
Radit memberikan Haidar yang tengah tertidur kepada Bilqis,tubuhnya benar benar terasa lelah,pikirannya juga kacau apalagi saat tadi menyaksikan Istrinya dipeluk laki laki lain,benar benar membuat sesak dadanya,moodnya hari ini benar benar rusak.Ingin mempercayai kata kata Istrinya itu kalo laki laki tadi adalah saudaranya,tapi mengapa Dia sangat meragukannya,Ingin menyelidiki namun wajah Lelaki tadi tidak begitu jelas.
"Ahhh..mungkin memang benar laki laki tadi adalah saudaranya"
"tapi tetap saja Aku tidak menyukainya,Aku tidak rela Istriku dipeluk peluk lelaki lain".gumam Radit dalam hati sambil menyetir mobilnya.
Bilqis mencuri curi pandang kearah sang Suami,tampak wajahnya sangat dingin dan menakutkan.Ingin rasanya bertanya atau sekedar mengobrol bersenda gurau,tapi melihat ekspresinya seperti itu,membuat Bilqis menjadi segan.Jadilah keduanya hanya membisu selama
perjalan,hanya terdengar deru kendaraan dan dengkuran halus sang keponakan.Dia menyadari sikap suaminya seperti itu mungkin disebabkan karena pertemuannya tadi dengan Arman,ingin menjelaskan semuanya pada Radit tetapi Bilqis sangat takut menyampaikannya,entah harus bicara apa dan memulainya bagaimana,Dia hanya takut suaminya justru akan semakin menjauhinya.
"Ahhhh....apa yang harus Aku lakukan,benar benar bingung"gumamnya dalam hati.
"Mas..A-Aku...mmmhhh...sebenernya..."Bilqis memberanikan diri membuka suara.
"Aku beli sesuatu dulu untuk dibawa.."Ujar Radit dingin,sambil keluar menuju gerai Cake&Cookis langganan Mamanya Radit.Setelah membeli beberapa Kue,Radit membawa beberapa papper bag,Kemudian Radit kembali melajukan mobilnya menuju kerumah orang tua Bilqis.Sang Istri yang melihatnya tampak sangat senang,ternyata Radit benar benar sok yang sangat perhatian,sampai Dia sendiri tidak memikirkannya,yang ada hanya ingin cepat cepat pulang kerumahnya.Apalagi Dia begitu sudah sangat Rindu dengan sang Ayah
.
.
"Ayahhhh Kaki Ayah kenapa?"Begitu sampai dirumahnya Dia melihat sang Ayah tengah duduk santai diruang tamu bersama Bunda,Nisha dan juga Kakak Iparnya.Radit dibelakang tampak menggendong sang keponakan yang masih terlelap.Bilqis tampak khawatir melihat Kaki Ayahnya dibebat dengan perban.
__ADS_1
"Aduh maaf ya Mas,jadi merepotkan begini."Ucap Suami Nisha yang segera mengambil alih anaknya dari gendongan Radit.
"Gapapa Bang santai aja,lagi pula Iday anaknya lucu banget,gemesin,anteng lagi"Ujar Radit.Kemudian secepatnya menghampiri Ayah dan Bunda sambil mencium tangan.
"Ayah,Bunda bagaimana Kabarnya,Kakinya kenapa itu Yah?"Tanya Radit nampak khawatir melihat kondisi sang Ayah mertua.
"Aaahhh...Ayah tidak apa apa,cuma kemarin ada insiden kecil,tapi untunglah tidak ada yang serius"Ujar Ayahnya menjelaskan dengan mimik wajah yang meneduhkan yang tidak ingin membuat Anak dan mantunya itu khawatir.
"Maaf ya Qis dan juga Nak Radit,sebenarnya Bunda dan Nisha kemarin menjemput Ayah dirumah sakit,saat itu Bunda bener bener khawatir dengan keadaan Ayah,namun saat ditelepon Ayah meyakinkan bahwa kondisinya baik baik saja.Makanya Bunda berinisiatif menitipkan Radit pada Kamu Qis dan Ayah Bunda juga tidak mau membuat Kamu khawatir"
"Iiiih tega banget aih,Bilqis ga dikasih tau"Ucap Bilqis sambil cemberut.Namun kemudian Dia tersenyum bahagia melihat keadaan Ayahnya baik baik saja.
"Alhamdulillah untung Ayah tidak kenapa napa ya,Ayah hati hati dan harus jaga kesehatan.Jangan terlalu cape kerjanya"Ucap Bilqis lagi.Radit sejenak melupakan rasa kesal dihatinya dengan bersenda gurau bersama keluarga Radit dan juga Haidar yang sudah terbangun,tak henti hentinya Haidar memuji kebaikan Radit,apalagi Omnya itu berbaik hati sudah mengajaknya bermain.Sikap Radit berbanding terbalik saat ini,Dia begitu ramah,banyak tersenyum dan sesekali bercanda dengan Haidar.Namun dibalik itu hatinya benar benar sesak memikirkan Bilqis dan lelaki yang memeluknya tadi,padahal Dia sudah berusaha mengalihkan pikirannya,namun tetap saja hal itu menghantui pikirannya.Dia jadi merasa tidak nyaman dan terlihat di mimik wajahnya.Sang Bunda menyadari sikap Radit seperti kurang nyaman,mungkin sang menantu kelehan pikirnya.
.
"Jawab yang jujur siapa lelaki tadi yang memelukmu?..Apa Kamu tidak sadar dengan statusmu sekarang Hah?"Ucap Radit ketus namun pelan khawatir terdengar oleh keluarga Bilqis, dengan wajah yang sangat murka karena sejak tadi Dia sudah menahan amarahnya,kini sulit baginya untuk menyembunyikan kecemburuannya itu.
"Kamu ini menganggap Aku apa?didepan umum kalian berani seperti itu,apalagi kalau Aku tidak ada."Ucapnya dengan sangat marah.Bilqis tidak berani menatap Suaminya,baru kali ini Dia melihat laki laki itu begitu murka kepadanya.
"Apa benar Dia itu saudaramu?"Radit mencengkram dagu Bilqis dengan kasar.Amarahnya kali ini benar benar sangat sulit dikendalikan.
__ADS_1
"I-iya Mas...."Ucap Bilqis ketakutan,perlahan tangannya ingin menarik tangan Radit dari dagunya.
"Bohong Kamu"Bentak Radit.Kemudian Radit mendekatkan wajahnya kewajah Bilqis dan menciumnya dengan kasar dan beringas,membuat Bilqis serta merta menolaknya dengan terus memalingkan wajahnya,dan merapatkan bibirnya.
"Kamu berani menolakku Hah?"
"Apa karena laki laki bajingan itu?"Ucap Radit dengan sangat sinis.
"Kamu menyakitiku Mas..."
"Kamu pikir perbuatanmu tadi tidak membuatku sakit?"
Kemudian Radit menciumnya lagi,melahap dan ******* bibirnya dengan kasar."
"mmmmmmppphh..."Bilqis merasa sesak dan hampir kehabisan nafas,kemudian kali ini Dia membuka mulutnya dan mengigit bibir Radit.
"Awwww sssshhhh..."Seketika Radit melepaskan ciumannya dan memegangi bibirnya yang terasa sakit dan perih.Dilihatnya telapak tangannya ada noda darah.Radit memicingkan matanya kerarah Bilqis dengan Aura wajahnya menyiratkan rasa marah dan kecewa.Membuat Bilqis benar benar merasa bersalah,namun juga Dia kesal kepada Suaminya itu yang sudah bersikap kasar kepadanya.
.
.
__ADS_1
*****