TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Cafe Blue


__ADS_3

"Bunny...!"Arman berlari menghampiri Bilqis yang baru saja akan pergi kekantin kampus,perutnya yang sedari pagi belum terisi apa apa terasa keroncongan minta diisi,cacing diperutnya sudah pada demo,sebenarnya Dia sedang tidak selera makan,tapi kali ini Dia benar benar sudah sangat lapar.


"Mas Arman!"Bilqis tersenyum hangat pada mantan kekasihnya itu.


"Bisa ikut ga sama Aku,ke Cafe yang dulu pertama kali kita ketemu!"


"Untuk terakhir kali Aku minta sama Kamu!"Ucap Arman dengan wajah tertunduk.


"Kok terakhir,memangnya Mas Arman mau kemana?"Tanya Bilqis dengan kening yang berkerut.


"Nanti Aku ceritain,please Bunny ini benar benar permintaan terakhir Aku!"ucap Arman memohon.


"sebenernya Aku dari kemaren pengen iced latte sama waffle nya,kepikiran terus,cuma males banget kesana,yaudah yuk sekarang!"Ucap Bilqis dengan sumringah.


"Makasih Bunny..!"Refleks Arman memeluk Bilqis saking senengnya.


"Eh maaf maaf,Aku kelepasan karena seneng banget Kamu nerima ajakan Aku!"ucap Arman kikuk.


"Tapi Aku ijin Suamiku dulu ya,Dia soalnya posesif banget,liat sendiri kan Mas waktu itu,sampe Kamu kena pukul segala!"


"Ya siih Aku ngerti!"jawab lelaki itu.


Bilqis menelepon Suaminya,tapi tidak juga diangkat,kemudian Dia mengirim pesan namun juga masih ceklis satu.


"Gimana yaah,kok ga aktif,mau pergi sama Mas Arman takut Suamiku ngamuk,tapi kalo ga pergi Aku juga gaenak,soalnya sepertinya penting banget!"gumam Bilqis dalam hati,wajahnya terlihat gelisah,membuat Arman menjadi tidak enak dengan gadis itu.


"Bunny...!"


"Bunny...!"


"Eh I-iya Mas kenapa?"


"Kalo Suami Kamu ga ngijinin Aku gamau maksa,takutnya jadi masalah buat Kamu!"Ucap Arman sambil tersenyum tulus,membuat Bilqis menjadi merasa bersalah.


"Maaf ya Mas Arman,Aku jadi ga enak!"


"Kita dikantorku saja,kalo bicara disini khawatir malah jadi gosip yang aneh aneh.."ucap Arman.

__ADS_1


"Tapi...!"


"Tapi kenapa?"tanya Arman heran.


"Aku pengen Iced latte sama wafelnya diCafe itu,Aku beneran dari kemaren pengen banget,gatau kenapa,padahal di kantin sini juga mungkin ada,tapi Aku maunya yang diCafe itu Mas.!"Ucapnya dengan mata berkaca kaca membuat Arman gemas,melihat Bilqis seperti anak kecil.


"Kamu masih saja lucu,seandainya Kamu...Ah sudahlah!"Arman tidak meneruskan perkataanya.


"Kalau gitu ayo kita kesana,Kamu ajak temen aja,biar Suami Kamu ga curiga,gimana?"


"Waah bener juga...ide yang bagus hahaha!"


.


.


.


Arman,Bilqis,dan Ririn sampai juga di Cafe Blue,tempat pertama kali Arman dan Bilqis bertemu,pertemuan pertama kali dengan Bilqis adalah yang paling tidak terlupakan bagi Arman,Bilqis merupakan cinta pertamanya,begitupun bagi gadis itu,Arman adalah lelaki pertama yang mengisi hatinya.Namun kini baginya,Arman sudah seperti sahabatnya sendiri,perasaannya dulu sudah Dia buang jauh jauh karena cintanya kini hanya untuk Radit Sauminya.


Suasana Cafe Blue memang sangat nyaman,tempat yang asik bagi kaum muda untuk nongkrong atau sekedar makan bareng pasangan,sangat nyaman.Mereka bertiga duduk bersama,Ririn yang diam diam menyukai Arman,begitu bahagia saat Bilqis mengajaknya pergi bersama Lelaki tampan itu,kini Ririn sedikit banyak tau tentang hubungan sahabatnya dengan dosen itu,Ririn merasa punya kesempatan untuk bisa dekat dengan Dosen tampan nan ruoawan yang digilai teman teman kampusnya,Dia amat sangat bersyukur Bilqis mau mengajaknya,dan kini diam diam Ririn selalu mencuri curi pandang kearah Arman,mengagumi ketampanan dan kewibawaan itu,


"Terima kasih Mas,Aku ikut bahagia mendengarnya,semoga Mas Arman semakin sukses karirnya dan juga secepatnya mendapat pasangan yang jauuuh lebih baiiiik dari Aku,Aku beruntung kenal dengan Mas yang begitu baik,perempuan manapun pastii sangat beruntung dapat lelaki seperti Mas Arman!"Ucap Bilqis tulus,Arman mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan,dan disambut Bilqis sambil tersenyum manis.Sedangkan Ririn wajahnya tampak sangat sendu,padahal baru saja perasaan cinta itu tumbuh dihatinya tapi kini harus layu sebelum berkembang.Arman akan pergi jauh,tentu sosoknya yang tampan dan karismatik sebagai dosen idola tidak akan ada lagi dihadapannya,benar benar membuat hatinya sakit,sesak sekali dadanya.Ririn menundukkan wajahnya tak terasa airmata menetes diwajahnya.


"Aku ketoilet sebentar!"Ririn bangkit dari duduknya wajahnya tertutup rambut panjangnya.Mata dan hidungnya memerah,utunglah Bilqis dan Arman tidak melihatnya.Sesampainya disana Dia menangis sejadi jadinya didalam toilet,sambil mendekap mulutnya khawatir ada orang yang mendengarnya.


**


"Suka sama makanannya?"Tanya Arman sambil memandang bilqis dengan penuh perhatian,gadis yang dicintainya itu makan dengan lahapnya,waffle,nachos,pisang keju tak ketinggalan iced latte habis tak bersisa,membuat Arman yang melihatnya terbengong bengong.


"Kamu lapar apa doyan,makan lahap banget,kayak baru nemu makanan!"ucap Arman sambil terkikik geli,sedangkan Bilqis tampak cuek,no jaim jaim,justru Dia mencomot makanan Arman yang sama sekali belum disentuhnya.


"Mmmm...enak banget Mas,sayang banget dianggurin,ga dimakan sama sekali!"Ucap Bilqis yang lagi lagi mencomotnya tanpa permisi.


"Yaudah bantuin Aku makan,kita makan berdua ya?"Ucap Arman sambil menyunggingkan senyumnya,membuat lelaki dihadapannya itu benar benar sangat tampan maksimal.


"Ooh sedang asik disini rupanya!"kontan saja keduanya mendongak kearah suara yang sangat Bilqis kenal.

__ADS_1


"M-Mas Radit!"Bilqis terkejut,Suaminya tau tau sudah ada dihadapannya.


"Siang Mas..!"Arman menganguk sopan,namun Radit sama sekali tidak menanggapinya,Dia justru terlihat sangat murka,membuat Arman menjadi tidak enak.


"Pulang!!"


"Ta-tapi Aku masih ada mata kuliah!"jawab Bilqis terbata.


"Aku ga suka dibantah,cepat pulang sekarang!"ucao Radit tajam.


Bilqis menurut,dengan cepat Radit memegang tangan Bilqis dengan kuat.


"Mas Arman,Aku duluan!"Bilqis menengok kearah Arman saat tangannya sudah ditarik menjauh dari kafe itu.


"Hati hati Bunny..!"ucap Arman dengan wajah sendu,Dia takut Bilqis akan diperlakukan kasar oleh suaminya gara gara Dia.apalagi terlihat jelas wajah Radit sangat emosi.


Radit berjalan dengan cepat,Bilqis membuntutinya setengah berlari.begitu sampai dimobil,Radit tak berkata sepatah katapun,membuat Bilqis heran,padahal biasanya suaminya itu akan meledak ledak marah,mengeluarkan rasa emosi dihatinya,walaupun memang terlihat rasa marah masih menguasainya,sikapnya sangat dingin,membuat Bilqis sangat tidak nyaman didekatnya.


Mobil mereka sampai disebuah gedung perkantoran yang tinggi menjulang,ternyata Radit membawa Bilqis kekantornya,Dia fikir Radit akan mengantarnya ke apartement.


"Sayaang kenapa kesini?"Tanya Bilqis lembut,namun Radit tetap Diam,tidak.menjawab pertanyaannya.


"Mas Aku mau pulang,Aku gamau kesini,Aku mau Istrirahat,perut Aku mual!"ucap Bilqis lagi,tapi lagi lagi Radit cuek,Dia justru sibuk dengan ponselnya.


"Maas.please,perut Aku..!"


"Banyak alasan!"ujarnya ketus.


"Sama laki laki lain Kamu asik asikkan makan berdua,ngobrol,ketawa ketawa.Sama Suami sendiri Kamu banyak alasan,bahkan sikap Kamu selalu menyebalkan,Benar kata Arsinta,Kamu memang tidak pernah puas dengan satu laki laki!"Ucap Radit tajam.


"Padahal Kamu tahu sendiri,Aku ini sangat pencemburu,tapi sepertinya Kamu mengabaikannya,Kamu asik asikkan pacaran dengan dosen itu.Sudah cukup buat hati Aku kecewa,mulai sekarang Aku ga akan peduli lagi sama Kamu,terserah Kamu mau kemanapun,Aku tidak akan melarang,menyesal Aku tidak mengikuti Perkataan Arsinta,Kamu itu murahan.!"Ucapan Radit yang tajam,benar benar menghujam hati dan pikirannya,Bilqis tidak menyangka kata kata itu keluar dari mulut Suaminya.


.


.


.

__ADS_1


******


__ADS_2