TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Buket Bunga


__ADS_3

Radit meremas nakal Bo***ng sang Istri saat mertuanya kedapur.


Bilqis melotot kearah suaminya,Dia takut sang Bunda melihatnya.sedangkan Radit tersenyum puas menggodanya sambil mengedipkan sebelah matanya.Bilqis membalasnya dengan mencubit gemas perut suaminya.


"Awww...sssshhhh"Radit pura pura meringis,padahal Dia senang itu berarti cubitan sayang seorang Istri padanya.


"Rasain weeee"Bilqis menjulusrkan lidahnya mengejek Radit yang pura pura kesakitan.


Diam diam sang Bunda memperhatikannya dari dapur,tingkah anak menantunya ini begitu menggemaskan,Radit yang dewasa dan Bilqis yang masih kekanakan sikapnya,sungguh perpaduan yang sangat pas pikirnya.


"Ayo Nak jangan sungkan"Ucap Bunda yang baru saja mengambil puding Nanas yang juga favorit Bilqis itu.


Mereka makan dengan lahap,Apalagi Bilqis yang sudah habis semua makanan dipiringnya,tidak bersisa,kini Dia bersiap menambah lagi tanpa rasa sungkan.Membuat Bundanya mendelik kesal sedang Radit hanya senyam senyum,padahal saat diapartementnya Bilqis justru kelihatan jaim,mungkin karena masih sungkan atau gimana.


"Maaf Bu ada kiriman bunga"ujar Bi Ijah sang asisten rumah tangga yang sudah puluhan tahun bekerja pada keluarga Bilqis.


"Bunga?"


"Bunga apa Bi?"


"buket bunga mawar merah Bu"


"dari siapa?" tanya Bunda sambil mengernyit heran.


"saya kurang tahu Bu tapi alamatnya benar untuk disini"


"Oh ya sudah,coba bawa kesini"


Bi Ijah membawa buket bunga mawar merah yang sangat Indah,kemudian diberikannya pada sang majikan.


"Qis coba dilihat,ini bunga bener ga untuk alamat Kita,takutnya salah kirim".Ujar Bunda.


"Ok Bun"


Bilqis mencuci tangannya,kemudian menghampiri sang Bunda yang penasaran dengan buket bunga yang entah siapa yang mengirimnya.


"ini Ada kartu pengirimnya Bunda".Bilqis mengambil kartu yang ada disela bunga mawar itu.


dan terdapat pesan didalamnya.


Bunny sayaang I love you,please terimalah bunga ini sebagai permintaan maafku,karena hatiku tidak tenang bila marah masih menguasai hatimu,Kamu adalah alasanku untuk tersenyum,Kamu adalah kebahagiaanku,Aku mencintaimu Bunny.



Arman


Bilqis membaca kartu yang tersemat diantara bunga mawar merah itu,Dia membacanya dengan tersenyum,ternyata Arman yang mengirimkannya untuk Bilqis sang pujaan hati.Dia tidak menyangka Arman masih saja romantis,Dia sangat pandai mengambil hati seorang perempuan.Jujur saja,hal itu membuat Bilqis merasa sangat dicintai.membuat hatinya berbunga bunga.


"Bunga untuk siapa?"


Tanya Radit dengan pandangan tajam dan memicing menatapnya curiga.

__ADS_1


"oh...emmmh itu...emmmh punya temen Aku"


"punya temen?temen yang mana?"tanya Radit lagi


"Coba Aku lihat?"


"Ja jangan Mas..gausah dilihat nanti dikira kepo lagi,udah ya biar Aku simpen sulu dikamar,nanti biar aku suruh temen Aku kesini".Ujar Bilqis nyengir kuda


"hemmh"


jawab Radit.tidak puas dengan jawaban Bilqis.


Bilqis pergi kekamarnya membawa buket bunga mawar indah itu,diciumnya wangi bunga itu,Arman memang sangat pandai menyenangkan hati wanita.Dia sangat romantis,perhatian seperti inilah yang Dia sangat suka dari lelaki itu.


Tiba tiba teleponnya berdering kemudian Bilqis mengangkatnya


"Hallo.."


"Bunny Kamu sudah terima bunga dari Aku?"tanya Araman


"mmmhhh..i iya udah"


"makasih ya"


"Berarti Kamu sudah terima cinta Aku sekarang..."


"makasih ya sayaaang"


"sampe jumpa besok dikampus"


"Eh..eeehhh tunggu tunggu bu bukan gitu Mas.."


"Hallo Mas..Mas.."Arman memutus panggilannya,padahal Bilqis masih ingin bicara padanya.


"Ya ampun gimana niiih"


"Dia ngira Aku mau balikan lagi sama Dia "


"gawaaat...Aku kan udah punya suami"


"gimana ini"


antara senang dan bingung menerima bunga pemberian Arman,bagaimana Dia harus mengambil keputusan yang sangat sulit itu.Jujur dalam hati Bilqis Dia masih menyimpan rasa cinta untuk Arman.Tentu saja karena Dia sudah menjalin cinta selama tiga tahun,apalagi Arman sangat baik dan romantis,juga tampan.Wanita mana yang bisa menolak pesona seorang Arman.Namun lagi lagi Dia dihadapkan dengan sebuah dilema.Statusnya kini adalah seorang Istri dari Radit.Walaupun memang belum ada perasaan apapun padanya tapi Dia sudah berjanji untuk memberi kesempatan pada hubungan pernikahannya itu saat tafi Radit mengungkapkan perasaannya.


"Qis...sayaaang"Radit menghampiri sang Istri dikamarnya yang terlihat salah tingkah saat Dia datang.


"ada apa?"tanya Radit saat melihat mimi wajah Biliqis yang terlihat bimbang.


"ga ada apa apa Mas"


"yaudah yuk kita pulang"

__ADS_1


"Oh iya Qis Besok Aku ada kerjaan keluar kota,mungkin 2 hari Aku disana."ujar Radit memberitahukan rencana kepergiannya.


"Oh Kalo gitu Aku nginep disini aja ya Mas,gausah pulang.Kan Mas besok mau pergi,jadi Aku disini saja ya?"


"Jangan nginep dulu,Aku ga bawa baju ganti,lagi pula kan pengen lanjutin yang tadi"ucap Radit tersenyum genit.


"Iiiih mas kok jadi nakal sih!"


"Biarin nakal ke Istri sendiri"Ucap Radit memeluk dan mencium puncak kepala Bilqis dengan sayang.


"Berarti bolak balik dong Mas,besok Aku harus kesini lagi."


"iya Besok Kamu menginap saja disini"


"Aku 2 hari juga audah pulang lagi"


"ok deh"


.


.


Radit dan Bilqis sudah sampai di apartementnya.mereka berjalan bergandengan tangan dengan mesra,beberapa orangyang berpapasan dengan mereka mengira itu om dan keponakannya, ada juga yang mengira itu sugar daddy nya,pembicaraannya sampai ketelinga Radit,namun Dia nampak tak peduli,tapi Bilqis sangat risih.Dia paling tidak suka saat ada yang menggunjingnya.


"sudah tidak usah pedulikan mereka"ucap Radit yang masih menggenggam erat tangannya dan masuk kedalam lift.begitu pintu lif menutup,Radit merapatkan tubuhnya sehingga sampai menempel ketubuh Bilqis,Bilqis mundur ke dinding lift karena Radit merangsek,direngkuhnya tubuh istri kecilnya itu,diciumnya dengan rakus bibir sensual yang merah merekah,Bilqis ingin menolaknya namun Dia tak berdaya,Radit semakin dalam mencium Bilqis dengan penuh gairah didalam lift itu.Ciumannya semakin liar menjalar ke lehernya,tangannya mengerayangi pungggunya.


"mmmmhhhh...aaahhhh maaas"


"Mas jangan disini dong,malu nanti keliatan orang!"


Ujar Bilqis antara geli dan juga ingin menghindar dari serangan mendadak suaminya ini.


"Aku udah ga tahan,habis kamu sih seksi banget jadi Istri"


"iiih mas ini,kayak om om kegatelan"


pintu lift terbuka,beberapa orang melihat kemesraan sepasang suami Istri ini,membuat wajah Bilqis memerah seperti tomat,saking malunya.Namun Radit malah terlihat cuek,Radit justru cepat cepat menarik Istrinya untuk sampai ke apartementnya,ingin menuntaskan Hasrat yang sudah sangat sulit untuk dikendalikan.


"Mas Aku ke kamar mandi dulu,ga kuat nih kebelet"


Ucap Bilqis beralasan dan menyerahkan tas nya ke Radit,akhirnya Radit mengalah dan melepaskan genggamannya dan melempar sembarang tas selempang Istrinya itu,kemudian dilihatnya sesuatu terjatuh dari tas tersebut.Radit kemudian mengambilnya,ternyata sebuah Kartu ucapan dari buket bunga tadi yang Arman beri untuk Bilqis,rasa penasaran membuat Radit membacanya.


Setelahnya Radit meremat kertas itu dan menggenggamnya dengan kuat,sorot matanya berkilat seraya mengatupkan giginya,rahangnya mengeras.


.


.


.


********

__ADS_1


Terimakasih kepada readers yang sudah meninggalkan jejak dengan like,komen,dan Vote.Mohon terus dukungannya ya buat Novelku ini.."TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK"


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2