TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Terus Mencari


__ADS_3

Mobil melaju dengan kecepatan yang sangat kencang,membelah jalanan dengan kecepatan diatas rata rata,sebenarnya Denis sangat was was,namun itu permintaan dari Bosnya yang sudah tidak sabar agar secepatnya bisa sampai ditempat tujuan,sisi kanan kiri ruas jalan tampak sangat padat oleh kendaraan,akhirnya Denis menurunkan kecepatannya.


"Aduhh Den,cepetan dong,malah lelet kayak gini,bisa kehilangan jejak lagi nanti!"Radit protes dengan kesalnya.Dia sudah tampak tidak sabar begitu mendapat informasi dari detektif yang disewanya, bahwa Bilqis berada di kota Bandung,membuat Radit sangat antusias,Dia sudah sangat tidak sabar,setelah hampir 3bulan Istrinya menghilang,Akhirnya ada kabar yang sangat menggembirakan,bahkan Detektif tersebut berhasil membidikkan kameranya dan mengirimkan foto foto Bilqis yang tengah berjalan jalan disebuah taman dengan rona wajah yang bahagia,Istrinya itu tampak berisi sekarang,membuat Radit pangling dan tak henti hentinya Dia menciumi foto itu.


"Tunggu Aku Honey,Aku akan datang menjemputmu dan Aku harap Kamu mau memaafkanku Honey.Betapa tersiksanya Aku tanpa kehadiran Kamu!"gumamnya dalam hati.


"Ahhh siaaal..!!"Ujar Radit sambio meninju pahanya sendiri,kesal dengan kondisi jalanan yang begitu macet,Dia benar benar merasa prustasi dengan kondisi jalan yang seolah menghambatnya untuk menemukan Istrinya.Ditambah lagi dengan segerombolan orang memenuhi jalan untuk berdemo,membuat Radin semakin marah dibuatnya.


"Kenapa lewat sini sih,apa ga ada jalan alternatif,kita bisa terjebak lama disini!"keluhnya.


"Sabar Bos,kalo sudah takdirnya juga pasti akan dipertemukan!"ujar Denis sok bijak membuat Radit semakin sebal.


Setelah terjebak macet hampir 1 jam,akhirnya mobil.itupun kembali melaju dengan cepat,samoailah Rafit dan Denis disebuah taman yang luas,tempat dimana Bilqis sering berjalan jalan disana,keduanya menunggu dengan sabar sambil mengawasi keadaan sekeliling,tidak lupa orang orangnya pun berpencar disekitaran taman itu,agar pergerakan Bilqis bisa terlihat.


Namun sudah menunggu hampir 2 jam ditaman itu,tidak terlihat Bilqis muncul disana,bahkan orang orangnya pun melaporkan,Bilqis belum terlihat batang hidungnya untuk datang ke taman itu.Benar benar membuat Radit putus asa.


"Bos kita Istirahat aja dulu,ga mungkin udah larut malam begini,Bilqis jalan jalan disini,besok kita pantau lagi aja Bos!"ujar Denis yang diikuti anggukan pasrah dari Radit,Diapun benar benar sudah merasa lelah.Lelah fisik.lelah mental mencari Bilqis yang entah berada dimana.


Setelah mendapatkan hotel yabg tak jauh dari taman tersebut,Denis memesankan makanan untuk Bosnya,Radit yang sudah terlihat tak karuan penampilannya membuat Denis benar benar merasa prihatin,sejumlah makanan sudah terhidang.Radit sudah lumayan terlihat segar setelah membersihkan diri.


"Makan dulu Bos,biar besok punya tenaga untuk mencari Bilqis lagi!"tawar Denis sambil menyodorkan makanan yang terlihat sangat menggiurkan,namun Radit melihatnya benar benar tidak selera,justru rasa mualnya kembali menyeruak.


"Sikirkan makanan itu Den,mual banget liatnya!"sambil menutup hidungnya.

__ADS_1


"kenapa sih Bos,ini makanan enak kesukaan Bos,biasanya juga ini makanan favorit!"ujar Denis sambil menunjuk tenderloin Steik,dan juga beberapa masakan western food favoritnya.


"Iya tapi sekarang Aku ga suka,malah bikin mual liatnya,pesenin Aku Nasi liwet aja sama ikan bakar,sambelnya yang banyak!"pintanya.Membuat Denis bengong sejenak,Dia sangat tau Radit sama sekali tidak suka ikan dibakar,karena menurutnya tidak sehat,sangat berbahaya,tapi sekarang,seleranya kini berubah.membuat Denis bingung,tapi Dia menurut saja,dari pada Bosnya ini tidak makan sama sekali,apalagi tubuhnya kini terlihat kurus.


"ok siap!"


.


.


******


Bilqis baru saja keluar dari ruang pemeriksaan dokter kandungan yang didampingi oleh sang Kakak,wajahnya tampak berbinar setelah mendengar penjelasan dokter kalau ana dalam kandungannya sehat,apalagi saat mendengar detak jantungnya,benar benar sangat takjub,Dia mengelus elus perutnya dengan rona wajah bahagia,aura keibuannya semakin terpancar,membuat Bilqis terlihat semakin cantik,Nisha pun sangat senang melihat Adiknya bahagia seperti itu,walaupun dalam.hatinya sangat kecewa,seharusnya dikehamilannya yang masih muda itu didampingi oleh suaminya,diberikan kasih sayang,diberikan perhatian lebih,namun keadaannya kini membuat hatinya sedih,walaupun pancaran wajahnya tidak memperlihatkan kesedihan,tapi Nisha sangat mengenal Bilqis,jauh dalam lubuk hatinya,Dia menyimpan rindu yang teramat dalam pada suaminya itu,bahkan Bilqis meminta Ibu mertuanya agar membawakan kemeja bekas dipakai Suaminya,Dia merindukan wangi tubuhnya yang dulu selalu memeluknya dengan erat,Bilqispun memakainya sembari tidur seolah olah Radit ada disisinya,memeluknya dengan dan menghirup dalam dalam kemeja itu.Mengingat hal itu membuat Nisha menitikkan air mata.


"Teh jangan langsung pulang kerumah,Iqis pengen wisata kuliner dulu,suntuk dirumah terus,paling jalan jalan ke Taman Doang!"keluhnya.


"Ya sudah Iqis maunya kemana,Teteh ikut aja,Untung Iday ga ikut,jadi ga ribet."


"Yaudah kalo gitumending kita shoping ke Mall sekalian makan Yuk!"


"Hayuk lah teh gaskeuuun(Ayo deh teh segerakan)!"


Kakak beradik itupun dengan semangat empat lima pergi menuju Mall Kota Bandung,yang malam malam begini justru ramai dikunjungi kawula muda.Nisha tampak setia mendampingi sang Adik yang dikehamilannya itu tidak ada kendala apapun,ngidamnya juga lumayan mudah bisa terpenuhi walau kadang agak merepotkan,tapi demi adiknya itu Nisha tidak pernah mengeluh.

__ADS_1


Mereka kini sampai disebuah gerai pakaian Ibu hamil,dengan antusias Bilqis mencoba berbagai model,perutnya juga kini sudah mulai terlihat agak membesar,Nisha dengan sabar memilihkan pakaian yang sekiranya cocok untuk adiknya itu.


.


.


.


*****


Sudah satu minggu Radit berada dibandung,sedangkan Denis sudah pulang terlebih dahulu karena menangani urusan pekerjaan penting mewakili Radit,Dia tidak ingin urusan pekerjaannya terbengkalai karena urusan pribadinya,ada puluhan ribu karyawan yang harus dipertanggung jawabkan,mereka sebagian besar adalah seorang kepala keluarga yang harus menghidupi anak Istrinya,jangan sampai usahanya meredup dan terjadi PHK walaupun saat ini masalah yang dihadapinya sangat serius.Sudah menulusuri hampir semua sudut kota itu didampingi orang orangnya dan juga detektif yang disewanya,namun lagi lagi Dia harus menelan pil pahit,karena Bilqis belum juga digemukan.Dia merasa sia sia menyewa detektif itu.


"Bener bener ga berguna,cuma ngabisin waktu dan biaya saja,pecat saja Dia!"perintahnya pada Denis begitu Lelaki itu meneleponnya sambil memberikan laporan pekerjaannya.


"Aku lebih baik pulang saja Den,Aku akan menemui mertuaku dan juga kedua orang tuaku,Aku yakin mereka tau!"


.


.


.


******

__ADS_1


__ADS_2