
Malam hari Bilqis diantar Kakak Iparnya untuk pulang ke Apartemen.Karena sang Suami memintanya untuk pulang terlebih dahulu,Radit masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan kantornya,ujarnya saat Bilqis meneleponnya.
Setelah membersihkan diri dan bersolek sedikit untuk menyambut kepulangan Suaminya,Hingga tengah malam terdengar pintu dibuka,Bilqis sangat senang Suaminya Akhirnya pulang juga setelah sudah menunggu sekian jam sampai harus menahan rasa kantuknya.
"Mas kok baru pulang.."Bilqis menghampiri Suaminya yang terlihat lelah,pucat dan kuyu.Radit tidak menjawab ucapan Bilqis Dia berlalu kekamarnya.
"Apa Dia masih marah padaku?"Gumam Bilqis dalam hati,melihat suaminya yang mendadak dingin seperti sebelum sebelumnya.Dia terheran heran dengan sikap sang suami yang tadi sore masih hangat dan mesum.Bilqis masuk kekamarnya terdengar gemericik air dikamar mandi,bergegas Bilqis menyiapkan baju tidur untuk suaminya.
Tak berapa lama Radit keluar dengan hanya handuk sebatas pinggangnya,membuat Bilqis memandangnya terpesona sambil meneguk salivanya.
"Ya ampuuun, suamiku seksi banget..!Gumamnya dalam hati mengagumi dan memindai tubuh sang suami yang berotot kekar,Bilqis pura pura memainkan ponselnya Dia tak ingin terlihat sedang mengagumi tubuh macho suaminya itu.Setelah berpakaian Radit melirik Istrinya sekilas kemudian beranjak tidur dengan memunggungi Bilqis,membuat Bilqis terhenyak,Suaminya kembali cuek padanya.Ada apa gerangan batinnya bertanya.
"Om tua ini masih marah padaku kah?Dia bertanya lagi dalam hatinya.
"Maaaasss..."Bilqis memeluk suaminya dari belakang,namun suaminya tidak beraksi apa apa.
"Bukankah Dia sudah memaafkanku?"
"Maaassss kok Aku dipunggungin Sih...ada apalagi?"
"Kamu masih marah sama Aku?"Bilqis mengoyang goyangkan tubuh sang suami,namun Yang ada Suaminya Diam saja.
"Masss...."Bilqis kembali menggoyahkan tubuhnya,saat lengannya dipegang terasa lebih panas dari suhu tubuhnyakemudian Bilqis memegang keningnya.
"Yaampun panas banget badannya,pantesan diem aja dari tadi"Bilqis kaget
"Maaas..,mas makan dulu ya..setelah itu minum obat."
"Maaasss..."
"Gausah Qis...Aku cuma butuh Istirahat sebentar"ucap Radit dengan mata yang terpejam.
"Tapi Mas..badannya panas banget"Bilqis memegang keningnya sekali lagi.Bilqis jadi khawatir.Akhirnya Dia beranjak kedapur mengambil air hangat untuk mengompres badannya,agak ragu ragu Bilqis membuka kancing piyama sang suami ..
__ADS_1
"Mmmh..."Radit melenguh membuat Bilqis bergerak pelan pelan membuka kancing kemejanya satu persatu.Namun kemudian tangannya ditarik dan direngkuh Radit dengan tiba tiba,membuat Bilqis jatuh diatas tubuh sang suami kemudian Radit membalikkan tubuhnya sehingga posisi Bilqis kini berada dibawahnya,dengan cepat Radit meraih tangkuknya kemudian menciumnya dengan kasar,menghi***,Melu**** dengan Rakus,Bilqis kesulitan bernafas akibat ciuman dan sulit bergerak akibat kungkungan yang sangat erat.
"Artikaa sayaaang maafkan Aku..Maafkan Aku menghianatimu.."sorot matanya Radit kosong menatap wajah Bilqis,membuat membuat Bilqis secepatnya melepaskan diri dari pelukan Suaminya.Suaminya seperti orang linglung mungkin karena suhu panas tubuhnya.
"Maaaassss ini Aku Bilqisss Massss..."
"Maaassss"
"Maaasss"
Bilqis berteriak membuat Radit terkesiap.
"Ada apa Qissss..."Ujarnya dengan tatapan tanpa dosa,wajahnya tampak merah karena panas badannya.
"Mass Makan..terus minum obat..."
"Aku mau seka badannya..biar turun suhu tubuhnya"Ucap Bilqis.
"Tidak Usah diseka lagi,tadi kan Aku sudah mandi"ucapnya dengan lesu.
Radit duduk bersandar diatas ranjang setelah Bilqis menyuapai makanan kemudian memberikan Obat penurun panas.
"Dahhh bobo lagi Masss..."Ucap Bilqis sambil menepuk bantal disebelahnya agar suaminya itu tidur kembali.
Radit terlelap disamping Bilqis dengan terlentang,sementara Bilqis sulit memejamkan matanya,teringat Radit menciumnya dengan paksa tetapi memanggil nama Artika,membuatnya merasa sesak.
"Apa karena panas badannya sampe mengigau seperti itu, ,Bahkan saat sakit saja,wanita itu selalu diingatnya"gumam Bilqis sedih dalam hati.
.
.
Pagi hari Bilqis sudah berkutat didapur,membuat menu sarapan yang paling mudah dan Radit pun pasti suka,cukup oatmeal dan susu almond,menu sehat sederhana dan mudah.Radit tidak suka jika pagi pagi harus makan nasi,kebiasaan diamerika dia jarang sekali makan nasi,seringnya western food,beda dengan Bilqis yang sangat lidah Indonesia,belum makan bila belum nemu nasi.
__ADS_1
Radit sudah terlihat fit,terlihat sudah tampan dengan setelan jas dan dasi yang belum terpasang,Radit meminta Bilqis untuk mwmasangkan dasinya,dengan telaten Bilqis memasangkannya namun Dia mwnghindari tatapan Suaminya itu.
"Mass mau kemana?"
"Semalem kan badannya panas,lebih baik Istirahat dulu Mas,jangan kerja dulu."Bilqis masih khawatir kondisi Radit akan drop,apalagi kemarin badannya demam.
"Aku udah sehat kok,hari ini ada meeting yang ga bisa ditunda,jadi harus masuk"
"Qiiis..makasih ya sudah merawat Aku semalam,Ucap Radit sambil membelai rambut sang Istri dengan lembut.Namun Bilqis tidak bereaksi dia biasa saja."
"Kok Kamu diem aja?"
"Jangan jangan ketularan Aku lagi?"Radit memegang kening Bilqis takut takut kalo Istrinya itu demam sama seperti Dia karena terlihat wajahnya murung seperti ini.
"Aku gapapa"ucap Bilqis sambil melengos setelah memasangkan dasinya itu ke meja makan.Radit membuntutinya,dengan lahap Radit menyantap sarapan yang sudah disediakan Bilqis.
"Oh iya mungkin besok Bi Yuni sudah kembali,jadi Kamu ga perlu kerepotan lagi seperti ini."
"Kenapa emang?ga suka dengan yang Aku siapin?"tanya Bilqis sewot.
"Bu-bukan gitu Qis..Aku cuma.."
"Iya Aku emang ga bisa apa apa,Aku ga bisa masak,Aku bisa ngapa ngapain,Aku ga kayak Si Artika yang Kamu sebut sebut itu.."Bilqis kesal dan marah..Dia masuk kekamarnya dengan kesal.
"Yaampunn kenapa jadi Artika dibawa bawa?"
"Aneh banget tu anak marah marah,Akukan cuma memberitahu Bi Yuni mau kembali kesini,kok malah ngambek."
"Qis Aku berangkat ya..Hari ini ada meeting takut telat."Radit terburu buru sehingga tidak sempat pamit pada Istrinya,semakin membuat Bilqis kesal,padahal Dia sedang merajuk ingin dibujuk dan ingin dimanja,tapi Radit justru tidak peka.
.
.
__ADS_1
.