TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Drama lagi


__ADS_3

Denis sampai di parkiran mobil untuk pergi kekantor cabang memimpin rapat,namun padangannya tak sengaja menangkap sosok yang sangat dikenalinya sedang berjalan terseok seok,segera saja Dia berlari mendekatinya,dan ternyata benar,dilihatnya Bilqis dengan penampilan yang sangat kacau.


Dia sangat terkejut melihat penampilan Bilqis yang biasanya selalu tersenyum dan ceria,namun hari ini tampak sangat berbeda,wajahnya memerah penuh dengan air mata dan terlihat sangat pucat,baru kali ini penampilan Bilqis sangat menyedihkan seperti ini.Dia menatap Denis dengan tatapan Nanar,pandangannya kosong seperti orang linglung.


"Kak Denis,Mas Radit jahat..huuuuu huuuu!"


"Aku benci sama Dia,Aku bener bener benci ..huuuuu"Bilqis menangkup wajahnya dan menangis sejadi jadinya.


"Iqis tenang dulu,ya..sebaiknya kita kedalam,malu dilihat banyak orang"!ucap Denis.


"Ngga Kak,Iqis mau pergi dari sini."


"Titip Mas Radit ya,Kak."Ucapnya ditengah tangis dan rasa sedihnya.


"Iqis ga boleh seperti ini,ga boleh pergi dalam keadaan marah seperti ini."


"Sebaiknya Iqis tenang dulu,jangan kayak gini."


Denis berfikir cepat,Dia harus menahan Bilqis,jangan sampai Dia pergi dalam keadaan sedih dan emosi seperti itu,bagaimanapun Bilqis adalah Istri Bosnya,yang juga harus dia jaga.


Denis merangkul perlahan bahu Bilqis agar masuk ke mobilnya.Dia tidak ingin Istri bosnya itu terlihat menyedihkan oleh orang orang.


"Ini Qis,di lap dulu itu ingusnya belepotan kemana mana,?"Ucap Denis mencoba berkelakar agar Bilqis sedikit terhibur.Bilqis mengusap wajahnya yang penuh dengar air mata.


"Kalo gitu sekarang biar Aku anter ke apartemen Bos ya!"


"GA,gamau..Iqis gamau kesana,Iqis mau pergi tapi ga kesana!"

__ADS_1


"sudah ya Ka Denis,makasih banyak.Iqis pwrgi dulu"


Bilqis bergegas keluar dari mobil Denis,namun cepat cepat Denis mencegahnya,Dia takut terjadi apa apa pada Istri Bosnya itu.Denis berlari mencegah Bilqis pergi.


"Kalo begitu,tunggu di lobi saja,biar saya pesankan taksi buat Iqis."


"Aku bilang Aku gamau ketemu Mas Radit,Aku benci sama Dia!"ujar bilqis kesal.


"Bos tidak ada,sedang pergi kekantor cabang"ucap Denis bohong.


Bilqis tampak berfikir,Dia hanya ingin secepatnya pergi dari Suaminya yang egois itu.Terpaksa Bilqis menuruti Denis.


"Sebentar Qis,itu wajahnya dilap lagi,ini Rambutnya dirapihin dulu,maaf!"Denis membuang sesuatu yang menempel dirambutnya Bilqis,Dia menganggap gadis itu seperti Adiknya sendiri,apalagi Bilqis tidak suka diperlakukan seperti Nyonya Bos,bahkan Sia lebih auka lelaki itu memangil dengan namanya saja,l.


Sementara itu didalam kantornya,Radit merasa tidak tenang,hari ini adalah hari kesekian kalinya mereka bertengkar,dan pertengkaran kali ini benar benar sangat besar.Radit mengusap wajahnya,emosinya sudah agak terkendali,membuatnya mengingat Sang Istri yang menangis dan marah padanya,karena Dia menyebutnya dengan kata kata kasar,Dia merutuki perbuatannya sendiri dan menyesali apa yang dilakukannya pada Bilqis,apalagi Dia meninggalkannya sendirian didalam mobil,dalam keadaan sangat marah,bergegas Dia pergi ke pelataran parkir,untuk menemui Istrinya,hatinya benar benar tidak tenang,takut sang Istri akan pergi meninggalkannya.Namun saat sampai disana Dia kembali melihat Istrinya dengan seorang lelaki yang begitu perhatian padanya,Tentu saja rasa marah didadanya kembali membuncah.


"Aku meninggalkanmu untuk memberimu waktu berfikir,bukan untuk menggoda asistenku!"Ucap Radit yang sangat sinis dan tajam saat menghampiri sang Istri dan asistennya yang berdiri dihadapannya.


"Baru saja Aku tinggal sebentar,untuk memberikanmu kesempatan berfikir,tapi lagi lagi seperti ini,sudah kesekian kalinya Kamu menggoda para lelaki dengan kecantikan dan dan kemolekan tubuhmu itu,sudah berapa lama tubuhmu ini digunakan untuk menggoda para lelaki!"Ucapnya kembali tajam dan menghunus.Denis yang mendengarnya membuat Dia benar benar merasa tidak enak.


"Maaf Bos sepertinya Anda salah faham terhadap.."


"PERGI!!"


"Pergi Kamu dari hadapanku!"ucapnya pada Denis,membuat lelaki itu tak bisa berkata apa apa dan pergi dari hadapan mereka berdua.Bilqis yang melihatnya pun merasa bersalah pada asisten Suaminya itu.Dan memandangnya dengan iba sehingga kembali membuat Radit marah.


"Katakan,sudah berapa lama Kamu selalu menggoda para lelaki seperti ini?"tanyanya dengan senyuman yang sangat sinis dan merendahkan,Bilqis hanya diam dengan air mata yang kembali berlinang.Dia tak habis fikir,mengapa suaminya menjadi berubah seperti ini,Bilqis merasa kalau Radit kini banyak sekali berubah,lebih pencemburu,posesif dan juga lebih emosional,entah racun apa yang diberikan wanita itu pada Suaminya,hingga Radit menjadi berubah seperti ini.Dia tidak ingin meladeni kemarahan Suaminya,karena menurutnya hal itu sangat percuma,Dia hanya pergi itu dari hadapannya,Dia tidak memperdulikan perkataan Radit,Dia melengos dan pergi,namun dengan cepat Radit mencengkram tangannya dengan Kuat membawanya kedalam kantornya,mereka berdua menaiki lift peribadi yang hanya untuk Radit.

__ADS_1


Saat pintu lift tertutup,Radit merapatkan tubuhnya pada Istri cantiknya itu,hingga membuat Bilqis terdorong ke dinding lift.


"Apa yang kamu inginkan sebenarnya,apakah Kamu tidak merasa puas sehingga terus menerus menggoda lelaki seperti itu?"ucapnya sambil masih merapatkan tubuhnya oada Istrinyaitu.


"Iya Aku wanita penggoda,Aku sudah banyak menggoda lelaki,PUAS?"Ucap Bilqis kesal dengan perkataan suaminya itu.


Radit meraih tengkuknya kemudian mencium Bilqis dengan kasar,namun Bilqis mengatupkan bibirnya,Dia menolaknya,tapi Radit tidak menyerah Dia kembali memaksa menciumnya dan menggigit bibir Istrinya.


"Awww...ssssshh!"


PLAK


Bilqis tidak sadar telah menampar suaminya saking kesal dan marahnya,Namun Diapun terkejut dengan apa yang dilakukannya,sampai tangannya gemetar.


"Mmas...Maaf Aku ga bermaksud!"Bilqis memegangi tangannya dengan wajah terkejut.


"Ohh jadi suka main kasar rupanya,Baiklah kalo itu mau Kamu,Kita lihat apa Kamu masih belum terpuaskan setelah ini!"Bisiknya yang terdengar amat sangat menakutkan ditelinga Bilqis,begitu pintu terbuka,Radit membopong Bilqis dengan cepat,Dia membawa Bilqis kekamar pribadinya didalam ruang kerjannya.


Tubuh mungil itu terhempas kedalam ranjang yang empuk dan nyaman,namun hatinya kini sangat was was melihat sang suami dengan emosinya yang sangat meluap meluap.


"Mas biarkan Aku pergi,Aku takut melihat Kamu seperti ini!"Ucap Bilqis sambil beringsut dari ranjangnya,Dia berusaha menghindar dari suaminya yang sedang dikuasai amrah dan cemburu butanya itu.


"Aku akan memuaskanmu sekarang,sampai Kamu tidak akan pernah menggoda lagi para lelaki itu!"ucap Radit sambil membuka bajunya dan kini memperilahatkan otot ototnya yang kekar.Bilqis bangkit ingin pergi dari kamar itu namun Radit menangkapnya,memeluknya dari belakang,menciumi Bilqis yang begitu harum memabukkan membuatnya semakin menggila,menciuminya kembali dengan kasar dan penuh gairah,menghempasnya lagi ketempat tidur,kembali Bilqis menghindari suaminya,namun Radit menarik dan menyeret kakinya agar dekat dengannya kemudian mengungkung tubuhnya,dan mencumbunya tanpa ampun.


.


.

__ADS_1


.


********


__ADS_2