
Udara di Villa Bandung malam hari ini begitu terasa sangat dingin,Namun Radit merasakan kehangatan yang begitu nyaman karena bisa memeluk Istrinya dengan erat,menicumi pipinya bertubi tubi.Perasaannya kini sangat lega,akhirnya setelah berhari hari membendung rindu,kini perasaannya bisa terlampiaskan juga,Istri kecilnya yang cantik dan seksi itu begitu mudah memaafkannya,rayuan mautnya memang tidak pernah gagal Dia lancarkan untuk sang Istri.
Dalam cahaya yang redup nan romantis,Radit memandang lekat wajah sang Istri yang begitu cantik saat matanya terpejam seperti itu,jari jarinya menelusuri setiap bagian wajah itu.Rasanya Dia tak pernah bosan menikmati dan mengagumi Bilqis,Wanita cantik yang usianya terpaut jauh darinya,membuatnya begitu cinta sampai begitu posesif kepadanya,dan itu benar benar membuat Istrinya begitu tersiksa,dan hal itu sangat Radit sadari.
"Sepertinya Aku harus mengurangi kadar kecemburuanku kali ini,kasian sekali Istri cantikku ini,sampai harus berhenti kuliah hanya gara gara sikapku yang menyebalkan!"gumamnya sambil membenahi anakan rambut yang menutupi wajah sang Istri.
Dan Seperti tak puas puasanya Dia menciumi Bilqis yang masih dalam keadaan polos setelah Dia menggempurnya entah berapa lama dan entah berapa kali Radit mencapai pelepasannya.Dia kini tersenyum senyum manja sambil membelai pipi sang istrinya yang begitu lembut,mecium keningnya dan memeluknya dengan erat.
Dia harus berterima kasih pada sang Kakak Ipar Nisha,karena terlah memberikannya waktu untuk bisa merayu sang Istri agar memaafkannya dan berbicara dari hati ke hati,saling mengungkapkan perasaan masing masing.
Kemarahan Bilqis saat kedatangannya tadi membuatnya begitu khawatir,apalagi Dia sempat membayangkan kalau kejadian dulu akan terulang kembali,kejadian dimana Radit sempat ditinggal sang Istri awal awal pernikahannya.Ada rasa sesal dalam dirinya karena membiarkan masalah sampai berlarut larut,untunglah Bilqis kini memaafkannya,wnita kecil itu begitu memcintai Suaminya,Dia pikir tidak ada salahnya mengalah,karena memang Dia sangat merindukan belaian suaminya,kehangatanl pelukannya,kemanjaannya dan semua yang ada didiri Radit,Dia begitu rindu.Perasaan cinta dan sayangnya pada Radit semakin besar,membuat Bilqis mudah dicumbu rayu oleh sang Suami.Dia ingin menolaknya tapi hatinya bersikeras untuk menerima maaf sang Suami.Jadilah kedua insan itu saling mendekap satu sama lain.
"Honeyy,sayangku,cintaku,manisku,Kamu bener udah maafin Aku?"Tanya Radit sambil menangkup wajah sang Istri yang masih terlelap disisinya.
"Heemmh!"
"Kok hemmmh aja sih jawabnya?"ujar Radit gemas,lalu diciumnya bibir seksi itu.Bilqis masih betah terpejam,mungkin karena masih terbuai dengan rasa kantuknya.
"Honeeeyy,jawab dong.Kamu maafin Aku ga?"Tanyanya lagi sambil mengguncang pelan tubuh polos sang istri yang masih tertidurmanja.
"Heeeemmmmh!"
"Jangan ham hem ham hem terus dong Honey,buka matanya,gelitikini nih!"
"Apa sih Papi...,Mami kan ngantuk banget.Abis olah raga pengen Istirahat gataunya ada serangan mendadak dari Papi mesum ini,sampe lemes gini!"
__ADS_1
"Iya sayangkuu,maapin Papi ya,Makasih ya sayang,Kamu udah ga marah lagi sama Aku.kemarin kemarin itu Aku bener bener tersiksa karena jauh dari Kamu Honey,bisa meluk Kamu seperti ini buat Aku bener bener bahagia.Aku janji ga akan marah sama Kamu lama lama.aku gamau jauh dari Kamu lagi,Aku takut Kamu ninggalin Aku sayaang!"
"Iya Papi sayang,Mami udah maapin kok,tapi janji Papi harus ditepati yaaa,awas kalo ingkar janji!"
"Janji yang mana yaa?perasaan ga janjiin apa apa sama Mami!"
"Tuhhhkan Papi gitu deh,nyebelinnya kumat.Papi udah janji ngijinin Mami kuliah sampe selesai,Papi udah janji ga cemburuan,ga ngambekkan,ga posesif,ga kaku,ga banyak ngatur.Pokonya Papi udah janji sama Mami,dan harus ditepati ya."
"Iya sayang,Papi janji ga akan cemburuan lagi!"
"berarti boleh ngobrolkan sama temen cowok?"tanya Bilqis yang kini beringsut mendekati Radit dan menatapnya,melihat ekspresi wajah sang Suami,apakah Dia memang serius dengan apa yang Dia janjikan.
"Ya boleh kalau dalam batas wajar,tapi kalau berduaan,jalan berdua ke Mall,ketawa ketiwi gitu,Aku ga ngijinin!"tegas Radit.
"Tapi kalau ga sengaja ketemu gimana?terus Dia nyapa.Masa Aku cuekin?"
"Terus Aku harus kaku kayak robot?Ga ada ekspresi atau harus jutek!"tanya Bilqis sewot.
"Ya nggak,Kamu biasa aja,seperlunya,gausah banyak macem macem!"
"macem macem itu seperti apa,memangnya Aku selama ini macem macem?"tanya Bilqis sewot sambil mendelikkan matanya dengan wajah yang cenberut."
"uh sayangku marah,jangan marah sayang,nanti cantiknya hilang.Maksud Papi...Mami seperlunya aja ya,ga usah banyak ngobrolin hal hal yang ga penting."
"Kalau gitu sama aja dong ga ada bedanya,sikap Papi memang ga akan bisa berubah.Udahlah Aku ga usah dilanjut aja kuliahnya,biarin deh,Aku sekarang ga peduli!"ujar Bilqos ketus.sambil membelakangi sang suami.
__ADS_1
"Yaampuun Honey,jangan marah lagi dong.Iya iya boleh ngobrol sama temen,tapi jangan kelewat batas ya,pokoknya Kamu harus pandai menjaga perasaan Aku,Aku cemburu dan posesif gini karena Aku terlalu cinta dan sayang sama Kamu.Kamu ngerti kan sayang!"
"Yaiyalah Pi,kan selama ini juga Aku selalu menjaga perasaan Papi,ga macem macem,kalau macem macem pasti Aku udah ninggalin Papi dari dulu,buktinya sekarang Aku makin cinta sama Papi!"
"oh ya?Masa siiih,kalau begitu Aku minta jatah sekali lagi ya sayang,Aku masih kepingin yang tadi yang...!"bisik Radit sambil membelai bokong dan mencubitnya gemas,yang langsung Bilqis balas dengan mencubit perutnya.
"Memang Papi mau apalagi kan tadi udah dikasih apa yang Papi mau!"
Hehehe tapi tadi yang banyak nyerang kan Mami,tadi yang paling doyan juga Mami hayooo ngaku..!"Radit meledek sang Istri yang kini membelakanginya,Dia merona menahan malu.Memang tadi saat sang suami menyentuhnya,justru Bilqis lebih agresif dari biasanya,Dia bahkan bergerak lincah diatas sang suami,membuat Radit tak percaya sang Istri seagresif itu,padahal jelas jelas tadi Dia memusuhinya bahkan mengusrinya,namun begitu Radit melancarkan aksinya untuk melepaskan hasrat yang audah menggebu,justru Bilqoslah yang lebih inisiatif darinya.
"Ihhh Papi...gausah diomongiiiin,Mami kan malu!"ujar Bilqis sambil menutup wajahnya.
"Honeyyy kita jadi kayak pengantin baru ya,apalagi tempatnya dengin begini,Kita samapi pagi yuk sayaang,Aku masih pengen yaaang,Aku masih kangen!"ujar Radit sambil kini tangannya sudah nemplok ditempat favoritnya."
"Besok lagi aja Pi,Mami lemes,ga da tenaga!"ujar Bilqis dengan wajah memelas.
"Mami ga usah pake tenaga,cukup Papi aja yang bergerak,Mami jadi gedebog pisang aja,kali ini biar Papi yang puasin Mami!"
"Ngga Pi,besok besok aja yaa plisss Mami cape!"
Namun Radit bergerak lebih cepat,Dia menciumi leher sang Istri,bergerak keatas menciumi wajahnya,******* bibirnya dengan rakus,tangannya bergeriliya menggerayangi seluruh tubuh sang Istri,membuat Bilqis mengerang,Diapun kini harus pasrah membiarkan Sang suami memenuhi keinginannya,walaupun tubuhnya sudah benar benar terasa lelah,tapi lagi lagi Bilqis menikmati setiap sentuhan yang Radit berikan.
.
.
__ADS_1
*******