TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Kegalauan Bilqis


__ADS_3

Bilqis memandang lesu hasil tespack yang sudah Dia lakukan setelah kelima kalinya,dan kesemuanya positif.Rasanya tubuhnya benar benar lemas seketika.Tidak tahu harus bagaimana,yang jelas Bilqis benar benar tidak mengharapkannya.Bingung,sedih,kecewa juga.


Bukannya Dia tidak bersyukur,tapi Bilqis benar benar sangat tidak siap.Tak terbayang kerepotan yang akan terjadi,punya Anak empat saja sudah benar benar membuat waktunya sangat tersita,dan sekarang akan bertambah satu lagi.Membuat Bilqis benar benar dilanda kegelisahan.Dia bingung,galau.Memandang benda pipih itu dengan tatapan nanar.


Dan pasti suaminya itu akan sangat bahagia.Karena itu yang memang sangat diharapkannya,mempunyai Anak sebanyak banyaknya,tanpa memikirkan keadaan Istrinya,tanpa memikirkan kesiapannya.Membuat Bilqis sangat kesal bila mengingatnya.


Karena itulah Bilqis sengaja melakukannya sembunyi sembunyi.Dia belum siap untuk memberi tahukan kabar tersebut kepada Radit.


Sejujurnya ini bukan yang Bilqis harapkan.Mengandung Anak kelima,tidak ada sama sekali dalam pikirannya.Namun ternyata Takdir berkata lain.Bilqis harus mengandung Anak kelima padahal Dia sama sekali tidak mengharapkannya.Empat Anak saja sudah benar benar membuatnya sangat kerepotan,Dan sekarang harus bertambah dengan Anak kelima.Bilqis benar benar tak ada tenaga untuk menopang tubuhnya.Melihat hasil taspack yang bertebaran dan kesemua hasilnya sama membuat hatinya benar benar sedih.


Dia benar benar tidak siap dengan semuanya.Dan berharap kalau semuanya itu salah.Dan sepertinya Dia harus memastikannya sendiri untuk periksa ke dokter.


Dia masukkan kesemua tespack itu kedalam kantung.kemudian Dia sembunyikan rapat rapat.Dia tak ingin Radit mengetahuinya lebih dulu,karena Dia masih sangat berharap kalau kesemua hasilnya tidak akurat,atau barang kali bisa diakali bagaimanapun caranya,agar kehamilan itu tidak terjadi pikirnya.


"Sayang lama sekali dikamar mandi,kenapa?Suara Radit membuatnya tersentak,tiba tiba saja suaminya itu sudah ada didepannya.


"Papi ngagetin banget sih,ngapain coba.tiba tiba udah ada didepan kamar mandi.Bikin jantungan aja!"omel Bilqis dengan wajah juteknya.


"Maaf Sayang,Aku hanya khawatir,karena tidak biasanya Kamu begitu lama dikamar mandi!"


"Udah ah,Papi tuh memang aneh.Kemana mana diikutin,kemana mana dicurigain,kemana kamana diditanyain,cape tau nggak hidup kayak gini terus!"sentak Bilqis wajahnya memerah hampir menangis.

__ADS_1


Radit tak berkata apa apa.Dia hanya terbengong bengong dengan sikap Bilqis yang menurutnya tampak sangat aneh.Tidak seperti biasanya Bilqis bersikap seperti itu.Dia tampak emosi dan meledak ledak.


"Kenapa sayang,ada masalah apa?kok Kamu agak aneh,padahal kan Aku nggak ada maksud apa apa.Kenapa Kamu jadi marah marah begini?ada apa hemh?"Tanya Radit.


"Udahlah ga usah banyak tanya terus,Aku gapapa,bisa tinggalin Aku sendiri ga?Aku cuma pengen sendirian sekarang please!"


"Ya sudah kalau mau sendiri,Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu,padahal tadi Aku sengaja pulang cepet karena Aku ingin banyak menghabiskan waktu sama Kamu dan Anak Anak,tapi Kamu sepertinya ga seneng kalau Aku ada dirumah."Radit balas dengan tak kalah ketus.


"Aku memang gak berharap Kamu pulang cepet,yang ada justru Aku semakin kerepotan dan pusing ngurusin Kamu yang manja dan kolokan,Aku tuh kayak punya bayi 5,tau ga dirumah ini."Sentak Bilqis seraya menatap nyalang kearah Radit,yang sebenarnya sudah menjauh dari Bilqis untuk keruang kerjanya,namun begitu mendengar Sang Istri membicarakannya,Dia dengan cepat berbalik kearah Bilqis.


"Maksud Kamu apa Qis bicara seperti itu?Kamu bener bener ga jelas.Bilang Aku manja,Aku kolokan.memang apa salahnya?nggak boleh bermanja manja sama Istri sendiri.Kamu itu kan Istriku Qis,ya wajar dong kalau Aku mau berangkat kerja ingin diperhatikan sama Istri.


"Dasar Laki laki egois mau menang sendiri,Istri lagi sedih bukannya dimanja disayang.Malah ditinggal begitu aja.Ga ngerti banget sama perasaan Aku.Suami jahat nyebelin!"Sentaknya begitu Radit akan melangkah keluar,membuat Radit semakin bingung dibuatnya.


"Kamu kenapa sih,tadi Kamu sendiri yang bilang Aku suruh keluar,sekarang mau keluar dibilang ga pengertian,dibilang ga ngerti perasaan Kamu,jadi maunya apa?"Radit geleng geleng kepala.Bingung menghadapi Istrinya yang tiba tiba aneh.


"Aku gatau Aku kenapa,Aku cuma kesel sama Kamu,sebel juga lihat wajah Kamu,pengen sendiri,tapi nggak mau ditinggalin!"ucapnya dengan sewot sembari menyeka air matanya.


"Terus Aku harus gimana?"Tanya Radit.


"Aku gatau,bisa nggak sih jangan tanya terus."

__ADS_1


"jangan jutek jutek gitu dong Sayang,Aku dari tadi dimarahin terus sama Kamu,Aku salah apa sih!"


"Dibilang jangan tanya ya jangan tanya.Salahnya banyak,pokoknya semua salah Kamu..hiks hiks!"Bilqis kembali menangis dan duduk menyendiri dipojokan kamarnya.Radit menjadi serbasalah sendiri.


"Mau Aku peluk nggak Sayang?"Tanya Radit,karena todak tega melihat Bilqis menangis seperti itu.Rasanya sudah sangat lama tidak melihat Istrinya menangis.Dan baru kali ini Istrinya itu sampai tersedu sedu.


"Gamau!Aku nggak mau Kamu sentuh,disentuh dikit langsung jadi Anak,sentuh dikit jadi Anak,kecepretan kolor Kamu juga kayaknya langsung tumbuh jadi Anak.Bahaya kalau deket deket sama Kamu.Aku sebel!"


"Ngomong apa sih ga jelas,yaudah kalau gamau dipeluk,Aku keluar dulu mau beresin kerjaan!"


"Dasar ga tanggung jawab,nggak punya hati.Maunya ninggalin Aku.Jahat Kamu.Yaudah sana pergi,gausah lihat Aku lagi,Aku juga mau pergi dari sini,Aku capek!"


"Sayaang,Kamu kenapa hemmh,dari tadi Kamu aneh banget.Kalau ada yang bikin Kamu kesel,cerita dong!Aku bingung kalau Kamu hanya marah marah seperti ini."Namun ditanya seperti itu,Bilqis justru hanya diam sembari meneruskan tangsinya.


"Sayaang,kok diem.Cerita dong ada apa.Apa Aku bikin salah sama Kamu?Apa gara gara waktu itu nggak ngijinin Kamu pergi sama Teh Nisha.Atau mau liburan lagi?hemmh?"Radit memberanikan diri mendekati Istrinya.Bilqis hanya terdiam sambil terus menangis.


"Ada apa Sayang!"Tanya Radit,Dia memeluk Bilqis dan merengkuh ke dadanya,membelai lembut rambutnya yang panjang.


"Maaf ya sayang,kalau Aku selama ini sudah bikin Kamu pusing,atau mungkin ada sikap Aku yang membuat Kamu jengkel.,Aku benar benar minta maaf sama Kamu Yang!"Ucap Rafit dengan lembut,membuat Bilqis merasa tenang dan nyaman.


"Aku hamil,Tapi Aku gamau,Aku nggak menginginkan Anak ini!"Ucap Bilqis sambil menangis tersedu.

__ADS_1


__ADS_2