
Pagi hari Bilqis merasakan perutnya mulas dan kontraksi,tapi Dia masih bisa menahannya,karena kontraksinya masih belum sering dan belum teratur,jadinya Dia sedikit santai,belum mau memberitahu Dokter,Dia justru sibuk menstimulasi suaminya,Sudah 4 hari suaminya terbaring koma,seakan sudah bertahun tahun lamanya bagi Bilqis,Dia tidak bisa membayangkan bagaimana sakit perasaannya jika Radit akan selamanya seperti ini,hanya terbaring tak berdaya,perasaannya kembali risau dan galau,apalagi Dia sangat mengharapkan detik detik saat melahirkan nanti,Radit ada disisinya,namun sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi,hal itu membuatnya putus asa,karena Radit belum menampakkan perkembangan sama sekali.
"Papiii bangun Piiii ini bentar lagi dedenya mau keluar,Mami mau ditemenin sama Papi,Mami takut Pi...Papi bangun Pi,Ayo bangun...hiks!"
"Mami Mau ada Papi disamping Mami,Mami ingin Papi yang mendengar tangisannya pertama kali,Mami ingin mendapatkan dukungan dari Papi,Ayo Piiii cepat bangun,Dede bayi Mau lihat Papinya."
Kontraksi bayi kembali Dia rasakan,dan kini Bilqis merasakan sakit sekali diselangkangannya,bahkan punggungnya terasa sakit,Dia mengusap usap sendiri perutnya sambil berniat menghubungi perawat,untunglah Ayah dan Bunda datang,melihat Bilqis terlihat kesakitan,Bunda segera membantunya."
"kenapa Qis,apa mulesnya udah kerasa?"tanya bunda terlihat panik
"Mulesnya sudah terasa ya Qis,ya sudah lebih baik Kamu cepat ditangani sama dokter."ucap Bunda yang dibantu Ayah,kemudian memanggil suster untuk diantar keruangan bersalin.
Bilqis tampak menahan sakit,Dia tak pernah merasakan sakit yang begitu dahsyat pada perut dan pinggangnya,sakitnya tidak bisa tergambarkan rasanya.
"Awww engggjhhh ssshhhhhh sakit Bunda,sakit banget...Papi banguuun Iqis kesakitaaan!"lirihnya.Bilqis didampingi oleh Bunda disampingnya.
"iya Sabar sabar sayang,Iqis kuat Iqis hebat,tahan ya nak..sebentar lagi Radit junior datang!"ujar sang Bunda menghibur.
"Waaahhh sudah pembukaan lima,semangat ya Mami...sebentar lagi keluar Dede bayi nya!"ujar Dokter,Bunda memegangi tangan Bilqis agar Dia semangat dan mendapatkan kekuatan dan dukungan darinya,walaupun sang suami tidak ada disisinya.
"Sakiiit Bun..awwww ssshhhhhh!"lirih Bilqis yang terbaring menyamping,sedangkan bunda mengusap usap pinggangnya"
"Yang semangat Iqis sayaaang,yang kuat,bentar lagi dedenya keluar tuuuh ayo semangat sayaaang."Ucap sang Mama mertua yang juga ikut menemani.
"Iqis sayaaang Ayo semangat,tadi Mama dapat kabar kalau Radit sudah menggerakkan jarinya,saat ini sedang ditangani Dokter,semangat sayaaang Ayooo,Radit pasti Ingin ketemu anaknya!"
"A-apa benar Ma!"Bilqis mencoba mendongakkan wajahnya melihat kesungguhan mertuanya.
__ADS_1
"Benar sayang,masa Mama bohong,Yang semangat,yang kuat sayang!"
Dokter datang kembali memerisa pembukaan jalan lahir,membuat Bilqis meringis saat jari itu berada dibagian sensitifnya.
"Iqis sayang sebentar lagi bayinya akan lahir tahan sebentar ya cantik,ini rambut bayinya sudah kepegang.sebentar lagi akan ketemu Mami dan Papinya ini!"ucap dokter.
Bilqis meremas tangan sang Bunda,dan sang Bunda mengelap keringat yang membasahi kening Bilqis.tak tega rasanya melihat sang anak kesakitan.seperti itu apalagi melahirkan tidak.didampingi suaminya,membuat sang Bunda tak sanggup melihatnya,namun Dia berusaha tenang dan memberikan semangat kepada sang anak.Sedangkan Mama Radit merekam setiap detik proses kelahiran sang cucu yang sedang berlangsung,Dia ingin menunjukkan vidio itu pada Radit setelah anaknya sembuh seperti sedia kala.
"Iqis cantik,tolong ikuti saya ya,ini pembukaan nya sudah lengkap,tarik nafas kemudian dorong ya.jangan sampaii diangkat ini bokongnya ya Qis,dorong ya sekuat tenaga!"perintah dokter,yang diikuti anggukkqn Bilqis.
Bilqis sekuat tenaga mengumpulkan tenaga dan mengatur nafasnya,kemudian dokter kembali memberi aba aba.
"Ya dorongggg iya terussss doroooong iyaaa!"
"Eeuuuuuhhh.....!"
"Euuuuuuhhhhhjj...!"
"Euuuuuuhhhhhh...!"
"Eaaaaa....Eaaaaa....eeeeaaaa..."
Terdengar suara tangis bayi menggema diruangan itu.Semua orang yang hadir mengucap syukur,Sang Bunda menangis sesenggukan,tangis yang sudah ditahannya dari tadi langsung membuncah,Dia bahagia,terharu melihat perjuangan Bilqis.
"Selamat sayang,Kamu benar benar hebat,Kamu sudah melahirkan cucu yang sangat tampan"
Bayi yang lahir jam delapan malam itu sungguh sangat tampan,dengan berat badan 3,5 kg,bayi yang diberi nama Rafa Raditya Raharja itu,sungguh bagai jelmaan sang Ayah.
__ADS_1
Bilqis terlihat sangat kelehan namun Dia tampak berbinar bahagia saat sang dokter memberikan bayinya yang sudah dibalut selimut itu tampak.menggemaskan.Dengan wajah penuh binar kebahagiaan,Bilqis memandang buah hatinya dengan seulas senyum diwajahnya.
Bilqis mengulas senyum diantara rasa lelahnya,Dia begitu bahagia,akhirnya buah hatinya bisa lahir dengan selamat.
"Kamu hebat sayang,Mama bangga sama Kamu!"sang mertua tampak bahagia dan terharu.
Kini lahir seorang bayi laki laki yang sangat tampan yang sudah didambakan oleh Radit sejak lama,apalagi kini Dia sudah sadar dari komanya,walaupun tidak mendampingi Bilqis saat melahirkan,mendengar Dia sudah sadar dari koma nha saja sudah merupakan anugerah paling indah untuk Bilqis apalagi ditambah seorang bayi yang lahir dengan selamat,kini kebahagiaan kembali membuncah didadanya.
**********
Bilqis menangis terharu,melihat sang suami tersenyum kepadanya,dengan penuh kasih sayang Dia membelai sang Suami,setelah 3 hari tersadar dari komanya,Kini Bilqis dijinkan untuk menemui Suaminya,Diapun sudah tampak pulih setelah melahirkan,walaupun jalannya masih agak Kaku dan harus memakai kursi roda.
"Sayangku,anak kita sudah lahir,Mas Radit Junior sudah lahir sayang,apa Kamu ingin melihatnya?"Bilqis terus menciumi Pipinya membuat Lelaki itu menitikkan air mata,Radit tampak masih Diam belum banyak berbicara,karena masih terbata bata,efek dari fungsi otaknya yang masih belum sepenuhnya pulih,sehingga harus melakukakn fisioterapi untuk membuatnya sembuh seperti sedia kala,namun hal itu sangat cukup bagi Bilqis,asalkan sang suami mengenalinya itu sudah cukup untuknya,Dia berjanji akan sabar mendampingi kesembuhan sang suami.
"Hai Papi...ini Aku,Aku hadir sekarang!"ucap Bilqis yang langsung menggendong sang bayi yang begitu tampan,Dia dekatkan bayi itu ke wajah Radit,Radit tampak menangis bahagia dan terharu menjadi satu,dalam lubuk hatinya ada rasa sesal tidak bisa mendampingi Istrinya melahirkan,namun hatinya begitu lega sekaligus senang,saat melihat bayi jelmaan dirinya,bayi mungil tampan,Radit menciumnya dan pelan pelan berusaha mengusap wajah darah dagingnya itu.
"Dia mirip banget sama Kamu Pi,ini sih Papi banget,ga ada yang dibuang,semuanya mirip Papi,Mami ga disisain apa apa!"ucap Bilqis pura pura cemberut membuat Radit tersenyum melihatnya.
"Nama anak kita Rafa Raditya Raharja,seperti yang sudah Papi siapkan,Dia benar benar ganteng ya pi,tapi kok mirip Papi banget sih,ga adil dehhh!"
"Ayo Papi cepet sembuh biar Kita bisa bikin bayi yang baru lagi,Yang mirip kayak Mami,ya Pa ya..bikin lagi yang baru yaa...!"goda Bilqis membuat Radit tertawa walaupun masih Kaku,Tanggannya dijulurkan Ingin dipegang oleh Bilqis,laki laki itu memegang tangannya sengan erat.
.
.
.
__ADS_1
*********