TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Kerumah Mertua


__ADS_3

"Maksud Kamu apa dengan menunda?"


"Maksud Aku-Aku..."


"Jadi Kamu ga mau punya anak dari Aku?"Tanya Radit tajam,pandangannya menusuk membuat Bilqis menciut,Dia sangat takut sekali ketika Suaminya bersikap lagi seperti itu.


"Kamu menolak punya anak?"tanya Radit lagi dengan pelan,namun tetap dengan nada dingin,rasa kecewa tersirat didalamnya.


"Bukan menolak Mas...Iqis hanya menunda"Ucap Bilqis pelan namun terdengar sangat jelas.


"berapa lama mau menunda?sampai Aku bertambah tua?"


"Honey...Kamu tau kan usiaku sekarang ini sudah tidak muda lagi,impian terbesar Aku dari dulu adalah bisa menimang buah hati dari orang yang Aku cintai,dan sekarang kesempatan itu datang,Kini Aku sudah menikah dengan seorang gadis yang Aku cintai,walaupun pernikahan kita karena perjodohan,tapi seiring berjalannya waktu,perasaan itu tumbuh menjadi perasaan sayang dan juga cinta.Untuk itu Aku mohon sama Kamu,jangan pernah ingin menundanya Qis,banyak orang diluar sana awalnya menunda,lama lama mereka menjadi kesulitan punya anak.Mumpung Istriku ini masih muda,jangan ada kata menunda nunda ya Honey,sedikasihnya saja,yang penting kita tetap berusaha,Yang diatas yang menetukan"Ucap Radit dengan bijaksana sambil memeluk erat Bilqis,Bilqis yang mendengarnya menjadi terharu,Dia bersyukur,sikap Radit sekarang jauh lebih lembut dan lebih penyayang,dan Dia tidak ingin kehilangan hal itu,saat saat Radit bersikap dingin adalah saat yang paling menyiksanya.Dan Dia tidak ingin hal itu terjadi lagi kepadanya.


"Dan Kamu tidak usah khawatir Honey,Kamu tetap bisa menyelesaikan kuliahmu walaupun nantinya kondisimu tengah hamil."Ucap Radit lagi sambil menangkup dagu istrinya dan kemudian diikuti anggukan Bilqis.Radit tersenyum kemudian mencium Istrinya dengan lembut.


"Ayo berbaring disini,biar Aku pijitin ya,kasian Istriku,pasti capek banget"ucap Radit sambil menepuk Ranjangnya.


"Engga aaaahhh,nanti malah pijit plus plus lagi"Tolak Bilqis dengan manja sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat Radit tertawa.


"Beneran janji,Aku ga akan macem macem,cuma mijitin aja."Ucap Radit lagi sambil mengambil minyak ensensial oil untuk memijat sang Istri,Dia mengerti Istrinya itu sangat kelelahan setelah 2 hari dihotel,sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memadu kasih bersama Istri kecilnya itu.


"Bi..tolong buatkan Sup Herbal untuk Bilqis ya,biar staminanya kuat"ucap Radit.


"Baik Tuan Muda"Jawab Bi Yuni semangat.Dia segera melakukan tugasnya dengan cekatan.Sementara Bilqis sudah berbaring telukup diranjang empuknya,Radit memijat perlahan tubuh sang Istri,dimulai dari bahunya yang mulus kemudian seluruh tubuhnya dipijitnya dengan lembut,sesuai dengan janjinya Dia tidak berani macam macam,Dia tau Istrinya itu benar benar kelelahan,walaupun sempat mencuri curi kesempatan dengan dalih memijat,tapi tak dapat dipungkiri,sang Suami ternyata benar benar pandai memanjakannya,membuat Bilqis sangat bersyukur bisa menikah dengan Pria matang itu.


Kurang lebih satu jam Radit memberikan servis terbaiknya pada sang Istri yang membuat Bilqis benar benar merasa nyaman,Dia tidak menyangka sang Suami mempunyai bakat teroendam seperti itu,kemudian Bi Yuni mengantarkan sup Herbal yang sudah dibuatnya,harum semerbak sup herbal itu membuat Bilqis langsung terbangun seketika,perutnya memang sudah keroncongan dari tadi.Dengan lahap dia memakan suapan demi suapan yang Radit berikan,hari ini Bilqis benar benar sangat dimanjakan lelaki itu,tidak dibiarkan sedikitpun Bilqis bergerak tanpa bantuannya.

__ADS_1


.


.


Sebelum mereka berangkat berbulan madu,Radit dan Bilqis menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Mama dan Papa Radit,karena Saras yang merupakan Adiknya itu rencananya Akan kembali ke Amerika secepatnya,apalagi Bilqis belum mengenalnya secara pribadi,untuk itu Radit menemuinya hari ini.


"Heiii Akhirnya bisa ketemu juga nih sama Kakakku yang sudah berbeda status sekarang"Ujar Saras yang menyambutnya dengan hangat sambil memeluk erat Radit sang Kakak.Kemudian Dia memeluk erat Bilqis.


"Wah Aku harus memanggilnya Kakak ipar atau Adik ipar ya,Kamu masih sangat muda,sepantaran Anakku sepertinya."membuat Bilqis hanya tersipu.


"Hallo Bilqis"Boy nyelonong Dia segera memeluk,kemudian mencium pipi kanan dan kiri Bilqis dengan mesra,Bilqis sama sekali tidak bisa menolaknya,karena Boy bergerak dengan cepat,Radit yang melihatnya,menatapnya dengan kesal segera Dia menarik Bilqis kepelukannya,membuat Saras pun jadi tak enak melihatnya,segera saja Dia melotot kearah Anak bujangnya itu,namun Boy malah pergi dengan cueknya.


"Boy...jangan seperti itu,ini bukan Amerika"Bisik Ibunya.


"Apa salahnya si Mom,Aku hanya menyambutnya,Aku menerima dan menyambut Dia,sama sekali tidak ada maksud apa apa"Ucap Boy membela diri.


"Iya iya Mommyku sayaaang,dont worry okay(jangan khawatir ya)!"ucapnya namun pandangannya tetap mengarah pada Bilqis dengan tatapan mata yang penuh dengan kekaguman.Sejak pertama kali melihatmya di acara resepsi kemarin,Dia sudah sangat terpesona dengan gadis cantik itu,Laki laki blasteran Indo Amerika itu kini jatuh cinta pada pandangan pertama pada Bilqis Istri Omnya,lelaki yang baru beranjak dewasa itu memperhatikan setiap gerak gerik Bilqis dengan terpesona, penuh rasa ketertarikan,seolah baru kali itu Dia melihat seorang wanita cantik.Boy dengan tubuh tinggi besar menjulang hampir sepantar dengan Radit,Dia baru duduk disekolah menengah atas,namun memang perawakannya membuat Dia terlihat lebih tua dari usianya.


Keluarga besar Radit berkumpul.dihalaman belakang yang sangat nyaman,terdapat taman yang luas dan juga kolam renang yang besar.Mereka membuat pesta barbeque untuk merayakan berkumpulnya keluarga besar itu.Apalagi Saras,yang sudah bermukim di Amerika,jarang sekali Dia pulang ke Indonesia.Jadilah Mama Radit membuat pesta kecil kecilan yang sengaja dibuat untuk keintiman keluarga besar mereka.


Bilqis ikut membantu Sang Mama mertua membakar daging,Ikan,Ayam dan beberapa sayuran,juga beberapa jenis seafood,Kemudian mengolesnya dengan saus yang sudah diracik,membuat baunya harum dan menggugah selera,sementara Radit,Papa dan juga Ipar bulenya tampak mengobrol dengan serius.Boy menghampiri Bilqis dengan cepat seolah ingin mencari kesempatan untuk mendekati Tante cantiknya itu.


"Aku bantu apa nih,Tante Bilqis?"Ucap Boy dengan tatapan menggodanya.


"Gausah Dek,Adek tunggu aja disana,gampang kok cuma gini doang"Ucap Bilqis yang disambut tawa renyah oleh Mama mertuanya."


"Kalian seperti sebaya yah,apalagi sibule nih,cepet banget gedenya.perasaan Oma baru kemarin melihatmu merangkak,eh sekarang tau tau udah bujang aja"Ucap Mama berkelakar,membuat Boy senyum senyum mendengar candaan Omanya.

__ADS_1


"Qis titip ya,Mama mau ambil wadahnya dulu,kayaknya yang itu kekecilan"Ucap Mama mertua,yang kini meninggalkan Bilqis dan Boy hanya berdua,hal itu disambut bahagia oleh Boy seolah ada celah untuk mendekati Bilqis yang kini dipujanya.


"Tante eh mmmh.."


"panggil Teteh aja deh,kalo Tante kayaknya ketuaan deh,Aku juga kurang suka dipanggil Tante"Ucap Bilqis sambil nyengir kuda,yang langsung disambut bahagia oleh Boy.


"Teteh itu apa?"


"Teteh itu Kakak atau Sister lah"jawab Bilqis yang masih fokus dengan bebakarannya,jangan sampai membuatnya gosong.pikirnya.


"Ooooh..."Ucap Pemuda itu sambil mengangguk angguk tersenyum,dan memandang Bilqis dengan lekat,namun Bilqis tidak menghiraukannya Dia sibuk dengan perdagingan yang dibakarnya,sepertinya Mama mertuanya sengaja tidak minta bantuan para asistennya,Dia ingin membuat pesta keluarga itu lebih intim,yang hanya dihadiri oleh leluarganya saja.Boy membantu membalikkan daging dagingnya agar matang sempurna,Bilqis mengoles bumbu sambil mengobrol dengan Boy yang ternyata lelaki itu sangat lucu dan menyenangkan membuat mereka berdua tertawa tawa.


"Aaawww..."Bilqis memekik kesakitan sambil menutup sebelah matanya akibat terkena saus yang menyiprat.


"kenapa Qis..."tanya Boy panik..


"Mata Aku kena saus nih..periiih"Bilqis mengibaskan tangannya kemata yang mulai berair,refleks Boy mendekatkan wajahnya dan meniup mata Bilqis.Hal itu terlihat oleh Radit,pandangan matanya sangat tajam memperlihatkan rasa marah,kesal dan sesak didadanya.Tangannya mengepal dengan keras.


"BOY!"


.


.


.


********

__ADS_1


Mohon dukungannya terus ya BestieeπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜™πŸ₯°πŸ₯²πŸ₯°


__ADS_2