
Tak terasa sudah 1 bulan Nisha menjalani rutinitasnya di Bandung,semenjak kepulangannya dari Jakarta saat Bilqis melahirkan.Sekarang perasaannya pada Dimas pun sudah semakin mengkhlaskan hati dan perasaannya,sudah merelakan takdir yang menjadi suratqn untuknya.Mungkin juga dikarenakan kesibukannya yang cukup padat sehingga Nisha sudah bisa melanjutkan kehidupannya tanpa Dimas disisinya.
Dan setiap harinya Nisha juga selalu berkabar dengan semua keluarganya di Jakarta,terutama dengan sang Adik Bilqis.Adik bontotnya itu hampir setiap saat menghubunginya dan selalu ingin tau dengan semua kegiatannya.
Dan walaupun disekolah Dia tidak terlalu akrab dengan guru guru yang lain,karena Nisha sangat dianak emaskan baik oleh kepala sekolah juga ketua yayasan pemilik sekolah tersebut,Namun Nisha sama sekali tidak memperdulikannya,toh Dia hanya ingin mengajar bukan mencari apapun.Walaupun tak dapat dipungkiri,Azmi si Ketua Yayasan dan juga Erwin sepertinya belum menyerah untuk mendapatkan Nisha,selalu saja ada cara agar Ketua yayasan dan guru olah raga itu bisa bertemu dan mendapatkan perhatian Nisha.Namun Nisha berusaha tenang dan tidak menanggapi perhatian Azmi.
Sedangkan John,Lelaki yang sebulan lalu melamarnya itu,Dia tolak mentah mentah.Nisha menolaknya dengan alasan belum siap,dan belum bisa melupakan Dimas.Walaupun tak dipungkiri dalam hatinya ada debaran aneh saat Dia mengingat Lelaki itu.Dan semenjak Dia menolak John.Lelaki itu tak pernah tak pernah terdengar lagi kabarnya.Sebenarnya Dia ingin bertanya papa sang Adik,namun tentu saja Dia malu dan gengsi.Dan hal itu membuat Dia merasa bersalah,dan sedikit rasa sesal dalam dirinya,apalagi Haidar terus saja menanyakannya,membuat Nisha harus berputar otak untuk mencari alasan yang tepat karena Anaknya itu sangat cerdas.Dia akan terus bertanya hingga mendapatkan jawaban yang sesuai logikanya,dan tentu saja hal itu membuatnya sangat pusing.
"Bu Nisha dari tadi bengong terus,udah waktunya makan siang Bu,Kita makan siang sama sama ya Bu!"Ujar Erwin,guru berondong ganteng yang sepertinya belum menyerah untuk mendekati janda cantik itu.
"Eh Pak Erwin,Maaf Pak,Saya bawa bekal dari rumah,jadi Saya mau makan disini saja,Bapak silakan aja kalau Mau makan siang diluar."ucao Nisha sembari tersenyum meringis.
"Siapa bilang ngajak makan diluar,Saya juga bawa bekal Kok,kebetulan Saya sempeti masak tadi pagi."Ujar Erwin sambil mengeluarkan kotak bekalnya.
"Mau makan dimana Bu?Bagaimana kalau Kita makan di taman saja,enak sejuk dan nyaman!"ajak Erwin.Membuat guru yang lain berbisik bisik melihat kedekatan Erwin dan Nisha.Apalagi ada seorang guru perempuan yang lumayan manis,Dia sudah lama menaruh hati pada Erwin,namun semenjak kedatangan Nisha,Erwin seolah berpaling darinya membuat hatinya sangat kesal.
"Baru sebentar jadi janda udah cari mangsa ya,merasa diri paling cantik,semua aja digoda,ga tua ga muda,hati hati aja Ibu Ibu jangan deket deket,ntar suaminya dicuri lagi sama...tau kan ya Ibu ibu!"ujar guru muda itu sambil tertawa sinis.
__ADS_1
"tau dong...Sama si janda gatel kan,mungkin jablay jarang dibelai hahahha!"Ucap yang lain.Nisha yang mendengarnya tampak cuek,walaupun hatinya begitu sakit mendengarnya,Dia yakin sindiran memang Mereka tujukan untuknya,karena yang statusnya janda hanya dirinya,namun Dia berusaha tenang dan tidak terpancing dengan orang orang yang membencinya.
"Ada apa Ini ini Bu guru?Tanya Azmi yang tiba tiba saja,sudah berdiri didepan pintu.
"Eh hehhehe ga ada apa apa Pak!"Mereka langsung duduk dikursi masing masing dan pura pura sibuk.
"Bu Nisha,ke ruangan Saya sebentar!"Perintah Azmi,dan Pak Erwin mohon nanti jangan pulang dulu ya,Ada yang ingin saya sampaikan."ujar Azmi tegas.Nisha pun mengikuti perintah Azmi,Dia segera mengikuti pria itu untuk kekantornya.
"Duduklah Bu Nisha!"ujar Azmi dengan wajah serius.
"Dekat gimana ya?Karena saya merasa biasa saja Pak,tidaj ada yang Istimewa.
"Mungkin bagi Bu Nisha seperti itu,tapi barangkali tanggapan Pak Erwin berbeda.Mungkin Ibu memberi haraoan,sehingga Erwin sangat berani pada Ibu!"selidik Azmi yang membuat Nisha sangat geram.
"Terserah Bapak menilai Saya apa tapi Saya tidak seperti yang Bapak tuduhkan!"sentak Nisha kesal karena Lelaki didepannya ini berhasil membuatnya kesal,sehingga membuatnya sangat marah.
"Maaf Bu kalau perkataan Saya menyinggung Ibu tapi mungkin status Ibu masalahnya,coba Ibu menerima lamaran Saya,mungkin Ibu tidak akan dijadikan bahan gosip oleh rekan rekan Ibu!"
__ADS_1
"Justru kalau Saya terima lamaran Bapak,akan semakin digibahin Saya sama Mereka,Saya akan dianggap sebagai pelakor dan perusak rumah tangga orang,sesangkan Pak Erwin singgle,tidak terikat wanita manapun.Kalau Saya mau tentu sudah sejak kemarin Saya menerima Pak Erwin,tapi berpegang dengan prinsip Saya,Saya tidak ingin terikat dengan siapapun terutama dengan Bapak."Ucapnya tegas sembari menatap Azmi dan menaikan dagunya.
"Kalau Kamu tidak ingin dengan Saya karena Saya sudah mempunyai Istri,detik ini juga Saya akan ceraikan Istri Saya Nis,yang penting Kamu terima cinta Saya,Saya sangat ingin menikah dengan Kamu,sejak pertama kali bertemu dengan Kamu waktu itu,Saya sudah jatuh cinta sama Kamu Nish,Dan sepertinya semesta mengingunkan Kita untuk bersatu.Kamu datang kepada Saya dengan status Kamu sebagai janda,Itu Artinya Kita memang jodoh."Ucap Azmi sambil memegang tangan Nisha,membuat Nisha menghempasnya dengan kasar.
"Bapak tidak boleh seperti itu Pak,menjandakan istri demi bisa menikahi janda,Saya tidak mau sampai kapanpun.dan Bapak harus ingat,rumah tangga tidak bisa dipaksakan,Saya tidak mau menjalani biduk rumah tangga tanpa ada perasaan.Saya menganggap bapak hanya atasan Saya.Saya sangat menghormati Bapak,jangan sampai rasa hormat Saya berubah menjadi rasa benci.Kalau Bapak terus menodong Saya untuk menikah dengan Bapak,Saya akan resign sekarang juga.Saya tidak akan nyaman bila Bapak selalu seperti ini dengan Saya!"
"Jangan Nish,Saya mohon jangan resign,Saya sangat suka emmmh eh maksud Saya,Anak Anak sangat suka dengan Bu Nisha,Bu Nisha juga tnetu sangat cinta dengan dunia mwngajar.Saya rasa Kita harus progesional,jangan mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan!"Maaf ya Saya sudah lancang memegang tangan Kamu tadi,itu karena Saya terlalu cinta sama Kamu Nish,Kamu wanita yang sangat sempurna dimana Saya Nish!"ujar Azmi dengan wajah memelas.
"Bukan Saya tidak profesional Pak,tapi lingkungannya membuat Saya tidak nyaman,Saya sudah tidak minat lagi mengajar disekolah ini,mungkin kedepannya Saya tidak ada diKota ini lagi Pak,karena orang tua Saya ingin agar Saya diJakarta,meneruskan perusahaan Mereka.Jadi seperti yang saya utarakan tadi,kalau Saya akan mengundurkan diri dari sekolah ini jika Bapak terus saja bersikap seperti itu pada Saya.
.
.
.
*********
__ADS_1