah rewel.Bilqis kemudian beranjak kekamar Radit.


"Udah selesai ya nangis nya?"


"Anak jagoan harus Hebat ya"ujar Radit.


"Iday tau ga dulu waktu Om masih kecil suka nangis,kenceeeeeng banget sampe sampai terdengar kemana mana"


"Tapi Om langsung berhenti nangisnya karena Om sudah besar"Ucap Radit yang berusaha membujuk Haidar,Dia memutar otak mencari cara agar anak itu mau tidur.


"Iday suka lihat bulan ga?"


Haidar tampak menggeleng dipunggungnya.


"Tuh lihat keatas,bulan purnama yang indah ,ujarnya sambil menengadah keatas langit,untungnya malam itu cerah dan terlihat Bulan dan banyak bintang bertaburan"


"Iiihhh iya Oommm itu ada Bulan,ada banyak bintangnya"tunjuk Haidar kesalah satu bintang yang kelap kelip."Radit berada diBalkon apartemennya,sehingga terlihat pemandangan indah dari situ,pemandangan padatnya kota dengan kerlip lampu warna warni,juga pemandangan langit yang terkadang telihat bulan dan bintang yang bertaburan.Dia sering menyendiri disitu apabila suasana hatinya sedang kalut.Dan untunglah sepertinya cara itu berhasil membuat Haidar tenang.


Setelah hampir setengah jam membujuk Haidar agar bisa tertidur,akhirnya lelaki kecil itu tertidur lelap dipunggungnya.Radit kemudian beranjak kekamar untuk menidurkan bocah kriwil itu,dengan hati hati Radit menurunkan gendongannya ke ranjang.Dilihatnya wajah tampan bocah gembul itu terlelap dengan damai,punggungnya terasa pegal diapun ikut berbaring disamping Haidar.Radit sudah tampak kelehan setelah seharian dalam perjalanan dari luar kota,kemudian menjemput sang Istri,rasanya tubuhnya sudah sangat lelah,tak sadar Diapun tertidur dengan nyenyak memeluk Haidar si keponakan.


FLASBACK OFF


"Ternyata kamu itu lembut dan kebapakan banget ya"ucap Bilqis terseyum sambil tetap membelai rambut sang suami dengan sayang.


"Aku suka sisi lembut Kamu seperti ini Mas..."


"Kamu sabar banget tadi malem sama Haidar"


"Aku denger Dia nangis kayak gitu yang ada panik"


"tapi Kamu hebat bisa membuat Haidar diam dan akhirnya bobo cantik kayak gitu"ujar Bilqis tersenyum manis sambil menangkup wajah suaminya dan mereka berpandangan dengan mesranya.


Cup


Bilqis mencium lembut bibir sang suami.


"Aku sudah siap jadi Ibu dari anak anakmu Mas..."


.


.


.


******


Sok Atuh Bestieee di VOTE,KOMEN,BOOMLIKE nya..😇😇😇😇😇🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2