TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Kangen Kangenan


__ADS_3

Bilqis membelai wajah suaminya dengan lembut sambil terisak.


"Mas...Aku kangen banget...!"


"Maafin Aku Mas...sudah buat Mas Radit jadi begini.Maaf Karena Aku udah pergi tanpa pamit Sama Mas Radit...!"Ucapnya sambil sesekali menyeka air matanya.


"Maas...Aku udah ga sanggup lagi jauh dari Kamu,Maaf atas kebodohan sikap Aku,maaf kalo sikap Aku kekanak kanakan seperti ini,buat Kamu jadi seperti ini Mas,ternyata Aku bener bener tersiksa,Aku gamau pisah dari Kamu lagi Mas...!"Kemudian Bilqis mencium keningnya dengan penuh rasa cinta,ternya begitu besar rasa cinta dan sayangnya pada lelaki itu.


"Ya sudah Mas Istirahat ya,Aku pulang dulu ya Mas..Aku takut malah membuatmu terganggu dan membuat sakitmu semakin parah...Cepet sembuh sayaaang!"Kemudian Bilqis beranjak dari tempat duduknya untuk meninggalkan Radit,namun tiba tiba tangannya dipegang dengan erat.


Hati Radit membuncah bahagia sekaligus terharu,mendengar penuturan Bilqis bahwa Istri kecilnya itu sangat merindukannya.apalagi Saat Istrinya itu mencium keningnya dengan penuh kasih sayang,Rasanya jiwanya benar benar melayang keawan,Dia merasa begitu dicintai,begitu disayangi,yang justru membuat rasa penyesalannya semakin mencabik cabik hatinya,betapa Dia merasa tidak pantas sebegitu dicintainya oleh Bilqis setelah apa yang selama ini dilakukannya.Bilqis gadis muda yang begitu cantik,manis,ceria,memilikinya adalah anugerah yang paling indah bagi Dia,dan itu pula yang membuatnya ketakutan wanita itu akan berpaling ke lain hati sehingga membuatnya dikuasai oleh rasa cemburu,sehinngga membuat keduanya harus berpisah,dan kini bidadarinya itu ada dihadapannya.


Sebenarnya Radit sudah sadar saat pertama kali Bilqis masuk keruangannya,Dia sengaja pura pura tidur,ingin tau apa kira kira yang akan Bilqis lakukan,Dia takut sekali Istrinya itu membencinya,namun ternyata sebaliknya,ungkapan kerinduan yang diutarakan oleh Istrinya itu benar benar membuatnya bahagia.

__ADS_1


Bilqis menatap lengan yang digenggam Radit,ada perasaan takut kalau Suaminya itu akan sangat marah dan membencinya,Dia tertunduk dan dengan takut takut,Dia duduk kembali disampingnya.Radit perlahan membuka matanya.Melihat sosok cantik yang ada disampinya,keduanya saling bertatapan saling rindu.


"Honey....!"Ucapnya dengan nada suara bergetar.


"Ini bukan mimpi kan,Ini bener bener Kamu kan Sayaaang?"Ucapnya lagi sambil matanya berkaca kaca.Dia memegang tangan Bilqis semakin erat.


"Iya Mas ini Aku Bilqis....!"ujar Bilqis sambil mengusap pipi Radit yang kemudian Radit raih tangan itu dan menciumnya dengan segenap rasa sayang.


"Maafkan Aku Honey...,maafkan atas kebodohan sikapku...maafkan atas keburukan Aku selama ini,Kamu jadi menderita."


"Engga sayaang,Aku juga gamau lagi jauh dari Kamu Mas...apalagi Dia juga gamau kalau harus jauh jauh dari Papi nya!"ujar Bilqis menunduk sambil mengusap perutnya,lalu meraih tangan Radit agar Dia ikut mengusapnya,perasaan Radit campur aduk,Dia langsung meraih pinggang Bilqis kemudian kepalanya tenggelam diperut Bilqis yang sudah membesar,Diciuminya perut itu dengan sayang dan rasa cinta,Radit merasakan perasan haru,bahagia juga sedih,sekaligus tak percaya,apalagi saat kemarin Ibu mertuanya memberinya kabar tersebut membuatnya Syok sampe jatuh pingsan,dan ternyata hal itu nyata,bukan sekedar mimpi.Harapannya jadi kenyataan,buah cintanya kini bersemayan diperut Bilqis,wanita yang sekarang ini teramat dicintainya.


"Anakku...Anak kita Honey...!"ucapnya takjub,Bilqis mengangguk sambil tersenyum manis pada suaminya,Radit masih terus saja meluapkan kerinduannya diperut bilqis sambil terus diciuminya,Bilqis mengusap usap kepala Radit dengan penuh haru karena ini pertqma kalinya pertemuan Radit dan bayi dalam kandungannya,Bilqis sangat bahagia,padahal Dia takut Radit akan menolak kehadiran bayi itu,Dia tqkut Radot tidak mau mengakuinya,apalagi setelah beberapakali kesalahfahaman terjadi,namun ternyata Radit begitu bahagia mengetahui Dia hamil anak mereka.

__ADS_1


Radit bangkit dari tidurnya dan kini duduk berhadapan dengan Bilqis,wanita dihadapannya kini bertambah cantik,aura keibuannya kian terpancar,tubuhnya kini semakin berisi,tapi justru wajahnya semakin cantik,Radit memandanginya dengan terpana.


"Honey...Kamu kok makin cantik begini...!ucapnya sambil membelai wajah Bilqis,membuat Bilqis tersipu malu,Radit menangkup wajahnya kemudian mencium keningnya dengan penuh penghayatan.


"Bidadariku kini ada dihadapan Aku sekarang!"


"Gimana Aku ga posesif dan cemburuan punya Istri secantik Kamu Honey!"Ucapnya yang lagi lagi membuat Bilqis tersenyum malu,semakin gemas saja Radit melihatnya,mereka seperti pasangan yang baru kenal dan baru pertama kali bertemu.


.


.


.

__ADS_1


******


__ADS_2