
"Ngapain sih Mas tarik tarik tangan Aku kayak gini!"Ucap Bilqis berontak sambil berusaha keras melepaskan tangannya dari cengkaraman sang Suami.
Radit tak mengindahkan perkataan Istrinya,Dia terus saja berajalan dengan wajah sangat marah.
"Lepasin Mas,sakit tangan Aku.Kamu kenapa marah,disini yang seharusnya marah itu Aku Mas,bukan Kamu.Kenapa sikap Kamu malah nyeremin kayak gini!""protes Bilqis dengan langkah terseok karena suaminya itu terus saja menarik tangannya dengan cengkaran kuat membuatnya meringis kesakitan.Sedangkan Radit diam sambil berjalan dengan cepat karena marah dan panas hatinya melihat Bilqis begitu bahagia dengan Lelaki lain dan tertawa bersamanya.
Radit membawanya ke basement tempat mobilnya terpakir.
"Masuk!"suruhnya pada Bilqis dengan ketus,Bilqis menurutinya dengan terpaksa.Radit pun masuk kedalam mobilnya dengan wajah yang sangat garang menatap istrinya dengan tajam,seolah ingin menelannya hidup hidup.
"Sudah berapa kali Aku bilang,Aku ga suka Kamu dekat dengan lelaki manapun,dan Kamu menantangku hari ini"ucapnya tajam dengan tatapan setajam pisau belati.
"Lalu apa yang Mas lalukan didepanku,Kamu begitu mesra dengan wanita itu,Kamu tau ga,Aku dari tadi nungguin Kamu,supaya bisa makan siang berdua,gataunya Kamu enak enakan berduaan dengan sekertaris Kamu yang menyebalkan itu.Kamu tega Mas,bahkan Kamu belain Dia terus!"sanggah Bilqis dengan wajah kesal tak ingin kalah.
"Tentu saja Aku berduan dengan Dia,si Wanda itukan sekertaris Aku Qis.walaupun Aku berduaan tapi gada hal macam macam yang Aku lakukan sama Dia,Kamu lihat sendiri Aku cuma makan,sebelum sebelumnya juga seperti itu saat Angel jadi sekertaris Aku.Kurasa hal itu hanya hal biasa yang tidak perlu diributkan,tapi sepertinya Kamu selalu mencari cari kesalahan Aku Qis,dan cemburu Kamu itu ga beralasan."
"Oh ya?ga beralasan?terus yang Mas lakukan kepadaku saat ini apa?menyeretku kesini dengan kasar seperti Aku ini binatang!"Balas Bilqis yang menatap saang suami dengan nyalang dan bibirnya bergetar menahan tangis.
"Karena Kamu sengaja memanas manasi Aku dengan Lelaki itu,Kamu sengaja membuatku cemburu,bukannya Aku pernah bilang sama Kamu,Aku ga suka.Tapi apa yang Aku lihat?sedangkan Siwanda Dia hanya sekertarisku,dan Dia menghormatiku sebagai atasannya.Kami hanya makan!"Jelas Radit.
__ADS_1
"Kenapa sih,Kamu selalu membesar besarkan masalah,lagipula kenapa Kamu ga ngasih tau Aku kalau mau kekantor,Aku juga gatau kalau ternyata Kamu berencana makan siang disini sama Aku,Aku cape,mumet habis meeting,perut lapar,dan ga sempet buka HP sama sekali,jadi Aku suruh Wanda membelikan makan siang untukku,apa Aku salah."Jelas Radit.
"Ahhh sudahlah Mas,Kamu memang selalu selalu merasa benar,Kamu egois.Aku cape berantem terus sama Kamu hanya gara gara perempuan itu,yang biki Aku sedih,Kamu itu lebih percaya Dia dibanding Istri Kamu sendiri,mana mungkin Aku ngarang ngarang cerita kalau Kamu meeting 2 jam,terus Aku diem nungguin Kamu dikamar itu 2 jam,mikir dong Mas,ngapain juga Aku ga ada kerjaan ngorbanin waktu Aku bersama Rafa hanya untuk nunggu Kamu,tapi Kamunya justru lebih percaya Dia dibanding Aku."
"Aku hanya tidak ingin masalah tersebut terlalu dilebih lebihkan,dan apa maksud Kamu dengan makan berduaan dengan lelaki lain dekat dengan kantor Aku,apa Kamu ga menghargai Aku Qis,Kamu ga menuruti omongan Aku kalau Aku ga suka Kamu deket dengan lelaki lain,apa Kamu ga faham hah?Sentaknya dengan mata membola begitu menakutkan,namun Bilqis berusaha untuk tenang.
"Aku hanya melakukan apa yang Mas lakukan.Apa itu salah,sudahlah Mas gausah dibesar besarkan."
"Ternyata Kamu sekarang pandai melawan suami Kamu sendiri Qis.Apa karena lelaki itu,hah.Lelaki yang ditaman itu."
"Apa sih Mas,ga ada hubungannya sama sekali dengan Dia,Dia hanya membantu menghabiskan makanan yang Aku bawa untuk Kamu,kenapa jadi nyalahin Dia.Yang harus Kamu salahin ya sekertaris menyebalkan itu,Aku mau Dia dipecat hari ini juga,atau kalau Kamu ga tega,tolong pindahkan Dia tugas dibagian lain,jangan deket deket Kamu,gara gara ada Dia kita sering cek cok dan salah faham,dan Aku harap jangan sampai Kamu di doktrin dengan omongan macam macam ,Aku lihat Dia bahkan berani memutar balikan cerita."
"Aku tidak perlu memecat siapapun,yang harus Aku lalukan sekarang adalah menghukummu karena Kamu selalu membantah suamimu sendiri.Makan berdua sambil tertawa tawa berdua ditaman itu,apa itu pantas hah?"sentaknya lagi.
"Ohhhh jadi Kamu ingin bebas dari Aku karena Kamu suka dengan lelaki itu,Kamu sayang dengan Lelaki itu iya.Jangan pernah Kamu berfikiran untuk pergi dari Aku?"
Radit menyergap Bilqis,memeluknya dengan erat,dan mencium bibirnya dengan sangat kasar.menghisap,********** dan menggigitnya.Ciuman yang begitu panjang yang diliputi rasa marah dan cemburu dari seorang Radit,membuat Bilqis kewalahan dan kesulitan bernafas.Sejenak Radit melepaskan ciuman itu,namun kemudian Dia menarik pakaian Bilqis dengan kasar,Bilqis menangis ketakutan.Dia tau sang Suami sedang diliputi amarah dan kecemburuan yang membuatnya bersikap kasar kepadanya.Dengan tidak sabar Dia melucuti semua pakaian yang menempel ditubuh sang Istri,juga pakaian yang melekat ditubuhnya.Radit menyentuh sang Istri dengan beringas.
"Apa Kamu ingin mencari kepuasan pada lelaki lain?"
__ADS_1
"Kalau begitu Aku akan membuatmu puas sekarang.Kamu taukan betapa hebatnya Aku,betapa cintanya Aku sana Kamu,betapa memujanya Aku padamu Qis!"bisiknya yang kemudian menenggelamkan wajahnya dileher Bilqis yang harumnya benar benar memabukkan,Dia menghisapnya dan menggigitnya membuat Bilqis mengerang.
"Mas jangan seperti ini,Aku ga suka Kamu kasar sama Aku,lepasin Aku Mas."ucap Bilqis sambil menangis melihat Radit seperti orang kesetanan.
"Diam,Aku bilang Kamu hanya milik Aku,Aku ga rela senyum Kamu itu diumbar untuk Lelaki lain,Aku benci melihatnya,Apa kamu ga ngerti!"
"Lepasin Mas sakiiit!"
"Apa Lelaki tadi menyentuhmu,menciummu seperti ini,sampai Kamu begitu senang dekat Dia,Kamu taukan Aku marah,Aku benci.sekarang Diam,Aku akan tunjukkan kalau Aku lebih baik dari lelaki manapun."ujar Radit seperti orang kesetanan,Dia menyetubuhi sang Istri dengan beringas membuat mobil yang ditumpanginya berguncang.Bilqis hanya bisa menangis menahan rasa sakit.Suaminya memperlakukannya bak seorang wanita ******.
Setelah Satu jam lamanya Radit menyentuh istrinya dengan paksa,Radit mendekapnya,mencium keningnya dengan lembut,sedangkan Bilqis terkulai lemas tak berdaya.
"Bangun Sayang...Kita pulang!"Radit membelai pipinya dengan pelan.Bilqis mengerjapkan matanya.sekujur tubuhnya benar benar terasa sakit,apalagi bagian intinya perih dan linu.Namun tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya.
Radit memakaikan pakaian pada Bilqis dengan hati hati.Wanita yang baru saja disakiti dan dikasarinya hanya diam membisu.Hal itu membuat Radit merasa bersalah,hatinya iba melihat wanita cantik yang amat dicintainya itu hanya diam tak berdaya,menatap dengan tatapan kosong.
.
.
__ADS_1
.
***********