
Pria tampan mempesona itu masih merasa seperti mimpi kalau kini Dia sudah terikat dengan seorang wanita.Dia wanita cantik yang kini menjadi Istrinya,Padahal jelas jelas dulu John sangat membenci komitmen.Dan ternyata sekarang Dia bertekuk lutut pada seorang wanita mungil yang tak lain adalah adik iparnya,Wanita yang membuat jantungnya berdegup manakala Dia menatapnya.Wajahnya yang cantik dan perawakannya yang mungil membuat John selalu terbayang akan Nisha.Seakan Dia ingin selalu berada didekatnya,merengkuhdan melindunginya,apalagi saat Nisha kehilangan suaminya dan Dimas mempercayakan Nisha padanya.Nisha bagaikan Oase dipadang gersang hidupnya.Paket lengkap dengan hadirnya Haidar.Lelaki tampan kecil itu pun membuatnya jatuh cinta.Secara bersamaan statusnya menjadi seorang Suami dan seorang Ayah.
John kembali bisa merasakan kenyal dan manisnya bibir Nisha,satu tangannya menekan kepalanya,bibir seksinya kembali bertatut dan menerobos masuk ke setiap sela yang ingin dikecapnya,kemudian tangannya bergerak membelai punggungnya,John merasakan perasaan yang bergetar dalam.hatinya,walaupun tadi sudah terasa lelah,namun semangatnya kembali berkobar,rasa kantuknya sudah menguap entah kemana,berganti dengan gairah yang membuncah,yang sudah beberapa kali selalu tertunda,malam ini Sepertinya minta untuk dituntaskan.
John terus saja menghisap dan ******* bibir Nisha,benar benar membuatnya candu.Begitupun dengan Nisha yang sudah terbuai dengan nikmatnya ciuman yang John berikan.
Aroma mint dari mulut John membuat Nisha membuka mulutnya dan membalas ciuman panas Lelaki itu,membuat Nisha terengah engah.Ciuman mereka semakin liar,apalagi kini tangan John sudah tidak bisa diam,karena menjalar menelusuri lembut dan halusnya tubuh Nisha.
Kamar hotel.itu sudah terasa begitu panas bagi Mereka berdua,membuat john melepaskan tautannya,sembari mengatur nafasnya yang memburu,keduanya berkeringat.Mereka saling memandang membuat Nisha tersenyum malu malu,wajahnya terasa panas dan bibirnya serasa ditarik dan berdenyut.Lalu Dia kembali mendekatkan tubuhnya pada sang suami.
John tak ingin menyia nyiakan malam ini,Dia kembali memeluk Nisha dan menciumi lehernya,menggingitnya dan meninggalkan banyak jejak disana.Membuat Nisha mengerang merasakan geli sekaligus rasa nikmat.Degup jantungnya sudah tak menentu.
Dan tiba tiba saja John menggendongnya dan terus ******* bibirnya dan menyandarkan tubuh Nisha ke dinding kamar hotel,cumbuan demi cumbuan John lancarkan,membuat gairah keduanya meronta ronta.Lalu john membaringkan tubuh Nisha diatas ranjang hotel yang nyaman.Dibukanya jaket miliknya dengan sangat tidak sabar dan bibir keduanya masih bertautan.
"Aku menginginkanmu Nisha!"Ucap John dengan suara tertahan.matanya sayu sudah dikuasai gairah.Dibuangnya jaket itu entah kemana,piyama yang melekat ditubuh Nisha dirobeknya dengan tidak sabar,hingga terpampang tubuh molek sang Istri dibalut lingerie seksi yang tadi sudah Nisha pakai untuk membuat suaminya itu senang,Dan kemolekan sang Istri membuat John menelan salivanya.Ditenggelamkannya wajah John diatas dada Istrinya,membuat Nisha terpekik sakit juga nikmat menjadi satu.
Kemudian John membuka kancing kemejanya satu persatu,dan keduanya masih bertatapan,Nisha menggigit bibir bawahnya,semakin membuat Nisha terlihat begitu cantik dan seksi dihadapan John.Dan tubuh John yang seksi terpampang nyata dihadapan Nisha.otot otot lengannya yang kokoh dan liat,serta dada nya yang berbulu juga perutnya yang sixpack membuat Nisha tak berkedip sedikitpun.Rasanya sudah tidak sabar tubuh moleknya dipuaskan oleh Lelaki seksi dihadapannya.
__ADS_1
"Kamu cape nggak Sayang,ini sudah subuh!"Ucap John,namun Nisha menggeleng dengan cepat.
Tangan Nisha membelai rahang John yang ditumbuhi bulu bulu halus.Kemudian mengusap usap dada John yang kokoh,lalu tangan lentik Nisha menyusuri perut sixpacknya,dan tangannya berhenti di celana yang John kenakan.
"Kamu nakal"Ucap John,yang dengan cepat cepat membuka sesuatu yang melekat dipinggangnya,sehingga tersisa celana pendek yang melekat menutupi Junior yang begitu besar dan perkasa sudah berdiri dengan kokohnya.
"Aku penasaran!"Ucap Nisha malu malu.Saat tangannya memegang junior kepunyaan sang Suami yang begitu besar.Nisha merasa seperti mimpi mempunyai lelaki yang begitu besar dan perkasa,seperti yang didambakannya,John memejamkan matanya menikmati belaian lembut tangan nisha.Dan dengan cepat John melepaskan sisa pakaian yang melekat ditubuh Istrinya,matanya membelalak menatap indahnya pemandangan yang ada dihadapannya.Tanpa membuang waktu John segera menerjang tubuh molek Istrinya.menerkamnya bagai seorang macan yang menikmati mangsanya.
Nisha seperti baru pertama kalinya merasakan disentuh oleh seorang pria.Jantung Nisha berdegup begitu kencang,merasakan hangatnya kulit tubuh john yang memeluknya begitu erat dan menggerayangi tubuhnya dengan bibirnya yang lembut dan kembali ******* bibirnya.
Nisha merasa tersentak namun berusaha menenangkan dirinya saat sesuatu yang hangat bersentuhan dengan miliknya.John mengungkung tubuh mungilnya,membuat Lutut Nisha gemetar karena hasrat yang begitu menggelora.
Setelah memuaskan hasratnya,kini John terguling disamping Nisha,wajahnya tampak puas dan sumringah,Dia mendekap tubuh istri mungilnya itu sambil Mencium keningnya,dan merengkuh tubuh itu dan memeluknya.Menciuminya lagi dengan gemas,Wanita cantik iti tampak tergolek lemas.
"Kita tidur sebentar saja tidak apa apa,mungkin satu atau 2 jam,sebelum Aku ke pertemuan itu,Atau Aku bolos saja, dan diwakilkan oleh Aneke!"
Sedangkan Nisha tidak berkutik.Dia merasa benar benar kelelahan.Namun Dia merasa tidak nyaman saat tubuhnya terasa lengket,dengan langkah tertatih Dia berjalan kekamar mandi.John ingin membantunya,namun Nisha sudah ketakutan terlebih dahulu,takut kalau suaminya itu kembali menerjangnya.
__ADS_1
Namun John,bukannya beranjak Istirahat Dia justru masih merasa hasratnya masih membara.
Nisha merasa jantungnya hampir saja copot melihat sang suami ternyata masih terjaga saat Dia kembali dari kamar mandi,padahal suaminya itu belum sedetikpun beristirahat dan memejamkan matanya.
Dini hari sudah berganti pagi,ketika dua sejoli ini dilanda hasrat yang begitu menggelora.
Erangan dan ******* kembali menggema di kamar hotel yang mereka tempati.Memnuat siapapun akan menutup telinga bila mendengarnya,saking besarnya hasrat Mereka berdua.
Keadaan kembali memanas saat John kembali mencumbuinya dengan begitu liar,Namun disambut dengan suka cita oleh Nisha yang hasratnya masih saja menggeliat.
Mereka kembali tenggelam dalam gairah yang membuncah,saling menikmati keindahan tubuh masing masing.Merasakan nikmatnya sentuhan sentuhan yang Mereka lakukan pada diri mereka membuat jantung berdendang saking nikmatnya.
Nisha terus mendesah dan mengerang merasakan nimat tiada tara begitu John menggeram juga melenguh.Kini keduanya sedang dikuasai hasrat yang begitu besar menguasai jiwa Mereka.Rasa marah dan kesal dihati Nisha sudah sirna entah kemana,kini berganti dengan rasa nikmat dan hangat.
.
.
__ADS_1
********