TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Keluh kesah Radit


__ADS_3

Radit sedang berada dikantornya saat ini dan meeting bersama para dewan direksi sedang berlangsung,namun pikirannya justru terpusat pada Istrinya,setelah satu minggu kepulangan Bilqis,Mama dan Papanya memaksanya agar Bilqis tinggal bersama mereka,Radit tentu saja tidak bisa menolak keinginan orang tuanya tersebut, karena mereka khawatir dengan kondisi Istrinya itu,karena kalo diapartemen harus naik turun lift,mereka takut kondisi Bilqis kenapa napa apalagi sedang hamil besar,tentu perlu ada yang mengawasi,dan sekarang Radit mulai disibukkan dengan setumpuk pekerjaannya,yang akan sangat menyita waktunya,tentu hal itupun disetujui oleh Radit sendiri,karena Bi Yuni tidak bisa sepenuhnya menjaga Bilqis,namun ini pula yang mengganggu pikirannya,Dia sulit sekali berkonsentrasi pada pekerjaannya,karena Dia ingin selalu berada disamping Istrinya,ingin selalu tau apa yang sedang dilakukannya,dan kalo bisa Dia ingin Bilqis pun ikut bersamanya bekerja,agar Bilqis selalu dalam pengawasaanya.


Pikirannya pun kini sedang galau,walaupun sudah seminggu Istrinya itu berada disampingnya,tapi hingga kini Dia belum mendapatkan apa yang diharapkannya.Setiap kaliĀ  istrinya itu diajak berhubungan,selalu saja ada alasan untuk menolaknya,entah itu karena kekenyangan,kecapean,ketiduran dan keluh kesah lainnya,Radit sudah berusaha untuk mengerti namun Diapun hanya seorang lelaki biasa yang punya hasrat begitu besar pada Istrinya itu,apalagi Bilqis dikehamilannya sekarang,Dia terlihat semakin cantik,semakin berisi dan justru semakin seksi,tentu saja hal itu merupakan godaan terbesarnya.


"Bos...Bos....!"Denis memanggilnya namun Bosnya itu masih terbuai dengan pikirannya tentang Bilqis.


"BOS..!"Radit langsung terlonjak kaget mendengar teriakan dari Asistennya itu,dan kesadarannya langsung berkumpul karena dilihatnya ruang rapat yang besar itu sudah kosong melompong,yang hanya ada dirinya dan asisten songongnya.


"Lho sudah bubaran ternyata!"ucapnya dengan wajah tanpa dosa.


"Hadeuuuh begini nih..kalo kerjaannya cuma mikirin istrinya terus,jadi planga plongo!"ujar Denis sambil menepuk jidatnya.


"Merengut terus..Kenapa Bos?Ga dapet jatah ya!"tebak Denis.


"Kok bisa tau Den?"


"Ahahahha...keliatan banget dari mukanya hahhaha,sabar ya Bos!"ujar Denis dengan mimik wajah memlerlihatkan keprihatinan namun juga sambil menahan tawa karena Bosnya itu tampak sangat lucu sekaligus terlihat lesu tak bergairah.


"Kemarin saat Dia pergi Gue sedihnya ga ketulungan,tapi pas sekarang ada,Gue justru semakin merana Den!"tuturnya dengan wajah sendu.


"Jangan berpikiran begitu Bos,ya harus sedikit berkorban demi kesehatan Ibu dan calon Anaknya Bos,cuma puasa beberapa bulan aja,kan berabe kalo nanti ada apa apa sama kondisi Ibu dan Bayinya!"ujar Denis berusaha memberikan pengertian.


"Gimana dong Nis,Gue bawaannya ga kuat kalo deket deket Dia!"


"Ya dikuat kuatin Bos,sabar dan tawakal hehe!"ucap Denis asal.


"gitu aja pake galau segala!"ucap Denis lagi.


"Lo ga ngerasain Den,Gue tersiksa begini!"keluh Radit sambil melonggarkan dasinya dan bersandar dikursi dengan wajah lesu.

__ADS_1


"Ini juga kalo dikantor mikirin Dia terus,bawaannya pengen pulang terus Den!"


"Wah wah wah gak nyangka bisa sebucin ini,padaha Saya masih inget gimana jutek dan dinginnya sikap Bos waktu awal awal...!"ledeknya pada Radit.


"Udahlah gausah diinget inget,bikin malu Gue aja Lo!"


"Gue pulang duluan Den,ga kuat pengen ketemu Istri Gue,apalagi sekarang tinggalnya dirumah Mama,mana si Boy mau dateng kesini lagi,mau sekolah disini,bikin Gue bete banget!"


"Ya emang kenapa kalo si Boy mau dateng,bocah bau kencur aja dicemburuin,heran!"tukas Denis sambil membereskan berkas berkas yang ada dihadapannya.


"Tapi Dia suka sama Istri Gue Den!"


"Semua orang berhak suka sama siapa saja Bos,yang penting Iqis suka dan cintanya hanya sama Bos aja,inget Bos,jangan suka over thinking,cemburu boleh,tapi jangan berlebihan,nanti kalo Iqis kabur lagi bisa berabe kan!"ujar Denis menasehati Bosnya itu.


"Susah Den untuk ga cemburu,makanya tolong secepetnya cariin Rumah buat Gue,biar bisa secepatnya pindah,rumah Yang udah ada,kurang sreg Guenya,kurang gede,kan Gue mau punya anak yang banyak,selagi bini masih muda ya kita garap terus,produksi terus,banyak Anak banyak rejeki kan!"Ucap Radit dengan entengnya.


"Ehhh busetttt digarap emangnya sawah!"


"Parah Lo,baru ngasih tau Gue sekarang!"Radit melotot dengan kesal.


"Aaah coba dilihat lagi Bos,jadwal yang sudah saya kasih,pikirannya ke Iqis mulu siih...Ayo Bos berangkat sekarang!"


"Yaaah padahal udah pengen cepet cepet pulang,ada aja,ada terus kerjaan,kayak ga habis habis...!"Keluh Radit dengan wajah lesunya.


.


.


.

__ADS_1


******


Radit baru sampai rumah tengah malam,Mansion yang bagai Istana itu tampak sepi,hanya ada satpam rumahnya yang masih terjaga,Dia segera meluncur kekamarnya,tampak Istrinya yang molek tertidur lelap dengan terlentang,hanya memakai gaun tidur berbahan satin berwarna hitam yang tampak amat seksi,benar benar menggoda iman pikir Radit.


Glek


Radit menelan salivanya,dengan cepat Dia membersihkan diri,kemudian segera tertidur disamping istrinya dan hanya mengenakkan celana pendek saja bertelanjang dada.Dia merengkuh Bilqis kedalam pelukannya,dibelainya pelan pelan wajah cantiknya itu,kemudian diciumnya kening sang Istri dengan lembut.


"Cantikku...My Honey...My lovely Bilqis,Aku kangennn berat sama Kamu,seharian ini,Aku hanya mikirin Kamu sayang!"gumam Radit pelan sambil menyematkan rambut bilqis ke telinganya. Radit menciumi wajah Bilqis dengan gemas,matanya,hidungnya,pipinya,dagunya..semuanya.


"mmmmppphhhh."Bilqis melenguh kemudian menenggelamkan wajahnya didada suaminya,namun Radit meraih tengkuknya dan melancarkan kembali aksinya,kali ini diciumnya Bibir sang istri yang amat sangat mengodanya,semakin dalam dan hangat ciumannya membuat Bilqis lagi lagi melenguh.


Membuat Bilqis seketika terbangun saat merasakan sensasi luar biasa geli pada dadanya,dan saat membuka matanya,Radit sedang asik menghisap dadanya seperti bayi,sedangkan tangannya sibuk menggerayangi tubuhnya,refleks Bilqis mendorong suaminya dengan kencang sampai terjungkal kebawah.


DUG


"Awww..sssshhhh Aduuuh...!"Radit mengusap usap bokongnya yang mendarat tepat dilantai.


"Tega banget sih Honey..Akukan kangen sama Kamu!"ujarnya sambil kembali menghampiri Bilqis.


"Maaf sayaang aku pikir ada penyusup tadi!"Ujar Bilqis tersenyum meringis dengan wajah tanpa dosa.


"Ya sudah Aku terusin ya miminya,haus banget!"ujar Radit sambil merengkuh kembali tubuh Istrinya yang seksi,dicumbuinya dengan penuh gairah,digigitnya dengan lembut tubuh seksi itu membuat Bilqis menggelinjang,digesek geseknya senjata laras panjangnya yang sudah mulai berdiri kokoh,gairahnya sudah mulai menggila dan sudah tak tahan lagi untuk Radit salurkan.


"Sayaaang besok lagi aja ya...Aku ngantuk banget,kalo ngantuk gini Aku bener bener ga mood Mas!"ucap Bilqis sambil menguap,Seketika membuat Radit langsung lemas saat Bilqis tertidur dan memunggunginya.


.


.

__ADS_1


.


*******


__ADS_2