
Nisha dan sang Bunda tampak tergopoh gopoh berjalan dilorong rumah sakit,mencari keberadaan Sang Ayah,sebenarnya Nisha sangat syok saat dikabari kalau Imran sang Ayah mengalami kecelakaan,dan ternyata yang mengabarinya justru Ayahnya sendiri,Sang Bundapun tampak lebih terguncang mendengar sang suami kecelakaan,namun saat mendapat kabar dari suaminya sendiri kalau kecelakaannya tidak terlalu menghkawatirkan,Akhirnya Dia meminta Nisha untuk mengantarnya kerumah sakit,Dia sengaja tidak mengabari Bilqis,takut menambah kekhawatiran saat anaknya mendengarnya,dan hal itupun diminta oleh suaminya agar Bilqis tak usah diberi tahu,apalagi Radit suaminya baru pulang dari luar kota.Dia tidak ingin membebankan Bilqis dan semakin cemas juga merepotkannya.Untuk itu Dia memberi tugas Bilqis untuk menjaga Cucunya saja.
"Ayaaaah..."kedua wanita itu menghambur memeluk Imran.
"Kenapa bisa kayak gini Yah..."Tanya Bunda,Raut wajahnya begitu sangat khawatir melihat keadaan Suaminya.
"Ayah gapapa Bun..untungnya ga ada luka serius,cuma Ayah masih harus rawat inap,ga boleh pulang"Ucap sang suami sambil tersenyum agar Istrinya itu tidak terlalu khawatir.
"Terus mang ujang gimana keadaannya"Tanya Nisha menanyakan supir sang Ayah
"Alhamdulillah Dia juga cuma luka ringan aja"ujar Ayah sambil menunjuk ke ranjang sebelah tempat mang ujang mendapatkan perawatan.
"Aaahhh syukurlah.."ucap kedua wanita itu.
.
.
Setelah berkutat didapur lumayan lama,Akhirnya masakan yang dibuat Radit sudah siap dihidangkan,Radit dengan sedemikian rupa menghias dan mempercantik tampilan dari masakan yang dibuatnya, masakannya yang sederhana namun membuat bangga dan bahagia sang Istri yaitu Bilqis.Dia sangat kagum dengan hasil masakan sang suami,tak lupa Bilqis mengabadikannya dengan memotret dan mempostingnya dimedia sosialnya,setelah itu Dia menghidangkan masakan itu diatas meja.
"Iday sayaaang ayo mamam dulu"Bilqis memanggil keponakannya yang sedang anteng bermain dikamarnya,Radit sang juru masak kini sudah duduk manis didepan meja makan menunggu dilayani sang Istri kecil,setelah mempertunjukkan keahlian memasaknya yang membuat Bilqis kagum,karena memang Bilqis sendiri kurang pandai memasak.Sikecil Haidar datang, Ikut bergabung dan duduk manis disebelah Radit.
"Ateu...Iday mau mamam sama nugget sama sosis"Ujar Sikecil Haidar yang tampak sangat berselera melihat masakan yang sudah tersedia dihadapannya.
"Iya sayaaang Ateu ambilin ya"Bilqis mengambil makanan untuk sang Suami
"cukup mas segini?"Tanya Bilqis yang mengambilkan Spaghetty carbonara yang audah dimasak suaminya.
"Sumpahh ini enak banget Mas."Ujar Bilqis memuji masakan suaminya yang memang enak dan rasanya Pas dilidah.Radit tersenyum tipis sambil menerima piring yang diberikan Bilqis.
"Ini ga gratis"Ucap Radit melirik Bilqis yang sedang mengambilkan makan untuk Haidar.
"Apa?"tanya Bilqis tidak mengerti.
"Ini ga gratis sayaaang"ulang Radit
"Kamu harus membayarnya"ucap Radit sambil matanya menuju Dada Bilqis yang tercetak indah dibalik kaos ketatnya,menyadari itu Bilqis merutuki kebodohannya seharusnya tadi Dia pake kaos yang gombrong agar mata suaminya yang jelalatan itu bisa dikondisikan.Bilqis hanya senyum meringis kepada suaminya sedang Radit tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Oalaaaah..nasibku kini...punya suami cab*l kayak gini."gerutu Bilqis dalam hati.
"Iday mau disuapin sayaaang?"tanya Bilqis sambil memberikan makanannya untuk Haidar,
"Ngga... Iday bisa sendiri,Iday udah gede."Ucap Haidar lelaki kecil itu begitu lucu dengan sikapnya yang sok dewasa membuat Bilqis tersenyum melihatnya.
Bilqis makan dengan lahapnya,spaghetty buatan suaminya itu memang benar benar enak.Bilqis ketagihan dibuatnya,namun saat Dia benar benar menikmati makanan itu,hampir saja diterlonjak kaget saat tangan suaminya sudah berada dipahanya,dielus dan direm*s rem*s manja paha mulus itu yang kebetulan Bilqis memakai hotpants seksi favoritnya bila dia sedang didalam rumah.karena menurutnya lebih nyaman,namun kini Dia menyesalinya,suami mesumnya ini melancarkan aksinya lagi.
"Mas tangannya jangan kayak gini,Aku geli"bisik Bilqis sambil menyingkirkan tangan 'gatal' suaminya itu,Dia bersik bisik khawatir kalau Haidar bisa mendengarnya.
"Jangan pelit dooong sayaaang...,Kan Aku udah masakin"Bisik Radit sambil tangannya kembali terus begerak naik turun dipaha sang Istri, namun mimik wajahnya pura pura fokus menikmati makanan dihadapannya.Bilqis hanya bisa pasrah sekaligus menahan geli,apalagi kini tangannya berangsur angsur naik keatas.
"Emmhhhhh...."Bilqis melenguh merasakan gelinya tangan sang suami yang semakin bergerilya.
"Ateu kenapa?"
"Ateu sakit?"Tanya Haidar dengan polosnya.
Bilqis kontan saja berdiri mendengar pertanyaan dari sang ponakan gembul itu.
"Mmm ngga..A-ateu cuma pengen pipis"ucap Bilqis sambil tersenyum meringis dan mendelik kearah suaminya itu dengan sebal,kemudian secepatnya menghambur kekamar mandi, sedang Radit hanya bisa mengulum senyum melihat istri yang sudah dikerjainya itu terbirit kekamar mandi.
"apa karena kelamaan jomblo jadi kayak gitu tuh om om tua mesum nyebelin"ucap Bilqis lagi.
.
.
Selesai makan,Bilqis membereskan semuanya dan mencuci piring piring yang kotor.Dia sengaja berlama lama agar Radit secepatnya tidur,agak deg deg an juga dengan sikap suaminya tadi.Bilqis harap suaminya itu ada kesibukan lain selain mengganggunya setiap saat.
"Sayang lagi apa?"
Deg..
Bilqis kaget saat tau tau suaminya ada dibelakangnya,baru saja Dia berharap sang Suami ada kesibukan lain namun sepertinya Radit memang sedang menyibukkan diri untuk mengganggunya.
"Nyuci piring 3 biji aja lama banget"ucap Radit yang memoerhatikan kegiatan Bilqis dengan seksama.
__ADS_1
"Qis...malam ini Aku mau menunaikan hak aku sebagai suami Kamu"ucap Radit dengan tegas,membuat Bilqis meremang,antara takut dan juga grogi.
"Aku harap Kamu ga nolak Aku ya"ucapnya sambil tersenyum dan mengelus lembut rambut panjang Bilqis yang indah.
Bilqis hanya diam tidak menjawab perkataan suaminya.sebetulnya Dia ingin menikmati dulu hubungan seperti ini,Dia ingin penjajakan,pacaran dulu saling mengenal lebih dekat.Dia takut akan kekhawatirannya,Dia takut Suaminya itu akan meninggalkannya setelah mendapatkan apa yang Dia mau.
"Oh iya kemarin ada laporan,Kamu banyak belanja ya "
"nakal ya..."Radit mencoel hidung Bilqis.
"Istri Aku ternyata boros juga rupanya"Ucap Radit sambil melipat kedua tangannya pura pura kesal,padahal Itu sah sah saja menurut Radit toh memang sudah tabiat seorang wanita yang senang belanja pikirnya,namun Bilqis langsung mengkerut,Dia ketakutan sang suami akan memarahinya,wajahnya tampak ketakutan dan hanya menunduk tak berani menatap suaminya.
"Maaf Mas..Aku hanya..."Bilqis tidak melanjutkan kalimatnya,karena justru sang suami malah langsung memeluknya dengan erat,gemas melihat tingkah Bilqis yang menurutnya sangat lucu.
"Gapapa sayaaaang,Aku ikhlas kok"
"Aku malah seneng,Kamu menerima nafkah dari aku,Nafkah lahir dari Aku"
"selanjutnya Aku akan kasih nafkah batin buat Kamu"ucap Radit dengan suara lemah lembut yang membuat Bilqis begitu terbuai.
"ternyata bisa secepat ini suaminya berubah"
"begitu baik,begitu hangat dan begitu lembut"
"sepertinya Aku jatuh.."
"Qisss..kok malah melamun"Bilqis langsung terkesiap.
"Aku tunggu dikamar ya,jangan lupa pake baju seksi kemarin"
"Aku penasaran samaaa.... itu kamu.."Ucap Radit sambil matanya mengarah ke dua bongkahan besar dada Bilqis.
Bilqis hanya menunduk malu.
.
.
__ADS_1
.*******
Jangan Lupa VOTE,KOMEN,LIKE Bestieeee😘😘😘