TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Ketemuan


__ADS_3

Mas Arman!!"Bilqis terkejut,hampir saja keranjang belanjaan yang dipegangnya terjatuh ke lantai,ternyataa seseorang yang mecolek bahunya itu Dia pikir Suaminya,ternyata Lelaki ini adalah orang yang dulu pernah mengisi hatinya,dan kini tengah berdiri dihadapannya.


"Bunny apa kabar,waaahh sekarang sudah mau menjadi Ibu rupanya,selamat ya Bunny!"Arman melihat kearah perut buncit Bilqis,gadis yang dulu imut imut kini penampilannya berubah,walaupun oerutnya membesar tapi wanita yang masih mengisi hatinya itu terlihat begitu cantik dengan oenampilan yang feminim,semakin teroancar aura keibuannya,sejenak Arman mengagumi oenampilan Bilqis yang juatru semakin mempesona walau tengah hamil besar.sedangkan Bilqis,Dia terkejut juga sedikit pangling dengan penampilan Arman,Pria itu terlihat kurus,wajahnya sedikit tirus,dan kumis tipis sepertinya sengaja Dia biarkan,rambutnya agak gondrong,namun Arman masih terlihat tampan dan menarik,sejenak Bilqis tampak tertegun namun Dia kembali ingat betapa suaminya itu seorang posesif dan pencemburu,sehingga cepat cepat Dia tersadar.


"Bukannya Mas Arman ke Amerika,kok malah ada disini?"tanya Bilqis heran.


"Iya Aku pulang 3 hari yang lalu karena ada hal penting yang harus Aku urus,minggu depan Aku kembali kesana lagi.Tapi senang sekali bisa lihat Kamu disini Bunny,Kamu baik baik saja dan hamil seperti ini Kamu terlihat semakin cantik!"puji Arman sambil menatap mengaguminya,tatapannya sangat dalam rasa bahagia sekaligus kecewa melihat wanita yang dicintainya kini tengah berbadan dua,padahal Dia selalu berharap keajaiban akan datang padanya,bisa dipertemukan lagi dengan pujaan hatinya,beruntungnya doanya terkabul,namun sayangnya kini wanita itu sudah tampak bahagia dengan kehidupan pernikahannya,terbukti dengan melihat keadaannya sekarang,ada rasa tidak rela dalam hati Arman,mengapa takdir tidak memihak kepadanya,Walaupun sudah sekian bulan Lelaki itu menetap di Amerika,namun bayangan akan sosok Bilqis selalu menghantuinya.


"Bunny,bisakah minta waktunya untuk sekedar mengobrol sebentar,sebelum Aku kembali lagi ke Amerika!"pinta Arman dengan wajah memelas penuh harap,membuat Bilqis tidak tega menolaknya.


"Maaf Mas Arman,bukannya apa apa,Aku ga enak sama suami Aku,Dia itu sangat pencemburu,Aku gamau ada masalah Mas,maaf ya!"tolak Bilqis dengan halus,Diapun tidak ingin membuat Arman tersinggung atas penolakannya.

__ADS_1


"Oh iya Aku ngerti Bunny,Aku ngerti banget,Akupun kalo jadi suamimu pasti sangat cemburu dan posesif,kalo bisa Kamu ga boleh kemana mana,Aku akan pajang Kamu dan Aku simpan Kamu dilemari kaca,jadi pajangan aja sekalian hahaha!"Bilqis ikut tergelak dengan candaan yang Arman lontarkan,para pramuniaga mencuri curi pandang kearah mereka,mengira kalau mereka adalah pasangan orang tua muda karena mereka tampak sangat serasi.


"Kok belanjanya sedikit banget Qis,Aku tambahin ya,anggap aja ini hadiah dari Aku,Aku juga ingin memberikan hadiah untuk calon bayi Kamu Bunny,boleh ya?"


"Kamukan nolak Aku untuk ngobrol ngobrol sebentar,tapi Kamu ga boleh nolak hadiah untuk bayimu ya Qis,masa Aku ga boleh ngasih hadiah,mungkin ini terakhir pertemuan Kita,Aku mohon Kamu ga boleh nolak,pleasee Bunny!"Arman kembali memohon kepada Bilqis membuatnya benar benar tidak tega untuk menolaknya.


"Gimana ya...!"Bilqis tampak mengedarkan pandangannya,takut takut kalau suaminya itu akan melihatnya,Dia takut nanti akan menjadi masalah dirumah tangganya,namun disisi lain Diapun rasanya tidak tega jika menolak pemberian Arman,toh hanya sekedar hadiah untuk anaknya,Dia pikir mungkin hal itu boleh boleh saja,sekedar hadiah untuk sijabang bayi pikirnya.Akhirnya Bilqis mengangguk pasrah,karena Dia merasa kasihan juga pada Arman,Dia menganggapnya sebagai seorang teman,kadang dalam hati kecilnya Dia sangat merasa bersalah pada Lelaki itu,Dia merasa sudah menyakitinya,namun Bilqis juga tidak bisa menyalahi takdir yang sudah terjadi kepadanya,lagipula Dia sangat bersyukur karena Radit yang menjadi suaminya,Lelaki yang akhir akhir ini selalu romantis dan sangat mencintainya.


"Ga papa Bunny,please jangan ditolak,Aku mau ngasih yang spesial buat bayi kecilmu,anggap saja Aku ini Omnya,anggap Aku sekarang ini Kakakmu!"ucap Arman lagi,Sia kini memilih beberapa mainan bayi.


"Bagus yang ini atau ini?"tanya Arman menunjukkan beberapa mainan kepada Bilqis,namun Dia tampak tidak fokus karena melihat pesan yang dikirimkan kepada suaminya sudah ceklis biru.

__ADS_1


"Mas udah ya,Aku mau bayar dulu,Suamiku sepertinya sudah selesai ketemuannya,udah Mas gausah biar Aku aja,Aku gamau suamiku nanti marah sama Aku!"Bilqis segera membawa belanjaannya,namun Arman justru menggenggam tangannya,tentu saja dengan cepat Bilqis menatik tangannya.


"Makanya biar Aku aja yang bawa dan yang bayar,sudah Kamu duduk dulu disana,biar Aku yang bawakan!"ucap Arman sambil menunjuk kearah bangku tunggu untuk pengunjung,namun Bilqis tidak mau Dia justru mengikuti Arman ketempat pembayaran.


"Waah Mas sama Mbanya sunghuh pasangan yang sangat serasi ya,ganteng dan cantik,Anak pertama ya Mas,tanya Pramuniaga,yang dijawab Aan dengan anggukan,Bilqis tidak terlalu fokus karena sibuk melihat ponselnya,Dia menanyakan keberadaan Radit namun pesan itu hanya dibaca,tidak dibalas sama sekali.Bilqos berfikifan kalau suaminya masih ada oertemuan dengan kliennya,nqmun Bilqis tidak.menyadari bahwa sang suami sedari tadi sibuk mengawasinya dengan perasaan sesak didadanya.


.


.


.

__ADS_1


********


__ADS_2