
"Menurut aa gimana?"Tanya Bilqis
"Entahlah Aa nggak kepikiran sih kalauTeh Nisha nikah sama si John,Dia kan memang berniat untuk membujang seumur hidup.Setau Aa Dia itu ga mau berkomitmen dengan perempuan manapun,Dia suka kebebasan dan juga ada rasa trauma dalam diri Dia yang Aa gatau,Dia ga pernah mau cerita."ujar Radit sembari menutup laptopnya setelah memeriksa beberapa pekerjaannya.Bilqis tampak cantik dengan gaun tidurnya berwarna marun.Perutnya semakin membuncit.namun aura cantiknya tidak luntur sedikitpun.Rambutnya yang panjang dia ikat sembarang.
"Memangnya Teh Nisha mau?"Tanya Radit.
"Masih terlalu dini sih untuk bicara kearah sana,apalagi kuburannya juga masih basah,kayaknya ga etis juga sih ngomongin hal itu.tapi karena hal itu sebuat wasiat,bukankah hal tersebut harus ditunaikan ya A?"
"Aa kurang tau masalah itu sayang,lebih baik Kita tanyakan saja pada ahlinya nanti.sekarang bobo kelonan yuk,tadi Aa lihat Rafa udah bobo sama Opa Omanya.Aa juga jadi pengen dikelonin sama Neng cantik!"Ucap Radit yang menarik sang Istri keatas ranjang yang begitu nyaman.Kemudian Radit merengkuh Bilqis kepelukannya.
"Neng...!"
"Hemmmh...?"
"Kalau Aa meninggal neng kawin lagi ga?
"Ihhh aa ngomong teh sok(suka) sembarangan!"ucap Bilqis Murka.
"Iya ini nanya aja sayaaaang?"
"Yaiyalah kawin lagi,Iqis kan masih muda,Iqis mau cari Bule Turki!"Goda Bilqis sengaja membuat hati Radit panas,Dia kesal pada sang suami yang bertanya hal yang sqngat Aneh.
"Kenapa bule Turki kan Aa udah ganteng kayak bule Turki,biar inget Aa terus ya?"
"Ihhh jauh beda Aa mah bule Depok bukan Bule Turki hihihi.Aku mau cari yang berondong,biar kebawa awet muda,dan ga alot kayak Aa.ga cemburuan ga posesif,mesum sih gapapa kan Iqis juga suka hihihi!"
"Sembarangan alot.emangnya tetelan!"ucap Radit kesal.
"Udah ah gausah diterusin,nyesel Aa nanyanya!"ucap Radit ketus.
"Ihhh kok marah sih,kan Aa yang tanya ya Iqis jawab!"ucao Bilqis terkikik geli.
"Kirain Kamu jawabnya ga seperti itu Neng,kirain mau bilang 'Aku ga akan nikah lagi dengan lelaki manapun,karena cinta Aku hanya untuk Aa seorang'ujar Radit menirukan suara Bilqis dengan mimik wajah dramatis.
"Eh malah mau nyari Bule..ternyata Neng selama ini ga cinta sama Aa!"ucap Radit dengan wajah sendu.
"Ihhh kok tau sih Neng ga cinta sama Aa,besok mending Aa ikut ya ke kedutaan,Aa mau Aku tuker tambah aja sama bule Turki."Goda Bilqis.
"Enak aja tuker tambah,emangnya Aku apaan Aku hp second!"ucapnya marah.
"Lagian nanyanya aneh aneh aja sih,dijawab malah marah marah.Udah ah mau tidur aja,besok Iqis mau nemenin Teh Nisha beres beres digalerinya si Abang!"
"Galeri lukisan Bang Dimas?"Tnya Radit.
"Iya,lukisannya bagus bagus deh A,Aku mau minta satu!"
"Jangan dimintain Neng,lebih baik beli.kasian Teh Nisha."
__ADS_1
"Kalau memang bagus nanti Kita buatkan pameran untuk lukisan lukisannya,memangnya banyak?"
"Banyak A,dari kecil Abang hobi melukis,menggambar.Makanya jadi Arsitek"
"Ohhh iya...ngomong ngomong,Aa nanti mau bicara sama John terkait wasiat yang diamanatkan Bang Dimas,tapi kalau sekarang sepertinya belum tepat."
"Ya nanti aja A,Iqis sih yakin pasti Teh Nisha gamau.Teh Nisha cinta mati sama Abang,jadi ga akan semudah itu Teh Nisha bisa move on,pasti si Teteh menolak mentah mentah.Apalagi kalau nikahnya dalam hitungan bulan!"
*******
Nisha tampak tenang dan tegar,Dia memeluk Iday yang terlihat sangat manja sembari menonton serial Animasi kesukaannya.Bapak dan Ibu mertuanya ikut menemani sambil mengobrol ringan.Rasa duka dan sedihnya tentu saja masih sesak didadanya,namun Dia tak ingin menampakkan hal tersebut didepan sang Ana.Anak yang masih lugu dan belum mengerti arti kehilangan.
"Mama...Iday mau minum susu!"Rengek Iday manja.
"Ok sayang Mama buatin dulu, tunggu disini sebentar!"
"Biar Ibu yang buat,Kamu disini aja Nish."Ucap Ibu mertuanya.
"Gausah Bu,biar Nisha saja yang buat!"ucap Nisha memaksa.
Diapun melangkahkan Kakinya kedapur,setelah 2 hari ini menangis saja kerjaannya.Pagi ini Dia ingin melakukan aktivitas seperti biasanya.
Saat berjalan menuju dapur,Nisha berpapasan dengan John,Mata Mereka bersirobok.Sejenak John tertegun menatap wajah cantik itu,Mata bulat milik Nisha yang masih terlihat sembab namun membuat dadanya berdesir.Nisha memutus pandangan Mereka dan melangkah maju menuju dapur namun langkah nya terhalangi oleh John.Nisha kemudian kekiri John Ikut Ke kiri,Nisha melangkah kekanan,Johnpun Ikut kekanan,membuat Dia gemas kikuk sendiri.
"Eh ma-maaf silakan!"John mengalah,dan mempersilahkan Nisha lewat.sedangkan Dia melipir kesisi.
"Jadi nggak berangkat sekarang?"tanya Radit yang sudah tampil perlente dengan jas dan dasinya.
"Iya jadi..Gue ada jadwal operasi nanti sore!"jawab John yang melirik sekilas kearah dapur,kemudian Mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu.
Ruang tamunya didesain minimalis dengan dinding kayu bercat putih di dinding itu bertengger lukisan cantik sebuah pemandangan yang menakjubkan karya Dimas.
"Terus bokap nyokap Lo gimana?"
"Ya Mereka disini dulu lah sampai seminggu yang akan datang,atau mungkin lebih!"
"Terus Lo kapan kesini lagi!"
"Ya paling nanti kesini kalau orang Tua gue minta pulang ke Jakarta!"
"Oh ok deh...!"
Radit tak berani bertanya lebih dalam lagi,Dia menunggu sampai sahabatnya itu bercerita sendiri padanya mengenai hal tersebut.
Sedangkan Nisha didapur masih saja berlinang air mata,mengingat kenangan indah yang Dia lalui bersama sang Suami.bahunya bergetar menangis mengingat kebiasaan dioagi hari bersama sang suami.Apalagi biasanya pagi pagi Dimas pasti meminta kopi buatannya.Tidak pernah terlewat.
"Teteh disini ternyata,dari tadi Iqis cariin!"ucap Bilqis yang tiba tiba ada disamping sang Kakak.cepat cepat Nisha membelakanginya,menyeka airnya matanya.Dia tidak mau membuat adiknya mengkhawatirkannya.Apalagi Bilqis sedang mengandung,perasaannya lebih sensitif.Cukup 2 hari kemarin Mereka sama sama menangis merasakan kesedihan yang Dia rasakan.
__ADS_1
"Eh..ini Iday minta dibuatkan susu.Biasa kalau pagi pagi sukanya susu sama cereal.Iqis mau apa?biar sekalian Teteh buatin."
"Ini Bunda nyuruh Iqis buatin Kopi buat Kak John,Dia mau berangkat ke Jakarta Teh."
"Oh ya sudah biar Teteh yang buatkan !"
"Kalau gitu Iqis buatin minuman buat Aa dulu!"
"Aa siapa memangnya ada tamu lagi?"
"Itu buat Aa Radit!"ucao Bilqis teesipu.
"Ohhh kirain siapa,bukannya panggilannya Mas Radit?"
"Hehehe kalau lagi berdua mintanya dipanggil Aa atau Sayang,kalau Sama Rafa dipanggilnya Papi,Kalau Iqis lagi marah,manggilnya Kamu!"jawab Bilqis.
"Oalaah banyak banget panggilannya,wkwkw!"
Mereka tertawa tawa berdua.Sejenak Nisha melupakan rasa sedihnya.
"Qis Kamu aja yang kasiin kopinya,teteh mau ke Iday dulu!"ujar Nisha.
"Ok deh Teteh ku!"Bilqis membawakan Kopi juga Teh madu lemon serta roti bakar yang dibuat Nisha untuk diauguhkan pada Sang suami juga kakak dari mendiang Abang iparnya itu.
"Silakan dinikmati!"Bilqis meletakkannya dimeja fuang tamu,keduanya tampak asyik mengobrol
"Makasih Bumil,jadi ngerepotin bumil cantik Nih!"ucao John sembari mengambil secangkir kopi yang sudah disuguhkan.
"Heiiii jangan godain Istri Gue,cuma Gue yang boleh bilang cantik sama Doi!"Liriknya oada sang Istri yang tampak sedang memutar bola matanya dengan malas.
"I-ya maaf Tuan posesif!"
"Wangii banget ini Kopiinya....menggoda iman banget Qis!"
Glek...
"Heemmmhhh,Passss bangettt takarannya Qis,nikmat!"
"Wah,sepertinya harus sering sering mampir ke rumah Lo Bro,biar Gue dibikinin kopi sama bumil yang satu ini!"
"Hahaha Kak John bisa aja,itu bukan Iqis yang buat,Itu buatan Teteh Nisha!"
John yang mendengarnya langsung terlihat kikuk.Entah mengapa semenjak mendengar keinginan dari mendiang Adiknya agar Dia secepatnya menikahi Nisha,perasaannya mendadak aneh setiap nama wanita itu disebut.
.
.
__ADS_1
********