TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Sakit 2


__ADS_3

"NISHA....!"John melepaskan tangan Aneke dan berlari mengejar Nisha.Dan Nisha mendengarnya kalau Lelaki itu meneriakan namanya dan memanggilnya berkali kali,namun Nisha masih berlari,untunglah lorong tersebut tampak sepi,sehingga drama kejar kejaran itu tidak menyita perhatian orang lain.


Tiba didepan pintu lift,Nisha menekan nekan tombol lift dengan cepat,sambil melihat kearah belakang khawatir John masih mengejarnya.Nisha yang terengah engah berusaha menetralkan nafasnya,perasaannya sedikit lega karena John tidak terlihat mengejarnya lagi,apalagi Dia harus menunggu didepan pintu lift karena sepertinya pintu itu masih lama terbuka.


Sekian menit menunggu dan pintu lift pun terbuka,Nisha bergegas masuk,Nisha menekan tombol untuk menutup lift,namun dengan cepat tangan kokoh itu menahannya.Dan John masuk membuat Nisha membelalakkan matanya.Bagaimana bisa lelaki itu tiba tiba sudah ada didepannya,padahal sedari tadi Dia sudah waspada,jangan sampai Lelaki itu berhasil menyusulnya.


"Kamu larinya cepat banget sih,Apa karena Kamu mungil?"Tanyanya John sambil tertawa melihat wajah Nisha yang masih terbengong bengong menatapnya.Nisha cepat cepat membuang muka dan tidak memperdulikan omongan John.


"Kamu kok ada disini,Kamu cari Saya Nish?"Tanya John lagi yang menatap Nisha yang setengah membelakanginya.


"Nish!"John memegang pundaknya.Dengan cepat Nisha menepisnya.


"Kamu marah?"Tanya John lagi.


"Marah?maksud Anda marah apa?Saya ga peduli Anda dekat dengan perempuan manapun,itu bukan urusan Saya.John tersenyum mendengar omongan Nisha dengan tampang juteknya.


"Kalau ga marah berarti cemburu ya!"goda John lagi,mendengar hal itu Nisha mendelik marah.


"Cemburu?memangnya apa hak Saya cemburu pada Anda."ucap Nisha sewot.Rasanya Dia ingin secepatnya keluar dari lift,Dia kesal sekali dengan John,begitu mudahnya mengajaknya menikah sampai 2 kali,tetapi ternyata Dia mesra dengan perempuan lain.


"Terus kenapa Kamu tadi lari,Saya panggil panggil tapi Kamu teruus saja lari,kayak dikejar maling."Seloroh John sambil terkekeh,semakin membuat Nisha sebal melihat Lelaki itu.


"Saya salah tempat,Dan Saya buru buru!"jawab Nisha ketus.


Cling


Nisha cepat cepat keluar,rasanya malas harus berbicara dengan lelaki itu.Namun John justru menutup kembali liftnya.


"Nish,tunggu sebentar,Saya ingin bicara sama Kamu,Saya minta waktunya sebentar."


"Saya buru buru Kak!"


"Kenapa buru buru memang siapa yang sakit?"Tanya John.


"Bukan urusan Anda!Bisa ga jangan halangi Saya,Saya bener bener lagi buru buru."ucap Nisha ketus sambil memandang kearah John yang sedang menatapnya lekat lekat.

__ADS_1


"Kamu belum jawab pertanyaan Saya,Kamu sedang apa disini?yang sakit siapa?"Tanyanya lagi.


"Sudahlah ga usah peduli,urus saja urusan Anda dengan perempuan tadi!"


"Dia itu teman Saya Nish!"


"Ga peduli!"


"Ga peduli kok ngambek,yaudah nanti Aku cari tau sendiri aja kalau Kamu keukeuh gamau ngomong.Aku ada jadwal operasi,nanti Kita ketemu lagi!"


Nisha keluar tanpa menatap John yang terus saja memandangnya sampai Nisha hilang dari pandangannya.


********


Begitu sampai didepan pintu kamar perawatan sang Anak,Nisha bergegas masuk,dikamarnya sudah berkumpul Mertuanya dan juga Radit dan Bilqis sudah berada disana.


"Teh!"Bilqis menghambur memeluk Nisha.Dia pun bals memeluknya dengan erat.


"Teteh tenang saja,Iday akan baik baik aja!"ujar Bilqis sambil mengusap usap punggungnya.


"Makasih Qis,maaf ya Teteh jadi ngerepotin Kamu."Ujar Nisha sambil menyeka airmatanya.


"Teteh ga nyangka Qis,ternyata Haidar kena DBD,Teteh takut Qis,masuk lagi rumah sakit kayak dejavu,Teteh pikir,Iday cuma sakit biasa aja,demam biasa gitu,eh gataunya...!"


"Udah Teh,Teteh sabar,untungnya Iday segera dibawa kesini,sehingga bisa secepatnya mendapatkan penangan dari dokter.!"ujar Bilqis menenangkan.


"Mama bilang banyak minum air putih sama jus jambu,sari kurma.Nanti dibawain kesini,Aku udah suruh orang buat bawain!"ujar Radit.


"Makasih Mas,Qis,Teteh banyak ngerepotin!"


"Nggak ngerepotin Teh,Teteh santai saja."ucap Radit dan Bilqis kompak.Dua sejoli itu semakin lengket saja.Membuat Nisha senang melihatnya.


Merekapun berbincang bincang hangat,Haidar masih tertidur saat orang orang berdatangan untuk menjenguknya.Ayah Bunda,Bapak dan Ibu Mertua Nisha sudah berkumpul untuk melihat Haidar.


Apalagi ada gurat kekhawatiran pada wajah mertuanya yang keduanya sudah tampak sepuh,sebenarnya Nisha tidak tega memberitahukan kabar mengenai Haidar,Namun Dia pun mrmbutuhkan doa dari Mereka agar Haidar bisa secepatnya sembuh.

__ADS_1


"John sudah dikabari belum?Dia pasti sedih lihat keponakannya sedang sakit begini!kabari Pak,kasian!"ucap Ibu mertua Nisha pada suaminya.


Nisha yang mendengarnya merasa bersalah,tadi Dia memang ingin memberitahukan kabar sang Anak pada Lelaki itu,namun saat tadi John terlihat mesra dengan perempuan lain,Nisha mengurungkan niatnya.Entah mengapa perasaannya sangat aneh,Dia seolah tidak rela.


Setelah berbincang cukup lama bersama,Bilqis dan Radit pamit pulang,apalagi Bilqis harus meninggalkan 4 jagoan kecilnya,membuat Nisha memaklumi kesibukan sang Adik,sedangkan Ayah dan Bunda juga mertuanyapun pamit makan siang.


*******


Nisha sendiri sambil menatap keadaan sang Anaknya yang masih terlelap.


Tiba tiba Pintu terbuka dan John masuk.Nisha meliriknya dan agak terkejut dengan kehadiran Lelaki itu.Mertuanya pasti memberitahunya tentang keadaan Haidar.Kemudian pandangannya kembali pada sang Anak,berusaha bersikap tenang dan biasa saja,walau jantungnya dag dig dug tak menentu.


"Kamu kok ga ngasih tau kalau Iday sakit,tolong nomer Saya jangan diblokir,kalau Kamu ga suka sama Saya silakan,ga terima Saya silakan,tapi jangan jauhkan Saya dengan keponakan Saya,Saya juga punya hak untuk menjaga Dia.Harusnya kalau ada apa apa tentang Iday Kamu kasih tau Saya Nish."Ucap John dan menatap Nisha dengan tatapan kesal.


"Saya gamau ngerepotin!"ucap Nisha.


"Saya tidak merasa direpotkan,Iday sudah Saya anggap seperti Anak Saya sendiri,apalagi sekarang sedang sakit begini.Dia juga tanggung jawab Saya!"Dia mendekati Haidar,Anak kecil itu terbangun dan senyum kepadanya.


"Papa John!"


"Iday kangen...kenapa ga pernah nemuin Iday,Papa John sibuk ya?"Tanya Haidar lirih.wajahnya tampak pucat dan kurus,matanyapun cekung.


"Sayaaang,sedih melihat Anak jagoan Papa sekarang sakit begini,Iday harus sembuh ya,Papa janji akan selalu ada untuk Iday,gak akan hilang lagi,kemarin Papa sibuk,jadi belum sempat main kerumah Iday."


"Papa John janji ya sering sering ketemu sama Iday,Iday sekarang pindah ke Jakarta,di Bandung ada Bapak Bapak tua yang gangguin Mama terus!"ucap Haidar polos.Membuat John melirik Nisha yang tersenyum meringis.



Visual John,biar puas ngehalu🤭🤭🤭



Visual Nisha 😊😊


.

__ADS_1


.


*********


__ADS_2