TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Kangen Banget


__ADS_3

Tidak terasa,ini hari terakhir Radit berada di Singapura,Kesibukannya masih sama dengan kemarin kemarin,namun Dia gelisah,sudah 3 hari tidak ada kabar dari Anak dan Istrinya,Radit sengaja tidak menghububginya,karena yakin pasti Bilqis akan meneleponnya dan merengek agar Dia cepat pulang,seperti yang sudah sudah.Namun sudah 3 hari di Singapura,sang Istri sama sekali tidak ada kabar,sedang Radit masih bertahan dengan gengsinya.Tapi kini Dia gelisah,dalam bekerjapun tidak tenang.Pagi ini Dia sudah berada didalam mobil mewah bersama sang Asisten untuk bertemu CEO perusahaan Singapura untuk kelanjutan kerjasama mereka.


Denis melihat gelagat Bosnya gelisah galau merana,wajahnya tampak kebingungan membuat Denis heran.


"Kenapa Bos,dari tadi kayak orang cacingan ga bisa diem!"Tanya Denis,mereka kini sedang didalam mobil menuju tempat pertemuan demgan rekan bisnusnya.


"Ini Bilqis ga ada kabar!"


"Emang kemana?lagi didusun ya lagi KKN?"tanya Denis asal.


"Engga,ada dirumah mertua gue,Cuma Dia gada ngasih kabar ke Gue.Lo tau kan biasanya Dia tuh cerewet kalau Gue lagi Dinas keluar,Dia selalu teleponin terus,chat terus.ini sudah 3 hari disini ga ada kabar sama sekali!"ucap Radit sambil memandangi ponselnya.


"Yailah gitu aja repoot bangetttt,kenapa ga Bos aja yang langsung telepon Bilqis,kalau kangen gausah gengsi bos.Langsung ditelepon aja.Gitu aja kok repot,kirain lagi didusun,susah sinyal sampe ga ada kabar,gataunya ada yang gengsi.Ampuuuun dah kayak bocah,dah tua juga.Kok bisa tahan sihh sampe berhari hari ga ngehubungi.Kalau Aku sih ga kuat Bozz,apalagi sekarang udah tau rasanya surga dunia,ga mau jauh jauh Boskuuh ga kuaaat."Ucap Denis,yang langsung dibalas tatapan maut dari Bosnya.


"Dahlah diem,emang percuma curhat sama Elo!"ujar Radit sewot.


"Bukan gitu bos,Aku cuma ngasih saran,masa ga kangen sama Anak.kalo lagi berantem terus gengsi,minimal telepon anak,ya pura pura aja cuma kangen sama Rafa,walaupun dalam hati Rindu setengah mati sama Ibunya Rafa,Bilqis juga pasti kangen banget sama Bos,cuma Dia juga nunggu suaminya duluan yang telepon,dah kayak Abg aja marahannya,padahal dah tua juga Bos... bos,ampun dah."


"Iya juga ya,kenapa ga kepikiran dari kemaren ya,ya udah deh Gue coba telepon.Radit segera menghubungi sang Istri,rasanya sudah tidak sanggup menahan rindu yang teramat sangat,untung saja Dia konsultasi dulu dengan asistent yang ngeselin tapi lumayan berguna,dengan cepat Radit menekan nomer ponsel Bilqis.


"Hallo...!"ucap Radit begitu ponselnya langsung terhubung dengan Bilqis,dilayarnya tampak tidak jelas karena poneslnya ternyata dioegang sang Anak,Rafa.


"Tatatata...!"


"Rafa sayaaang sini ponselnya sama Ambu,aduuuh udah pinter ya!"


"Hallo nak Radit!"


"Belum pulang ya dari dinas nya!"


"Belum bu,mungkin nanti malam atau besok!"jawab Radit sambil matanya jeli memandang dan mengamati sosok yang sangat dirindukannya.


"Rafa lagi apa Bun?"Tanya Radit.


"Biasa ini lagi anteng,lagi main sama Ambu nya,dari kemarin rewel terus,mungkin kangen sama Papi nya!"Ujar Bunda sambil memperlihatkan Rafa dalam gendongannya.


"Aduuuh kasian Anak Papi kangen ya sayaang,sama Papi juga kangen banget sama Rafa,sabar ya nak..nanti Papi pulang,Papi bawa mainan yang banyak buat Rafa ya,Rafa yang anteng,yang sehat,jangan ngerepotin Ambu ya,Maminya kuliah ya.Jadi Rafa dititip terus sama Neneknya!"ujar Radit sinis,Dia kesal sekali melihat Rafa selalu saja diasuh terus sama neneknya,Radit merasa Bilqis kurang perhatian dan kurang waktunya untuk mengurus Rafa yang masih kecil mungil,bayi 6 bulan itu,masih harus membutuhkan perhatian ekstra dari Ibunya,Makanya Dia agak ragu saat mengijinkan Bilqis kembali kuliah.

__ADS_1


"Maminya ada kok,lagi mandi dulu,makanya dititip ke Bunda sebentar,hari ini Bilqis ga kuliah,katanya libur gatau meliburkan diri tu anak,kalau Bunda sih maklum karena mungkin ngurus anak juga,walaupun harapan orang tua Dia bisa menyelesaikan kuliahnya.Ehhh...ya ampun,bunda kok malah curhat sama Nak Radit."Mendengar hal itu membuat Radot tertegun,Dia jadi merasa bersalah,apalagi Dia ingat Iatrinya akan berhenti kuliah karena Dia.


"Gapapa Bunda santaai aja,ohhh Bilqis ada ternyata,Saya kira pergi kuliah,ya sudah kalau begitu,titip salam saja nanti saya tele..!"


"Eeeh itu ada tuh Mami baru selesai mandi!"Rafa langsung menangis minta mimi begitu melihat Maminya keluar dari kamar mandi dengan handuk super mini.Dan diujung sana Radit belum mematikan teleponnya,Rindunya terobati melihat Istri cantiknya begitu seksi dengan handuk kecil membalut tubuhnya,namun melihat hal itu,hasrat di tubuhnya semakin menggelora.


"Sebentar Bund,Iqis pake baju dulu!"


"Cepet Qis,masakan bunda keburu gosong,bi ijah lagi kepasar!"ucap Sang Bunda yang masih mengarahkan Ponselnya kearah Bilqis,sehingga Radit bisa melihat sang Istri sedang berganti pakaian,tentu saja hal itu membuat hasratnya belingsatan melihat sebagian tubuh mulus sang Istri terpampang nyata diponselnya,entah sang mertua itu sengaja atau tidak yang jelas kini radit merasa hareudang(gerah),si junior langsung berdiri,mata Radit melotot bak singa melihat mangsa sambil memandangi layar ponsel yang melihat aktivitas sang Istri yang membuat gairahnya semakin meledak ledak,Radit langsung mengatupkan kedua pahanya seperti menahan pipis,Denis yang duduk disampingnya menatapnya dengan curiga.


Setelah selesai mengganti baju Bilqis dengan cepat menyusui sang anak yang sudah dari tadi nangisĀ  tidak sabar.


"Ini Qis ponselnya,itu ada yang vidio call!"Bunda dengan cepat keluar dari kamarnya.


"Siapa Bun?teteh Ya?"


"Iya kali!"teriak sang Bunda yang sudah berlari takut masakannya gosong.


"Hallo teh main dong kesini,Iqis mau curhat nih,Iqis lagi bete banget,lagi galau!"


Mendengar suara sang suami di ponselnya Bilqis kaget seketika,Dia mengira itu Tetehnya karena terlaku fokus pada sang anak,tidak memperhatikan ponselnya.


Ditatapnya layar itu,yang memperlihatkan wajah sang suami yang begitu tampan dengan penampilan fresnya,dan setelan jas yang rapi,kerinduannya selama 3 hari ini akhirnya terbayar,namun wajah Bilqis dibuat biasa saja.padahal kalau Radit ada,Dia sangat ingin berlari dan memeluknya.Betapa rindunya Dia pada sang Suami.


"Iya Mas ada apa?Rafa baik baik aja!"ujar Bilqis datar,sambil mengarahkan ponselnya kearah rafa yang sedang menyusu.Bilqis kesal pada sang suami,sudah 3 hari sang suami pergi tapi baru memberinya kabar.


"Rafa lagi apa?"tanya Radit.


"Liat sendiri Rafa lagi apa,Rafa lagi mimi ya sayaang?


"sisain buat Papi dong nak,Papi juga mau mimi!"gumam Radit pelan,namun hal itu terdengar oleh Denis yang langsung disambut tawa meledak oleh sang Asistent.Untung saja Radit menutup Speaking ponselnya sehingga Bilqis tak mendengarnya.


"Ahahahhahhahahaha,bayi tua juga minta jatah rupanya!"


"Diem Lo,tutup kuping,jangan suka nguping pembicaraan orang,sirik aja Lho!"


"keluar hulu deh,Gue mau teleponan dulu ma Istri Gue!"Radit meminta supir untuk menepikan mobilnya dan meminta mereka keluar.

__ADS_1


Denis dengan enggan,terpaksa menuruti perintah Bosnya.


"Mamiiiiii sayaaang!"


"Mami kangen Papi ga?"Pertanyaan itu hampir saja meluncur dari mulut Radit,tapi sebisa mungkin Dia tahan karena gengsinya,juga karena harga dirinya.


"Rafa gimana kabarnya?"Tanyanya dengan datar dan wajah dibuat sebiasa mungkin,Dia tidak ingin Bilqis tau betapa Dia sangat merindukannya.


"Ini Rafa lagi Mimi tuh!"Kata Bilqis sambil memperlihatkan Rafa sedang menggelayit didadanya yang besar.


"Tapi seperinya Rafa bosan mimi yang sebelah kiri,ya udah yang sebelah kanan ya sayaang!"ucap Bilqis dengan suara manja menggoda,membuat Radit semakin ketar ketir,apalagi dada sang Istri terlihat jelas diponselnya.


Kemudian Bilqis mengarahkan wajahnya,tampak wajah sang Istri begitu segar,tanpa make up sama sekali,bibirnya yang tebal warna pink alami tak lepas dari perhatian Radit.Bilqis sengaja menggoda Suami mesumnya.Rasa rindu,marah,kesal menjadi satu.Dia kemudian menyibakkan rambut panjangnya kesamping,agar rambutnya tak menghalangi sang anak yang tampak asyik menyusu,Radit yang melihatnya rasanya sudah tidak kuat untuk menahan rindu dan juga hasrat yang sudah lama tidak tersalurkan,nemun Dia tak ingin Bilqis menyaadari hal itu,Dia tidak ingin Bilqis merasa wanita yang sangat dibutuhkan,karena hal iti membuat Bilqis menjadi Istri yang menyebalkan dan egois begitu pikir Radit,makanya sekarang sikap Radit dibuat sejudes mungkin,untuk menjaga gengsinya sebagao Laki laki,Dia tidak ingin terlihat sangat memuja sang Istri,karena hal itu akan membuat Bilqis semena mena terhadapnya,padahal justru sebaliknya.


"Mas Radit kapan pulang?"Tanya Bilqis,seraya tersenyum manis,karena Dia tidak ingin lagi bermusuhan dengan sang suami,rasanya sangat melelahkan didiamkan berhari hari,apalagi sekarang ditinggal keluar negeri yang Dia sendiri tidak tau kapan sang suami akan pulang.


"Aku masih lama disini,pekerjaanku masih banyak,memangnya kenapa tanya segala!"ucap Radit kembali dengan nada suara yang jutek,membuat Bilqis sedih.Kenapa sang suami begitu lama marah padanya,padahal Dia ingin berdamai.tak ingin bermusuhan lagi dengan sang suami,tapi tampaknya Radit begitu dendam sehingga membuat Dia sangat jengkel.


"Ohhh ya sudah kalau begitu dilanjutkan pekerjaannya,mau pulang silakan,ga pulang juga gapapa,Aku mau cari suami baru aja!"Ucap Bilqis dengan dengan suara yang tidak kalah jutek dan menutup teleponnya dengan cepat.mendengar hal itu,membuat Radit menjadi kalang kabut dibuatnya.Sepertinya Dia sudah salah strategi dengan sikapnya,membuat Radit jadi ketakutan sendiri.Tak bisa dibayangkan bila Istrinya itu benar benar mencari suami baru,apalagi Bilqis banyak sekali penggemarnya.Dia menyimpan ponselnya dan memanggil Denis.


"Iya Bos kenapa?"


"Aku mau pulang sekarang,tolong Kamu urus pekerjaan disini dengan sebaik baiknya."


"Kenapa buru buru bos?Kan hari ini Kita terakhir,tinggal kssepakatan kerja sama saja,lalu Kita urus segera supaya Bisa terlaksana secepatnya!"


"Nah itu Kamu pintar,urus semua sama Lo Den,Gue masih punya urusan yang lebih penting.Ok!"


"Gue pulang duluan!"


.


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2