
"sayang Aku jemput dirumah Bunda ya."
Bilqis membaca pesan yang dikirim suaminya,setelah puluhan kali Radit menelepon tapi diabaikannya.Bilqis malas mengangkatnya,apalagi Dia tidak mau kalau harus meladeni permintaan absurd suaminya,yang meminta vidio s*x seperti tadi pagi,Kini Dia bersiap untuk berangkat kuliah,penampilannya sangat sederhana namun elegan,wajahnya dipoles makeup natural,rambutnya diikat ponitail,memakai dres bunga bunga kecil selutut berwarna pech,ditunjang dengan sepatu dan tas merk branded warna senada
yang baru kemarin dibelinya.
"ulalaaaa...cantik banget siih adek akuu" Ucap Nisha begitu melihat penampilan Bilqis yang semakin cantik.
"ya iyalahhh siapa sulu doooong Bundanya"ucap Bunda nimbrung sambil membawa satu mangkok besar nasi goreng,yang wanginya sudah membuat perut Bilqis keroncongan.
"Bisaaa aja ngerayu Iqis karena udah pada ditraktir ya!"ucap Bilqis sambil terseyum mengejek.
"emang tambah cantik kok beneraan"ucap Nisha lagi sambil menyendokkan nasi goreng ke piringnya.
mereka pun makan bersama dengan lahapnya,.
"Haidar Ponakan Ateu yang ganteng,sini sama ateu disuapin mamamnya!"
Ucap Bilqis yang gemas dengan Haidar,keponakan semata wayangnya yang ganteng dan lucu itu,badannya gemuk,rambutnya kriwil kriwil,kulitnya putih bersih.Kemudian Haidar digendong dipangkuannya dan disuapi dengan telaten.
"Kamu udah pantes punya anak Qis"
ucap Nisha sambil menyuapkan Nasi kemulutnya.
"Iya,Bunda pengen cepet cepet gendong cucu nih,cucu dari Bilqis Putri yang cantikku ini"ucap Bunda sambil mencubit gemas pipi Bilqis yang tengah menyuapi Haidar.
"kayaknya ga mungkin sekarang sekarang deh"
"orang suami Iqis aja ga normal"Ucap Bilqis kelepasan ngomong dan langsung menutup mulutnya dengan panik.
"Hah!!"
"Ga normal?""
"Maksudnya??"tanya Bunda sambil mengernyit heran.
"itu Bund,Iqis belom normal Haidnya,maksudnya ga teratur gitu..jadi Dia agak khawatir"Nisha melotot memberi kode kearah Bilqis.
"I-iya bun,maksud Iqis itu.."Bilqis tergagap dan tersenyum meringis
"Oooh kirain Bunda apa"
"Kamu cek ke dokter dong Qis"
"Kasian mertuamu udah ngarep banget,Ingin punya cucu"Ujar Bunda
"Iya Bunda,nanti deh Iqis periksa"
"Jangan dinanti nanti"
"lebih cepat lebih baik"
__ADS_1
Ucap Bundanya lagi.
"Iya Bundaaa"Ucap Bilqis sambil nyengir kuda.
"Yaudah Bilqis berangkat dulu,nanti pulang kesini lagi sekalian dijemput sama Mas Radit"
"Dadah Haidar sayaaang muach muach"Bilqis menciumi Haidar dengan gemas
"Ateu Iday ikut"ucap Haidar lucu
"jangan sayaaang,ateunya mau sekolah dulu,nanti pulang sekolah kita main ya"Ucap Bilqis sambil mengusap kepala sang keponakan dengan sayang.
Haidar mengangguk dengan lucu,Pipinya yang gembul memerah dicubit gemas oleh Bilqis.
"Bund,Iqis berangkat dulu"
"yuk teh"
"iya hati hati"ucap Nisha yang tengah menggendong Haidar.
"Teteh masih lama kan disini?"
"Iya teteh masih 2 hari lagi disini,Nanti lusa dijemput abang"ujar Nisha
"oke deeeh"
"bye"
.
.
"Bunny.."Bilqis tersentak kaget karena tiba tiba saja Arman muncul didepannya.
"Selamat siang Pak"Bilqis menunduk formal dan tersenyum kaku kearahnya.
"Bunny kenapa kamu menghindariku"
"Bisa kita bicara sebentar diruanganku?"Arman tampak ngos ngosan karena mengejar Bilqis yang sejakntadi dicarinya,beruntung matanya jeli,menangkap sosok Bilqis yang terlihat sedang terburu buru dan akhirnya berhasil berbicara dengannya.
"Maaf Pak,saya harus segera pulang kerumah"
"Ada keperluan mendesak"tolak bilqis dengan halus
"tidak usah bicara formal seperti itu,lagi pula disini hanya ada kita berdua"ucap Arman
"kalo begitu kita bicara sisini saja,kalo Kamu tidak mau keruanganku"
"Bunny sayang,Kita masih tetap seperti dulu kan?"
"Aku sayang banget sama Kamu please..Bunny"
__ADS_1
"Kamu sekarang selalu menghindari Aku,telepon ga diangkap,pesan aku ga pernah dibales."Ucap Arman panjang lebar dengan wajah sedihnya,membuat Bilqis tak tega melihatnya..
"Kenapa Bunny,Kamu menghindari Aku terus,Aku mengajar disini demi Kamu,demi selalu bersama Kamu"ujar Arman,sedang Bilqis hanya bisa tertunduk.
"bukankah sudah Aku jelaskan kalo Dia itu hanya sepupuku,Apa Kamu masih tidak mempercayainya?"ucap Arman menjelaskan dengan wajah berkaca kaca.membuat hati Bilqis semakin bimbang.
"Maafin Aku Mas,tapi Aku ga bisa kita kaya dulu lagi"
"Aku Aku sudahhh"perasaan Bilqis benar benar tidak nyman harus dihadapkan dengan situasi seperti ini.
"Aku ngerti kalo Kamu masih marah..baiklah Aku akan ngasih Kamu waktu sebetar saja,tapi saat Aku temuin Kamu lagi,please Kamu jangn ngehindar lagi Bunny.."
"Aku bener bener tersiksa kalo Kamu ngejauhin Aku terus"
Arman meraih tangan Bilqis dan memwgangnya dengan erat.
"Lepasin Pak,nanti ada yang liat"
"Aku ga peduli"ujar Arman nekad.
"Aku ga akan lepasin sampai Kamu janji sama Aku"Arman memaksa dan mendesak Bilqis,sehingga gadis itu semakin merasa serba salah.
"Janji Apa?"
"Janji Kalo kita masih tetap seperti dulu,masih sepasang kekasih yang saling mencintai"ujar Arman memaksa
"Maaf Pak,Aku gak bisa"lagi lagi Bilqis menolaknya dengan harap Arman mengerti.
"Berarti Aku ga akan lepasin Kamu"Arman semakin nekad.
"Pak jangan kayak gini"
"Janji dulu"
"Kalo ngga,Aku bakalan tarik Kamu keruanganku,dan kita liat apa yang Akan aku lakukan"
"Aku ga akan peduli dengan gosip apapun"
Bilqis panik,terlihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi datang untuk menghampiri mereka yang sedang mengobrol,Bilqis tidak mau ada gosip apapun mengenai dirinya.
"Baiklah lepaskan dulu,nanti kita bicarakan lagi"
"Aku minta waktu"ucap Bilqis yang akhirnya mengalah,agar Arman melepaskannya.
"Baiklah kalo begitu"
"Sampai ketemu"Ucap Radit dengan senyum bahagia.
.
.
__ADS_1
.
******